you're reading...
daily's blings

Pulang

Taksi, di pagi buta.
Ponsel saya berdering, taksi sudah menunggu di lantai bawah. Siap membawa saya pergi.

Seonggok tas ransel sudah siap di pintu depan; ransel yang sudah terisi penuh oleh pakaian, laptop, dan tumpukan kenangan yang baru saja kita ciptakan dua minggu penuh, sebelum pagi ini. Siap saya bawa pergi lagi, siap saya bawa terbang lagi, menuju kota yang sebenarnya tak ingin saya tinggali. Saya hanya ingin tinggal di kota ini, bersamamu. Tahu?

Ya. Seharusnya kamu tahu.

Dua minggu yang saya habiskan bersamamu, saya berusaha selalu meyakinkanmu, “Saya nggak ingin pulang. Saya ingin tetap di sini, sama kamu.” Saya selipkan keyakinan itu di sela-sela percakapan-percakapan kita yang membuatmu tertawa, membuat biji mata bulatmu mengerjap semangat, membuat beberapa tetes air mata mengalir di pipimu saat menyadari bahwa kita akan berpisah; lagi dan lagi. Bahkan selalu  saya selipkan pesan itu di setiap ciuman yang kita bagi dan di setiap  pelukan erat yang tak ingin saya lepas lagi. Berharap kamu percaya, lalu mau menunggu.

“Kamu bakal setia, kan?” Selalu itu pertanyaanmu. Merobek-robek hati saya.

“Setia itu sudah seperti sistem dalam setiap kelenjar di tubuh saya, Sayang,” kata saya, meyakinkanmu.

“Bagaimana saya bisa percaya?” pertanyaan berikutnya yang selalu sama; dari waktu ke waktu.

“Kamu bisa membuktikannya,” kata saya.

“Lantas jika tidak berhasil membuktikannya, artinya kepercayaan saya adalah sia-sia? Menunggu sekian lama hanya untuk tahu kalau kamu bakal meninggalkan saya; seperti lelaki-lelaki lain yang merenggut apa yang mereka suka lalu pergi begitu saja?”

Percakapan semalam tadi masih terekam jelas dalam ingatan. Pukul sebelas malam, usai bercinta dan berbagi peluh di atas ranjang tidurmu, harusnya kita menghabiskan malam sambil berpeluk saja. Tidak perlu membicarakan sesuatu yang membuatmu bertanya-tanya saat saya jauh. Jarak ratusan kilometer dan waktu yang bergulir terlampau lama sebelum kita bertemu kembali, sungguh memungkinkan keraguan itu bertumbuh dan mengganggu hatimu. Saya ingin kita berpisah ketika hatimu berwarna merah muda. Tidak seperti semalam.

“Saya cinta kamu,” kata saya akhirnya. Memeluk tubuhmu dari belakang, seperti manusia yang tidak terlahir sempurna. Saling berlekatan dan memiliki jantung yang berdenyut seirama. “Saya tahu cinta saja mungkin tidak cukup buat kamu, atau janji-janji saya tidak pernah cukup untuk meyakinkanmu, tapi saya ingin kamu tahu… that I love you.

Lalu kamu tertidur. Pulas. Sejak lewat pukul dua belas.

Sampai pagi ini. Pagi buta ini. Ketika taksi sudah menanti, untuk membawa saya pergi.

“Saya bakal pulang pagi-pagi,” kata saya, persis di telingamu, persis menjelang tidurmu.

“Dan jangan paksa saya bangun, ya? Saya takut sedih…”

Jadi, saya biarkan kamu tertidur pulas di ranjang, pagi ini, sementara ransel sudah saya kemas dan siap saya bawa pergi. Saya biarkan kamu nyenyak dalam tidur yang bebas kamu isi dengan mimpi-mimpi. Mungkin mimpi indah tentang cincin dari saya yang bakal melingkar di jari, atau mimpi buruk ketika ketakutanmu terbukti.

Saya tidak akan membangunkan tidurmu.

Merusak mimpi-mimpi yang mungkin kini sedang bermain-main dalam tidurmu.

Saya hanya akan mengecup keningmu sambil berjanji, “Saya bakal pulang lagi….”

Dan sampai saat itu tiba, semoga kamu juga sudi berjanji, “Saya bakal terus menunggumu pulang lagi…”

Ah.

Selamat tinggal, Sayang!

Saya akan pulang untuk kembali lagi, padamu.

Karena saya mencintaimu, lebih banyak dari yang kamu tahu…

 

**

Kantor, Sep 11, 2012, 10.51 pagi

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

One thought on “Pulang

  1. dan itu semua semakin menjadi kenyataan 🙂

    Posted by novantoardyan novanto arnowo | December 6, 2012, 4:45 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

September 2012
M T W T F S S
« Aug   May »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: