you're reading...
Cinta, Fiktif

Siapa Bilang Saya Baik-Baik Saja?

Saya tidak pernah merasa baik-baik saja ketika harus meninggalkanmu, pulang kembali ke kotaku.

Saya tidak pernah merasa baik-baik saja ketika harus membuatmu merasa bersedih karena takut saya tidak akan kembali pulang, ke kotamu.

Saya tidak pernah merasa baik-baik saja melihat kamu, perempuan yang saya cintai, sedang meragukan kesetiaan saya hanya karena kamu ingin meladeni ledakan hormonal tiap bulanmu.

Siapa bilang saya baik-baik saja?

Karena kenyataannya tentu saja; saya tidak baik-baik saja. Bahkan tidak pernah baik-baik saja, setiap kita berpisah.

Setiap saya berpisah, saya harus memastikan kamu baik-baik saja. Saya harus memastikan kalau kamu sedang tidak bersedih. Saya harus memastikan kalau hal-hal kecil yang kita lakukan selama dua minggu bertemu adalah bekal yang cukup untuk menempuh beberapa bulan ke depan, ketika saya jauh.

Saya juga harus memastikan kalau kamu sedang tidak cemburu.

Saya harus memastikan kalau kamu sedang tidak merasa ragu.

Saya harus memastikan kalau hatimu sedang berwarna merah muda; penuh cinta, buat saya.

Saya harus memastikan kalau kamu tahu bahwa seluruh ruang di dalam hati saya sudah sangat sesak untuk kehadiranmu saja. Tidak ada ruang lain yang bisa menampung hati perempuan lain. Kamu. Hanya kamu yang bisa.

Saya harus memastikan kalau kamu merasa dicinta.

Saya harus memastikan kalau kamu tahu bahwa kamu perempuan yang paling saya butuh.

Di setiap perpisahan itu, saya harus memastikan bahwa kamu baik-baik saja. Sehingga saya merasa baik-baik saja pula, setiap harus berjauhan denganmu.

Tanpa takut kamu mendadak berhenti mencintai saya, hanya karena ragu.

Tanpa takut kamu mendadak menyerah pada saya, hanya karena merasa sepi yang tak juga bisa berhenti sebelum kita bertemu kembali.

Ya.

Siapa bilang saya baik-baik saja setiap harus berpisah denganmu, di setiap pagi buta itu?

Karena kenyataannya, saya memang tidak pernah baik-baik saja kalau harus berjauhan darimu, seperti layaknya seorang lelaki yang tak pernah mau kehilangan perempuan sepertimu…

**

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

2 thoughts on “Siapa Bilang Saya Baik-Baik Saja?

  1. jarak Jakarta-Surabaya( *sotoy*) bisa buat tulisan keren gini ya mbak La…. hahahaha…. keren!

    Posted by hasian cinduth | September 18, 2012, 10:39 am
  2. Ah tulisan ini…seperti cerminan diri. Nice!

    Posted by Zula | May 16, 2013, 1:17 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

September 2012
M T W T F S S
« Aug   May »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: