archives

The Blings of My Life

This tag is associated with 6 posts

The Blings of My Life

Happy 2nd Birthday, Ms Blings!

Continue reading

Heart Prints Moments

Do you have a heart prints moment?

Sebuah kejadian dalam hidupmu yang tidak akan pernah bisa terlupakan sekalipun waktu tergerus begitu cepat, menggelinding begitu liar?

Sebuah kejadian dalam hidupmu yang akan kamu ingat selamanya, sampai nafasmu menghabis dan oksigen seolah enggan terpompa masuk ke dalam paru-parumu?

Sebuah kejadian yang begitu istimewanya sehingga menyentuh hatimu teramat dalam. Ya, the heart prints moments, ketika kejadian-kejadian tersebut terpatri begitu kuat di dalam hatimu.

Saya meyakini, setiap orang memiliki heart prints moments yang mungkin ketika mereka membaca tulisan ini, isi pikiran mereka melayang-layang, mencari-cari peristiwa di dalam selipan isi otak mereka lalu tersenyum sendiri atau merasakan getaran hati yang berbeda dibandingkan sebelumnya. Ya, setiap orang itu termasuk kamu, yang sebentar lagi akan tahu kejadian apa saja yang saya anggap sebagai heart prints moments, peristiwa yang tidak akan terlupakan sampai kapanpun di sepanjang hidup saya sampai hari ini.

Let’s start with 16 Oktober 2001, hari ketika seorang lelaki akhirnya cukup khilaf untuk menjadikan saya sebagai pacarnya. Namanya Jonathan, lelaki keturunan Italia-China-Bali, yang berusia tiga tahun lebih muda dari saya. Kenapa saya anggap sebagai heart prints moments? Tentu saja karena dia adalah pacar pertama saya! Yay!

Lalu ketika Mami saya berpulang ke asalnya, di Surga sana, tanggal 7 Juli 2002. Hari Minggu. Tak perlu dijelaskan lagi mengapa saya akan terus teringat dengan peristiwa itu, kan? Karena kamu pasti tahu, you will never ever forget the day your mother passed away, hari ketika kamu kehilangan seluruh daya untuk bernafas, dan hari ketika kamu baru benar-benar menyadari bahwa arti dari kata ‘meninggal’ adalah tidak akan pernah kembali lagi. Teknologi secanggih apapun tidak akan menjembatani dua dunia itu. Yeah, the day my Mom passed away is the day that I will never ever forget for the rest of my life.

Berikutnya, hari ketika keponakan pertama saya, Eugenea Chiquita Zahrani Assyarif alias Kiki, terlahir dari perut kakak saya, Mbak Piet. It was January 21, 2003, hanya berjarak beberapa bulan saja dari hari saat langit Surabaya mendung karena Mami berpulang. The day she grabbed my finger, the very first day I held my niece and kissed her forehead, the day I jumped off joy because I finally had a niece… adalah hari yang sangat menyentuh. Sampai sekarang, perasaan hangat itu masih menghangati hati saya.

Hmm… what’s next?

The first kiss?
The first break up?
The day I graduated from university?
The day I received my paycheck?

Banyak sekali heart prints moments dalam hidup saya, termasuk bertemu pertama kali dengan Om NH18, sis Imelda, dan Abang Hery Azwan, mentor-mentor saya di dunia blog, tanggal 1 Agustus 2008.

Dan tentu saja, above all, yang paling terekam dalam ingatan saya, yang tidak akan pernah terlupakan dalam sejarah kehidupan saya, yang sumpah mati saya ingin merasakannya kembali adalah…

This special day. 14 November 2008, hari peluncuran buku saya, The Blings of My Life, di Indonesian Book Fair, JCC. Hari di mana saya bisa merasa bangga dengan diri saya sendiri, that I could prove to my self that I meant something for someone else.

And what makes it even special is…
Karena di hari yang sama…
Hati saya tersentuh luar biasa…
Oleh seorang sahabat…
…bernama Lin.

*** Continue reading

Kalau Lala Sedang Ingin Cerewet di Akhir Tahun

Suatu sore, semingguan yang lalu, saya bertemu dengan sahabat saya, Lin. Suatu agenda yang dipaksa-paksain sebetulnya, karena saya lagi super ngirit buat jalan-jalan ke Jogja tanggal 1 sampai 4 Januari nanti! Uhui.. Ada yang mau kopdar sama saya, nih? Kirim email aja yah… *sok cakep dan sok penting banget sih lu! hehe*

Eniwei,

Ada satu pertanyaan lancang yang keluar dari mulut saya, ketika sedang menunggu Yun di sofa bioskop XXI, lantai 5, Tunjungan Plaza. Just a simple question yang begitu meloncat keluar dari mulut saya, tiba-tiba saya kepingin segera punya remote ajaib di mana waktu bisa mundur beberapa detik ke belakang, just to erase that stupid, silly, but harrashing question.

Pertanyaan tentang usia dan berat badan? Hmm… Lin sih udah kebal, ya? Dari lahir sampai sekarang, dia masih konsisten dengan pendiriannya… πŸ™‚

Then, what was it, Lala? What was the question that made you wanted to rewind the past, just a few seconds?
Hm.. pertanyaannya adalah sederhana, diucapkan dengan gaya nggak penting saya, sambil ngunyah sisa-sisa makanan yang nyelip di gigi *hihihi… jorok, ya? salah sendiri kenapa nekat nyangkut di situ!* Continue reading

it’s THE moment…

Sepanjang hidup saya…

Seorang Lala kecil harus berjuang mendapatkan rangking yang bagus, seperti kakak-kakak tercintanya yang tidak pernah luput dari tiga besar.
Seorang Lala kecil harus mendapatkan nilai yang baik agar bisa menjadi kebanggaan seperti kedua kakaknya yang sangat pandai dan rajin, lalu menjadi kebanggaan di sekolah.

The brother…

Begitu canggihnya mengutak-atik program komputer lalu menjuarai berbagai kejuaraan dan dikenal sebagai programmer tetap di sebuah majalah komputer ketika dia masih duduk di bangku SMU.

The sister…

Begitu cantik, berotak encer, atletis dan jagoan dalam berolahraga, lalu masuk ke sebuah universitas negeri yang menjadi idaman para calon mahasiswa-mahasiswi dan para orang tua yang menganggap universitas negeri adalah jaminan mutu.

I spent all my life… membuktikan kepada Mami dan Papi bahwa anak bungsunya nggak hanya sekedar chubby ugly girl, with standard abilities, poor grades, and could sing a bit.

I spent all my life… membuktikan bahwa saya bisa melakukan lebih dari itu…
that I could be as good as my brother and sister…

Continue reading

The Pregnancy

Pregnancy is a miracle.

Seorang teman pernah bercerita kepada saya, dua tahun yang lalu. Dia bilang, “Bayangkan deh. Ada seorang bayi di dalam perut kamu, yang terkadang kaki-kaki kecilnya menendang-nendang perut kamu, atau bahkan jari-jemarinya yang kecil seolah menggelitik belly button kamu…”

It feels like a magic, she said.

Ketika teman saya itu datang ke dokter kandungan lalu memeriksa denyut jantung buah hatinya…
She listened to a masterpiece melody.

Ketika teman saya itu datang ke dokter kandungan lalu melihat tubuh mungil bayinya di dalam perut, bergerak-gerak perlahan, dengan posisi tubuh yang meringkuk…
She saw a masterpiece picture.

Dan sampai akhirnya ketika ia melahirkan si kecil itu bulan September 2007 kemarin, menimang-nimang buah hatinya dengan air mata berderai, sambil mengecupi lembut ubun-ubunnya dengan sayang…
She felt like a fairy who could make such a beautiful creaturea cute, cute baby boy.

Ketika saya meneleponnya untuk mengucapkan selamat, dia malah bilang, “Kamu musti rasain sendiri deh, La. Betapa deg-degannya menjaga kehamilan supaya tidak kenapa-kenapa… Betapa aku selalu harap-harap cemas ketika dokter kandungan meng-USG perutku… Dan apalagi ketika aku mulai merasakan konstraksi. Beneran deh, La. Perasaanku bener-bener campur aduk. Seneng, khawatir, takut… All mixed in to one!

“Oh ya? Hmm.. kebayang sih…”

“Ah, La… jangan dibayangin aja, dong. Rasain sendiri.”

“Lha? Kan gua nggak ada lawan tandingnya?”

“Makanya… cepet nikah. Kamu kan dari jaman Majapahit sampai sekarang hobinya pacaran mulu…”

Saya cuman cengengesan.

“Hehe… udah, udah. Yang jelas… kamu harus merasakan sendiri, supaya kamu bisa tahu, did I say the real thing or I was just a big liar…

Hm.

It was September 2007, when she talked about how magical a pregnancy can be.
It was September 2007, when she asked me to have my own pregnancy.

….and it was September 2008,
I’m having my own.

***

Continue reading

if a picture paints a thousand words…

Kamu pernah mengalami sesuatu, yang kamu benar-benar sulit mempercayainya, sampai-sampai kamu perlu merasa mencubit lengan atau pipimu sendiri, untuk membuktikan bahwa ini benar-benar terjadi?

Hmm…

Saya…

PERNAH.

Dan kejadian istimewa itu (bayangkan saja, ada perempuan secantik saya begitu hebohnya mencubiti diri sendiri.. apa nggak istimewa namanya? HAHA! Bukan istimewa, La, tapi ngelindur!) terjadi pada hari Jumat, tanggal 17 Oktober 2008 kemarin, sebelum pukul sepuluh pagi. Dan kamu tahu kenapa?

Karena pada pagi hari yang sudah seterang pukul dua belas siang itu… Saya membuka sebuah paket yang dialamatkan buat saya… dan isinya adalah…

INI.

I couldn’t say anything.

Terharu, bahagia… semuanya bercampur menjadi satu dan menerbitkan titik air mata di sudut mata saya. Ahh… it was a breath-taking moment!

Dan seorang Lala…

Jika tak bisa mengekspresikan perasaannya dalam jalinan kata-kata…

Atau menyenandungkan lirik lagu yang mewakili perasaannya…

Dia akan menggambar…

Seperti ini.

Picture that paints a thousand words

Picture that paints a thousand words

Ya.

Pictures do paint a thousand of words.

Seperti sebuah gambar sederhana di atas, yang bisa menceritakan apa yang belum bisa terceritakan, setidaknya, sampai siang ini…

ps. I would like to give away 2 (two) of my books. Ada yang berminat? πŸ™‚

Catatan Harian

October 2021
M T W T F S S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Celotehan Lala Purwono