you're reading...
Just a Thinking

Love Investment

Masih ingat apa yang dibilang orang-orang (bisa keluarga, teman, sahabat) ketika kita sedang jatuh cinta dengan seseorang?

“Jangan kasih seratus persen, deh… Sisain buat kamu sendiri supaya nggak terlalu sakit kalau ternyata musti udahan…”

“Beri lima puluh persen saja, sisanya buat kamu…”

“Gimana kalau kamu beri dia dua puluh persen? Perlahan-lahan tambahkan beberapa persen, tapi jangan sampai seratus!”

So, are you familiar with these sayings? Tentang berhati-hati saat ‘menginvestasikan’ hati kamu pada seseorang? Sekadar jaga-jaga saja agar kamu tidak perlu kalah dan mendadak bangkrut karena kehilangan semuanya? Don’t put every thing in the table for you might end up losing every thing?

Hhh…

I’m tired to hear all these sayings. Berhati-hati. Jangan beri seratus persen. Sisakan buat dirimu sendiri (atau bahkan orang lain). Bla-bla-bla.

Tapi saya ingin tanya sama kamu. When it comes to love… or a feeling…. can you manage to give a good share of heart and keep the other share just for you, supaya kamu tidak kehilangan semuanya when you lose the game?

And also, does Math really work in feelings?

Well, I don’t know how it works with you or not, but surely, it doesn’t work with mine.

Saya bodoh soal matematika.
Saya bodoh soal neraca laba rugi.
Saya bodoh soal hitung-hitungan.
Dan saya merasa drop dead stupid kalau menggunakan matematika untuk urusan perasaan saya. I’ve had enough Math in my life; jadi saya tidak ingin menggunakannya untuk urusan hati dan cinta saya.

So?

Buat saya… loving someone so much isn’t an investment… Saya tahu, sepertinya tidak jauh berbeda dengan menginvestasikan dana segar ke stock market dan berharap saya beruntung mendapatkan hasil yang terbaik. Kalau saya membeli terlalu banyak sementara roda ekonomi berputar dan tiba-tiba harganya jatuh, saya akan kehilangan semuanya. Tapi kalau saya membeli sedikit saja lalu kalah, saya masih bisa tersenyum dengan separuh dana segar yang tidak jadi saya belikan di awal investasi.

Tapi…

Apakah semudah itu? Semudah membeli saham?

Hmm…

Jujur, I cannot manage my own feeling, menjaganya sampai ke batas tertentu supaya kelak saya tidak terluka.
I am maybe naive or stupid, but for me, love is too precious to be assumed as a stock market.

Ini adalah cinta; yang memiliki kehendaknya sendiri… untuk bertumbuh, berkembang, atau mati…. in any ways that it likes…

Love isn’t about investment.
Jadi berhentilah menyuruh saya untuk menghitung untung rugi saat jatuh cinta dengan seseorang.
Karena saya lebih memilih jatuh cinta, menikmati perasaan deg-degan saat jatuh cinta, menangis saat putus cinta lalu belajar banyak dari patah hati, daripada belum-belum sudah mengkalkulasi untung rugi ala Akuntan..

It’s love; saya memilih untuk menikmatinya saja.

Kalau kamu?

**
Jumat, 29 Oktober 2010

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

6 thoughts on “Love Investment

  1. mingkin krn saya pria.. lbh berfikir logic… dan mungkin jg karena basic saya ekonomi bisnis.. jadi perhitungan saya berikan 100%(all-out) saham perasaan,tapi seperti yang diajarkan warren buffet.. inverstasikan lebih besar untuk perusahaan2 settle sisanya ke perusahaan2 potensial…

    jadi persentase yang besar untuk yg akan long term relationship.. sisanya invest ke yang potensial… jadi klo yg utama tiba2 bangkrut masih ada yg potensial2 ini 😀

    Posted by Iman | October 30, 2010, 5:50 am
  2. Ketika memberi seluruh dan sepenuhnya, tidak ada yang disimpan, namun itu sudah semuanya 🙂

    Posted by Cahya | October 30, 2010, 8:48 am
  3. Alah, sampe segitunya ya ? hehehe. Bagi aku, love is love, give is given, kalo namanya memberi ga usah di hitung dengan value. Kalo cinta ya berarti berkorban, kalo berkorban ya berarti memberi, memberi yang tulus ya memberi yang ga memiliki quantity, walaupun berakhirnya sakit, ya itulah hidup…..

    Kan ga mungkin hidup penuh curiga, tanda tanya, selamanya.

    Posted by Raffaell | October 30, 2010, 9:27 am
  4. gak tertarik untuk memilikinya juga ya Mba 🙂

    Posted by haitami | October 31, 2010, 7:47 pm
  5. mmm.. ssh, tpbnr mbak, cinta itu kayak investasi, scr khan bwt ms depan jg.. hehehe

    Posted by sarahtidaksendiri | November 4, 2010, 11:14 am
  6. ya, pernah dengar juga sebelumnya soal beginian dan ternyata ngomong emang jauh lebih mudah daripada penerapannya makanya saya ngak pernah bisa sukses menerapkannya 😳

    Posted by orange float | December 26, 2010, 7:39 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

October 2010
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: