archives

Blog

This tag is associated with 10 posts

Girls’Talks

Hey, Everyone…

Mungkin aku terlihat nggak aktif menulis, tapi sejatinya, kini aku sedang rajin menulis di blog Girls’ Talks yang baru launching beberapa menit yang lalu.

Yah. Daripada kena sindrom Writers’ Block -guayane pol deh.. Hehehe- mendingan aku nulis di tempat lain dengan gaya penulisan dan tema-tema yang paling nyaman, kan? 🙂

Di blog ini, aku sengaja membuat tagline: “Share with girls, about the other girls have talked about their lives.”

Jadi jelas, blog ini memang khusus didedikasikan untuk perempuan-perempuan. Tapi buat para lelaki, blog ini juga tidak akan jahat pada kalian. This is the simple way to know about some of us. Tinggal buka internet, baca, dan pahami. Ongkosnya murah, lho.. 🙂

So everyone,
Visit my other blog ya.. Ditunggu.. 🙂

The Blings of My Life

Happy 2nd Birthday, Ms Blings!

Continue reading

Her Life, Her Secret

Aku dan My Life, My Secret

Sebuah buku kutimang dengan sayang, kemarin sore. Catatan hati seorang Diva, Krisdayanti, yang dibukukan dalam sebuah buku best seller berjudul My Life, My Secret itu adalah salah satu pemberian dari seorang kawan baikku yang kukenal lewat media blog. Namanya, Indah Wd. Dia sengaja memberikan buku ini sebagai hadiah ulangtahunku ke-30 yang baru akan jatuh tepat tanggal 12 Februari, besok. Continue reading

Buah Jatuh Tak Jauh Dari Pohonnya?

Sudah tahu, kan, kalau Papi saya ikutan nge-blog juga? Waktu itu saya pernah cerita kok di postingan ini, yang judulnya Lelaki Bernama Edi Purwono. Yang belum baca, ayo, ndang dibaca. Awas kalo nggak! hehe.

Eniwei,

Sejak saya woro-woro di blog dan di Facebook, ada beberapa sahabatblogger yang berkunjung alias sowan ke sana. Rata-rata, sih, bilangnya: “Buah memang jatuh tak jauh dari pohonnya.”

Kenapa begitu? Continue reading

Lelaki Bernama Edi Purwono

Kalau ada yang bertanya, siapa yang menginspirasi saya untuk menulis, tidak lain dan tidak bukan adalah: EDI PURWONO, lelaki usia 59 tahun, yang penglihatannya sudah rabun, bertubuh ringkih, yang kupanggil Papi atau “Dad” ketika saya merajuk manja padanya.

Ya. Edi Purwono, Papi saya, adalah orang pertama yang meyakini bahwa saya bisa menulis. Beliau memang tidak pernah sangat serius menelateni untaian huruf-huruf  yang saya ketik. Beliau bukan penikmat tulisan saya seperti almarhumah Mami yang selalu membaca karya-karya cerpen yang saya tulis sejak SMP. Edi Purwono, Papi saya, hanya tahu kalau puteri bungsunya yang selalu sibuk berkutat di depan komputer itu sedang menulis cerita-cerita pendek yang kebanyakan isinya cecintaan saja. Dan entah kenapa, sekalipun demikian, Papi selalu meyakini, “Suatu saat kamu pasti punya buku. Ayo, kapan mulai ngirim karya-karyamu ke penerbit?”

Kata-kata penyemangat yang keluar dari mulut Papi memang seolah mantra yang menghantui pikiran saya. Bagaimana tidak, almost each and every day, di kala sempat, Papi selalu menuturi saya bahwa di dalam hidup yang hanya sebentar ini,  paling tidak, kita harus mengisinya dengan lebih bermakna. Dan, it may sound selfish and all, tapi kata-kata Papi tentang saya harus membuktikan ke semua orang bahwa saya bisa, jelas telah menantang adrenalin saya untuk mencoba, terus dan terus.

Dan Papi ternyata benar Continue reading

….one window’s open

Tahu, kan, kalau saya adalah pecinta serial Sex and The City dan menjadikan Carrie Bradshaw, tokoh sentralnya, sebagai role model saya? Kehidupan yang saya jalani sampai hari ini seolah ‘imitasi’ dari si cantik yang diperankan Sarah Jessica Parker yang kemudian menjadi fashion icon di negeri Om Obama.

Imitasi? Jadi maksudnya elo, tuh, a famous coloumnist, have a bunch of lovely bestfriends, vulnerable, beautiful, skinny, and married to a dream guy a.k.a Mr Big?

Haha. In my dream, Bebeh… 🙂 Continue reading

437

Dari beberapa kali kopdar dengan teman-teman blogger, banyak di antara mereka langsung berkomentar:

“Ternyata Jeung Lala itu edan, ya?”

Haha. Baru tahu, ya, kalau saya ini edan? Sinting? Gila? Nyablak? Doyan becanda? Dan tingkahnya mirip kuda lumping kesurupan? (lama-lama lebay, deh.. udah jelas-jelas rambut lo pendek, Jeung, kuda lumping kan rambutnya model shaggy sebahu gitu! hehe!

Mereka semakin yakin kalau saya ini memang bandel, bawel, cerewet, dan suka bikin geger restoran atau tempat kongkow, setelah melihat polah tingkah yang jauh dari kesan Miss Universe lagi gala dinner (hidih, emang siapa yang tega nyamain elo sama Miss Universe?? Iya, iya, semua orang juga tahu kalau saya lebih cantik ketimbang Miss Universe! Nggak usah maksa gitu, deh! hehe) setelah mereka melihat langsung betapa ‘gila’nya saat kopdar. Ngakak, suka ngeledek, sampai pura-pura ngambek…. lengkap deh pokoknya!

Segera mereka bilang, “Gue udah mikir elo itu edan, La,” kata Mas Nug (yang ganteng banget itu! hihi), “tapi gue nggak nyangka kalau elo lebih edan lagi!” Continue reading

Kalau Sedang Jenuh….

Pernah nggak, sih, kamu merasa sangat fu**ed up di kantor dan bingung musti melakukan apa? Eh, bukan berarti hanya kaum ‘Pengangguran Tersamar’ macam saya saja lho, yang bisa merasakan ilmood saat sedang duduk di balik meja kantor dan menatap layar monitor seolah mencari pencerahan di sana. Soalnya saya yakin banget, deh, kalau semua orang pernah mengalami kejenuhan pada rutinitas sehari-harinya.

Ow, bukan berarti ketika kamu jenuh lantas kamu segera mengambil satu kardus besar lalu memberesi seluruh barang-barang yang ada di laci meja kantor kamu dan berkemas-kemas untuk pulang setelah mengajukan surat resign pada si Boss, tepat di saat itu juga. Aduh, tidak sampai segitunya, kok… Hanya mendadak kehilangan semangat lalu menatap pekerjaan seperti barang haram dan melihat sofa di ruang kerja si Boss seperti lelaki ganteng yang menggoda untuk mendekat! Da*n! 😀

Nah, kalau sudah begitu, apa yang kamu lakukan?
Browsing internet? Mengintip gosip yang sedang beredar di kalangan selebriti sampai mencari berita paling aktual di detik.com? Atau, blogwalking? Chatting di YM? Mainan Facebook dan iseng memajang photo-photo narsismu yang nggak pernah berubah angle itu?

…eits, sebentar… sebentar… kenapa ini jadi saya semua, ya? hehehe… Continue reading

A Total Disconnect

Apa yang kamu lakukan ketika kamu kehilangan semangat untuk melakukan apapun?
Apa yang selalu kamu lakukan untuk mengembalikan semangat itu?

What’s your distraction?

Well,
Sembari kamu berpikir tentang distraksi-distraksi yang musti ada ketika kamu ilmood alias ilang mood, saya akan cerita tentang moodboosters, distraksi-distraksi yang cukup hebat dan sepertinya sudah banyak yang tahu; It’s my cup-a-cup-a-cup-coffee. It’s my love-love-lovely nieces. It’s my …hm, what can I say, the craziest people ever alive in the universe; GangGila.

oh ya. Menulis! How can I forget???

Distraksi itu penting. Buat saya, itu menjadi semacam sugesti bahwa kalau saya kehilangan mood atau semangat untuk melakukan apapun, I simply just drinking a cup of coffee, visiting my nieces, having fun with GangGila, and writing anything…

Hanya saja, kemudian ini menjadi masalah ketika suatu saat saya tidak bisa melakukan distraksi-distraksi tersebut! Segeralah terpola di dalam benak saya; Oh My God, how would I ever get my spirit? Putus asa. Bingung sendiri. Gigitin kuku sampai ujung-ujungnya menderita lahir batin …alias jadi berantakan dan nggak ada cakep-cakepnya sama sekali.

It’s a total disconnect! Continue reading

…a little piece of heaven

*terinspirasi dari tulisan Om Trainer Ganjen, NH18 yang ini, Abangku, Hery Azwan yang ini dan Emi-Chan, the Wonder Woman yang ini*

Baru saja saya berhenti mengaduk cangkir yang berisi bubuk kopi instan dan air panas. Ah, rupanya larutannya sudah cukup homogen sehingga kopi kesukaan saya itu, Torabika three in one with choco granule, sudah siap untuk dinikmati. Hm… wanginya kopi sudah menusuk-nusuk indera penciuman saya dan membuat saya nggak sabar untuk segera menyisip sedikit demi sedikit di bibir mug bergambar a little cute angel with wings and fashionable bag. Berjalanlah saya kembali ke meja sambil meniup-niup permukaan kopi itu supaya nggak terlalu ‘menyakitkan’ kalau menyentuh bibir saya.

Sampai di meja, barulah saya sibuk menyisip perlahan, sambil menghirup aroma sedap yang melayang di udara dan saya tangkap dengan semena-mena oleh hidung pesek saya.

Ah.. coffee

A little piece of heaven in my days…

Kalau boleh hiperbolis, saya akan bilang, “I can’t live my life without coffee.” Dan kalaupun hari terlewat tanpa kopi yang membasahi tenggorokan saya, I got to say this, “Hell, I’ll get through it.. But it’s going to be a tough day…”

Mungkin kandungan kafein di dalam kopi yang saya konsumsi tidak memberikan efek candu yang segitu bombastisnya, tapi efek sugesti yang terpola di dalam pikiran saya, bahwa minum kopi bisa menenangkan mood yang sedang tidak bersahabat, telah membuat saya begitu mencandui kopi sampai sedemikian dahsyatnya.

Ah, itulah kenapa saya bilang… Coffee…. A little piece of heaven in my days… Karena memang, tanpa kopi, saya akan otomatis merasa super ngantuk dan malas melakukan apa saja….

But hey, the funny part is… with or without coffee, I can’t help my self to do this… visiting my Cyber BestFriends’ ‘home’… 🙂

Yeah. Saya kenal tiga orang di dunia maya yang bisa dibilang Sahabat. Mereka adalah Om NH18, Abang Hery Azwan, dan The Wonder Woman, Emi-Chan. Rumah ketiga orang hebat itulah yang paling sering saya kunjungi setiap hari dengan beragam alasan. Pertama, karena isi blog yang sangat menarik. Kedua, karena saya ingin mengetahui perkembangan terakhir mereka dan apa kabar mereka hari ini. Dan ketiga karena… hey… they’re my bestfriends! Don’t you think that it’s so damn normal that we want to visit our bestfriends’ houses?? In the name of we really care about them?? ^_^

Saya nggak tahu bagaimana awalnya saya bersahabat dengan orang-orang hebat itu. Posting mana yang mengakrabkan kami, posting mana yang menjadi awal mula persahabatan kami, dan kenapa, dan bagaimana… Yang saya tahu, setelah dengan berjalannya waktu, orang-orang inilah yang menjadi sumber energi saya setiap hari; untuk terus menulis dan mengingatkan saya pada sebuah mimpi yang pernah terlupakan.

Mereka mendukung saya dengan cara mereka masing-masing.

Om NH, dengan motivasi-motivasinya yang luar biasa serta kalimatnya yang sungguh fenomenal: “Percayalah, La. Someday aku akan lihat buku-buku kamu terpajang di toko buku terkenal dan aku akan menjadi orang pertama yang minta tanda tangan kamu…” 🙂

Emi-Chan, dengan kehebatannya dalam menjalani hidup sebagai Ibu yang super sibuk untuk kedua anaknya, menjadi penerjemah, menjadi sensei, bahkan pernah menjadi seorang DJ, telah mengajari saya bahwa tidak ada kata tidak bisa sebelum mencoba. Dan sebelum waktu benar-benar membuat saya tak bisa melakukannya, then that’s the time I should not stop. She always encourages me to do every positive things. And keep on believing that we can do it…

Dan Abang Hery Azwan, dengan cara menulisnya yang membuat saya terkagum-kagum karena mirip sebuah artikel koran *ah Abang, how I love your writings!* sehingga menginspirasi saya untuk terus belajar menulis dan ya.. pastinya dukungan yang benar-benar terasa nyata: he was the one who introduced me to an editor, which made my life brighter than ever… 😀

Saya nggak tahu apa peran saya buat kehidupan mereka. Apa yang bisa mereka ambil dari postingan seorang ‘Pengangguran Tersamar di Kantor’ usia 28 tahun ini untuk kehidupan mereka bertiga. Am I worthy enough for their lives? Apakah segala macam cerita bawel saya setiap hari akan memberikan a little something to think about afterwards?

I’m totally clueless, meskipun dengan sedikit pengharapan bahwa bersahabat dengan ‘Anak Kecil’ seperti saya ini*hey, biar begini, saya yang paling muda lho.. hahaa, bangga….*, their lives will be as bright as mine since the moment I met them in the forest of technology…

Hmmm.

Ternyata teknologi tidak menghalangi perasaan emosional yang tumbuh di hati saya buat mereka bertiga. Ternyata teknologi tidak seangkuh yang dibayangkan orang-orang bahwa persahabatan tidak mungkin bisa hadir tanpa tersentuh oleh fisik.

Tapi teknologi-lah yang membawa saya sampai hari ini.

Sampai di hari ketika saya menyadari, bahwa hidup saya semakin menyenangkan karena mereka ini…bukan  GangGila, Gang Maru…. tapi THE ASUNAROS, empat sekawan, empat orang blogger yang sampai detik ini hanya saling bercanda lewat sentuhan keyboard dan klik mouse, tapi terasa begitu dekat….

Dan kini.

Sambil menyisip kopi yang perlahan mulai dingin dan aroma nikmat yang mulai lenyap dari udara, saya tahu… there’s nothing more exciting than doing this:

Sipping my coffee and visiting my bestfriends’ homes… 😀

Halo, Om… Abang… Emi-Chan…… ^_^

Catatan Harian

July 2022
M T W T F S S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Celotehan Lala Purwono