you're reading...
Fiktif

I’m Getting Divorced

“I’m getting divorced,” he said.

Aku terdiam. Menundukkan kepala. Tak berani menatap kedua bola matanya yang mungkin kini sedang berusaha mencari sesuatu di kedua biji mataku. Tidak, tidak. Aku tidak berani. Ada sesuatu di dalam mataku yang ingin kusembunyikan darinya. Dia tidak perlu tahu.

“I’m getting divorced, Dear,” he said it again.

Ya, ya, ya. Aku dengar. Aku mendengarnya. Kamu akan bercerai. Kamu akan meninggalkan istrimu. Usia perkawinan kalian yang baru seumur jagung itu akan kamu akhiri dalam waktu dekat. Usai sudah perkawinan kalian yang telah menghasilkan seorang bayi kecil usia delapan bulan yang lucu dan sehat. Selesai. Akan selesai, dalam hitungan minggu.

“Hey, didn’t you hear me?” he asked

Oh My God! Tidakkah kamu tahu kalau aku sedang berjuang untuk tidak mendengarmu? Menulikan apa yang aku dengar? Berpura-pura kalau telingaku tidak berfungsi sebagaimana mestinya? Berpura-pura bahwa kamu tidak mengatakan apapun?

Tentu aku mendengarnya, Bodoh! Aku mendengar semuanya! Dan percayalah, aku tidak ingin tahu!

“You were right,” he said. “She was not a good woman nor a wife…”

Aku tidak pernah mengatakannya. Aku hanya bilang kalau aku tidak pernah setuju dengan pernikahan yang dilakukan tanpa restu dari orang tua. Itu saja. Seandainya aku punya keberanian untuk bilang sesuatu di depan hidungmu, aku hanya akan bilang, “Jangan nikahi siapapun kecuali aku!”

Tapi apa? Aku tidak berani! Mulutku tersekap sempurna saat kamu mengabariku soal pernikahan itu. Tentang calon istrimu yang tengah mengandung beberapa bulan. Tentang Ibundamu yang tak pernah setuju dengan keputusanmu untuk pindah keyakinan karena cinta saja. Ya, tentang Ibunda tercintamu yang kemudian memilih untuk tidak pernah mau memberikan restu sekaligus tak datang di hari bahagiamu itu.

Aku tak berani bilang apa-apa.
Termasuk bilang kalau aku tak pernah berhenti mencintaimu, sekalipun kamu telah menjadi seorang Ayah dari bayi perempuanmu yang sebentar lagi akan kamu tinggalkan….

“I know, I’m not supposed to call you again and disturb you with my fucking problem…”

Tanpa cerita tentang perceraian itu, you already have disturbed me with your charms and our memories together!

“…but then again, I could never find anyone to talk to but you.”

Aku terdiam.

“Because deep down inside I always know.. that I need you… that you are the one who makes me feel… special.”

Shit! Do you have to do this? Do you have some kind of a radar to know that I’m now happy and you want to shit all over it? Kamu punya radar untuk mengetahui bahwa aku sedang melanjutkan hidupku dengan seseorang yang lain, setelah berjuang mati-matian untuk melupakanmu dua tahun belakangan ini, dan kamu begitu ingin untuk menghancurkan kebahagiaan itu sampai berkeping-keping?

I am happy now. With my life. With this guy. With this anonymous feeling I have for him. Aku tahu, aku butuh waktu untuk mengetahui bagaimana perasaanku pada lelaki ini, tidak seperti aku yang selalu tahu apa yang aku rasakan setiap kali aku bersamamu. Tapi, aku menikmati semua detik yang aku lewati untuk mengetahui semua ini… Do you hear me? I’m happy to do that!

“I know, it means nothing to you right now, but…”

Hening ini seolah mengejekku. Mengejek degup jantungku.

“…I think, I always loved you.”

Dia menggenggam tanganku sebentar, lalu berkata, “God, I’m glad to finally admit it to you.”

Dan aku tak tahu harus mengatakan apa-apa.
Ya, air mata yang turun dari kedua mataku telah menjelaskan semua ribuan kata yang tak sempat terucapkan ketika sosoknya berlalu pergi…. sekali lagi… dari hadapanku….

….tapi tak pernah dari hatiku.

***

Kamar, depan televisi
Untuk sahabatku

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

13 thoughts on “I’m Getting Divorced

  1. jeung… ini kisah nyata ya ? kadang godaan datang ketika kita hampir yakin dengan pilihan kita saat ini..

    kadang itu berat.. jujur cerita diatas pernah ku alami..
    untung aq belum sempat tergoda dengan dirinya yg sebenarnya butuh diriku disaat dia sedang sulit..😦
    lahh kok jadinya aq yang curhat…

    semoga berjalan dengan baik2 aja ya jeung🙂

    Posted by delia4ever | April 1, 2010, 11:47 pm
  2. aduh… jadi speechless… kenapa yang cewek gak ngomong aja?? hehe

    nice story la..

    Posted by arman | April 2, 2010, 12:56 am
  3. judulnya itu lho la😯

    kesannya gemana getoh?? nikah aja belum kok si lala mau minta cerai hehehehe:mrgreen:

    Posted by didot | April 2, 2010, 7:12 am
    • hahaha… dot.. sama an dong.. ketika baca judulnya aku langsung nebak, pasti fiksi nih… heheh. piss La…🙂

      eh, tapi ini kan based on true story gitu lho…
      ya gak La?

      Posted by anna | April 2, 2010, 3:29 pm
  4. Ni fiksi ya jeng
    Mantab bgt

    Posted by Peri | April 2, 2010, 7:18 am
  5. saya kok seolah2 pernah ngalami hal seperti ini
    dalam cerita itu saya berperan seperti jeung lala😀
    tapi, masa itu telah berlalu, masa yg membelenggu hati dan perasaan

    now, alhamdulillah i’m happy with my family😀

    selamat berlibur ya jeung

    Posted by Abu Ghalib | April 2, 2010, 9:08 am
  6. Sedih…

    Posted by Jauhari | April 2, 2010, 10:47 am
  7. Fiksi yang kereeennn mbak jeunk.. ^_^

    save yaaaaa

    Posted by FiyaFiya | April 2, 2010, 1:47 pm
  8. Mantab Jeung….
    Di buat buku aja..🙂

    Posted by Realodix | April 2, 2010, 3:47 pm
  9. Cowok yang menyebalkan. Makanya kalau dikasih nasehat itu dipikir pake otak, jangan pake burung.

    Posted by Dewa Bantal | April 2, 2010, 7:09 pm
  10. Jeng yg ni nyata taw fiktif

    Posted by Peri | April 2, 2010, 9:44 pm
  11. Fiksi…. sempet kaget juga pas liat judulnya..😐

    Posted by Asop | April 3, 2010, 2:05 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

April 2010
M T W T F S S
« Mar   May »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: