archives

it’s me

This category contains 29 posts

Super Secret Boyfriend

Do you ever have a secret boyfriend?

Okay, sebaiknya saya bicara secara general saja. Do anyone of you have secret boyfriends/girlfriends? Kekasih yang sangat kamu cintai setengah mati tapi kamu nggak bisa mengungkapkannya ke seluruh penjuru dunia dengan alasan yang sangat spesifik? Bisa jadi karena:
…ow, he or she’s actually not my type. Far below my type… but I love her/him!
… um, dia beda status sosial. He/she’s not the kind of boyfriend/girlfriend that will steal my mother’s heart away..
… although I like her/him very much, tapi tetap saja… pekerjaannya yang cuman pegawai rendahan sepertinya nggak cocok dengan level director, pekerjaanku yang sekarang… *biasanya sih ini perempuan*
Dan mungkin… ini…
Dia itu pacar orang laen!
atau…
suami/istri orang laen!

Beberapa teman saya pernah memiliki pacar rahasianya. Dengan alasan yang sungguh spesifik.

Seorang teman berpacaran dengan seorang lelaki yang usianya jauuuuuhhh di bawa usianya. Beberapa kali saat saya ingin berkenalan dengan lelaki manis di usia awal dua puluh itu, dia bilang, “Gue malu, Jeung!” Ya. Karena he’s too young dan buat kawan saya, “Kayaknya gue belum bisa kenal-kenalin dia ke kalian deh…”

Lalu ada teman yang lain, yang berpacaran dengan perempuan yang tidak selevel dengan dirinya. Maksud saya, “Dia tuh cuman SPG biasa, La…” SO WHAT? “Lo kan tau karir gue kayak apa, La… kesannya gimanaaaa gitu kalau gue pacaran sama SPG…” Yeah, yeah. SO WHAT?

Dan seorang kawan lain yang berpacaran dengan suami orang. Hebatnya, ini sudah tahun yang kedua, kali. Pas saya nanya kenapa dia nggak meninggalkan kekasihnya yang notabene masih berstatus suami orang dan belum ada niatan untuk cerai dari istrinya, dia malah bilang, “You have no idea to be me, La. He’s gorgeous. And I love him so much!”

Banyak alasan yang kemudian membuat mereka memiliki pacar-pacar rahasia; yang mereka pacarin di saat-saat tertentu, yang mereka gandeng di momen-momen yang sangat spesial (baca=ketika tidak ada orang yang peduli dengan status), yang mereka temui..secretly.

It got me thinking, why do they even bother to have a relationship when they’re afraid that everyone will find out?
Kenapa juga harus susah-susah menjalin hubungan dengan seseorang, not just physically, but also emotionally, kalau kemudian hubungan itu harus disimpan rapat-rapat dan mungkin.. umm.. going nowhere?
Kenapa juga harus berpacaran kalau merasa malu?
Kenapa juga harus berpacaran kalau harus sembunyi-sembunyi?

Sampai akhirnya saya berhenti bertanya, because soon afterward, I realize and know the exact answer to those questions.

Why do they even bother to do that?
Because one thing for sure, a relationship is too personal.
Sangat, sangat personal.
Hanya melibatkan dua hati; lelaki dan perempuan. Lingkungan memang sangat berarti; keluarga, teman, tetangga, rekan kerja, SEMUANYA adalah sangat berarti. Remember, kita adalah makhluk sosial yang at some point, we do NEED each other.
Tapi pada intinya, pada akhirnya, yang terpenting adalah dua hati itu sendiri. Environment maybe is important, tapi kalau dua hati itu sudah keukeuh sumerekeuh dan solid, saya rasa, hubungan itu bisa berjalan dengan baik.

Jadi, bodo amat apa yang dibilang oleh bisik-bisik tetangga. Yang penting, mereka bahagia…

Hah? Semudah itu? Sesederhana itu?

Ya. Sesederhana itu.
Memangnya sejak kapan cinta bisa dianalisa? Sejak kapan cinta bisa dilogika dengan baik dan benar? It’s a matter of what your heart says, jadi logika susah sekali untuk diajak kompromi, kan?

Jadi, kembali ke soal topik “SUPER SECRET BOYFRIEND/GIRLFRIEND”. Rasanya sah-sah saja kalau mereka mau get through all the troubles just to keep their relationship from being noticed by everyone else. Afterall, who am I to judge their choices? Saya cuman teman mereka yang tetap akan menajamkan telinga kelak kalau mereka ingin curhat, atau malah meminjamkan bahu saat mereka butuh shouldier to cry on…

Dan satu hal lagi… saya pun pernah punya Super Secret Boyfriend, yang tidak akan pernah saya bagi sama kamu, NOT EVER πŸ™‚
Apapun alasan kenapa saya tidak ingin membaginya sama kamu semua,
tapi satu hal yang pasti…
I loved him so much. VERY MUCH.
Dan percayalah, until today, it was the best relationship I had so far in my life…

***

Depan televisi, Minggu, 23 Agustus 2009, 11.12 Malam



Perempuan Berbisa

I will never be the woman with the perfect hair, who can wear white and not spill on it

Seseorang menyayangimu. Tidakkah itu menyenangkan?

Seseorang menaruh kagum padamu. Tidakkah itu membahagiakan?
Seseorang berkata kalau kamu adalah orang yang sangat baik dan memiliki segalanya. Tidakkah itu sanggup membuat hidungmu kembang kempis kegirangan?

Tapi saya nggak pernah merasa seperti itu.Β 

Setiap orang mengelus lembut dan menyayangi saya, yang terpikir di dalam otak saya adalah, “Apa yang dia inginkan?”

Setiap orang menaruh kagum kepada saya, di dalam isi kepala saya adalah, “Kamu salah orang!”

Dan setiap orang yang berkata ingin berada di posisi saya, dengan geram saya ingin berkata, “Silahkan, ambil sepatu saya dan pakailah sesuka hatimu…”

Saya bukan seorang perempuan seperti yang ada di dalam pikiran semua orang. Bukan pula seorang perempuan kalem, lembut, dan berhati sensitif seperti yang dikira orang. Saya, in fact, adalah perempuan berbisa yang akan menyemburkan racun saat terlukai.

Saya lelah menjadi diri saya sendiri; yang seolah menipu banyak orang dengan menampilkan satu figur yang bukan diri saya sendiri padahal sebetulnya mereka yang menangkap semua itu terlalu tinggi.

Saya tidak bahagia.
Asal kalian tahu saja.

I love you

Saya kangen kamu.
Kamu tahu itu?

Saya pingin ketemu kamu.
Kamu nyadar itu?

Saya nggak tahu musti melakukan apa-apa lagi.
Kamu ngerti itu?

Saya khawatir dengan keadaanmu.
Kamu paham itu?

Ah,
Ternyata saya memang sayang sekali sama kamu.
Semoga kamu mau tahu, mau nyadar, mau ngerti, dan memahami apa yang saya rasakan…
At this very moment.

I love you, Baby.
Saya percaya sama kamu…

when will I have my nerves to fly again?

Kemarin sore, saya menemani Bro menjemput Mbak Ira yang sejak hari Jumat kemarin, terbang ke Bali untuk mengikuti acara outting tahunan yang diselenggarakan oleh kantornya; khusus untuk karyawan berprestasi dalam lingkup seluruh Indonesia. Hebat, kan?

Sore itu, pukul empat lebih sedikit, saya sudah duduk di sebelah Bro yang mengemudikan sedan hijaunya dengan kecepatan yang cukup tinggi. Maklum, kami berdua terlambat bangun (akibat nggak pulang-pulang dari PTC beberapa jam sebelumnya! hihihi) sementara pesawat yang ditumpangi Mbak Ira seharusnya sudah mendarat pukul setengah lima.Β 

Belum sepuluh menit meluncur di jalan tol, tiba-tiba Mbak Ira menelepon dan bilang kalau pesawatnya masih baru akan berangkat! Hiyaaahhh!!! Akhirnya, Bro memutuskan untuk menurunkan kecepatan dan berjalan dengan kecepatan minimum di jalan tol yaitu 60km/jam. Biar nggak bengong di bandara, katanya.

*Bukannya bisa nunggu di cafe atau resto di sana, La?*
*Bisa sih… tapi kamu mau bayarin, nggak? Harganya bener-bener nggak penting, kaleeee!* πŸ˜€

Pukul lima, saya sudah sampai di sana. Kami melangkah menuju tempat kedatangan domestik yang jaraknya cukup jauh dari tempat parkir mobil *heran, deh! kompak banget sih, ngambil jam penerbangan yang sama? Bandara jadi rame banget!*. Di layar monitor, belum nampak tanda-tanda pesawat terbang yang membawa penumpang dari Denpasar akan mendarat di Surabaya, sehingga saya dan Bro bener-bener mati gaya!

…walaupun akhirnya saya memaksa Bro untuk jadi fotografer dadakan dan saya jadi seorang model nggak tahu diri yang dengan narsisnya berfoto-foto ria dan cuek banget walaupun diliatin banyak orang! *untung saya cakep… jadi paling nggak, saya nggak terlalu malu deh…* πŸ˜€Β 

Ketika saya capek jadi fotomodel dadakan, saya pun pamit Bro untuk menunggu di tempat duduk saja, daripada menemaninya berdiri di dekat exit. Biar romantis, mungkin yaa… Keluar dari pintu kaca langsung ber-dadah dan berlari memeluk istrinya…. hihihi…

Nah,
saat duduk sendirian *iya, iya, ada banyak yang lain… * saya pun iseng mengamati manusia-manusia yang berjalan hilir mudik di depan saya. Ada yang menggendong ransel, ada yang mendorong troli berisi koper dan tas, ada yang menarik koper, ada yang jalan melenggang dengan santainya diikuti oleh portir bandara..

and suddenly, saya berpikir.
“Kapan terakhir kali saya naik pesawat terbang, ya?”

Hmmm..
Saya ingat. It was late December 2006, saat saya pulang dari Jakarta, usai menghadiri pernikahan Inang, teman kantor saya di Jakarta. Meskipun berkali-kali setelah itu saya pulang pergi ke Jakarta, tapi saya memilih untuk menempuh jarak sejauh 700-an kilometer itu dengan kereta api saja, bukan dengan pesawat.

Karena mahal?
Ah, kalau urusan mahal sih bisa diatur dengan pesan tiket online jauh-jauh hari, kan?
Dan lagipula, saya bukan orang yang suka traveling dadakan. Saya malah harus mempersiapkan tiket dan hotel untuk tempat tinggal, satu bulan sebelumnya… Jadi seharusnya saya bisa sekali pesan tiket tiga bulan sebelumnya!

Lantas kenapa?

Saya masih terlalu parno dengan pesawat yang jatuh!
Pesawat yang hilang!
Pesawat yang tergelincir!
Dan semua kecelakaan pesawat yang berakibat fatal atau hanya trauma sedikit saja.

OK. I know, kalau sudah urusan maut, mau naik kereta juga bakal berurusan juga dengannya. Tapi, entah kenapa, pesawat terbang adalah satu alat transportasi yang sangat sangat membuat saya ketakutan nggak jelas!

Banyak dosa kali, La??
Hm, sepertinya sih begitu.. 😦

Terus, lo nggak ngelakuin apa-apa? Tobat kek… πŸ™‚
Itulah…. Mau tobat kayak gimana, tetep aja saya ketakutan! Gebleg ya? Aneh, ya? Sinting ya? Edan ya? Goblog ya?

Sore tadi saya benar-benar menghabiskan energi saya untuk mengulang terus pertanyaan itu:
“When will I have my nerves to fly again?”

Hah… kapan yaaaa… KAPAN????

*perbaiki sholat, rajin-rajin baca Al-Qur’an, sering-sering puasa, jangan ganjen sama cowok, jangan pake baju terlalu mengumbar aurat….. aduh! Jelas aja saya takut! 😦 *

A Glass of Wine

A glass of wine, right before my eyes.

But I search for a glass of water, the whole life time.


Intisari dari cerita Dee di bukunya rectoverso itu membuat saya berpikir lagi.
Ditambah pula dengan kata-kata ‘Kakak’ saya, Imelda, kalau ini adalah ‘LALA BANGET’.
Akhirnya saya berpikir…

Apakah iya saya begitu?
Mengabaikan gelas dengan tangkai yang tinggi dan terisi penuh dengan anggur dan memilih memuaskan dahaga dengan air putih saja?

I told her, “Lucky me, karena aku nggak suka alkohol…”
And she laughed.

Tapi saya tahu, semua juga tahu, even the angels πŸ™‚ know…
Kalau sekarang, saya benar-benar kepingin untuk menyukai alkohol itu…

Bizzare Love Triangle

http://widget.lyricsmode.com/i/scroll2.swf?lid=297130&speed=1

I hate love triangle.
Cukup dua orang saja; because three is a crowd! Sesak!Β 

That’s why I hate being involved in a love triangle; siapa yang mau, coba? πŸ™‚
Maksudnya, kalau seseorang itu sudah dekat dengan someone special, walaupun statusnya masih pedekate, saya bakal menolak untuk dekat dengan orang itu.Β 

One time, a good friend of mine bilang, “Janur kuning kan belum melengkung, La…”

But what if I stay, tapi ujung-ujungnya saya terluka?Β 
Nangis?
Kecewa?
Sedih nggak karuan?
Bukankah lebih nyaman kalau tidak perlu nyebur ke lautan yang dalamnya nggak terduga, sehingga kita bisa tahu bagaimana caranya menyelamatkan diri?

Tapi dia bilang, “Itu namanya lo naif, La… Nggak mau ambil kesempatan… Lo nggak jadi cewek bitchy, kok… Semua available kali… selama dia masih belum menikah, all men are available for you, Darling…”

Saya diam.
Dia makin nepsong aja nasehatin saya.

“La, siapa tahu malah elo yang jodoh sama dia?”

Saya masih diam.
Dia masih nepsong, pastinya.. πŸ˜€

“Dan siapa tahu juga, lo yang malah mundur setelah semakin dekat sama orang itu, dan kenal betul karakternya seperti apa…”

That time, I was totally speechless….

when love and hate collide

http://www.friendplay.com/ugc/audio/mp3player_1.swf?artist=DefLeppard&title=WhenLoveAndHateCollide&url=http://www.friendplay.com/ugc/audio/mp3/1/1315_100072.mp3&song_info=133+played++0+comments++posted+1+month%28s%29+ago



You could have a change of heart, if you would only change your mind

Instead of slamming down the phone girl, for the hundredth time
I got your number on my wall, but I ain’t gonna make that call
When divided we stand baby, united we fall

Got the time got a chance gonna make it
Got my hands on your heart gonna take it
All I know I can’t fight this flame
You could have a change of heart, if you would only change your mind
Cause I’m crazy ’bout you baby, time after time

Without you
One night alone Is like a year without you baby
Do you have a heart of stone
Without you
Can’t stop the hurt inside
When love and hate collide

I don’t wanna fight no more, I don’t know what we’re fighting for
When we treat each other baby, like an act of war
I could tell a million lies and it would come as no surprise
When the truth is like a stranger, hits you right between the eyes

There’s a time and a place and a reason
And I know I got a love to believe in
All I know got to win this time

[Repeat Chorus]


[SOLO]


You could have a change of heart, if you would only change your mind
Cause I’m crazy ’bout you baby…Crazy…Crazy

Without you
One night alone
Is like a year without you baby
Do you have a heart of stone
Without you
One night alone
Is like a year without you baby
If you have a heart at all
Without you
Can’t stop the hurt inside
When love and hate collide

Sleepless Nites


I’m not being myself, lately.
I am changed into someone that I really hate.
I became totally bitchy over ridiculous things.
I am not happy.

Jauh dari bahagia…

Then I decided to look back in the past few weeks.Β 
Betapa saya telah berubah menjadi semacam vampir *iya, but the beautiful one.. hehe* yang menganggap siang adalah malam dan malam adalah siang.

No offense buat yang hobi begadang, ya..
Karena buat seorang yang biasanya paling telat tidur jam 12 malem everynite, sekarang baru bisa memejamkan mata pukul setengah empat pagi. Setiap hari! Dan musti bangun sejam berikutnya buat ngantor…Β 

KURANG KERJAAN BANGET, KAN????

Apa yang saya lakukan?
Nulis.
Utak atik widget blog.
Nulis lagi.
Ganti widget dan theme lagi.
Sampai bego.
Sampai mata saya cekung-kung-kung-kung!!!!

Oh my!!!!
Gue bisa jadi kurus kalo terus-terusan begini!! *ups, bukannya itu mau elo, Boss? wekekeke*

So I decided to change…So I decided to sleep earlier…
Dan dimulai malam ini aja.

Jangan ganggu saya dengan telepon2 dan SMS2 bawelmu itu ya? (emang ada? hihihi)
Jangan pula iseng negur saya di YM karena saya ngg
ak bakalan nyapa balik (lha, udah ngorok, kan!! hehe… lagian, emanga ada? hehe)

Oh ya.
Jangan ganggu tidur-tidur saya besok-besoknya lagi, okay?
Sumpah.Β 
Saya bener-bener masih kepingin jadi perempuan cantikΒ 
dengan mata super fresh di pagi harinya…
dan bukan perempuan yang ngantuk seperti ini…



Nggak ada cakep-cakepnya kan?
Bener kan?
Jelek kan?
Matanya cekung, kan?

Apa? Cakep? Kayak Demi Moore?Β 
Sumpeh lo???

Wakakaka… edan nih saya
musti segera tidur kayaknya!

bye everyone..!


psssttt…. Iya, iya.. ngaku.. saya cuman pamer photo!! wekekekeke…

Ugh Yeah!

I saw my books this afternoon, di sebuah toko buku di dalam sebuah Mal besar di Surabaya, berjajar berdampingan dengan buku-buku Dewi Lestari yang super famous itu, di rak paling atas buku-buku Sastra Indonesia, dan tertata rapi di sana…



And I just said:

UGH, YEAH!

oh, nggak sekedar UGH YEAH aja, sih… tapi langsung girang nggak jelas gitu deh! wekekeke….

It’s finally over…

Tiba-tiba saya merasa sangat tolol.
Merasa sangat bodoh, goblog, dan segala jenis sifat yang sederajat.

Detik ini juga, saya pingin semuanya selesai saja.
Semua rasa yang dulu pernah bermain-main di dalam hati saya.

Sudah.
Cukup.
Selesai.

This game…
is finally over.

http://www.friendplay.com/ugc/audio/mp3player_1.swf?artist=Radiohead&title=Creep&url=http://www.friendplay.com/ugc/audio/mp3/1/2522_15032578.mp3&song_info=12+played++0+comments++posted+1+month%28s%29+ago


When you were here before
Couldn’t look you in the eye
You’re just like an angel
Your skin makes me cry
You float like a feather
In a beautiful world
And I wish I was special
You’re so fuckin’ special

But I’m a creep, I’m a weirdo.
What the hell am I doing here?
I don’t belong here.

I don’t care if it hurts
I want to have control
I want a perfect body
I want a perfect soul
I want you to notice
When I’m not around
You’re so fuckin’ special
I wish I was special

But I’m a creep, I’m a weirdo.
What the hell am I doing here?
I don’t belong here.

She’s running out again,
She’s running out
She’s run run run running out…

Whatever makes you happy
Whatever you want
You’re so fuckin’ special
I wish I was special…

But I’m a creep, I’m a weirdo,
What the hell am I doing here?
I don’t belong here.
I don’t belong here.
(Creep — Radiohead)

Catatan Harian

January 2022
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Celotehan Lala Purwono