you're reading...
Surat Cinta

Masa Lalu

Ada hujan yang tumpah di balik jendela. Seolah memancing rasa yang telah lama mencoba kelam tenggelam di dasar hati. Apakah hujan terbuat dari partikel rindu, yang sontak saja bisa membuat hatiku ngilu karena mengingatmu? Sendu, mengingat masa lalu denganmu?

Kita memang pernah ditakdirkan bersama, meski ternyata bukan untuk selamanya. Berebut oksigen di tempat yang sama. Berebut remote control televisi meskipun akhirnya kamu mengalah dan membiarkan aku menonton ulang serial televisi kesukaanku. Berebut sepotong roti lapis ala Amerika yang tersisa di atas meja. Juga berebut membayar tiket bioskop dan semangkuk besar berondong jagung, teman menonton kita.

Kita pernah melakukan itu berdua. Tidak sebentar, tidak pula lama. Tidak sampai seratus dua puluh hari kita berbagi pelukan. Tidak sampai seratus dua puluh hari kita pernah berbagi ciuman di kening, pipi, hidung, dan bibir. Tidak sampai seratus dua puluh hari sampai kemudian akhirnya kamu memutuskan untuk melambaikan tangan dan memohon untuk berpisah.

Berpisah.

Satu hal yang tidak pernah terbayang sebelumnya, karena tadinya semua nampak sempurna.

Siapa yang tidak jatuh hati padamu? Kamu seperti prototype lelaki yang diinginkan setiap perempuan. Suara merdumu yang sering mengalun di tepi telingaku saat kita duduk di teras apartemenmu,  kejutan-kejutan kecilmu di setiap ujung kencan makan malam kita, bagaimana kamu memerhatikan kesehatanku, tubuhmu yang selalu wangi dan berpakaian casual tapi rapi. Sungguh, kamu sempurna.

Tapi kemudian, aku ingat dengan satu kalimat yang diucapkan Samantha Jones. Dia bilang, “If he seems too good to be true, then maybe he is.

 Dan kamu membuktikannya. Kamu merusak kesempurnaanmu dengan menyudahi kita. Sebelum genap seratus dua puluh hari, kamu menginginkan untuk mengakhiri ‘kita’, menjadi ‘aku’ dan ‘kamu’ saja, setelah susah payah kamu meyakinkan aku untuk menciptakan kata itu. Gila, ya, kamu?

Ya, mungkin kamu memang gila.

Sangat gila.

Lelaki gila yang senyumnya kurindu ketika hujan turun deras, sangat menggebu, di luar jendela kamarku.

Lelaki gila yang suara tawanya kini seolah menggema di kedua dinding telingaku.

Lelaki gila yang rupanya belum menjadi masa lalu, meski kuat aku mencoba meninggalkanmu di situ.

 Ah, tapi, siapakah yang gila; kamu atau aku?

Karena di malam ini, aku seperti ingin segera memejamkan mata dan mengulang semua kenangan kita di dalam mimpiku. Di situ, masih ada ‘kita’. Di situ, masih ada cinta yang bertabur gula.

Di situ,

aku,

bahagia.

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

5 thoughts on “Masa Lalu

  1. “Kita memang pernah ditakdirkan bersama, meski ternyata bukan untuk selamanya.”

    Entah kenapa seperti familiar dengan kalimat ini.

    Ternyata pernah menulis setahun lalu semasa galau dengan kata-kata yang mirip, tapi berbeda konteks dan arti.

    Ah, tanggung jawab kamu, La! Bikin gue galau 🙂

    Posted by Emiralda | January 18, 2012, 9:54 pm
  2. Mbak… mbak… *nangis*

    ini lanjutannya http://celotehwangi.wordpress.com/2011/10/17/memang-kita-seharusnya-bersama/ ? *pengsan sebulan*

    Posted by Unge | January 18, 2012, 9:58 pm
  3. Penggalauan massal… hahahaha…

    menyentuh dan bikin gemes banget deh, mba…. 😀

    Posted by Rhein | January 18, 2012, 10:22 pm
  4. bagus bangat mbk tulisannya..slam kenal mbk..keren mbk 🙂

    Posted by http://ceritacewekatro.blogdetik.com/ | January 18, 2012, 11:06 pm
  5. ampuuuuuuuuuun, ga kuat banget bacanya……. rasanya nyesjleb :”)

    Posted by Reinta Mirza | January 24, 2012, 2:36 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

January 2012
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: