you're reading...
daily's blings

Cerpen #5 : Kamu, Kebiasaanmu (Nur Laily)

Aku mengenalmu sudah sejak lama.

Sejak 6th yang lalu ketika kita sama-sama duduk di bangku SMA.
Senyummu,lesung pipitmu dan juga Poni Lemparmu tak berubah. Namun ada yang berbeda kamu semakin dewasa dan menarik. Mungkin itu yang membuat mataku berpaling padamu.

Setiap kali kita kencan, kau sering mananyakanku mengapa aku sangat suka sekali Espresso. Aku hanya menjawabnya dengan senyuman. “espresso tak hanya sekedar kopi bisa, tapi itu adalah aroma laki-laki” namun kamu malah tertawa mendengarnya.

Aku paling tak suka ketika kamu melarangku untuk  menyalakn sebatang rokok. Padahal kamu tak pernah tau mengapa aku melakukanny. Banyak hal yang sedang aku fikirkan.  Setiap hebusan asap yang keluar dari rokok itu, ada rona kegelisahan dan rasa kalut disana.

Kamu tak pernah mengerti itu, dan aku tak kuasa untuk bercerita padamu.

Sekali lagi aku hanya bisa menyalakan rokokku setiap malam,mencoba untuk menjauh darimu.

Di beranda luar aparteman,aku rasakan setiap hisapan rokokku perlahan namun pasti.

Kamu wanita yang teliti,sering mengingatkan tentang banyak hal.

Memberikan warna yang pas untuk dasi yang kupakai,mencocokan setiap detailnya dan juga mengisi air dalam botol setiap kali aku lupa saat aku menghabiskannya. Lalu membantuku mengoleskan Roti bersemir Srikaya faforitku. Kau bisa melihatku berlama-lama saat memakannya.

Kau terlalu indah untuk wanita yang telah menemaniku selama  ini.

Sikap cerewetmu,cengeng dan dan suka marah itu membuat hal yang berbeda dari 6th yang lalu.

Tapi aku suka saat melihatmu terus cemberut dan mencubit lenganku dengan keras, ketika kita melihat bersama-sama filem kesayanganku berkali-kali. Kau cemburu pada aktris wanita
itu, padahal kau tak pernah tau Kate Beckinsale adalah dirimu.

Aku melihat  Kate Beckinsale di dunia nyata bersamaku dan itu kamu. Kalian memiliki kemiripan yang sangat persis. Kalian sama-sama memiliki hati yang luas untuk Cinta.

Aku tau aku tak akan pernah bisa melihatmu menangis, kecewa dan terluka.

Tapi inilah pilihan kita.
Aku harus kembali kepada mereka, karena mereka juga menungguku.

Aku ingin kau tak terlalu berharap dengan semua ini.
Tapi aku kan tetap disisimu dan mencintaimu.

Selalu.

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

July 2013
M T W T F S S
« May   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: