you're reading...
daily's blings

I Love You!

Dear Angga,

I love it when you smile.

Senyummu itu lho, seperti senyuman para Dewa. Senyum yang hangat. Sehangat sinar mentari yang bisa melelehkan semangkuk es krim. Dan aku, adalah es krim yang tergeletak pasrah di bawah terik matahari itu. Meleleh karenamu. Oleh senyummu.

Ok, I’m maybe over reacting, but I mean it when I say how gorgeous your smile is. Nobody has that kind of smile. Senyum yang bisa melelehkan hati itu tadi. Senyum spesialmu.

I love it when you sing.

Senandung lirih yang sering kudengar saat kamu sedang mendengarkan iPod-mu. Entah berapa judul lagu yang sudah kamu hafal luar kepala liriknya, karena kamu begitu indahnya melantunkan semua lagu yang berbeda tanpa salah. Ok, again, mungkin aku berlebihan. Aku sendiri tak tahu banyak soal lagu-lagu terbaru yang sedang ramai diputar di radio. Jadi besar kemungkinan kalau aku tak tahu kalau sebenarnya semua lirik yang terlontar keluar dari bibirmu adalah benar adanya. Bisa saja kamu main-main dengan liriknya tanpa aku tahu. Kecuali kamu menyenandungkan lagu-lagu milik Matt Monroe, penyanyi lawas kesukaanku itu.

Ah, meski begitu, suaramu itu… mimik wajahmu saat bernyanyi itu… I just LOVE it.

I love it when you laugh.

Bukan hanya karena aku bisa melihat jelas gigi-geligimu yang putih rapi, berbaris cantik di dalam mulutmu. Bukan hanya karena ketika kamu sedang tertawa, sepasang matamu menyipit, dan raut wajahmu berubah menjadi seperti anak kecil yang sedang tertawa lepas. Bukan pula hanya karena ketika kamu sedang tertawa, seluruh tubuhmu bergerak ekspresif dan menarik perhatian siapapun yang ada di dekatmu.

Bukan hanya karena itu saja.

Tapi juga karena ketika kamu sedang tertawa, aku merasakan aura kegembiraan itu. Seperti arus listrik yang menyengat ke pembuluh darah, membuatku ikut bahagia. Hanya dengan mendengar suara tertawamu yang lepas, hanya dengan melihat aura di wajahmu yang kemudian berpendar-pendar bahagia.

I love it when you talk.

Apapun yang terlontar dari mulutmu selalu terdengar menarik. Mulai dari berita-berita ekonomi dan politik terkini, sampai kucing di rumahmu yang beranak tanpa suamipun selalu terdengar menarik. The way you talk, tanganmu yang aktif bergerak-gerak di udara ketika sedang membicarakan sesuatu, mulut bebas bau nikotinmu yang berceloteh riang seperti anak kecil sedang membicarakan sepeda barunya, wajahmu yang ekspresif, suaramu yang berat… Sudah, deh. Semuanya adalah deadly combination; terutama buat aku, yang jatuh hati padamu.

I love it when you say how much you love the skies.

Pernah suatu ketika, kamu bicara tentang kecintaanmu pada langit. Pada birunya langit, pada putihnya langit, pada gelapnya langit… You just love the skies that much, tak peduli warnanya, tak peduli apakah ada bintang di sana, ataukah mendung menyapu pergi semua isi langit dari pandangan manusia.

I remember when you said this sentence, “Langit itu membuat aku merasa dekat dengan siapapun.” Ya, kamu bilang, karena dengan hanya memandang langit, kamu akhirnya sadar kalau sejauh apapun jarak yang terentang di antara dua hati, they’re under the same sky still. Beda kode pos, beda kota, beda propinsi, beda negara… Semuanya tetap berada di bawah naungan langit yang sama. Meski kadang, tak sama gelap, atau tak sama terang.

“Langit itu menenangkan. Sama seperti ombak…”

Yes, I also love it when you say how much you love the sea.

Kamu suka sekali duduk di tepian pantai, sendirian, memandang ombak yang bergulung hebat di depan matamu. Kamu bilang, “Try listen to the sound of the waves. Kalau kamu nggak jatuh cinta seperti aku, entah siapa yang aneh di sini. Kamu, atau aku.”

Since then, aku mencoba untuk duduk diam di pantai selepas sholat Subuh. Duduk saja, sendiri saja. Menikmati angin yang berhembus membawa suara ombak yang bergemuruh. I swear, aku seperti mendengar melodi indah yang meninabobokkan telingaku.

You’re right. You’re always right.
That’s why I love you.

Yeah, yeah. I love you.

I love it when you calm my feelings.

Sentuhan jari-jemarimu di punggung tanganku, usapanmu di punggungku, genggamanmu yang menguatkanku… Tak perlu banyak kata-kata penghiburan ala Mario Teguh untuk memotivasiku agar bangkit lagi setelah terpuruk. Caramu lebih istimewa.

Just by saying that I’ll be alright, sambil memandang kedua mataku, menggenggam jemariku, kamu menyalurkan energi yang mungkin tak pernah kamu tahu. Energi luar biasa yang mungkin saja bisa menggantikan energi listrik saat PLN mulai menggila.

OK, sekali lagi, ini mungkin terdengar berlebihan, tapi aku tidak berlebihan kalau bilang kamu selalu berhasil membuatku melangkah lagi, no matter how hopeless I was.

I love it when you play your guitar, kamu tahu itu?

Ketika kamu iseng bermain dengan senar-senar gitar itu, memainkan sebuah lagu dengan petikan gitar akustik yang membuat seseorang, anyone, akan berhenti sejenak dan memerhatikanmu. Suara beratmu, indah petikan senar gitarmu… Siapa bilang Surga itu jauh? Surga itu dekat. Sangat dekat.

Dekat denganku.
Ya. At least, MY heaven on earth.

I love it when you say, “I miss my Mom.”

Ibumu memang sudah berpulang, setahun yang lalu. Aku ada di sampingmu ketika prosesi penguburan orang tercintamu itu. Aku ada di dalam genggaman tanganmu, menangis bersamamu.

The way you say how much you miss your Mom, membuatku semakin jatuh hati padamu, karena aku tahu, di dalam tubuhmu yang tinggi besar dan seolah kokoh seperti benteng yang tidak bisa ditembus, you’re still a sensitive guy.

Apalagi ketika setiap membuncahkan kerinduan itu, kemudian kamu menghela nafas dalam-dalam, menoleh padaku, menyentuh jemariku, dan berkata, “Semoga aku sudah jadi anak yang baik, ya?” Dan kamu diam. Dan kamu menghela nafas sekali lagi. Lalu seperti adegan lambat di sebuah film, setetes air mata terjatuh tanpa tertahankan dari sudut matamu.

Oh my, I just love it when you cry!

Mungkin ini terdengar konyol, atau aku terkesan tidak punya hati, tapi itulah yang kurasakan. I just love it. Kenapa? Hmm, karena hampir di setiap air matamu yang tertumpah, ada aku di sampingmu. Ada jariku di dalam rangkuman jemarimu. Dan jariku yang mengusap lembut air matamu. Lalu kamu bilang, “Aku cengeng, ya?”

Cengeng itu, ya.. Kalau nangis berkali-kali untuk alasan yang tidak jelas. Seperti, um, menangisi cecak yang kehilangan ekor. Atau, menangisi makananmu yang terjatuh di pantry kantor, misalnya. You cry for a reason. Dan alasan-alasan itu tidak jauh dari rasa kehilanganmu yang amat sangat pada kedua orang tuamu yang kini sedang memintal kebahagiaan mereka di Surga.

Gosh, I’ll spend all night just to write how much I love you. Akan beribu-ribu halaman yang bisa kuhabiskan hanya untuk mengatakan padamu, betapa spesialnya seorang kamu di hatiku.

Yes, I could write so many love letters for you, just for you, that say how much I love you, how much I adore you.

Tapi, sayangnya, tak satupun dari surat-surat itu akan sampai kepadamu, terbaca olehmu. Tak akan kubiarkan sepucuk suratpun akan sampai di depan matamu, lalu kedua biji matamu yang indah itu menikmati satu persatu jalinan kata-kata cintaku buatmu.

Karena aku tak bisa membayangkan betapa marahnya Pacarmu kalau mengetahui betapa aku, Sahabatmu, bisa jatuh cinta padamu, sedalam ini. I can imagine how mad she will be; bertengkar denganmu, marah padamu, dan yang terburuk, melarangmu bersahabat denganku.

I won’t take the risk, sekalipun setengah mati aku mencintaimu.

And yes, I won’t stop loving you either, sekalipun setengah mati pula musti kusetel tubuhku agar mati rasa tiap melihatmu mencium mesra Pacarmu.

Ah.
Aku mencintaimu, Sahabatku.
Semoga, kamu tak pernah tahu.

**

Kamar, Minggu dini hari, 16 Januari 2011, 12.05

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

4 thoughts on “I Love You!

  1. aduh…
    dilema ya kalo begini ceritanya.
    tapi kayaknya mendingan diomongin deh… siapa tau si angga berperasaan sama? ya walaupun dengan konsekuensi cinta bertepuk sebelah tangan, tapi daripada dipendem terus… ya gak?

    Posted by arman | January 16, 2011, 11:35 am
  2. kalo memang cinta kenapa hrs ditutupi?…
    apapun yg terjadi heheheheehhehe…..

    Posted by aguskusuma | January 16, 2011, 6:53 pm
  3. mencintai dan dicintai adalah hak semua insan,
    cinta tak harus memiliki kan

    Posted by Celotehan | February 16, 2011, 11:16 am

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: Tweets that mention I Love You! « The Blings of My Life -- Topsy.com - January 16, 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

January 2011
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: