you're reading...
daily's blings, It's me... today

Lelaki yang Diam

Seorang Lelaki berdiri di dalam ruang gelap yang sama sekali tak bercahaya. Dengan keluh kesahnya, dengan sedihnya, dengan lukanya, dengan masa lalunya, dengan impian masa depannya, dia berdiri di sana, sendiri, dalam gelap, dalam ruangan yang tak bercahaya, dalam nafas yang terhembus perlahan. Satu, satu, demi satu.

Tidak butuh paranormal untuk tahu bahwa dia sedang terluka.
Mata telanjangku bahkan bisa mengetahui semua yang tak nampak di depan mataku.

Intuisiku, kata hatiku, perempuan yang menjerit di dalam isi kepalaku, mengatakan bahwa dia sedang dimanjakan oleh rasa tak biasa. Rasa sakit yang menjelma dalam pori-pori kulitnya, menguarkan rasa pedih yang luar biasa.

Aku bukan paranormal untuk tahu, karena intuisi perempuanku mengamatinya dengan jelas, bahwa dia, lelaki itu, lelaki yang berdiri sendiri dalam gelapnya itu, kini sedang terluka dan tak mau bicara.

“Kamu baik-baik saja?” tanyaku dari luar ruangan yang gelap, tanpa cahaya sama sekali, dengan pintu yang terkunci.

Lelaki itu diam.

Kuketuk pintunya lagi.

“Apa yang kamu lakukan di dalam sana?”

Aku hanya khawatir kalau kesepian dan kesendirian itu membutakan nalurinya, membutakan hatinya, membutakan pemikirannya bahwa selalu ada orang-orang yang menunggunya keluar dari ruang gelap itu. Aku takut dia tertelan oleh arus sepi yang mengurungnya setiap ia memandang langit senja yang menerbitkan rasa pilunya itu.

Aku terus mengetuk pintunya, dan ia bergeming. Diam. Tak berkata apa-apa.

“Kamu tahu, aku ada di luar sini.”

Masih diam.

“Kamu tahu, aku tidak pernah pergi kemana-mana.”

Masih diam.

“Kamu tahu, aku selalu ada di sini, menunggumu membuka pintu dan membagi sepimu bersamaku.”

Masih diam.

“Aku…”

Lelah, kataku pelan.
Sakit, kataku lebih pelan.
Perih, kataku sambil menahan air mata.

Tapi tak kukatakan padanya karena aku tahu, setiap tetes air mataku bisa jadi akan membuat bulir-bulir hangat mengalir pula di sepasang matanya.

Tapi tak kukatakan padanya karena aku tahu, aku ingin memberinya energi, bukan rasa lelah yang kubopong sendiri karena menunggunya yang terdiam terlalu lama.

Aku hanya bilang padanya, sambil mengetuk pintu itu perlahan, “…di sini. Selalu di sini. Menunggumu keluar setelah puas kau resapi sedihmu sendiri. Aku tidak akan kemana-mana, aku tidak MAU kemana-mana… Ya, sampai lelah itu habis kau sesap dan kau ingin memeluk seseorang untuk menghilangkan segala gundah…”

Dan lelaki itu masih diam.

Aku bukan paranormal atau memiliki penglihatan semacam Superman untuk menembus ruangan gelap berpintu tertutup itu lalu mengetahui apa reaksinya.

Karena aku cuma seorang perempuan yang tak pernah berhenti menyayanginya.

Menyayangi seorang lelaki.

Lelaki yang sedang diam.

***
Kantor, Senin, 5 April 2010, 5.08 Sore

Ps. Lagi pingin sendirinya karena lagi ada masalah sama Kekasih hati… hehe.. payah, ya? Udah umur tiga puluh masih kayak anak remaja ajah… πŸ™‚

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

13 thoughts on “Lelaki yang Diam

  1. β€œSalam KENAL dan Saling MENGUNJUNGI serta SALING BERBAGI…
    Wah…WEBSITENYA INFORMATIF.Oya, bisa tukeran BANNER/ LINK ga yah…???”

    http://DUTACIPTA.WORDPRESS.COM
    πŸ™„

    Posted by denindodutacipta | April 6, 2010, 4:13 pm
  2. Gimana dengan theme song-nya Efek Rumah Kaca, Laki-laki Pemalu.. :mrgreen:
    *OOT*

    Posted by Asop | April 6, 2010, 4:24 pm
  3. bagus la…
    sudah cepet kembali nulis lagi nih, ngga sampe sehari kan?
    kamu ngga bisa lari dari keinginan menulis kok
    seberapapun kamu bilang mau hiatus
    (dan demikian pula dgn fb-an hihihi)

    EM

    Posted by ikkyu_san | April 6, 2010, 4:41 pm
  4. ow saya pikir cinta tak berbalas :mrgreen:

    Posted by Chic | April 6, 2010, 4:46 pm
  5. Masalah hati gk kenal umur mb.
    Eniwe, seneng mb gk jd hiatus. Krn justru dgn menulis kita mjd tdk larut dlm kesendirian krn byk tmn2 kita di sini. Ya kn mb? (duh, sy merasa tll cerewet. Muuph!)

    Posted by yustha tt | April 6, 2010, 5:18 pm
  6. nah itu ketauan deh masalahnya hehehe… πŸ˜€

    btw kalo dari tagnya ini jelas bukan fiksi hahahaha :mrgreen:

    Posted by didot | April 6, 2010, 6:25 pm
  7. moga2 masalahnya bisa cepet selesai ya…

    Posted by arman | April 7, 2010, 1:18 am
  8. aduh, kangen nulis fiksi lagi ih… 😦

    bagus banget tulisanmu, la. jadi iri πŸ˜€

    Posted by venus | April 7, 2010, 12:08 pm
  9. hmmm…lagi melankolis rupanya πŸ˜€

    btw, keknya semakin sendu semakin banyak yang bisa ditulis neh..ho..ho πŸ™‚

    Posted by Oyen | April 8, 2010, 11:06 am
  10. alhamdulillah udah gak hiatus lagi…

    hm, mungkin si kekasih lagi pengen berpikir, larut dalam apa yang dirasa dalam hatinya. tapi yakinlah, dia tau kalo kamu selalu ada buat dia.

    keep smiling La..

    Posted by anna | April 8, 2010, 11:54 am
  11. there she goes again … (and again …)

    Posted by nh18 | April 8, 2010, 8:56 pm
  12. semoga cepat “sembuh”….

    Posted by ardee | April 10, 2010, 10:51 pm
  13. Yang sabar ya Jeung, ntar kalo laper juga keluar kok…..

    (hehehe… becanda aja yuuk…)

    Posted by chocoVanilla | April 20, 2010, 3:14 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

April 2010
M T W T F S S
« Mar   May »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: