archives

daily’s blings

This tag is associated with 13 posts

Dunia Sedang Tak Bersahabat

Dunia sedang tak bersahabat.

Membuat aku ingin menyendiri dulu dan mencoba untuk mengerti mengapa dunia memilih untuk bermusuhan denganku.

Membuat aku ingin menyendiri dulu dan mencoba untuk memahami bahwa bukan dia yang bermusuhan denganku, tapi inginku yang berseberangan dengan inginnya.

Dunia sedang tak bersahabat, jadi kupilih untuk mengurai kekesalanku daripada harus mengurainya di depan banyak orang yang bertanya ada apa, apa yang terjadi, mengapa, haruskah bereaksi seperti sekarang ini.

Aku dan duniaku sedang bermusuhan.

Kuharap hanya sementara saja, sampai kutemukan seluruh energi untuk memulai persahabatan itu lagi.

Aku hiatus sebentar, Kawan.

Aku berhenti blogwalking sementara, Kawan.

Ada sesuatu yang perlu kuurusi, ada sesuatu yang musti kupikirkan.

Dan kuharap, sebentar saja…

***

Kantor, Senin, 5 April 2010, 11.04 Pagi

All About Choices

Barusan aku memandang cermin dan melihat refleksiku di sana.

Ada tambahan lipatan di bawah daguku ketika aku menundukkan kepala. Lalu, ketika kuraba perutku, aku menyadari kalau ada deposit-deposit lemak salah tempat yang membuatnya terlipat-lipat saat aku musti duduk. Pipiku juga sudah tak lagi tirus, kini mulai menggemuk lagi, sekalipun banyak yang bilang kalau wajahku terlihat lebih muda kalau pipiku chubby. Kalau kurus, aku terlihat jauh lebih tua dari usiaku yang sebenarnya. Oh boy! Continue reading

Untaian Doa

Tadinya kuuntai banyak permintaan untuk ulangtahunku yang ketigapuluh ini. Kalimat-kalimat permohonan yang terangkai bak semut beriring di dekat penyimpanan gula yang terbuka itu memenuhi isi kepalaku, sampai-sampai setiap mataku terpejam, aku tahu, aku menginginkan banyak sekali doa-doa yang ingin terwujud, terkabulkan.

Aku ingin menjadi perempuan yang lebih baik lagi, yang tidak egois lagi, yang menyadari bahwa dunia tidak hanya berkeliling di bawah kakiku saja, dan semua orang adalah pelakon utama untuk setiap drama di dalam kehidupan mereka. Bukan aku satu-satunya perempuan yang harus dimengerti, tapi aku juga musti memahami keinginan mereka, pola pikir mereka. Bukan keinginanku melulu yang harus dipenuhi, tapi aku juga memenuhi cawan keinginan mereka. Aku ingin berubah menjadi lebih bijaksana; seiring dengan makin bertambahnya lilin-lilin yang berdiri di atas kue tar ulang tahunku. Continue reading

I saw… life!

Beberapa menit yang lalu, saya mengantarkan keponakan ke sekolahnya yang berjarak tempuh hanya dua sampai tiga menit saja dengan berkendara sepeda motor. Masih di dalam lingkungan kompleks perumahan juga tapi saya males mau jalan kaki, takut digodain sama tetangga-tetangga kakak saya! *boong banget, sih.. hehe… emang dasarnya males, kok*

Jadi, ceritanya, tadi pagi saya mengantarkan keponakan sampai ke sekolahnya sampai-sampai keponakan saya girang setengah mati. Jarang-jarang Aunty-nya bisa nganterin, kecuali Aunty-nya bolos atau hari Sabtu seperti ini.

Saya sendiri juga seneng banget mengantarkan keponakan ke sekolah. Berasa seperti ibu-ibu muda sedang mengantarkan buah hatinya ke sekolah! Hehe, maklum, sebetulnya udah ngebet pingin punya anak tapi nggak ada lawan mainnya yang mau bertanggung jawab, sih. Selain senang karena merasa seperti seorang ibu, saya juga senang karena melihat senyum keponakan yang cerah seperti langit di pukul enam pagi. Cerah, tapi adem. Mereka selalu excited setiap saya mengambil alih tugas Asisten Rumah Tangga atau supir antar jemput sekolahnya. Betapa menyenangkan kalau kita berarti buat orang lain, kan?

Tapi selain merasa senang karena seperti seorang ibu dan melihat senyum secerah langit pukul enam pagi itu, tadi pagi kesenangan saya bertambah karena saya melihat sesuatu di sepanjang perjalanan saya pulang dari mengantarkan keponakan.

Kamu tahu apa yang saya lihat sehingga saya merasa senang?

Apa? Cowok ganteng? Ah, masih gantengan pacar saya! *najis, deh, La! wekekeke*

Apa? Ada George Clooney? Haha, biar pacar saya ganteng, tapi tetep, kalo George Clooney saya bakal tetep girang sampai mampus! Tapi, tapi, sayangnya bukan.. πŸ™‚

Lantas apa yang saya lihat?

Umm..

I saw… life.

** Continue reading

Menjadi Paranormal

Saya adalah pecinta ramalan bintang, sekalipun kadarnya hanya untuk buat iseng-isengan aja. Kalau forecastnya bagus, saya bakal mesam mesem girang. Tapi kalau ramalannya jelek, saya bakal ngedumel sambil bilang, “Ah, sok tau lu!”

Ya. Ambil yang baik-baik, buang yang jelek-jelek. Kan udah dibilang, ini cuman sekadar iseng-isengan belaka?

Nah, omong-omong soal Astrologi, baru saja saya menerima email dari Astrocenter yang memang sengaja saya subscribe harian. Fungsinya? Nothing! Atas nama iseng saja, kok. Continue reading

Tebengers, Angkoters

Sudah dua bulan belakangan ini saya resmi menjadi the tebengers alias orang-orang yang hobi nebeng mobil atau motor temen sekantor yang kebetulan rumahnya searah dengan saya. Dan sudah resmi dua bulan pula, saya menjadi angkoters yang artinya perempuan cantik manis memesona yang memilih berkendara dengan angkutan umum setiap harinya (heh, terserah saya dong mau kasih definisi kayak apa? Hehe!).

Dalam dua bulan itu, saya telah memperoleh dua predikat.

Pertama, saya dituduh bakal jadi perusak rumah tangga orang.

Dan kedua, saya sering diajakin kawin sama supir angkotnya yang kebetulan menduda semua. Haha! Payah, nih.. Kenapa bukan sopir pesawat terbang, cobaaa, yang ngajakin saya nikah… Saya nggak bakal menolak, deh! Dijamin! Continue reading

on a highway…

Hey,

Kamu sadar kalau kita seperti berada di jalan tol? Memacu kendaraan sekencang-kencangnya supaya segera sampai di tempat yang kita inginkan? Nggak bisa berhenti sejenak cuman sekedar mengisi perut diΒ rest area, sekadar minum kopi atau mencubit roti bersemir selai srikaya? Nggak bisa berhenti sebentar untuk mengisi bensin yang sudah banyak berkurang karena perjalanan kemarin yang seolah tanpa henti?

Continue reading

Cinderella inside

What if Prince Charming had never showed up?
Would Snow White have slept in that glass coffin forever?
Or would she have eventually woken up, spit out the apple, gotten a job, a health-care package, and a baby from her local neighbourhood sperm bank?

**

Continue reading

Obrolan Pagi dengan Tuhan

Tuhan sedang menyindir saya.

Tuhan tidak lagi sedang berbisik lembut di telinga saya, tapi berkata sedikit lebih kencang dan membuat gendang telinga saya malu mendengarnya.

Tuhan tidak sedang mengelus pipi saya, tapi menjewer telinga saya. Sakit, tapi saya tahu, Dia menyayangi saya, dengan caraNya yang sangat luar biasa.

Tuhan sedang ingin menatap mata saya.

Tuhan sedang ingin saya menatap balik ke arahNya.

Tuhan sedang ingin saya lebih pintar; lewat sebuah obrolan, pagi ini. Continue reading

Why Married?

Percakapan nggak penting di atas ranjang yang mendadak protes dan menjerit-jerit nelangsa karena saya dan Lin asyik ngelesot di sana πŸ™‚

“Lin?”
“Ya?”
“Kenapa menikah?”

Continue reading

Catatan Harian

October 2021
M T W T F S S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Celotehan Lala Purwono