you're reading...
Fiktif

Jangan Ketuk Pintuku

Lelaki itu datang ketika aku tidak percaya cinta, lalu kubiarkan ia mengacak-acak seluruh isi ruangan di hati sambil berdoa semoga dia tidak memecahkan beberapa koleksi patung-patung kristal yang telah kutata sedemikian rupa.

Lelaki itu datang ketika aku tidak percaya cinta, lalu kubiarkan dia meminjam hatiku untuk dibawanya pergi, yang katanya, ia akan menjaganya baik-baik.

Ya, aku kembali berdoa, semoga dia menjaganya dengan baik, seperti aku yang selalu berhati-hati menjaga hatiku sendiri.

Aku tidak pernah membiarkan cinta menyapa, karena aku tahu bagaimana sakitnya ketika hati meradang perih. Aku tidak pernah membiarkan cinta menyentuh, karena aku mengerti benar kalau akhirnya aku hanya kecewa lagi.

Cinta bukan rasa yang ingin kukecap. Oh, tidak. Aku bahkan tidak ingin bermimpi untuk merasakannya kembali. Tidak dalam seribu tahun. Aku sudah bahagia dengan hidupku. Aku bisa tersenyum kepada kesendirianku.

Oh, tentu, aku kesepian. Tapi rasa sepi jauh lebih indah dibandingkan rasa sedih, kan?

Jadi aku pun memilih sendiri dan membiarkan cinta lewat begitu saja tanpa kutoleh sedikitpun, sampai lelaki itu datang. Lagaknya meyakinkan, gayanya sangat gentle, seolah menjanjikan Surga di kedua telapak tangannya.

Dia bilang, “Aku akan kembali,” tapi nyatanya, dia pergi dengan seluruh mimpi.

Sekarang, aku terdiam saja.

Menyaksikan kebodohan itu sekali lagi.

Sambil berharap, semoga cinta tidak pernah mengetuk pintu lagi, kalau dia memang hadir untuk menyapa lalu pergi, bukan untuk tinggal dan menetap selamanya di sini…

***

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

11 thoughts on “Jangan Ketuk Pintuku

  1. ini fiksi kan la? :mrgreen: keliatannya begitu sih dari tagnya hehehehe 😀

    Posted by didot | April 4, 2010, 10:33 pm
  2. ikutan menyimak Jeng

    Posted by sunarnosahlan | April 4, 2010, 11:09 pm
  3. Hmmm…. lalu apakah cinta itu benar2 kembali? 🙂

    Posted by Asop | April 5, 2010, 7:25 am
  4. are you oke la?
    jadi inget lagu dewa “cinta kan membawamu kembali” 😀

    hope everything gonna be okey ya la…and segera seseorang akan mengetuk pintu hati mu dan langsung memasuki rumah bersama-sama. gak usha pake nunggu jalan2 dulu deh 😉

    Posted by Ria | April 5, 2010, 8:29 am
  5. hmm yang kutahu Cinta itu datang bagaikan pencuri di malam hari, terutama bagi yang lengah. Dan yang pasti pencuri tidak pernah mengetuk pintu 🙂

    EM

    Posted by ikkyu_san | April 5, 2010, 8:34 am
  6. salam kenal

    Posted by Coretan Sayang | April 5, 2010, 8:52 am
  7. hm… berharap ini bener2 fiksi La… 🙂

    Posted by anna | April 5, 2010, 9:02 am
  8. sometimes love hurts, tapi jangan sampe jadi trauma… harus tetep berharap dan believing.. 🙂

    untung cuma fiktif ya.. bukan beneran ya La… hope you never feel that way… 🙂

    Posted by Arman | April 5, 2010, 10:15 am
  9. ku datang lagi
    mengetuk pintumu
    tuk ulurkan tali
    persahabatan…..

    Posted by mikekono | April 5, 2010, 10:57 am
  10. under: Fiktif
    really?

    Posted by yustha tt | April 5, 2010, 4:08 pm
  11. bukan pengalaman pribadi kan ?????

    Posted by orange float | April 7, 2010, 4:54 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

April 2010
M T W T F S S
« Mar   May »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: