archives

Relationship

This category contains 5 posts

Super Secret Boyfriend

Do you ever have a secret boyfriend?

Okay, sebaiknya saya bicara secara general saja. Do anyone of you have secret boyfriends/girlfriends? Kekasih yang sangat kamu cintai setengah mati tapi kamu nggak bisa mengungkapkannya ke seluruh penjuru dunia dengan alasan yang sangat spesifik? Bisa jadi karena:
…ow, he or she’s actually not my type. Far below my type… but I love her/him!
… um, dia beda status sosial. He/she’s not the kind of boyfriend/girlfriend that will steal my mother’s heart away..
… although I like her/him very much, tapi tetap saja… pekerjaannya yang cuman pegawai rendahan sepertinya nggak cocok dengan level director, pekerjaanku yang sekarang… *biasanya sih ini perempuan*
Dan mungkin… ini…
Dia itu pacar orang laen!
atau…
suami/istri orang laen!

Beberapa teman saya pernah memiliki pacar rahasianya. Dengan alasan yang sungguh spesifik.

Seorang teman berpacaran dengan seorang lelaki yang usianya jauuuuuhhh di bawa usianya. Beberapa kali saat saya ingin berkenalan dengan lelaki manis di usia awal dua puluh itu, dia bilang, “Gue malu, Jeung!” Ya. Karena he’s too young dan buat kawan saya, “Kayaknya gue belum bisa kenal-kenalin dia ke kalian deh…”

Lalu ada teman yang lain, yang berpacaran dengan perempuan yang tidak selevel dengan dirinya. Maksud saya, “Dia tuh cuman SPG biasa, La…” SO WHAT? “Lo kan tau karir gue kayak apa, La… kesannya gimanaaaa gitu kalau gue pacaran sama SPG…” Yeah, yeah. SO WHAT?

Dan seorang kawan lain yang berpacaran dengan suami orang. Hebatnya, ini sudah tahun yang kedua, kali. Pas saya nanya kenapa dia nggak meninggalkan kekasihnya yang notabene masih berstatus suami orang dan belum ada niatan untuk cerai dari istrinya, dia malah bilang, “You have no idea to be me, La. He’s gorgeous. And I love him so much!”

Banyak alasan yang kemudian membuat mereka memiliki pacar-pacar rahasia; yang mereka pacarin di saat-saat tertentu, yang mereka gandeng di momen-momen yang sangat spesial (baca=ketika tidak ada orang yang peduli dengan status), yang mereka temui..secretly.

It got me thinking, why do they even bother to have a relationship when they’re afraid that everyone will find out?
Kenapa juga harus susah-susah menjalin hubungan dengan seseorang, not just physically, but also emotionally, kalau kemudian hubungan itu harus disimpan rapat-rapat dan mungkin.. umm.. going nowhere?
Kenapa juga harus berpacaran kalau merasa malu?
Kenapa juga harus berpacaran kalau harus sembunyi-sembunyi?

Sampai akhirnya saya berhenti bertanya, because soon afterward, I realize and know the exact answer to those questions.

Why do they even bother to do that?
Because one thing for sure, a relationship is too personal.
Sangat, sangat personal.
Hanya melibatkan dua hati; lelaki dan perempuan. Lingkungan memang sangat berarti; keluarga, teman, tetangga, rekan kerja, SEMUANYA adalah sangat berarti. Remember, kita adalah makhluk sosial yang at some point, we do NEED each other.
Tapi pada intinya, pada akhirnya, yang terpenting adalah dua hati itu sendiri. Environment maybe is important, tapi kalau dua hati itu sudah keukeuh sumerekeuh dan solid, saya rasa, hubungan itu bisa berjalan dengan baik.

Jadi, bodo amat apa yang dibilang oleh bisik-bisik tetangga. Yang penting, mereka bahagia…

Hah? Semudah itu? Sesederhana itu?

Ya. Sesederhana itu.
Memangnya sejak kapan cinta bisa dianalisa? Sejak kapan cinta bisa dilogika dengan baik dan benar? It’s a matter of what your heart says, jadi logika susah sekali untuk diajak kompromi, kan?

Jadi, kembali ke soal topik “SUPER SECRET BOYFRIEND/GIRLFRIEND”. Rasanya sah-sah saja kalau mereka mau get through all the troubles just to keep their relationship from being noticed by everyone else. Afterall, who am I to judge their choices? Saya cuman teman mereka yang tetap akan menajamkan telinga kelak kalau mereka ingin curhat, atau malah meminjamkan bahu saat mereka butuh shouldier to cry on…

Dan satu hal lagi… saya pun pernah punya Super Secret Boyfriend, yang tidak akan pernah saya bagi sama kamu, NOT EVER 🙂
Apapun alasan kenapa saya tidak ingin membaginya sama kamu semua,
tapi satu hal yang pasti…
I loved him so much. VERY MUCH.
Dan percayalah, until today, it was the best relationship I had so far in my life…

***

Depan televisi, Minggu, 23 Agustus 2009, 11.12 Malam



SEBUAH DOA UNTUK ADIKKU

Originally written by a so called Sister that I really love;
Imelda Coutrier Miyashita

Saat pertama aku mengenalnya, aku pikir …. oh she is not my type. Apalagi dia berbintang “Aquarius”… aku kurang cocok dengan orang Aquarius jadi aku pikir tidak akan bisa bersahabat dengannya. Juga begitu membaca tulisannya… aduh kok ceritanya tentang cinta dan patah hati terus… Aku pikir, kenapa sih hidup itu hanya berkisar di pencarian pasangan hidup melulu? Dia sudah sangat berkualitas bahkan tanpa siapa-siapa…

Tapi dari tulisannya yang sekian banyak itu dia memancarkan energi yang tidak habis. Yang tersirat dari tulisan mengenai kehidupan seorang gadis yang berusaha untuk membaca hidup itu sendiri, dengan gayanya yang ceria. Meskipun kadang di balik keceriaannya itu tersimpan gulana yang menggunung. Tapi dia tidak pernah putus asa. Dan itu memberikan sentilan padaku untuk memandang hidup dengan lebih ringan, lebih ceria dan tak putus asa.

Aku dan dia memang dua pribadi yang sangat berlainan. Dia banyak menulis tentang aku yang memuji-muji dan iri tentang aku. Tapi dia tidak tahu bahwa aku juga iri dengan kehidupannya, dengan sifatnya, seorang gadis single, yang berdikari, yang punya cita-cita yang konkrit dan sebagian sudah dicapainya. Dia punya banyak teman yang mendukungnya dan disukai orang-orang. Aku iri akan ketenaran dia, atas hasil yang dia capai. So, aku pun bisa iri padamu, apalagi orang lain dik?

Jangan gelisah soal pasangan hidup ya dik… Dia akan datang pada waktunya. Kalaupun dia tidak datang, kamu sebagai suatu pribadi yang ulet, sanggup mengalahkan dunia kok. Aku yakin itu. Dan aku akan berada di belakang kamu terus seandainya kamu butuh aku. Kalau butuh banyolan yang bisa mengurangi gelisahmu, aku selalu ada untuk kamu.Jangan ragu dalam melangkah (meskipun aku tahu kamu tidak ragu, but sometimes you lost that courage). Enjoy your life, every single second of your life.


Tuhan,

terima kasih karena Engkau telah memberikan aku seorang teman yang unik, yang bisa begitu ceria di hari-hari cerahnya tapi di suatu saat begitu terpuruk dalam kesedihannya, yang bisa begitu bawel mengomentari hal-hal yang tidak perlu tapi berkata yang tepat untuk sesuatu yang serius tetapi kami berdua bisa tertawa bersama menghadapi keanehan-keanehan di dunia ini dan kami berdua juga bisa menangis bersama membicarakan cinta.

Tuhan berkati dan lindungi dia dalam setiap langkah yang dia tempuh. Ringankan semua gelisah dna ketakutannya. Bantu dia dalam kesendiriannya. Limpahi dia dengan kasih sayang tak berujung.

Karena aku sayang dia, adikku Lala.

Yes, I do care about her.

Happy Birthday 12-02-09

from your so called sister

Imelda Coutrier


Lala says:

I won’t say word, because no word can explain my deepest feeling for you, Dear Sistah.
I just wanna thank you, 
For being who you are.
For being YOU.

MWAH!
Soal kado itu, don’t bother to give me anything. You’ve given me alot! 🙂 Love you, love you, love you! 


Ps.

Thanks juga buat Yessy Muchtar untuk tulisannya juga buat kadonya yang spesial ini… You know how I felt, dont you, Babe? 🙂

Fling or Something?

Do you ever have any crush with someone and you think that maybe he or she would be the one that you’ve been looking for?

Atau..

Do you ever have any feelings, that somehow, maybe the man/woman you’re talking with, right here, right now, is someone that could be your number one candidate to ‘rescue’ your lonely nights?

Well..
I do.

I’m a loner, ya, saya akui itu.
In the surface, saya seolah perempuan yang nggak bisa jauh dari canda dan guyonan nggak penting. Yang hobi tersenyum sampai disangkain orang sinting, well… I can’t blame them! 🙂
But, really.
Sebetulnya saya tuh LONER abis and I just realized it, a couple of weeks ago, ketika tiba-tiba saya merasa sangat-sangat hampa ketika sampai di dalam rumah, and nobody was home.

Jadi kalau saya punya crush or sort of feeling with a guy, mungkin bisa dibilang cukup sering. Makanya ketika saya benar-benar sayang dengan seseorang, that someone really just assumes that as a practical joke, as my way to break the ice… and etc, etc. Saya selalu dianggap becanda dan dengan pengalaman yang sudah-sudah, saya nggak bisa dengan marahnya bilang, “Lah, nggak bisa gitu, dong.. Kok kamu menyimpulkannya kayak gitu sih!”

Because in my previous experiences..
I fell in love too easy.
And later on, I just realized, that I have to stop doing so.

Karena apa?
Bukan hanya karena agar suatu saat nanti orang yang benar-benar saya sayangi itu mengerti kalau saya nggak becanda…
Bukan hanya karena suatu saat nanti saya nggak ingin kalau ini akan dijadikan bahan untuk tidak mempercayai isi hati saya yang sesungguhnya..
tapi juga karena..
for most of the times, saya keliru mengartikan signal-signal yang berkedip-kedip ketika dekat dengan seseorang. I really thought that it meant something, tapi pada akhirnya, saya tahu… kalau he was only a fling *deuh, jahat bener sih lo La!* Ok.. maksudnya *try to be more polite* he was only a guy.. a great guy… yang bisa diajak becanda, ketawa, nonton bareng, makan bareng, hang out… as a friend.

Hmm..
I will keep in mind, that I have to be more careful on judging my own heart.
Is this a fling?
Or is this a real damn something?
A new resolution for 2009… DO NOT HURRY! Slow down, enjoy the moments, and just believe.. that if I’m destined to be with someone… No matter that he’s now just a fling.. or even something.. he will be the man who gives me a diamond ring!
hahaha…

Tidur ah..
good nite everyone..

The Ex File


I got a message in my cellphone.
Dari seorang teman… okay, I won’t lie to you… it was from my ex.

He was my second boyfriend. Teman satu divisi tapi beda cabang. He’s in Jakarta and I’m in London. Okay, I won’t lie to you again… 🙂 Saya di Surabaya, lah. Where else?

It was such a short story, by the way. We met, we fell in love, and several months later, I just knew that he already had a girl friend and about to marry her in a year. I still remember. It was October 17th 2004 when I found out his dirty secret *it’s dirty, isn’t it?* and asked for goodbye. Dia selalu bilang, belum tentu juga bakal berjodoh dengan perempuan itu… well, helloooww… Gimana saya juga bisa tahu kamu jodoh saya atau bukan? Meanwhile I was waiting for you and then… you would say, “Sorry, La… kayaknya gue bakal bener-bener menikah sama cewek gue…” Gila kan?

I was sane enough to make that decision. Meskipun dia selalu bilang, “at least, give us a try…”
Halah! ‘Give us a try’… give US a try… US?? Apa maksud kamu dengan bilang “US”? Tidak ada ‘US’, yang ada adalah saya seperti perempuan nggak bener yang ngerebut pacar orang! And by US is you and her. Bukan kamu dengan saya…

We were totally separated on November 2004, but we’re still having a great relationship as friends… til now.

Once, saya liburan ke Jakarta dan mengadakan reuni kecil-kecilan dengan rekan-rekan HRD & GA kantor pusat. Kenapa dibilang reuni? Karena di antara enam orang (lima di Jakarta dan saya sendirian di Surabaya), hanya tinggal saya dan Inang saja yang masih belum beredar ke mana-mana. Di situlah pertama kali kami ngumpul dalam formasi lengkap. And when I say “formasi lengkap”, itu bukan saja berarti kami berenam ngumpul semua… tapi… lengkap dengan pasangan… suami.. istri.. anak-anak..

..ya.
Termasuk istrinya.

That was the first time I met his wife. Perempuan yang tidak cantik, tapi saya tahu, dia sangat sangat baik dan ramah. I knew it then… dari caranya tersenyum, tertawa, bercanda, bertutur kata… Damn! Saya ngerasa sedih sekali karena dulu sempat ‘berselingkuh’ dengan kekasihnya meskipun saya nggak pernah tahu..

Eniwei,
Hubungan saya dengan si EX ini tidak pernah berubah. Yang berubah hanyalah dia sudah nggak bisa lagi mencium dan memeluk saya; we just keep on calling each other setiap saat ingin cerita. Kami tetap saling mengirim kabar lewat email. Ketemuan kalau sempat. Dan ya, SMS-an.

I never thought that a simple message from him could ruin the day.
I always thought that after four years, saya sudah bisa menghilangkan perasaan sakit hati saya.
Dan segala sms, email, atau telepon darinya adalah tanda bahwa saya sudah memaafkannya.

Tapi saya salah.
Karena ketika saya menerima SMS-nya pagi tadi,
saya tahu…. saya ingat… kalau saya pernah sakit hati karena dia…
dan luka itu, belum hilang.

Hm… tau apa isi SMSnya?
With gladly, he said… “Thanks God… our baby daughter is born this morning…”
…and several details, yang membuat saya merasa sangat, sangat bitchy dan baru bisa membalas sms-nya, malam ini.

“You must be very happy…”

…and I’m sorry, it will take a little more time to make me feel the same thing for you. Don’t wait, coz maybe, a lot more time…

delete or not delete

Teman saya sedang putus cinta.
Saya tahu cerita ini dari postingan terakhir di blognya. Kesedihan itu dia tuangkan dalam beberapa baris kalimat saja lalu diakhiri dengan permintaan dukungan dari kami, teman-teman blogger-nya, yang saling setia berkunjung untuk menyapa … (atau mencela, barangkali? hehe).

Hus, ga boleh becanda.

(serius mode: ON)

Di situ dia bilang, haruskah dia menghapus semua cerita-cerita tentang kekasihnya, ketika mereka masih bersama? Kenangan-kenangan yang terjalin ketika mereka masih ketawa ketiwi, haha hehe bareng-bareng, sampai photo-photo mesra yang mereka abadikan saat mereka jalan-jalan berdua? Tulisan-tulisan yang isinya I LAP YU SO MACH. Tulisan-tulisan yang saya yakin sekali bakal bikin hati teman saya itu makin berdarah-darah setiap membaca ulang satu persatu…

*Duhai para lelaki di dunia.. kenapa kalian sejahat itu sama kami, sih!* 🙂

Ketika dia bertanya, apakah dia harus menghapus semua kenangan itu dengan cara menghilangkan segala posting penuh cinta dari isi blognya, I couldn’t help but wonder: apakah bisa segala kenangan itu akan otomatis hilang ketika kita menghapus sesuatu dalam satu click mouse saja? Bisakah semua keindahan yang pernah terangkai itu dapat hilang tak berbekas hanya bermodal satu click mouse?
…dan semuanya bekerja seperti magic? Sihir? Ajaib?

Buat saya… jangan berharap segala keindahan bisa hilang dalam satu kedipan mata, dalam satu click mouse. Lain dengan prinsip mencabut cepat-cepat plester yang melekat di luka supaya sakitnya hanya terasa di awal tapi kemudian tidak lagi sakit, buat saya, melupakan seseorang tidak harus dalam waktu yang instan.

Deal with it, everyday.
Lupa, kalau memang lupa.
Karena kalau kamu memaksa untuk melupakan seseorang, it’s like keeping an old shirt in our cupboard. Ditumpuk sedemikian rupa dengan pakaian-pakaian yang baru… mencoba untuk tidak dipakai lagi…

until someday you realize..
that shirt… is still there.

So,
delete?
or not delete?

Hmm..
Sweetheart..
why don’t you just… deal with it?
Pelan-pelan saja..
Because no one asks you to get rid of him in a blink of an eye…

Love ya.
Kiss kiss. Hug hug.

Catatan Harian

December 2021
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Celotehan Lala Purwono