you're reading...
daily's blings

The Drunken A**hole!

Hey, you, Drunken A**hole,

Bisa nggak, sih, kamu nggak usah memacu motormu ketika otakmu sedang tidak waras? Ketika kamu usai menegak alkohol dan membiarkan air laknat itu mengacaukan fungsi kerja otakmu sehingga kamu tidak sadar bahwa apa yang kamu lakukan bisa membahayakan banyak orang?

Bisa nggak, sih, kalau setelah kamu bermain-main dengan alkohol, kamu diam saja di tempat, duduk saja di pojokan ruangan, teler saja sendirian di sana, dan tak usah mengendarai motormu yang meraung kencang?

Bisa nggak, sih, kamu nggak usah sok-sokan memacu motormu, berboncengan dengan sesama pemabuk, dan kemudian kamu merasa menjadi orang paling jagoan di seluruh jagat raya?

Bisa nggak, sih, kamu mengerti bahwa apa yang kamu lakukan saat berakrobatik tanpa sadar di jalanan itu bisa membuat nyawa seseorang terancam bahkan tercabut tanpa sempat berpamitan dengan keluarganya?

Bisa, nggak, sih?

Ah, sialan kamu, Pemabuk.

Tanteku, orang yang baik hati, masih muda, dengan anak yang masih belum lagi remaja, akhirnya harus merelakan nyawanya di tengah jalan kota yang sedang sepi di malam hari, karena ulah kesetananmu itu. Hanya karena kamu terlalu asyik dengan alkohol dan merasa sok jagoan karenanya, kamu akhirnya merenggut nyawa seorang Ibu yang tidak akan pernah melihat anak lelaki satu-satunya tumbuh besar.

My aunt died in the street, because you hit her too hard. Karena kamu terlalu mabuk dan tak sadar bahwa menembus lampu merah adalah sangat, sangat berbahaya. Terlebih dengan kecepatan tinggi seperti itu.

Hey, drunken a**hole,

Sekarang, sepupuku yang masih belum remaja itu sedang menyesali kepergian ibunya, karena malam tragis itu, sang Ibu memang sedang menjemputnya pulang dari les. Bisa nggak, sih, kamu membayangkan bagaimana rasanya kehilangan Ibu tercinta, di depan mata kepala sendiri? Apa kamu, sampai hari ini, masih terlalu mabuk untuk bisa membayangkannya?

Jeruji penjara tidak akan pernah bisa membuat kami, orang-orang yang ditinggalkan, merasa lebih lega.

Jeruji penjara yang setahun, dua tahun, tiga tahun, atau ratusan tahun, tidak akan pernah membuat kami lebih lega.

Kami hanya menginginkan kamu merasakan apa yang kami rasakan.

Jahat, ya?

Ah, biarlah. Toh, kamu sudah menjahati kami, merenggut nyawa seorang perempuan yang baik hati. Memang, kematian adalah garis takdir yang tak bisa diubah. Mutlak, semua adalah sesuai caraNya. Tapi, entahlah, aku tak akan pernah rela.

You, Drunken A**hole…

May you’ll rot in Hell.

Seriously.

**

Kamar, Jumat, 4 Februari 2011, 9.38 Malam

Rest in Peace, Bude.

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

4 thoughts on “The Drunken A**hole!

  1. turut berduka cita La
    semoga diterima di sisi-Nya ya.. yg tabah bwt ponakannya😦

    Posted by nengbiker | February 4, 2011, 9:49 pm
  2. semoga Tuhan memberi penghiburan bagi Novel dan papanya,
    dan juga keluarga kalian.
    sedih.
    peluks.

    -d-

    Posted by pend | February 5, 2011, 10:33 am
  3. mbak lala, turut berduka cita yah buat tante nya..
    hiks. memang mereka gak bertanggungjawab , padahal itu kan pilihan mereka sendiri untuk minum..

    Posted by ais ariani | February 5, 2011, 8:38 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

February 2011
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: