you're reading...
daily's blings

Satu Jam Saja

Satu jam terakhirmu.

Hanya itu yang kumau.

Ketika langit robek dan air matanya tumpah membasahiku malam itu, hanya satu yang kuingini; satu jam saja, sebelum nafas terenggut paksa karena keretamu telah datang mendadak.

 

Satu jam terakhirmu. Itu saja.

 

Ketika dadaku berguncang, mengikuti sakitnya jantung yang seolah diremas-remas kuat oleh jemari, hanya satu yang kuingini; satu jam saja, sebelum akhirnya kereta itu berhenti di depan tubuhmu dan kamu melangkah pergi.

 

Satu jam terakhirmu.

Itu saja. Cukup satu jam saja.

 

Aku hanya ingin bilang padamu.

Semua kata-kata yang tak pernah sempat kuucapkan padamu, ketika waktu masih berpihak padaku.

Aku hanya ingin meremas jemarimu, sambil mengecup punggung tanganmu.

Lalu memandang kedua biji matamu. Lamat-lamat, sampai kamu mengerti isi hatiku, meski kata-kata melumpuh di tenggorokanku.

 

Satu jam terakhirmu.

Itu saja yang kumau.

Tapi maut merenggutmu terlebih dulu.

Dan semua. Semua yang kuingini itu… selamanya akan menyiksaku…!

**

Kepada dia yang berpulang ke Surga, 13 Oktober 2010 lalu.

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

May 2011
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: