archives

Penulis

This tag is associated with 5 posts

Sebuah Novel dan Penulisnya

Seorang penulis terduduk dengan gelisah sambil menimang sebuah koran. Dia melesakkan tubuhnya di atas sofa, lalu berkali-kali menyesap cairan kopi yang sedari tadi sudah disesapnya dengan perasaan berdebar. Keringat itu bermunculan, dibarengi dengan rasa kesal yang luar biasa. Oh, bukan kesal atau marah yang berhubungan dengan emosi. Tapi lebih karena dia tak bisa melakukan apapun. Continue reading

Just Looking for Daniel

Ada sebuah novel yang pernah saya baca, long long timmmeeeeee ago. Novel yang diciptakan entah oleh siapa *maklum, short term memory lost.. hehe*, tapi saya ingat persis dengan judul dan jalan ceritanya.

It was called : “Just Looking for Daniel”, sebuah chiclit karya anak negeri sendiri yang menceritakan tentang impian seorang perempuan untuk menemukan seseorang bernama Daniel, karena dia selalu percaya, jodohnya adalah lelaki bernama Daniel! What a great faith, eh? 🙂 Continue reading

Seperti Jelangkung!

Pernah nonton film Jelangkung, nggak? Atau setidaknya familiar dengan jargon-nya yang mengatakan: “Datang tak diundang, pulang tak diantar”? Oh well, saya sih nggak akan cerita soal hantu-hantuan macam Jelangkung di blog saya, karena eh karena, saya adalah orang yang sangat penakut, sehingga menulis cerita tentang setan adalah nyari penyakit!

Lantas kenapa judulnya “Seperti Jelangkung”? Continue reading

Lelaki Bernama Edi Purwono

Kalau ada yang bertanya, siapa yang menginspirasi saya untuk menulis, tidak lain dan tidak bukan adalah: EDI PURWONO, lelaki usia 59 tahun, yang penglihatannya sudah rabun, bertubuh ringkih, yang kupanggil Papi atau “Dad” ketika saya merajuk manja padanya.

Ya. Edi Purwono, Papi saya, adalah orang pertama yang meyakini bahwa saya bisa menulis. Beliau memang tidak pernah sangat serius menelateni untaian huruf-huruf  yang saya ketik. Beliau bukan penikmat tulisan saya seperti almarhumah Mami yang selalu membaca karya-karya cerpen yang saya tulis sejak SMP. Edi Purwono, Papi saya, hanya tahu kalau puteri bungsunya yang selalu sibuk berkutat di depan komputer itu sedang menulis cerita-cerita pendek yang kebanyakan isinya cecintaan saja. Dan entah kenapa, sekalipun demikian, Papi selalu meyakini, “Suatu saat kamu pasti punya buku. Ayo, kapan mulai ngirim karya-karyamu ke penerbit?”

Kata-kata penyemangat yang keluar dari mulut Papi memang seolah mantra yang menghantui pikiran saya. Bagaimana tidak, almost each and every day, di kala sempat, Papi selalu menuturi saya bahwa di dalam hidup yang hanya sebentar ini,  paling tidak, kita harus mengisinya dengan lebih bermakna. Dan, it may sound selfish and all, tapi kata-kata Papi tentang saya harus membuktikan ke semua orang bahwa saya bisa, jelas telah menantang adrenalin saya untuk mencoba, terus dan terus.

Dan Papi ternyata benar Continue reading

(Bandung-Jakarta’s Stories Part.1) Selebritis Vs Penggemar

I am a writer wannabe.

Saya pernah pernah menulisnya di side bar blog saya dan dengan segera seorang teman bernama Donny Verdian bilang, “Hey, kamu itu penulis!” Maksud dia, saya bukannya ‘wannabe’ tapi ‘already’ atau berhenti saja di “I am a writer.” Selesai.

Saat itu saya belum lagi menulis buku, meskipun blog menjadikan saya sebagai penulis yang sangat aktif (ah, terbayang kini di dalam kepala saya betapa dulu saya bisa menulis sampai sembilan cerita dalam satu hari!). Semua kejadian-kejadian kecil di dalam kehidupan saya berhasil saya ceritakan ulang di blog saya yang saat itu masih baru beberapa bulan saja umurnya. Entah kenapa, ketika masih ‘perawan’ dan belum ‘melahirkan jabang bayi‘, seorang saya tidak pernah berani menyebut dirinya sendiri sebagai penulis. Iya, karena menurut pemikiran saya, profesi yang sungguh hebat dan selalu berhasil membuat saya ternganga bangga dan iri tidak boleh disamakan dengan penulis di blog yang standar-nya, for me, that time.

I was a blogger. A writer wannabe.
Not until I can publish my own book and find it in the book store; I’m not qualified enough to be called as a writer.
Sudahlah, blogger saja. Tak perlu bilang bahwa saya adalah penulis; meskipun kini saya mulai menganggap bahwa setiap blogger adalah penulis-penulis yang menunggu giliran agar naskahnya segera dibaca oleh seorang editor lalu mulai berjuang di berbagai sidang agar dianggap layak cetak. Continue reading

Catatan Harian

October 2021
M T W T F S S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Celotehan Lala Purwono