you're reading...
feel, it's me

when will I have my nerves to fly again?

Kemarin sore, saya menemani Bro menjemput Mbak Ira yang sejak hari Jumat kemarin, terbang ke Bali untuk mengikuti acara outting tahunan yang diselenggarakan oleh kantornya; khusus untuk karyawan berprestasi dalam lingkup seluruh Indonesia. Hebat, kan?

Sore itu, pukul empat lebih sedikit, saya sudah duduk di sebelah Bro yang mengemudikan sedan hijaunya dengan kecepatan yang cukup tinggi. Maklum, kami berdua terlambat bangun (akibat nggak pulang-pulang dari PTC beberapa jam sebelumnya! hihihi) sementara pesawat yang ditumpangi Mbak Ira seharusnya sudah mendarat pukul setengah lima. 

Belum sepuluh menit meluncur di jalan tol, tiba-tiba Mbak Ira menelepon dan bilang kalau pesawatnya masih baru akan berangkat! Hiyaaahhh!!! Akhirnya, Bro memutuskan untuk menurunkan kecepatan dan berjalan dengan kecepatan minimum di jalan tol yaitu 60km/jam. Biar nggak bengong di bandara, katanya.

*Bukannya bisa nunggu di cafe atau resto di sana, La?*
*Bisa sih… tapi kamu mau bayarin, nggak? Harganya bener-bener nggak penting, kaleeee!*😀

Pukul lima, saya sudah sampai di sana. Kami melangkah menuju tempat kedatangan domestik yang jaraknya cukup jauh dari tempat parkir mobil *heran, deh! kompak banget sih, ngambil jam penerbangan yang sama? Bandara jadi rame banget!*. Di layar monitor, belum nampak tanda-tanda pesawat terbang yang membawa penumpang dari Denpasar akan mendarat di Surabaya, sehingga saya dan Bro bener-bener mati gaya!

…walaupun akhirnya saya memaksa Bro untuk jadi fotografer dadakan dan saya jadi seorang model nggak tahu diri yang dengan narsisnya berfoto-foto ria dan cuek banget walaupun diliatin banyak orang! *untung saya cakep… jadi paling nggak, saya nggak terlalu malu deh…* :D 

Ketika saya capek jadi fotomodel dadakan, saya pun pamit Bro untuk menunggu di tempat duduk saja, daripada menemaninya berdiri di dekat exit. Biar romantis, mungkin yaa… Keluar dari pintu kaca langsung ber-dadah dan berlari memeluk istrinya…. hihihi…

Nah,
saat duduk sendirian *iya, iya, ada banyak yang lain… * saya pun iseng mengamati manusia-manusia yang berjalan hilir mudik di depan saya. Ada yang menggendong ransel, ada yang mendorong troli berisi koper dan tas, ada yang menarik koper, ada yang jalan melenggang dengan santainya diikuti oleh portir bandara..

and suddenly, saya berpikir.
“Kapan terakhir kali saya naik pesawat terbang, ya?”

Hmmm..
Saya ingat. It was late December 2006, saat saya pulang dari Jakarta, usai menghadiri pernikahan Inang, teman kantor saya di Jakarta. Meskipun berkali-kali setelah itu saya pulang pergi ke Jakarta, tapi saya memilih untuk menempuh jarak sejauh 700-an kilometer itu dengan kereta api saja, bukan dengan pesawat.

Karena mahal?
Ah, kalau urusan mahal sih bisa diatur dengan pesan tiket online jauh-jauh hari, kan?
Dan lagipula, saya bukan orang yang suka traveling dadakan. Saya malah harus mempersiapkan tiket dan hotel untuk tempat tinggal, satu bulan sebelumnya… Jadi seharusnya saya bisa sekali pesan tiket tiga bulan sebelumnya!

Lantas kenapa?

Saya masih terlalu parno dengan pesawat yang jatuh!
Pesawat yang hilang!
Pesawat yang tergelincir!
Dan semua kecelakaan pesawat yang berakibat fatal atau hanya trauma sedikit saja.

OK. I know, kalau sudah urusan maut, mau naik kereta juga bakal berurusan juga dengannya. Tapi, entah kenapa, pesawat terbang adalah satu alat transportasi yang sangat sangat membuat saya ketakutan nggak jelas!

Banyak dosa kali, La??
Hm, sepertinya sih begitu..😦

Terus, lo nggak ngelakuin apa-apa? Tobat kek…🙂
Itulah…. Mau tobat kayak gimana, tetep aja saya ketakutan! Gebleg ya? Aneh, ya? Sinting ya? Edan ya? Goblog ya?

Sore tadi saya benar-benar menghabiskan energi saya untuk mengulang terus pertanyaan itu:
“When will I have my nerves to fly again?”

Hah… kapan yaaaa… KAPAN????

*perbaiki sholat, rajin-rajin baca Al-Qur’an, sering-sering puasa, jangan ganjen sama cowok, jangan pake baju terlalu mengumbar aurat….. aduh! Jelas aja saya takut!😦 *

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

One thought on “when will I have my nerves to fly again?

  1. nah La,kalo mo ke London kan harus pake pesawat.. hayoo…hehehhe..

    Posted by Yuyun | February 9, 2009, 10:24 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

February 2009
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: