you're reading...
Thoughts to Share

Nothing, Everything

Oprah & Nate

Ada yang seru di acara Oprah Show, siang tadi. Aku memang paling suka kalau Oprah sudah mengupas soal make over, entah itu penampilan fisik atau perubahan interior sebuah rumah. Seru aja melihat metamorfosa keren itu; dari seseorang yang biasa saja menjadi bak seorang artis di red carpet perhelatan Oscar, sampai ke rumah bobrok menjadi sebuah rumah impian. The significant beautiful changes that make me go WOW!

Siang tadi, Oprah bercerita tentang bedah-bedah rumah. Wah, langsung deh anteng di depan tivi melihat Oprah dengan rekannya, Nate, design interior ganteng, bekerjasama membantu empat keluarga di sebuah suburban untuk mendekor ulang rumah mereka.

Rupanya, badai krisis ekonomi yang menggulung di Amerika, terasa sekali impactnya untuk keluarga-keluarga di sana. Biaya hidup menjadi tinggi sementara pemasukan tidak seberapa. Belum lagi ada keluarga yang musti menghabiskan banyak biaya untuk mengobati kankernya. Berat sekali untuk mencukupi biaya hidup sehari-hari mereka, jadi jelas tidak mungkin mengeluarkan bujet untuk merenovasi rumah mereka. Malah, ada keluarga yang sudah memulai membangun rumah mereka, tapi terpaksa harus berhenti karena tak punya biaya untuk melanjutkan.

Nate ditugasi untuk ‘membereskan’ itu. Biasanya, sih, Nate tinggal mengobservasi rumah, melihat-lihat apa yang dibutuhkan, lalu mencari barang-barang yang dia butuhkan, tanpa perlu melihat seberapa besar jumlah Dollar yang musti dihabiskan untuk mempercantik rumah seseorang. Tapi kali ini, tantangan buat Nate adalah dia hanya diberi bujet 500 Dollar saja untuk masing-masing keluarga– biasanya sampai beribu-ribu Dollar – dan dia harus memanfaatkan semua barang-barang yang ada.

Apa yang dimaksud dengan ‘semua barang-barang yang ada’?

Keempat keluarga itu harus bersukarela ‘membuang’ barang-barang yang tidak mereka butuhkan. Apapun itu. Meja, sofa, lemari, lampu, lukisan… anything! Dan dengan segera, mereka pun mengeluarkan seluruh barang-barang yang tidak mereka butuhkan dan mengumpulkannya di sebuah pelataran – seperti garage sale – dan keempat keluarga itu pun terlihat excited dengan hasil temuan mereka.

Keluarga A jatuh cinta dengan lemari milik keluarga B.

Keluarga B jatuh cinta dengan sofa milik keluarga C.

Keluarga C jatuh cinta dengan lampu milik keluarga D.

Dan keluarga D pun jatuh cinta dengan meja milik keluarga A.

Mereka sangat excited dan berharap kalau Nate bakal mewujudkan keinginan mereka itu; memilih barang-barang yang mereka suka untuk diletakkan dalam ruang tamu mereka, sekalipun mereka tahu, it was all up to Nate.

Setelah barang-barang terkumpul, dengan sejuta ide di kepala, Nate berangkat menuju Target, sebuah toko semacam Mitra 10 gitu, deh. Dia berbelanja dan berbelanja; mulai dari karpet sampai bantalan kursi. Dia musti segera menuntaskan belanjanya karena empat rumah siap direnovasi telah menunggu. Dia hanya punya sehari semalam untuk melakukan renovasi besar-besaran dengan bujet kecil-kecilan. Barang-barangnya pun diambil dari barang-barang milik orang lain. Duh, Nate sendiri sudah hampir putus asa!

Tapi bukan Nate namanya kalau dia kalah dalam pertarungannya.

Setelah dua puluh empat jam, dia berhasil membuat empat keluarga terlonjak kesenangan!

Bukan hanya karena mereka akhirnya mendapatkan ruang keluarga yang mereka inginkan, bercitarasa tinggi, nyaman, dan hangat, tapi mereka juga mendapatkan barang-barang yang sudah mereka incar sejak garage sale kemarin!

Keluarga A mendapatkan lemari milik keluarga B.

Keluarga B mendapatkan sofa milik keluarga C.

Keluarga C mendapatkan lampu milik keluarga D.

Dan keluarga D pun mendapatkan meja milik keluarga A.

Mereka terlonjak girang bukan kepalang.

They finally had their dream living room, with their favorite item in the room, only with 167 USD per family!

Nate fantastis, bukan?

**

Siang tadi, I began to think.

Usai menonton acara Oprah, mendadak aku terpikir pada sesuatu, that we have to appreciate every little thing we have right now, no matter how ordinary it is.

Familiar dengan istilah: “Rumput tetangga jauh lebih hijau”, kan?

Apa artinya?

Tentu saja berarti: “Rumput kita pun jauh lebih hijau daripada milik tetangga.” Ini kalau dilihat dari sudut pandang tetangga kita.

Nah.

Dari acara tadi, aku tahu kalau apapun yang kita anggap nothing, bisa jadi everything untuk orang lain.

Useless cupboard, yang menyempitkan ruang keluarga dan membuat gerak menjadi sesak, malah menjadi hiasan yang sangat menarik untuk ruang keluarga orang lain. Juga useless lamps, useless desks, useless sofa… barang-barang itu menjadi the center of the room, yang memberikan nilai lebih pada sebuah rumah orang lain.

Doesn’t it surprise you?

Bahwa hal-hal yang kita anggap sudah tidak berguna, malah menjadi idaman untuk orang lain.

Bahwa hal-hal yang kita anggap remeh, malah menjadi segalanya buat orang lain.

Dan kita tak akan pernah menyadarinya sampai seseorang terlonjak girang ketika memiliki apa yang telah kita buang!

Di dalam hidup, kupikir juga sama saja.

Seringkali kita menganggap apa yang kita punya; entah itu ability untuk melakukan sesuatu atau benda-benda yang kita anggap sudah sangat ketinggalan jaman, adalah nothing. Kita merasa tidak memiliki apapun yang bisa dibanggakan. Tapi pernah, nggak, kita meluangkan waktu untuk diam, bermeditasi mungkin, lalu berpikir bahwa apapun yang kita miliki saat ini mungkin adalah Surga buat orang lain?

Kita pandai menyanyi tapi tak merasa istimewa. Seandainya sedikit cuilan bakat menyanyi itu kita bagi ke orang yang suaranya fals, pasti dia akan girang-gemirang bukan kepalang!

Ponsel kita cuman Sony Ericsson seri walkman dan merasa kurang spesial karena nggak punya BlackBerry. Seandainya mau melek sebentar, ada banyak yang ponselnya nggak sebagus yang kita miliki. Dan kalau saja Sony Ericsson itu dibuang ke tong sampah, pasti banyak yang sudi memungutnya! – iya, deh, ini curahan hatiku, kok! Hehe.

Why we feel less special and don’t have anything that we can proud of… when actually, Tuhan telah mencukupkan apa yang sudah seharusnya kita miliki. Segala talenta, segala kebendaan, segalanya yang sudah ada dalam rengkuhan tangan kita adalah yang terbaik. Dan bersyukur adalah satu-satunya cara untuk memahami bahwa kita memang spesial dengan segala kelebihan itu, kelebihan yang tidak pernah kita sadari sampai kita mengetahui bahwa other people would do anything to have what we have right now

Tapi, masihkah kita harus menunggu reaksi orang lain untuk appreciate all the things we have? Padahal kita sudah tahu kalau kita telah memiliki everything?

Hm.

Entah denganmu, tapi aku tak mau menunggu lebih lama lagi untuk mengetahui bahwa aku spesial. Bahwa dengan segala potensi yang aku miliki saat ini, aku mensyukurinya. Bahwa dengan segala kekurangan yang aku miliki saat ini, aku juga mensyukurinya.

Karena aku tahu, ‘rumput’ku jauh lebih hijau ketimbang ‘rumput’ tetangga.

Karena aku juga tahu, kalau my ‘nothing’ is their ‘everything’.

Buat apa menunggu untuk bersyukur kalau semuanya sudah kuketahui saat ini, bukan?

sembari menghela nafas, mengatur nafas dengan baik, lalu merasakan Tuhan dalam segala tarikan nafas yang aku punya… Terimakasih ya, Allah, untuk ajaranMu yang Kau sampaikan lewat Oprah siang tadi sehingga membuatku semakin tahu bagaimana caranya untuk terus bersyukur atas setiap hal kecil yang sudah Kau berikan buatku, sampai umurku sekarang ini…

***

Kamar, Sabtu, 3 April 2010, 9.58 Malam

About Lala Purwono

Published writer (or used to be, darn!). A wife. A mom. A friend that you can always count on.

Discussion

7 thoughts on “Nothing, Everything

  1. La… aku juga nonton tadi siang!
    dan ada satu quote dari acara tadi yang aku suka

    “what we have is more than enough”

    that quote was said by Oprah in the end of the show. setelah acara ‘bersih-bersih’ dan rapi2 garasi dan lemari dari salah satu keluarga yang rumahnya di-make over ama Nate.

    kadang, kita sering lupa dengan apa yang sudah kita punya. pengennya ngeliat yang di ‘halaman sebelah’.

    met tidur La.. 🙂

    Posted by anna | April 3, 2010, 11:23 pm
  2. aku gak pernah nonton acara oprah lagi la
    tapi tulisan elo aja udah cukup buat gw baca
    karena selalu bisa nambah kesadaran bwt gw
    keep spirit say!!

    Posted by gerhanacoklat | April 4, 2010, 12:57 am
  3. lah ga pernah nonton si oprah, nontonin blog mulu heheh

    Posted by richo | April 4, 2010, 11:09 am
  4. posting yang bagus. Belajar dari banyak hal untuk selalu bersyukur.
    Salam kenal.

    Posted by mahesapandu | April 4, 2010, 9:40 pm
  5. pernah denger istilah “one man’s garbage is another man treasure ?? ”

    well si nate and oprah udah berhasil membuktikan hal ini kan ??

    Posted by didot | April 4, 2010, 10:32 pm
  6. bener banget tuh pemikiran lu La. cuma ya namanya manusia ya, refleks aja emang suka iri sama si ini si itu. hehe. tapi thanks for reminding, kalo sebenernya emang kita gak perlu iri sanan sini karena pasti ada orang2 lain yang juga iri ama kita… 🙂

    btw kalo suka acara yang ngerombak2 rumah gitu coba nonton extreme home make over deh. bagus tuh acaranya. yang dirombak rumahnya tuh rumah orang2 yang biasanya jadi inspiration di neighborhoodnya. atau yang kesusahan karena ada anaknya yang cacad atau gimana gitu… rumahnya bener2 dirombak sampe keren banget dan ngeliat mereka dan cerita2nya bikin terharu deh…

    ngomongin tentang perabotan orang lain yang bisa berguna buat orang lain lagi itu bener juga tuh. kalo disini banyak yang suka garage sale. jadi barang2 yang udah gak dipake di jual murah di pinggir jalan. gua setelah 2 th tinggal disini, baru kemaren mampir di garage sale orang. pas kebetulan lewat aja gara2 ngeliat ada standing lamp. kebetulan kita punya standing lamp yang sama persis buat di kamar andrew dan pikiran mau nambah satu lagi biar lebih terang. eh ternyata selain standing lamp, ada coffe table yang bagus juga. gak gede sih tapi lumayan juga. kebetulan kita gak punya meja juga di living room. dan 2 benda itu total gua bayar $5 doang! hehe. asik ya… 😀

    Posted by Arman | April 5, 2010, 9:51 am
  7. Aku gak suka show nya oprah soalnya terlalu borju aja menurutku. Tapi memang kalau sudah tentang makeover fisik / house, aku juga ikut enjoy aja hahaha…

    Kayaknya yang ini perlu dicari di youtube deh. Ntar di cek ah.

    Posted by Dewa Bantal | April 5, 2010, 3:12 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

April 2010
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: