you're reading...
daily's blings, Thoughts to Share

My Name is Lala

Aku pernah merasa iri dengan orang-orang yang bisa menuliskan kembali kisah hidupnya yang super dahsyat, kemudian tulisan-tulisannya itu terangkum dalam sebuah buku yang best seller.

Kisah Andrea Hirata, misalnya. Kurang best seller apa, coba?

Lalu untuk yang di luar negeri, kisah yang terangkum dalam buku Eat, Pray, Love, yang kemudian juga dijadikan film dengan judul yang sama, diperankan oleh seorang aktris hebat, Julia Roberts?

Dua contoh di atas adalah sekian banyak contoh kesuksesan yang diraih oleh seseorang yang memiliki kisah-kisah hebat dalam hidupnya, lalu berusaha dituliskan kembali dengan apik sampai akhirnya berhasil menyedot banyak perhatian karena perjalanan hidup mereka yang luar biasa menginsipirasi banyak orang.

Karena di buku-buku mereka diajari bagaimana cara mengatasi permasalahan, bagaimana cara mereka survive dari ancaman duniawi, bagaimana mereka akhirnya berhasil melalui semua cobaan itu dengan baik, sehingga pembaca pun diajak pula untuk selalu berpikiran positif.

Kisah hidup yang menginspirasi banyak orang.

Kisah hidup yang tidak banyak terjadi pada orang-orang biasa.

*

Seringkali aku iri dengan mereka. Seringkali aku merasa kalau aku hanya seorang perempuan yang hidupnya standar-standar saja, yang tidak memiliki kehidupan yang meledak-ledak, di mana ups and downsku tidak sefenomenal mereka-mereka yang bukunya menjadi best seller… Dan sungguh, aku merasa sangat iri dengan apa yang mereka punya (atau tidak punya, ya?)!

Aku lahir dengan normal.

Anak dari sepasang suami istri yang berkecukupan, sekalipun tidak mewah.

Alhamdulillah, berhasil sekolah sampai Sarjana strata 1.

Bekerja di tempat yang baik.

Berteman dengan orang-orang yang baik.

Biasa saja. Normal-normal saja. Tidak ada yang istimewa.

Bukan seorang Andrea Hirata yang punya masa lalu fantastis yang mengantarnya sampai ke negeri Perancis.

Bukan pula seorang Rama Aditya, seorang tuna netra yang punya banyak kebisaan sampai akhirnya berhasil menulis buku yang nilai jualnya tinggi, berjudul The Blind Power.

Atau seperti penulis buku Eat Pray Love (yang mendadak aku lupa siapa namanya) yang merangkum kembali kisah hidupnya dalam perjalanan mencari jati dirinya, berkeliling ke India, Italia, sampai menemukan cintanya di Bali.

Aku hanya seorang perempuan biasa.

Aku tidak seistimewa mereka yang kisah hidupnya luar biasa.

Apalah artinya seorang Lala, kan?

Sampai akhirnya aku sadar kalau everyone inspires everyone else. Aku menyadarinya ketika menuliskan komentar di sebuah tulisan temanku bernama Anna Fardiana, yang bercerita tentang seorang Anna yang lain, seorang penjual makanan di pinggir jalan Jogjakarta lulusan S1 UGM yang berhasil menginspirasi kawanku itu untuk tidak mengeluh pada hidupnya yang sudah serba cukup.

Kubilang di situ kalau Anna Fardiana, kawanku itu, pun juga telah menginspirasi banyak orang, tanpa dia sadari. Karena aku percaya, kalau setiap orang pasti menginspirasi orang lain, entah bagaimana caranya, entah sebelah mananya, entah siapa.

Setiap orang terlahir untuk menjadi contoh buat orang lain.

Setidaknya, Anna Fardiana, temanku yang mengagumi Anna-nya yang lain itu, telah menginspirasi banyak hal buatku, hanya saja aku tak pernah banyak bicara soal ini — ah, Na. Aku nggak mau bocorin di sini sekarang. Ntar kamu GR duluan… hihi!

Nah, kan?

Kalau aku percaya setiap orang bisa menginspirasi orang lain, kenapa aku harus iri pada orang-orang yang jalan hidupnya luar biasa dahsyat seperti Andrea dan Rama, kan?

Bukankah aku sendiri yang bilang kalau setiap orang bisa menjadi inspirasi oleh orang lain? Bukankah kisah hidup setiap orang mampu melahirkan kekuatan untuk orang lain, mampu dijadikan pelajaran buat orang lain?

Tak perlu menjadi seseorang sehebat Andrea Hirata atau Rama Aditya yang tuna netra untuk bisa menginspirasi orang lain, kan?

Akhirnya malam ini, aku menulis tulisan ini.

My Name is Lala.

Ya.

Aku adalah perempuan bernama Lala. Usiaku 30 tahun. Bungsu dari tiga bersaudara dan kini sudah yatim piatu. Pekerjaanku adalah staf personalia slash Sekretaris untuk Kepala Cabang-ku yang baik. Hobiku menulis dan menyanyi, serta membuat lirik-lirik lagu cecintaan yang sering membuatku malu sendiri setiap mendengarkannya kembali via tape recorder. Suka kopi, tapi nggak boleh minum kopi. Suka warna pink, sekalipun bukan perempuan yang kalem. Bercita-cita jadi penulis hebat dan menunggu penerbit-penerbit lain yang khilaf untuk menerbitkan buku-bukuku berikutnya. Dan punya kisah cinta yang berantakan dari masa ke masa sekalipun terus bersemangat untuk tetap setia dengan kekasihnya yang sekarang.

Aku mungkin adalah perempuan yang biasa.

Tapi siapa tahu saja, aku telah menginspirasi orang lain tanpa pernah aku sadari, kan?

Sungguh.

Aku beruntung memiliki penglihatan yang normal, tidak seperti Rama, untuk bisa menginspirasi banyak orang.

Atau tinggal di daerah Belitung, menghadapi masa kecil yang susah, seperti Andrea Hirata.

Dan seperti penulis buku Eat Pray Love (yang masih namanya belum kuketahui sampai kini! Duh!) yang musti depresi setiap pagi, lalu kehilangan suami, perkawinannya, kehidupannya, sebelum akhirnya berhasil menemukan cara untuk mengisi kembali hidupnya.

Aku beruntung menjadi seorang Lala yang biasa-biasa saja.

Because I know, that everyone inspires everyone else…

And by ‘everyone’… itu termasuk diriku sendiri.

Juga kamu.

So, my name is Lala.

Siapa namamu? ๐Ÿ™‚

**

Kamar, Senin, 29 Maret 2010, 11.54

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

51 thoughts on “My Name is Lala

  1. well you inspires me karena lu bisa nulis blog yang menarik setiap hari!! heirannnn… kok bisa ya? hahaha.

    Posted by arman | March 30, 2010, 12:21 am
  2. La, nama pengarang buku Eat, Pray, Love itu Elizabeth Gilbert ๐Ÿ™‚
    Dia baru aja ngeluarin buku baru dengan judul Committed yang bercerita tentang bagaimana dia bisa berdamai dengan sebuh institusi bernama perkawinan ๐Ÿ™‚

    Teruslah menulis, La.. You never know how many people are inspired by yours! *peluuuuuuuuk*

    Posted by Ade | March 30, 2010, 3:13 am
    • Aih! Elizabeth Gilbert! Kenapa semalam nggak inget sama sekali yaaa?? Amnesiaaaa… Hehehe…
      Kabarnya dia memang udah nikah, ya, Uni… Aku belum liat buku terbarunya ini di Gramedia. Mungkin masih di US kali yaa…

      I will keep on writing, Uni. Sampai nggak bisa menulis sama sekali.. InsyaAllah… ๐Ÿ™‚

      Posted by jeunglala | March 30, 2010, 11:05 am
  3. Sama seperti seorang tukang becak yang mungkin tidak merasa hidupnya istimewa, serba mepet, dan kerja banting tulang dan encok — menginspirasi seorang gadis anak CEO perusahaan top dunia yang hidupnya juga “biasa biasa” saja, tidak ada yang istimewa, setiap hari diantar pulang jemput dari sekolah ke rumah dengan mobil Limo yang “biasa” juga.

    Sebetulnya setiap orang, seboring apapun hidupnya, pasti bisa diambil sebuah serpihan2 dan disusun menjadi perjalanan hidup yang istimewa yang menarik kok…

    Tinggal bagaimana kita cermat dalam berefleksi diri, kritis, kreatif dan tentu saja, selalu bersyukur. Otherwise, bukan jadi inspiring story, tapi depressing … cocok buat nulis film horor, patah hati atau sakit jiwa (kayak THE SAW).

    Posted by Dewa Bantal | March 30, 2010, 4:16 am
    • Wah, nek ngene kuwi kadung kumat bijaksana-ne… wekekekeke… Mari ngombe obat opo tho, Mas? ๐Ÿ˜€

      Eh,
      Bener banget, tuh. Setiap kepingan hidup selalu punya makna, mau flat atau bergelombang, tetap selalu ada yang istimewa dan menarik. Pancen kudu jeli memandangnya aja…

      Sebetulnya aku juga pingin bisa nulis cerita horor… tapi kok keweden dewe… wakakkakka…

      Posted by jeunglala | March 30, 2010, 11:10 am
    • eh saw juga inspiring tuh… gua terkagum2 ama yang bikin cerita, kok ada aja ide nya ya buat bikin penyiksaan2 kayak begitu.. huahahaha

      Posted by arman | March 31, 2010, 1:57 am
      • Asli itu film orang stress ah. Mungkin itu mereka cuman bereksperimen ria aja, siap untuk menyambut penyiksaan metode baru buat narapidana kelas hiu hahaha.

        Lala nulis horor? Sumpah aku jadi penasaran. Ayo dicoba :O

        Posted by Dewa Bantal | April 1, 2010, 4:11 am
  4. setuju sama bantal… (hei bantal kamu juga bagus… untuk ditiduri hahahah)
    that’s why aku suka biografi.

    EM

    Posted by ikkyu_san | March 30, 2010, 5:55 am
  5. my name is…. Kishandono ^_^v

    Posted by kishandono | March 30, 2010, 6:30 am
  6. Namaku Aditya, n aku pake Clear for Men (lho ?!)

    Hee, walau gak menginspirasi siapapun bukankah kita harus tetap menulis dan menulis, dengan keikhlasan hati berharap masyarakat dan dunia yg lebih baik, semoga …

    Posted by KutuBacaBuku | March 30, 2010, 7:25 am
  7. setuju dengan arman

    gw setuju dgn line ini “everyone inspires everyone else”

    so, my name is depz

    ๐Ÿ˜‰

    Posted by depz | March 30, 2010, 9:42 am
  8. hehehe… udah GR duluan nih La… ๐Ÿ™‚
    yah, ternyata memang bener, siapapun, di manapun, sisi apapun dari orang lain, bisa menginspirasi orang lain. tinggal bagaimana kita jeli melihatnya.

    bahkan dari seorang yang secara umu dianggap sebagai ‘sampah masyarakat’ pun… jika kita bisa menyaring dan memilah serta memilih, pasti ada sisi yang bisa kita pelajari.

    ato kehidupan yang sesederhana sekalipun.
    dan, rasanya, jadi blogger pun bisa saling menginspirasi ya… saling mengingatkan, saling mendukung tentang apapun yang kita alami, pikirkan, rasakan…

    seperti Lala juga, yang puya banyak hal yg bisa menginspirasi orang lain. And believe me, one of them…is me… ๐Ÿ™‚

    Posted by anna | March 30, 2010, 9:56 am
    • Setuju, Na. Asal mau lebih jeli melihat segala sesuatu maka kita bisa mencari-cari hikmah dari setiap kejadian.

      Everyone inspires everyone else, termasuk tulisanmu yang kemarin itu berhasil membuat aku menulis posting kali ini… ๐Ÿ™‚

      Makasih ya, Na… Kamu menginspirasi aku juga.. ๐Ÿ™‚

      Posted by jeunglala | March 30, 2010, 11:35 am
  9. Hihihi.. ikutan, my name is gratcia, tapi lebih enak dipangkas jadi g aja untuk panggilan online, lebih guampuaaang…

    Thanks so much Lala, tulisan ini menyadarkan saya bahwa, saya pun punya kisah yang unik.

    Teruslah menulis dan saya terus2an membaca walaupun kadang tidak meninggalkan jejak komentar.

    Posted by g | March 30, 2010, 10:37 am
    • Hai, G!
      — eh, kita kayak AA meeting aja, ya, Mbak… Pertemuan antara orang yang kecanduan alkohol terus saling menyebut nama sebelum mulai ngobrolin masalahnya… hihihi —

      Anw,
      you’re so welcome, Mbak G. Tulisan2mu sangat menginspirasiku pula. Sering ke sana tapi susah meninggalkan komentar di blogspot.com, entah kenapa… Jadi, aku adalah salah satu silent reader-mu… ๐Ÿ™‚

      Posted by jeunglala | March 30, 2010, 11:41 am
  10. “…..that everyone inspires everyone elseโ€ฆ..” iya ya? aku baru ‘ngeh’ La.. dan kayaknya bener..tanpa disadari sama sekali…

    membaca ‘laskar pelangi’ seperti membaca sebuah keajaiban.. atau menyadari bahwa keajaiban itu benar2 bisa terjadi… mendengar kisah perjalanan seorang elizabeth hingga menghasilkan ‘ eat pray love’ ( di acara ooprah winfrey ) seperti membaca sebuah perjuangan manusia yang ingin berdamai dengan hidupnya….

    kadang ingin menuliskan apa yang pernah aku alami dalam hidup hingga 35 tahun ini.. menuliskan semuanya, bahagia dan sedih itu… mungkin kisah biasa tapi bisa jadi menginspirasi orang lain.. seperti dirimu..yang tulisannya bisa jadi menginspirasi banyak orang itu La…

    udah ah… ga jelas aku ngomong apa ya.. ๐Ÿ™‚

    Posted by ceuceu | March 30, 2010, 11:27 am
    • Pada akhirnya, aku sadar kalau tidak ada yang disebut kisah yang biasa saja. Asal kita jeli, kita bisa memelajari apapun peristiwa itu… ๐Ÿ™‚

      Jadi, teruslah menulis, Ceu. Jangan ragu untuk terus menjadi inspirasi buat orang2 yang telah membaca tulisan2mu yaa… ๐Ÿ™‚

      Posted by jeunglala | March 30, 2010, 11:47 am
  11. Aku juga merasa begitu La…
    Hidupku datar2 aja.
    Keluargaku nggak miskin2 amat, jadi kalau dibuat cerita tidak dramatis seperti LP gitu….
    Mungkin menulis fiksi bisa lebih luas eksplorasinya karena tidak terpaku pada pengalaman kita. Toh JK Rowling menulis Harry Potter bukan dari pengalaman dia kok. Begitu juga James Cameron membuat Avatar bukan dari pengalaman pribadi.
    Jelas kan?
    Ayo buat cerita fiksimu….

    Posted by Hery Azwan | March 30, 2010, 12:06 pm
    • Wah… sama ya, Bang.. Berarti aku bukan satu-satunya orang yang merasa begitu ya…
      Betul sekali, menulis fiksi membuat kita bebas memikirkan hal-hal yang fantastis, seperti seorang JK Rowling dan Stephanie Meyer yang suksesnya minta ampun itu. Tapi entahlah, agak susah buat nulis fiksi sehebat mereka, Bang… Butuh eksplorasi yang nggak mudah… Lain cerita kalau bahan penulisannya tuh sudah yang begitu akrab di keseharianku…

      Well, tapi memang pantas dicoba ya, Bang.
      Mari, dukung Lala untuk mulai membuat buku fiksi! ๐Ÿ˜€

      Posted by jeunglala | March 30, 2010, 3:11 pm
  12. my name is yuli…
    saya suka banget perkataan mbak bahwa everyone inspires everyone else. manusia dilahirkan dengan segala kekurangan dan kelebihannya, tak ada individu yang tak berarti

    Posted by orange float | March 30, 2010, 12:47 pm
  13. and …
    Her name is Elizabeth Gilbert !!!

    Posted by nh18 | March 30, 2010, 1:35 pm
  14. terinspirasi dan menginspirasi.. bgtulah idup ๐Ÿ˜€
    salam kenal, baru mampir ๐Ÿ˜€

    Posted by Afif logicprobe10 | March 30, 2010, 5:23 pm
  15. buatku seseorang yg menginpirasi selalu membuat rindu untuk ditemui kembali,bagaikan mata air yg tak pernah kehabisan ide.

    misalnya saat membaca tulisannya ataupun berbicara dengannya malah jadi punya ide bikin tulisan lagi,nah itu baru menginspirasi hehehe ๐Ÿ˜€

    eat pray and love pengarangnya si elizabeth gilbert la,kalo gak salah filmnya lagi dibuat dan diperankan oleh julia roberts dengan lokasi dibali juga ๐Ÿ˜€

    nah saya abis baca buku itu juga dulu langsung kepikiran bikin tulisan hehehe ,baca ya la : http://universitas-kehidupan.blogspot.com/2009/06/cinta-dari-kolam-ikan.html

    Posted by didot | March 30, 2010, 7:00 pm
    • Hai Dot..
      Sudah kutunaikan tugasku untuk membaca tulisanmu yang superb itu… ๐Ÿ™‚
      Sudah kukomentari pula, Dot… Tapi dimoderasi tuh… ๐Ÿ˜€

      Anw,
      seringkali tulisanmu menginspirasi aku juga, Dot. Tadinya di tulisan ini aku mau nyebutin namamu, tapi aku takutnya kamu jadi melambung ke-GR-an… hehehehehe…

      Posted by jeunglala | March 30, 2010, 8:02 pm
  16. my name is AtmaDjaya,hehe. . .
    bener juga ya bahwasannya setiap orang mengispirasi orang lain dan tiap seseorang akan diispirasi orang lain pula. nggak nyadar gw,kalo bisa sejauh itu ๐Ÿ™‚

    salam kenal

    Posted by atma djaya | March 30, 2010, 9:04 pm
  17. Simpel aja. Jadilah diri sendiri. ๐Ÿ™‚

    Posted by Asop | March 30, 2010, 9:46 pm
  18. Yeah, postinganmu memberi semangat untuk memberanikan seseorang untuk mendeskripsikan siapa dia….

    Posted by Raffaell | March 31, 2010, 4:26 am
  19. Hai Lala.
    Siapapun kita pasti pernah menjadi inspirasi bagi orang lain, aku juga percaya itu.
    Seperti ketegaran dirimu sekarang, itu juga menjadi inspirasi bagiku untuk selalu kuat dan bersyukur dgn apa yang ada.
    ๐Ÿ™‚

    Posted by zee | March 31, 2010, 9:12 am
  20. bunda selalu terinspirasi setiap kali mengunjungi rumahmu ini Jeung.
    banyak pelajaran ketabahan yg bisa didapat, juga keikhlasan dari semua tulisanmu.
    Terimaksih ya Jeung krn telah berbagi melaui tulisan2mu yg banyak menginspirasi ๐Ÿ™‚
    salam

    Posted by bundadontworry | March 31, 2010, 9:49 am
  21. saya kagum melihat cara jeung lala menulis
    so, never say I’m just an ordinary woman again.
    for me, you’re an extraordinary writer

    Posted by Abu Ghalib | March 31, 2010, 10:30 am
  22. My Name is Titik!

    Dan saya suka membaca banyak kisah, termasuk kisah2 di jeunglala.wordpress.com karna seperti mb bilang: setiap orang bisa menjadi inspirasi bagi orang lain…

    Thanks mb… ๐Ÿ™‚

    Posted by yustha tt | March 31, 2010, 1:02 pm
  23. Aku senang sekali Lala sudah kembali aktif menulis di blog, setelah beberapa waktu lalu keasyikan di fb. Jujur, tulisanmu selalu bagus, La. Selalu menginspirasi orang lain. Dan produktivitas menulismu hebat, bisa posting setiap hari. Sayangnya … (nah, ini) aku nggak punya cukup waktu untuk selalu membaca tulisanmu. Coba sehari terdiri dari 26 jam, ada 2 jam yang bisa kusisihkan untuk mengintip blogmu yang indah ini.

    Posted by tutinonka | April 1, 2010, 2:00 am
  24. Ya, setidaknya akan selalu ada orang yang ngiri kepada kita, seperti kita pun ada punya keirian kepada orang lain. Itulah anomali hidup Mbak ๐Ÿ™‚

    Salam bentoelisan
    Mas Ben

    Posted by Mas Ben | April 1, 2010, 10:18 am
  25. gaya tulisan mbak menginspirasi kok, Oyen juga pengen bisa membuat karya seperti mbak Lala, yang penting kita bisa memberi manfaat untuk orang lain, bukan menjadi beban…

    senang bisa kenal mbak Lala ๐Ÿ™‚

    Posted by Oyen | April 1, 2010, 7:42 pm
  26. my name is japs, mba

    and i do believe too that everyone inspires everyone else.

    apa kabarnya ni? salam
    -japs-

    Posted by japs | April 2, 2010, 8:53 pm
  27. abdi namina farhan..!!!
    hahaha…
    nice blog …
    nice story Lala..
    salam kenal ya…

    Posted by muhammad farhan | April 5, 2010, 11:09 am
  28. Lala, bundo suka sekali tulisan yang ini.

    menjadi orang biasa tetap saja adalah kesempatan luar biasa. dan tulisan ini luar biasa bagi bundo.
    makasi ya La.

    Posted by nakjaDimande | April 8, 2010, 8:36 pm
  29. my name is lala too .. ๐Ÿ™‚

    Posted by Lala | June 16, 2010, 9:58 pm
  30. Ang you are really inspiring…keep on writing dear for the world….

    Posted by Titie | April 26, 2011, 4:57 am
  31. namaku DAYU. agak susah mencerna namaku yang panjang. terpenggal penggal juga nggak enak. so, panggil saja dayu. atau pendeknya, DEE.
    ceritaku panjang, tapi biasa saja. bisa dibilang agak ribet, sebenarnya.
    eh, kok jadi bikin postingan disini. hehehe.

    la, kamu adalah salah satu teman yang menginspirasi aku.
    so, ga peduli siapapun namamu, seorang kamu mampu menginspirasi aku, dan aku yakin banyak teman lain juga ๐Ÿ™‚

    love this post !!!

    Posted by dayu | June 11, 2011, 7:49 pm
  32. and my name is Ria…Do you still remember me?
    seorang yang biasa-biasa aja la…dengan hidup ya serba rush hahahaha…

    ayoo tetap menulis jangan kayak aku ๐Ÿ˜€

    Posted by Ria | June 20, 2011, 3:14 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

March 2010
M T W T F S S
« Feb   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: