you're reading...
daily's blings

Everything, to Everyone

“I’ve spent an entire lifetime trying to be everything to everyone, and somehow, somebody is always dissapointed.”

Dan kalimat ini baru saja terdengar di gendang telingaku saat aku asyik menonton jalinan film The Women. Sebuah kalimat yang membuatku terhenyak lalu manggut-manggut setuju.

Ya.

Kalau emang kita mencoba untuk terus menjadi yang terbaik menurut versi orang lain, pastinya tidak akan bisa menyenangkan semua pihak. Good for them, tidak berarti good for anybody else.

Ada parameter juga variabel berbeda yang musti dipenuhi. Untukku, untuk kamu, untuk mereka… selalu ada beberapa poin yang musti dipenuhi baru kita menganggapnya BAIK dan MEMUASKAN.

Dengan segala parameter serta variabel yang berbeda itu, susah juga kan untuk menyenangkan semua pihak?

Oh well.

Malam ini, wajar saja aku terhenyak saat mendengarkan kalimat itu terucap dari bibir Meg Ryan. Kalimat yang dia ucapkan ketika mencurahkan kegundahan hatinya karena dia telah berusaha menjadi istri yang sempurna tapi suaminya tetap nekat selingkuh dengan perempuan seksi, dengan payudara tumpah kemana-mana, dan bokong menyembul di dalam rok mini. Padahal, dia adalah seorang perempuan dari keluarga kaya, staying home mom, mendedikasikan diri untuk rumah serta keluarga.

She had spent her entire life trying to be everything to her husband, but still, he is dissapointed.

Kenapa kubilang wajar?

Karena tentu saja, selama ini aku ingin menjadi EVERYTHING to EVERYONE. Aku ingin bisa menjadi sahabat yang bisa diandalkan, teman yang bisa membantu, adik yang tidak merepotkan, anak perempuan yang membanggakan, pacar yang setia, karyawan yang teladan, penulis yang lumayan… Everything, to everyone.

when somehow, there’s always be someone, don’t know who or why, is dissapointed with me.

Memang, seharusnya aku tahu, tidak perlu menjadi sempurna karena aku tidak bakal menjadi sempurna. Dan akan selalu ada lubang-lubang kecil yang tak terisi sekalipun pociku selalu kutuang dengan sungguh-sungguh. Atau justru air itu tumpah, mengotori sisi-sisinya, dan tidak lagi sempurna seperti keinginanku.

Ini bukan tentang aku yang perfeksionis.

Ini hanya tentang aku yang harus berhenti berusaha menjadi yang terbaik untuk semua orang, tapi sebaiknya belajar untuk menjadi yang terbaik untuk diriku sendiri.

Aku musti memberikan definisi baik untuk aku, misalnya:

Baik itu kalau…

Aku bukan a stab in the back kind of girl.

Aku bukan perempuan yang suka bergunjing.

Aku bukan perempuan yang menghakimi orang lain tanpa mencoba untuk mengetahui latar belakang orang tersebut.

Aku bukan perempuan yang hobi mengkritisi tapi tak mau dikritik.

Aku bukan perempuan yang merebut suami atau pacar orang.

Aku bukan perempuan yang menjatuhkan orang lain demi kelancaran karir.

Aku bukan perempuan yang mengakui hasil karya orang lain lalu mendulang rejeki darinya.

Aku bukan perempuan yang manja serta menye-menye.

Aku bukan perempuan yang menyerahkan dirinya dengan mudah pada laki-laki.

Aku bukan perempuan yang sering meninggalkan sholat cuman karena sibuk nge-mal.

Dan banyak lagi yang bisa kutulis di sini tapi tiba-tiba out of clue..πŸ™‚

Dari sekian banyak yang sudah aku tulis itu, jika aku berhasil memenuhinya, maka aku menganggap diriku sudah … um, lumayan lah..πŸ™‚

Terserah orang lain menilaiku seperti apa. Tapi itulah kategoriku untuk perempuan yang kusebut baik. Lepas dari itu… terserah.

Yang terpenting…

I am a good woman.

And I feel that I am.

Dissapoint or not, bukan urusanku lagi, deh…πŸ™‚

***

Kamar, Selasa, 23 Maret 2010, Β 11.59 Malam

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

12 thoughts on “Everything, to Everyone

  1. aq udah punya film na tp blm ketonton >.<

    menjadi yg terbaik unk diri sendiri dulu, keliatannya egois tp itu yg terpenting ^^

    night mba'
    *tarik selimut*

    Posted by Inge | March 24, 2010, 12:11 am
    • Filmnya keren tuh, Dek…πŸ™‚
      Tonton gih…

      Sounds selfish? Aku pikir, pada akhirnya kita memang harus selfish untuk urusan ini… Mau gimana lagi, kan? Toh kita sudah melakukan apa yang terbaik menurut kita… hehehehe

      Met bobo, Inge.. Nice dream, ya..

      Posted by jeunglala | March 24, 2010, 12:15 am
  2. yang penting.. just be yourself!πŸ™‚

    Posted by arman | March 24, 2010, 1:29 am
  3. setuju kata kang arman diatas : be yourself.
    lagipula gimana cara menjadi orang lain yg bukan kita? gak nyaman banget.

    soal good or not la,sekali lagi itu relatif banget,kadang jagoan di film bisa difitnah sebagai penjahat. yang tau tolak ukurnya adalah Allah,DIA maha tahu dengan kondisi hati kita,dan apa yg udah kita usahakan.

    lagipula kita gak akan pernah sempurna kok jadi manusia ,bahkan kalo kita merasa sempurna bahayanya kita nanti sombong,sombong kepada manusia lain,dan sombong merasa ibadah kita udah bagus,ini jauh lebih bahaya.

    mending kita ambil kata rasul yg ini aja :
    “Orang-orang yang beruntung adalah mereka yang dihari ini, lebih baik dari hari kemarin. Mereka yang tidak lebih baik dari hari kemarin, adalah orang-orang yang merugi. Sedangkan jika dihari ini dirinya lebih buruk dari hari kemarin, maka mereka adalah orang-orang yang sangat tidak beruntung.”

    saya rasa ini cukup buat kita selalu memperbaiki diri,ketimbang mikirin pendapat orang tentang kita,lebih baik kita selalu istiqomah memperbaiki diri agar jangan jadi orang yang merugi.

    maaf la,komennya kepanjangan heheπŸ˜€

    Posted by didot | March 24, 2010, 8:59 am
  4. waduh.. emang ‘baik’ agak susah dicarikan patokan secara pasti.

    yang jelas kalo menurutku… kebaikan harus datang dari diri sendiri. dari hati..
    bukan karena terpaksa, ato tuntutan dari orang lain.

    Posted by anna | March 24, 2010, 10:21 am
  5. aku juga setuju sama kang arman
    buat apa denger dan ikutin saran orang kalo kita gak nyaman
    salam jeng

    Posted by peri01 | March 24, 2010, 11:01 am
  6. kalo kita saja bisa tidak puas terhadap orang lain, berarti ya orang lain pasti ada yang tidak puas terhadap kita.. itu saja..πŸ™‚

    eh kayaknya aku belum nonton film itu. cari aaaah….

    Posted by Chic | March 24, 2010, 12:20 pm
  7. Waah, to be everything to everyone? Sayangnya aku bukan malaikatπŸ˜€
    Betul, Jeung, yang penting kita sudah berusaha, kalo masih ada juga yang kecewa ya ….. kebangetan!!!πŸ˜€

    Posted by chocovanilla | March 24, 2010, 1:26 pm
  8. Coba download film nya ahh…

    Jadi everything to everyone itu emang mustahil sih ya, gak cuman buat suami atau teman saja. Jadi presiden, rock star, artis, teladan, bahkan pemimpin agam2 juga pasti banyak yang gak pernah puas aja sama performa dan kepribadian mereka @_@

    Yah, yang penting nggak pake topeng ajaπŸ˜€

    Posted by Dewa Bantal | March 24, 2010, 6:25 pm
  9. ikuti kata hati
    karena hati tidak pernah bohong
    apa yang baik menurut nurani
    insay Allah baik
    toh kalau masih ada yg kecewa dg sikap baik kita
    berarti org itu tidak bersyukur
    atau mungkin juga ia tidak sadar bahwa tidak ada org yg sempurna
    dan belum tentu dia lebih baik dari kita

    so, just be yourself

    Posted by Abu Ghalib | March 25, 2010, 8:34 am
  10. Memang hidup kita disekelilingi oleh banyak ekspektasi, sehingga kita menjadi orang yang selalu terobsesi untuk berbuat sempurna!

    Posted by celetukansegar | March 27, 2010, 9:48 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

March 2010
M T W T F S S
« Feb   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: