you're reading...
daily's blings

Bisakah Kamu Tidur Nyenyak Malam Ini?

Seorang lelaki.

Koruptor.

Mengais uang, mengisi tabungan, berfoya-foya, bersenang-senang, dengan uang yang didapatnya melalui cara-cara yang tak halal. Uang rakyat disulapnya menjadi mobil-mobil mewah, yang disimpan dalam garasi rumah-rumah yang sangat mewah, dan disimpan selagi lelaki itu berkelana keliling dunia, dari benua satu ke benua yang lainnya, menginap di hotel mahal satu ke hotel mahal lainnya.

Uang rakyat disulapnya menjadi berlian untuk istri, tabungan untuk anak-anaknya, sekaligus menyekolahkan mereka setinggi langit.

Permisi, Pak. Boleh aku tanya sedikit saja.

“Bisakah kamu tidur nyenyak karena telah merampas uang yang bukan menjadi hakmu?”

**

Seorang perempuan.

Konspirator ulung sebuah kasus yang melibatkan banyak rahasia. Membunuh nama baik seseorang, meludahinya dengan konspirasi-konspirasi tingkat tinggi yang tak terjangkau daya pikir manusia biasa.

Bayar sana sini untuk mendapatkan alibi.

Sekalipun berhasil masuk dalam jeruji, tapi kemudian dilepas kembali.

Sementara ada orang lain yang terpuruk dalam penjara dan terancam hukuman mati, padahal ia tak bersalah. Tidak ada yang salah atau benar, bagi perempuan itu. Yang ada hanyalah, adakah uang untuk menutup mulut atau tidak.

Permisi, Bu. Maaf, aku mau tanya sedikit saja.

“Bisakah kamu tidur nyenyak malam ini, sementara ada orang lain sedang meringkuk di dalam jeruji besi dan menanti hukuman mati padahal kamu yang bersalah?”

**

Dan seorang lelaki.

Lelaki yang kukenal.

Lelaki yang mungkin dibenci semua orang, kecuali aku. Bukan karena aku memiliki hati seperti Malaikat,  tapi aku hanya berusaha untuk tidak menghakimi orang lain. Itu saja.

Lelaki itu adalah seorang kawan yang tak pernah kusentuh kulitnya, tak pernah kuraba kehidupannya, tak pernah kuusik hatinya, sekalipun setiap hari kami berbagi tawa dan cerita, serta beberapa kali berdiskusi panjang tentang hal-hal yang sedang menjadi topik pembicaraan di media massa.

Kupikir dia tak seperti yang disangka orang.

Kupikir dia lelaki yang memang tidak beruntung karena tak berhasil memukau publik dengan pesona kepribadiannya, tak seperti seorang kawanku yang lain, yang memukau semua mata karena ketampanannya, atau seseorang lagi yang memukau karena kepandaiannya.

Kupikir dia hanya menjadi salah satu korban penghakiman yang tak perlu, sampai akhirnya hari ini, sore ini, dia telah membuktikan padaku, bahwa dia bukanlah lelaki yang baik.

Fitnah dihembusnya kencang-kencang.

Tak hanya namaku yang menjadi taruhan, tapi juga masa depanku.

Tak hanya marah yang kurasakan, tapi kecewa yang tak berkesudahan.

Tak hanya sedih yang kurasakan, karena aku pun menangis hebat karenanya!

Fitnah itu berhembus, bergulung-gulung bak sebuah badai hebat yang meluluhlantakkan ketegaranku. Mengusik kedamaian hatiku. Mengoyak perasaanku. Mengusir pergi rasa simpatiku padanya.

Dia, lelaki yang kusangka baik itu, ternyata membuktikan siapa dirinya, bagaimana dirinya, seburuk apa kepribadiannya.

Fitnah keji itu dikunyahnya perlahan, seperti mengunyah permen karet manis yang betah berada di dalam rongga mulutnya.

Sementara fitnah itu terkunyah, aku musti berjuang agar tetap berdiri tegak, melawan gelombang badai yang siap menjatuhkanku, bahkan mungkin menggulungku utuh-utuh, lalu mencabik-cabik tubuhku setelahnya.

Aku dibuatnya menangis karena kecewa.

Aku dibuatnya menangis karena tak menyangka.

Lelaki itu, kawanku itu, ternyata memfitnahku dengan kejamnya.

Sekarang, permisi sebentar, Pak.

Aku mau tanya sedikit saja.

“Bisakah kamu tidur nyenyak malam ini, setelah apa yang sudah kamu lakukan pada seorang perempuan yang tak pernah salah apapun padamu, tak pernah berburuk sangka padamu, tak pernah berencana jahat apapun padamu, sehingga membuatnya harus siap-siap kehilangan segalanya?”

Bisakah?

**

Tapi, sudahlah.

Aku tak akan mengurusi tidur si Koruptor tadi.

Aku tak akan mengurusi tidur si Konspirator tadi.

Aku juga tak akan mengurusi tidur si Kawan yang ternyata memfitnah itu tadi.

Yang ingin aku urusi saat ini adalah satu hal saja:

Bagaimana caranya supaya aku bisa tidur dengan nyenyak malam ini, dengan himpitan masalah yang diciptakan oleh seorang lelaki.. Lelaki yang kuharap tidurnya bisa nyenyak di samping seorang istri, usai mencium kening dua putera-puterinya…

***

Kamar, Rabu, 21 April 2010, 9.38 Malam
Kepada Kawanku yang semoga, semua yang dia lakukan padaku, akan bermanfaat untuk kehidupannya…

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

20 thoughts on “Bisakah Kamu Tidur Nyenyak Malam Ini?

