you're reading...
Fiktif

Dimanakah Kamu?

“Rinduku, untukmu.
Seperti titik-titik hujan, yang jatuh menetes di depan jendela kamarku, tanpa mengenal musim, juga waktu.
Tiap kehadirannya, bangkitkan gigil tubuhku. Lalu, yang kubutuhkan hanya satu. Pelukan yang hangat, untuk hilangkan gigilku.
Ya.
Pelukan itu kamu.”

**

Aku selalu bertanya dimana dirimu, ketika sedang duduk di depan teras rumah, menikmati hari yang basah, ditemani secangkir kopi susu yang masih panas dan cuilan kenangan tentangmu. Aku bertanya, sudah sampai manakah dirimu. Perjalananmu. Labuhanmu. Yang dulunya kupikir adalah hatiku.

Aku bertanya. Pada tiap tetesan air hujan, yang memercik sampai ke kulit tubuhku. Aku bertanya. Pada tiap tegukan air kopi susu yang mengalir perlahan di tenggorokanku. Aku bertanya. Pada tiap cuilan kenangan tentangmu. Aku bertanya, “Dimanakah dirimu?”

Dan mereka diam.

Tetesan hujan itu memang berisik. Jatuh di atas genting rumah, lalu berisik di sana. Tapi, dia diam. Tak menjawab.

Juga air kopi susu yang mengalir pelan-pelan saja di dalam tenggorokanku. Panasnya memang mencengkeram indera perasa, tapi dia tak bicara. Diam. Tak menjawab.

Apalagi cuilan kenanganmu.

Yang bicara banyak tentang wajahmu, senyummu, tertawamu, genitmu, manjamu, kata-kata manismu, kecupanmu, pelukanmu, bau tubuhmu yang khas, juga bau mulutmu itu, malah diam. Tak menjawab, dimanakah kamu.

Mereka diam.
Hujan tetap turun, menetes berisik di atas genting, jatuh ke tanah, persis di muka teras.
Air kopi susu itu tetap mengalir perlahan, membasahi bibir, mulut, lalu meluncur ke tenggorokan.
Dan, ya. Cuilan kenangan tentangmu masih diam, meski ia tak bisa berhenti menari-nari dalam pikiranku dalam kebisuan.

Ah.
Dimanakah kamu?
Dimana?
Aku ingin tahu.

Di muka teras itu. Setiap hujan turun. Dengan ditemani kopi susu panas dan cuilan kenangan tentangmu, aku terpenjara oleh pertanyaan sederhana yang membuatku nelangsa.

Kamu. Ada. Dimana.

Sederhana saja.
Tak kutanya soal rumus-rumus Fisika yang membuatku terlambat lulus kuliah, 8 tahun yang lalu.
Tak kutanya juga soal siapa yang bakal menjuarai piala AFF, misalnya.
Apalagi bertanya soal kapan hari kiamat tiba.

Kamu. Ada. Dimana.
Sederhana saja, tapi mereka diam, tak menjawab.

Ah.
Sebetulnya kamu ada dimana, sih?
Sungguh.
Aku ingin tahu.

Jika tak bisa kutanyakan ini pada hujan, kopi susu, dan cuilan kenangan-kenangan tentangmu, baiknya memang kutanyakan langsung padamu.

Sudah sampai mana?
Sudah menetap dimana?

Karena, Sayang.
Aku butuh alamatmu.
Ada sepaket rindu yang ingin kukirimkan padamu. Rindu yang menggebu. Rindu yang sampai membuatku ngilu. Rindu yang tak pernah terasa menyakitkan sampai rindu ini kurasakan karenamu.

Beritahu aku alamatmu. Segera.
Surga blok berapa, nomor berapa.
Aku sudah tak sanggup lagi menyimpan rindu ini lebih lama.
Serius!

**

Kamar, Selasa, 14 Desember 2010, 11.05 Malam
Untuk : Lelaki yang berpulang di 13 Oktober 2010

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

9 thoughts on “Dimanakah Kamu?

  1. Kangen…. 😥

    Posted by Asop | December 15, 2010, 12:40 pm
  2. ugh, saya langsung terhenyak dengan kalimat penutupnya. Apakah dia sudah berangkat ke surga?

    Posted by mandor tempe | December 17, 2010, 8:06 pm
  3. abis baca jadi sedih… 😦

    Posted by jade | December 21, 2010, 7:37 pm
  4. kalo sudah tiada baru terasa
    bahwa kehadiran nya sungguh berharga

    Posted by z4nx | December 25, 2010, 2:17 pm
  5. semoga yang dimaksud sedang berada di tempat yang paling nyaman yakni di sisi Nya 😦

    Posted by orange float | December 26, 2010, 7:52 pm
  6. hayooo… dimana hayoooooo…. 😀

    Posted by ichanx | December 30, 2010, 1:08 am
  7. masih tentang ‘mas’ yang satu itu ya La.
    moga dia baik2 aja deh di ‘sana’.

    eh, di mana ya? 😀

    Posted by latree | January 4, 2011, 10:45 am
  8. aQ prnh ngrasain yg kyk gini.. 😥

    Posted by sarahtidaksendiri | January 9, 2011, 9:50 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

December 2010
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: