archives

dewasa

This tag is associated with 4 posts

It’s Not Worthless, but Precious

Dua hari yang lalu, topik obrolan di kantor adalah mengenai sepasang kekasih yang akhirnya musti berpisah karena mereka berbeda agama. Yang membuatnya istimewa adalah sepasang kekasih itu bertahan di dalam hubungan percintaan itu sampai tujuh tahun lamanya! Fantastis, kan?

Seorang kawan, dengan tanpa tedeng aling-aling, segera berkata, “Itu namanya buang-buang waktu!” Dan dari nadanya, entah kenapa, saya menangkapnya sebagai kalimat yang melecehkan pilihan hidup seseorang, melecehkan keputusan seseorang dalam menjalani hidup mereka, sehingga kemudian hati saya seperti berteriak sekalipun hanya cukup untuk konsumsi pikiran saya sendiri.

Diam-diam, saya menulis status di Facebook untuk menuangkan kekesalan saya. Saat itu saya menulis:

Ada obrolan tentang sepasang kekasih yang akhrinya berpisah setelah tujuh tahun pacaran karena berbeda agama. Seorang teman berkomentar, “Mereka buang waktu!” Tapi saya bilang, “Nope. Mereka pasti belajar banyak hal lewat tujuh tahun itu. Pelajaran yang mungkin tidak kamu ketahui, tapi membuat mereka menjadi lebih dewasa..” *Gosh, I hate people who’s being judgmental!*

Ya. Saya menulis begitu karena saya tahu tidak akan bisa meluapkan rasa marah saya kepada seorang rekan kerja yang setiap hari berbagi rejeki di tempat yang sama. Terlebih, kalau saya marah-marah padanya, apa bedanya saya dengan orang yang saya benci?

Setiap orang berhak memiliki pendapat terhadap segala sesuatu. Entah itu bakal sesuai dengan pola pikir kita atau tidak, mereka berhak menyuarakan pendapatnya. Memaksakan pendapat saya jelas bukan pilihan, sehingga yang saya bisa katakan saat itu adalah, “Hum… nggak tahu, deh, Mbak. Tapi aku yakin, kok, kalau mereka belajar sesuatu dari tujuh tahun pacaran itu…”

Karena saya selalu percaya, nothing comes for nothing. Selalu ada pembelajaran. Selalu ada maksudnya. Selalu ada tujuannya. Kamu setuju dengan saya? Continue reading

Senangnya Menjadi Bocah!

Memang sangat menyenangkan menjadi seorang bocah!

Pikiran ini terbersit karena seorang sahabat blogger, Uda Vizon, menempelkan video klip lagu Indra Lesmana yang bercerita tentang masa kecilnya yang menyenangkan di halaman Facebook-nya. Indra dewasa kangen dengan Indra kecil yang setiap hari selalu bermain, berlari, berputar, menari… Tsah! Seneng banget nggak, sih?

Sekonyong-konyong, saya teringat kembali dengan masa kecil saya. Seperti deskripsi Indra di lagunya, saat masih kanak-kanak dulu, tiada hari yang terlewatkan tanpa bermain… Ya. Bermain.

Kemudian, hm.. berlari-lari di jalanan, entah untuk bermain gobak sodor atau benteng-bentengan. Kompak dengan anak-anak tetangga yang ramainya menyurut ketika Maghrib tiba.

Lalu berputar-putar sambil menari… Ugh yeah! Dengan tubuh yang montog dan menggemaskan ini, saya dulu adalah seorang penari yang selalu mengisi acara tujuhbelasan sampai Porseni, dari tingkat lokal sampai internasional! Haha, bukan, saya bukan dikirim ke luar negeri, tapi saya selalu mewakili sekolah dengan menari di sekolah internasional Jepang dan menari dengan kawan-kawan saya.

It was fun!

Bermain..
Berlari..
Berputar..
Menari…
Hampir setiap hari!
Betapa menyenangkannya menjadi bocah, kan?

** Continue reading

What’s So Special About Sakti?

Kelana Lesmana Dewi (2)
(baca seluruhnya di sini

 

You look at me and you don’t understand
You know I’m not the one that could fill your dreams
I can’t believe that this is how I am
Still won’t you stay, let me love you for awhile
You know I’m not that strong when I see you smile
(Can’t You See — Tiffany) 

 

“Jadi lo nekat ketemuan sama Sakti?”

Usai mengantarkan Sakti ke airport, aku mampir ke apartemen Kanisha, sahabatku, yang masih molor kayak sapi potong yang sudah disuntik obat bius. Ketika aku sampai di depan pintu apartemen-nya aja dia masih kumel dan dugaanku adalah dia memang baru bangun tidur dari hang overnya semalam. Continue reading

Womanizer

Hari masih belum terlalu larut ketika aku sampai di pelataran parkir sebuah mal.  Alih-alih segera keluar dari dalam mobil Jazz hitam yang sudah lama nggak tersentuh sabun itu, aku malah mengaduk-aduk tasku, mencari sebiji henpon yang biar kata segede gaban itu, tetep aja suka nyelip-nyelip nggak jelas di belantara isi tas.

Semua perempuan pasti punya masalah yang sama seperti aku. Beli tas yang super besar, dengan alasan bisa muat banyak barang, tapi sering memaki-maki sendiri ketika mencari-cari sesuatu di dalam sana. Entah itu kunci mobil, sisir, henpon, lipstick, dompet, atau apalah. Continue reading

Catatan Harian

July 2021
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Celotehan Lala Purwono