  1. aduh, mbak Lala nyakitin banget sih orang seperti itu moga2 aja dia segera dapat balasan,
    pasti nanti kebenaran akan terkuak, yang sabar ya,

    Posted by monda | April 21, 2010, 9:55 pm
  2. orang bertiga itu sama2 ngga nyenyak tidurnya, trus rame2 ngetok pintu kamar Lala:mrgreen:

    aih! yang pake hem kotak2 itu Lala ya? beda banget tanpa rambut panjangnya. **cantik yang berbeda😀

    Posted by nakjaDimande | April 21, 2010, 10:20 pm
  3. pake rumus om nh ,ada 3 hal la :

    1. yang pertama pasti bukan saya,karena belum punya istri dan gak punya uang buat beli berlian hehehe😀

    2.yang kedua juga pasti bukan saya,karena jenis kelaminnya beda:mrgreen:

    3. yang ketiga juga bukan saya,karena saya gak pernah memfitnah lala,dan tidur saya alhamdulillah nyenyak terus tiap malam,malah cenderung kebablasan😀

    nasehat seriusnya buat lala : tawakal ya la,Tuhan gak pernah tidur,jadi maha tau apa yg terjadi,insya Allah ini malah jadi penghapus dosa2 kamu (difitnah) kelak di yaumil hisab🙂

    Posted by didot | April 21, 2010, 10:56 pm
  4. Anjing menggonggong kafilah berlalu. Ga usah terlalu pusing mikirin kebobrokan mental orang lain🙂

    Be the good and spread the good — that’s the only way exist to make a better life.

    Posted by Dewa Bantal | April 21, 2010, 11:24 pm
  5. ah…ada yg menyebar fitnah rupanya..
    sabar La.. semoga orang itu diberi kesadaran.. bahwa dia salah..

    doakan yang baik2 saja..🙂

    Posted by anna | April 21, 2010, 11:38 pm
  6. everything should be okay in the end, if it’s not okay then it’s not the end…
    *kok keinget curcol di twitter kemaren*

    sabar ya laaaa… kebenaran itu ga perlu diperebutkan kok, karena dia akan menemukan jalannya sendiri…

    al iz weeel… *puk puk Lala*

    Posted by Chic | April 22, 2010, 8:48 am
  7. yah biarkan Tuhan aja yang membalas ya…🙂

    Posted by arman | April 23, 2010, 1:43 am
  8. hanya orang bodoh saja yang mempercayai fitnah itu. orang lain pasti menilai apa benar isu yang disebarkan itu benar adanya

    Posted by orange float | April 23, 2010, 3:23 pm
  9. Sabar Jeung…

    Posted by Bunalie | April 23, 2010, 5:35 pm
  10. Kayaknya dia ga bisa tidur nyenyak…😦

    Posted by Asop | April 23, 2010, 10:06 pm
  11. Bagaimanapun yang benar akan tetap benar …
    yang curang akan tetap curang
    yang menelikung pun akan tetap menelikung …

    Nyenyak atau tidak tidurnya …
    Biarlah dia saja yang menikmati …

    suatu saat nanti bahkan dia tidak akan pernah bisa tidur La …
    tak akan pernah bisa tenang …

    So …
    Be strong ya La …

    Semoga kebenaran segera terungkap

    Salam saya

    Posted by nh18 | April 24, 2010, 1:02 am
  12. Yang berada di pinggir jlan
    di gubug gubug kertas
    di kolong jembatan

    mereka tidak korupsi, tapi tidurnya masih tidak nyenak. Apalagi yang kurupsi …

    Posted by mandor tempe | April 24, 2010, 3:30 am
  13. ikhlaskanlah perbuatannya. Jangan dendam tapi doakan semoga dia segera menemukan azabnya heheheheh

    Salam bentoelisan
    Mas Ben

    Posted by Mas Ben | April 24, 2010, 12:02 pm
  14. Mudah resep tidurnya say…shalat dan tidurlah dalam keadaan bersuci. Doakan siapapun dia yg sudah berlaku tak baik padamu agar dibukakan hatinya…I’ve done this many times…and it works most of the time🙂 how’s life dear?

    Posted by 1nd1r4 | April 25, 2010, 6:24 pm
  15. O ya, don’t forget to forgive him🙂

    Posted by 1nd1r4 | April 25, 2010, 6:25 pm
  16. dia tak akan pernah tidur nyenyak lagi
    karena mengingat mu teruuuuus

    Posted by gerhanacoklat | April 26, 2010, 4:42 pm
  17. Mungkin ke-3 nya justru tidur sangat nyenyak, sebab orang2 yg sudah biasa melakukan kejahatan dan lolos dengan selamat akan punya rasa percaya diri yang tinggi, mereka ga akan gelisah sebab tuhan mereka bukan lagi Tuhan, melainkan uang dan keberhasilan, selama mereka memiliki kedua hal tersebut, mereka akan tidur sangat nyenyak. Kalau kedua tuhan mereka tsb. yg terancam goyah, barulah mereka tidak bisa tidur nyenyak.

    Posted by g | April 28, 2010, 11:30 am
  18. kalimat penutupnya dahsyat pisan

    Posted by depz | April 28, 2010, 12:13 pm
  19. Nyenyak ? wahh mana bisa tidur nyenyak kalo sebagian udara ini ngga ada, hahaha

    Posted by Raffaell | April 28, 2010, 12:56 pm
  20. semoga yg memfitnah itu,akan menuai kelakuannya sendiri.
    masalah tidurnya nyenyak atau tdk , biarlah yg bersangkutan yg tau.
    Tetap tabah, sabar dan semangat ya Jeung
    salam

    Posted by bundadontworry | May 11, 2010, 5:14 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

April 2010
M T W T F S S
« Mar   May »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: