you're reading...
Fiktif

He’s Getting Married…

Dear Angga,

So I hear that you’re about to get married.

Dengan seorang gadis yang cantik, berkulit putih, feminin, bertuturkata lembut, dan telah menjadi kekasihmu sejak delapan bulan terakhir. Gadis cantik yang merebut hatimu ketika kita baru saja berpisah tiga bulan lamanya. Gadis yang kemudian tak sekadar singgah untuk mengobati sakitmu karena perpisahan kita, tapi menetap selamanya di dalam hatimu itu. Seorang gadis, that soon, will be called as Mrs. Angga Suryateja.

Baru sebelas bulan yang lalu, Angga. Tidak sampai genap setahun sejak pertengkaran terakhir kita di teras rumahku dan tak lama kemudian aku mendengar bunyi raungan mesin motormu meninggalkan rumah, tapi kini kamu sudah memantapkan hatimu dengan gadis itu. That beautiful and wonderful girl that I hardly know., Angga. Serius.

It’s just so hard to believe that you’re getting married

You were not that marrying type of guy. Kamu adalah lelaki yang sangat bebas, yang rebel, yang menganggap bahwa hidup terlalu menyenangkan untuk membiarkan kaki-kakimu terikat di sebuah rumah, dengan seorang Istri, dan anak-anakmu. World is a huge playground, and you were such a kid who wanted to play, again and again.

Kamu sendiri yang bilang begitu, kan?

You told me yourself that you’re not that type of guy, yang rela menikah di usia produktif, yang merasa bahwa menikah bukanlah suatu kewajiban. Kamu selalu bilang kalau menikah adalah pilihan terakhirmu. If you can enjoy life as the way it is, kenapa musti menikah yang beresiko menghancurkan segalanya?

Aku selalu geleng-geleng kepala dengan pendapatmu itu, Angga. Dan yang paling heran tentu saja Sahabat-Sahabatku. Mereka bilang, “Kalau emang Angga bukan orang yang mau nikah, trus yang sekarang lo lakuin ini apa? Nunggu keajaiban?”

It was two years ago, ketika aku memutuskan untuk terus menjadi kekasihmu. And I was 28 back then. Aku masih merasa terlalu muda untuk menikah, saat itu. Jadi, aku pikir, if I could enjoy life as the way it was, if I could enjoy being together with someone who could always make me laugh, kenapa mengorbankannya hanya karena dia bukanlah marrying type? Toh aku belum kepingin nikah.

But then I turned 30. But then my biological clock was ticking harder. Dan saat itu, kita mulai sering bertengkar.

“Kan aku udah bilang, aku belum siap menikah. Dan belum mau menikah,” katamu saat itu.

“Tapi itu kan dua tahun yang lalu, Ngga. Sekarang aku sudah 30. Kamu sudah 32. Apa lagi pertimbanganmu? Pekerjaanmu sudah bagus begini.”

“Ini bukan soal kerjaan, La,” katamu. “Ini soal aku emang belum siap untuk berkomitmen seserius itu.”

Dan itulah yang membuatku marah. Kesal. Dan naik darah. “So what are we doing, now? Aku cuman perempuan yang bisa kamu cium, kamu peluk, kamu teleponin… and that’s it?”

“Ella, kamu ini aneh. Udah tau aku bukan orang yang mau nikah cepet-cepet, kenapa masih kamu pacarin juga? Take it, or leave it. It’s your call.”

Angga,
Still remember my last words? Pas aku bilang, kalau aku memilih untuk menyuruhmu pergi saja, menyudahi saja semua hubungan kita yang sudah berjalan tiga tahun lamanya itu? That I couldn’t be with a man who’d never want to get married, not in a million year?

Aku masih ingat kata-kata terakhirmu, di muka pagar itu. You looked so upset when you said, “Terserah. Semoga kamu bahagia dan cepet kawin…”

…when in fact, kamu yang lebih dulu akan menikah.
So tragic.

Jadi, Angga.

Why her, and not me?
Apa yang membuatnya lebih istimewa daripada aku? Did she find your secret Marriage button and push it real hard? Yang membuatmu kemudian menikahinya hanya setelah delapan bulan berpacaran? Yang membuatmu lupa pada prinsipmu sendiri tentang tak ingin menikah?

Ah, Angga. Now I know.
It’s not that you didn’t want to get married.
You just didn’t want to marry me!
You never wanted to marry me…

Tapi..
Sudahlah.
I just hope that you’re happier with her;
A woman that is about to marry you;
A man that used to think that he’s not a Marrying Man,
When in fact, apparently,
now he is…

**

Kantor, Kamis, 20 Januari 2011, 3.25 sore

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

7 thoughts on “He’s Getting Married…

  1. hiks … daleeeeem … i can feel what ella’s feel.
    kesal. marah. patah hati. pasrah.

    Posted by pend | January 21, 2011, 11:34 am
  2. dulu ada pepatah dari temenku pas SMA

    “Berbahagialah kamu kalau melihat pacarmu menikahi orang lain”

    kemudian aku bertanya… kenapa?

    “Karena kamu terhindar dari pernikahan yang akan hancur, karena berarti dia bukan jodohmu”

    Tuhan sudah menentukan siapa jodoh terbaikmu… manusia hanya berusaha mencari dan memilih… tapi tidak akan pernah tahu siapa sebenarnya jodohnya.

    hehehe… mungkin bisa seperti itu mbak🙂
    pengalaman pribadi juga sih… hihihi…

    Posted by thuns | January 21, 2011, 6:38 pm
  3. pernah ada dalam posisi seperti itu dan pengen berteriak sekenceng – kenceng nya;
    why (not) me??????
    but… that’s life.🙂
    seneng banget baca postingan ini jeung!

    Posted by ais ariani | January 29, 2011, 12:41 am
  4. no komen ah,..
    cuma pengen nangis :((

    Posted by Izzah | April 10, 2011, 11:51 am
  5. hiks hiks, it was me in the past..
    Don’t worry, there’s ’till so much love for us outside..🙂

    Posted by bee | June 23, 2011, 3:13 pm
  6. *berkaca-kaca*
    you know, mbak.. aku pernah diputusin sama cowo yang dulu aku sayang banget.. sakit hatinya sakiiiiit banget.. apalagi alasannya karena dia pengen fokus ke karir, ga mau dihambat dengan hubungan sama perempuan. dan tiga bulan kemudian, dia nembak cewe lain. *rasanya pengen aku lelepin tuh cowo*. but now, looking back, aku bersyukur dia mutusin aku, aku bersyukur dia ninggalin aku meskipun sakitnya masih suka berasa..

    insyaAllah, insyaAllah, mbak.. someday you will be thankful, and you know that he didn’t choose you because it is Allah’s way in keeping your soulmate for you to find. and it’s simply not him..🙂

    Posted by pipie | June 27, 2012, 10:13 pm

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: Tweets that mention He’s Getting Married… « The Blings of My Life -- Topsy.com - January 21, 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

January 2011
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: