archives

Mimpi

This tag is associated with 4 posts

Gadis Pemimpi

Ada seorang teman mengatakan, “Kamu itu bermimpi!” ketika saya selalu percaya pada kata hati ketika kekasih sedang jauh.

Lalu seorang teman yang lain mengatakan, “Bangun, deh, La. Hidup nggak seindah seperti yang kamu bayangkan!” ketika lagi-lagi saya percaya kalau hidup bakal baik-baik saja sesuai dengan harapan saya.

Dan pernah juga seorang teman mengatakan, “It’s a great expectation!” ketika saya bilang sama dia kalau saya percaya pada happy endings di dunia digital yang mungkin sudah terlalu pilu dari hari ke harinya.

Bermimpi.
Hidup tidak seindah yang saya bayangkan.
Dan I live a life with a great expectation.

Enough said, saya adalah seorang Gadis Pemimpi. Continue reading

Just Looking for Daniel

Ada sebuah novel yang pernah saya baca, long long timmmeeeeee ago. Novel yang diciptakan entah oleh siapa *maklum, short term memory lost.. hehe*, tapi saya ingat persis dengan judul dan jalan ceritanya.

It was called : “Just Looking for Daniel”, sebuah chiclit karya anak negeri sendiri yang menceritakan tentang impian seorang perempuan untuk menemukan seseorang bernama Daniel, karena dia selalu percaya, jodohnya adalah lelaki bernama Daniel! What a great faith, eh? πŸ™‚ Continue reading

save me a little of you…

Seorang teman pernah bilang, that someday, somehow, dia harus bisa menikmati indahnya negeri empat musim. Daratan Eropa disebutnya sebagai tempat yang tepat untuk memanjakan rasa inginnya itu. Itu adalah cita-cita mulia yang diucapkannya dengan mata berbinar-binar dan senyum optimis yang tak bisa lepas dari wajahnya.

Ah. Sungguh. Saya berdoa semoga dia bisa mewujudkan mimpinya itu. Membawa istri dan jagoan-jagoannya ke sana, mengajak mereka bermain salju, atau bercengkerama dengan si Istri di sebuah taman yang sejuk, dengan daun-daun warna kuning kemerahan yang rontok dan jatuh di atas kepalanya.

Hey… Saya sungguh percaya kalau kamu bisa mewujudkannya, kelak!

Ketika ia bertanya, kota apa yang menjadi must visit place, someday, somehow… tak ada kota lain yang terlintas di dalam kepala saya kecuali.. LONDON. Ya. London. Kota tempat bermukimnya seorang Ratu dan si ganteng Prince William. Tapi bukan karena saya kepingin berjodoh dengan William lantas diperistri lalu mendapat gelar kehormatan dan tinggal di Buckingham Palace (mimpi aja nggak berani! hihi), tapi lebih karena… I just love London. Continue reading

a drop of water

Saya punya kebiasaan ini.

Setiap malam, sebelum masuk ke kamar untuk tidur (yang pastinya didahului dengan menonton televisi atau DVD series favorit), bisa dipastikan saya melakukan ritual di kamar mandi. Apakah itu? Hm. Standar sih. Pipis, mencuci wajah dengan cleansing foam (yang menjanjikan bisa memutihkan wajah itu! haha.. kalau udah item ya item aja deh La…), dan kalau belum menunaikan kewajiban sholat Isya, saya pasti wudhu dulu. Itu yang standar. Yang membuat tidak standar adalah, saya selalu memutar keran untuk mengisi bak kamar mandi yang segede gambreng itu. Memutar sedikit saja ke arah kanan. Hanya beberapa derajat saja.

Ya. Maksudnya tentu jelas, untuk mengisi air di dalam bak kamar mandi yang kosong. Tapi kalau niatnya untuk mengisi bak yang mirip kolam renang itu *aih, hiperbolis amat!*, kenapa nggak sekalian aja diputer yang sampai mentok biar cepet penuh?

Ow.. saya punya alasan yang sangat spesifik. Dan alasan yang super spesifik itu adalah… saya ingin menghemat listrik. Iya, menghemat pemakaian listrik. Setiap kali ingin memakai air (untuk cuci piring, baju, atau mengisi bak kamar mandi), saya selalu menyalakan jet pump yang tentunya akan menyedot bukan cuman air, tapi juga Rupiah πŸ™‚ Nah, karena air jatah PDAM itu mengocor dengan sendirinya setiap malam menjelang sampai pagi, saya selalu mengisi bak kamar mandi dengan memutar kerannya sedikit saja ke arah kanan. Tujuannya? Supaya keluar sedikit saja. Kenapa? Ya supaya saat pagi menjelang, bak kamar mandinya baru penuh tanpa harus menyia-nyiakan air. Keran itu baru saya putar lagi ke kiri saat Subuh.

Hemat.

Nah.

Kenapa tiba-tiba saya bercerita soal ritual tiap malam saya ini?

Karena sesaat sebelum saya masuk ke kamar dan mulai menulis ini… tetesan air yang keluar dari dalam keran dan mengisi perlahan bak kamar mandi saya itu, tiba-tiba membuat saya tersenyum.

Hah?

Tersenyum?

Hmm… Lala mulai gila? (bukannya sudah? hihi)

Ya, ya. Seriously… tiba-tiba saya berpikir tentang no matter how small all the efforts you do in your life… someday somehow, it will be huge.

Bayangkan saja.

A drop of water… yang menetes perlahan itu… ketika keesokan paginya saya mengambil wudhu… ternyata bisa mengisi bak kamar mandi saya… SAMPAI PENUH. Perlahan… tapi terus-menerus menetes… mengisi terus… lalu berjam-jam kemudian, voila… saya bisa mandi pagi hari dengan air yang segar tanpa harus menyalakan jet pump.

Then it got me thinking.

Perjalanan yang jauh… so, so far away… selalu diawali dengan satu langkah. Small step that will lead us to every places we want.

Rangkaian cerita yang indah… so, so beautiful… selalu diawali dengan satu kata saja. A simple word that will lead us to any beautiful poems or stories.

Hanya sedikit saja.

Tapi bila terus menerus dilakukan… saya dan kamu pasti akan sangat terkejut dengan keajaiban waktu.. juga keajaiban niat yang ada di dalam hati kita. Ya. I’m not kidding. You will be amazed with these simple things…

Sekarang, yang terpenting adalah bagaimana niat saya dan kamu untuk terus konsisten melakukan hal-hal kecil untuk mewujudkan impian kita… hal-hal kecil yang akan menggiring kita pada mimpi… meski perlahan, tapi bila dilakukan dengan kesungguhan dan niat yang baik… suatu saat nanti… I am definitely sure… that we are going there…

Like a drop of water that flows from my bathroom tap every nights and fills the box soon in the morning…

Seperti itulah kamu dan saya harus percaya, bahwa kelak, kita akan memenuhi mimpi-mimpi kita.

Hm… Are you with me? πŸ™‚

Catatan Harian

October 2021
M T W T F S S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Celotehan Lala Purwono