archives

Archive for

Formula

Entah apa formula Tuhan ketika menciptakan lelaki itu.

Lelaki yang, kutebak, bisa jadi ia terbuat dari cahaya. Tengok saja senyumnya; seolah menerangi setiap hati setiap kali melihatnya.

Bisa pula ia terbuat dari serbuk candu. Tengok saja tatapan kedua biji matanya; seolah memerangkap setiap pasang mata yang bertukar pandang dengannya. Terperangkap selamanya, dalam pesonanya.

Ah, mungkin saja ia terbuat dari rindu menggebu. Cium saja aroma tubuhnya; kamu  akan merasa ingin menghirup nafasmu kuat-kuat, menyimpan aroma tubuhnya banyak-banyak di paru-parumu. Lalu disimpan baik-baik di situ, bekal untuk mengobati rindu yang menggebu.

Aku tak tahu formula apa yang Tuhan rumuskan saat Ia menciptakan lelaki itu.

Aku tak tahu; cahaya, candu, ataukah rindu yang menggebu.

Tapi yang aku tahu, Tuhan merumuskan formula cinta di dalam hatiku.

Yang kupersembahkan untuk lelaki itu.

Dan membuatku bakal selalu membiarkan lelaki itu singgah di dalam hatiku.

Selalu.

 

**

Kamar, 8 Oktober 2011, 10.54

Selalu, di Hatiku

Seorang lelaki menungguku di balik pintu. Kamu tahu?

Dia sedang mengetuk pintu itu berkali-kali, menyebutkan namaku, memanggilku. Kamu tahu?

Dia bahkan memaksaku untuk membuka pintu itu, memaksa masuk. Mendesak untuk segera menemuiku. Kamu tahu?

Lelaki itu tak pernah lelah mengetuk pintu. Bahkan ketika aku tetap tak bereaksi, diam saja tak menanggapi, dia tetap sabar menungguku di balik pintu. Kamu tahu?

Sahabatku bertanya, kenapa aku melakukannya. Membiarkan seorang lelaki tampan dan baik hati seperti dia di balik pintu, memaksa bertemu tapi tak pernah kubiarkan ia melakukan itu. Padahal, kata sahabatku, lelaki itu adalah lelaki yang bisa memberikan segalanya yang tak bisa kamu berikan untukku.

Ah!

Harusnya sahabatku itu tahu.
Juga kamu, yang harusnya tahu, kenapa kulakukan itu.

Kubiarkan lelaki itu di balik pintu, tidak kuhiraukan panggilannya, bahkan kutulikan semua pendengaranku untuk permintaannya, karena satu alasan yang pasti: kamu.

Ya. Karena sudah ada kamu di hatiku.
Menempati seluruh ruang di hati.
Menyesakiku sampai aku mati.

Tak ada lelaki lain yang akan mengisi di situ.
Kecuali kamu.
Yang bakal selalu, di hatiku.
Selalu.

**

Kamar, Sabtu, 8 Oktober 2011, 10.36 Malam
Buat kamu, yang bakal selalu di hatiku.

Catatan Harian

October 2011
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Celotehan Lala Purwono