you're reading...
daily's blings, Thoughts to Share

Artificial Me

Hari Minggu adalah hari bersih-bersih, yang artinya, hampir dari pagi sampai sore aku menghabiskan waktuku di rumah. Bersih-bersih, tentu saja. Fokus hari ini adalah kamarku tersayang, membersihkan lemari yang isinya barang-barang dari jaman baheula dan tidak pernah terpakai lagi sejak jaman baheula juga.

Aku memang sentimentil untuk urusan barang-barang. Sekalipun sering barang itu sudah tak terpakai lagi, tapi tetap saja, sisi sentimentil yang menyertai sebuah barang cukup menjadi alasan buat aku untuk tetap menyimpannya. Dan itu sama saja dengan menumpuk banyak barang-barang tidak berguna di dalam lemari.

Kamu tahu definisi barang yang tidak berguna?

Bukan hanya baju-baju yang sudah kesempitan, out of date, luntur, dan sobek aja, lho. Tapi juga kertas-kertas hasil coretan tangan isengku, gambar-gambar setengah jadi, bahkan sampai tiket nonton bioskop atau bukti pembayaran kartu kredit, listrik, dan lain-lain. Edan, kan?

Sadar kalau aku edan, akhirnya tadi pagi aku memutuskan untuk bebersih. Selain supaya bersih — iya, lah! — tapi juga ingin menghilangkan kebiasaan burukku yang suka menyimpan barang-barang tidak berguna itu.

Walhasil, ketahuan banget kalau aku memang too sentimental over silly things. Dari hasil bongkar-bongkar, aku berhasil membuang tiga kantong plastik besar berisi kertas-kertas tidak penting! Edan, edan, edan!

Belum lagi pakaian-pakaian yang sudah kadaluarsa; maksudnya: luntur dan sobek kemana-mana. Mau dikasih ke orang, kok ya sungkan. Masa ngasih yang parah seperti ini? Tapi, entahlah. Siapa tahu nanti ada yang mau, jadi aku taruh saja di dalam kantung plastik dan aku taruh di depan rumah. Biasanya setiap malam selalu ada Ibu-Ibu tua yang mencari botol-botol plastik di tempat sampah, siapa tahu ada baju yang dia suka, kan?

Nah, yang paling tidak aku suka dari acara bersih-bersih adalah menghilangkan perasaan terharu setiap melihat hal-hal kecil yang otomatis mengingatkan aku pada sejumput kenangan di masa lalu.

Misalnya, ketika melihat sesobek tiket bioskop. Aku jadi ingat ketika aku nonton pertama kali dengan seorang teman lelaki. Kenapa memorable? Tentu saja karena seumur hidupku, aku hanya tiga kali nonton bioskop sama lelaki. Jadi kebayang, kan, kenangannya?🙂

Lalu, ketika melihat kuitansi pembayaran obat-obatan milik Almarhumah Mami-ku, segera aku terisak karena mengingat rasa kangenku buat Mami yang belum terhabiskan sampai hari ini.

Dan tentu saja, saat tadi melihat kembali foto-foto mantan pacar yang sengaja kusimpan di bagian lemari paling bawah, aku segera teringat dengan saat-saat indah kami berdua, juga hari-hari paling menyedihkan ketika dia memilih untuk berselingkuh.

Tsah! Sentimentil banget, kan?

Ya, ya, ya.

Aku memang orang yang sentimentiiillll banget. Jadi kebayang, dong, betapa tersiksanya aku saat membersihkan kamarku tadi? Makanya, aku jarang banget bersih-bersih kamar! — alesan buanget, deh… hihihi.

Cuman, sekalipun seharian tadi aku sibuk ngurusin hati yang mendadak sentimentil, aku tetap merasakan girang-gemirang lalu tertawa-tertiwi sendiri karena menemukan sebuah benda yang dulu sering kupakai kalau sedang iseng. Sebuah benda yang kubeli dengan membobol uang tabungan lalu kena amuk Mami yang bilang kalau barang itu sama sekali nggak berguna.

Ya. Jaman aku kuliah, belum bekerja, lalu membeli wig seharga empat ratus ribu, bukankah itu perbuatan yang tolol? Jelas aja Mami ngamuk!😀

Tadi aku menemukan barang yang bikin Mami ngamuk itu. Ada di dalam lemari, terbungkus seadanya di dalam plastik. Kumal? Tentu saja! Aku pun cengengesan ketika membayangkan dulu sering memakainya saat jalan-jalan atau sekadar action di depan kamera dengan sahabat-sahabatku.

Sambil mengingat masa-masa itu, aku mengambil wigku, lalu mencucinya dengan shampoo. Kujemur beberapa jam, lalu setelah agak kering, aku mengeringkannya lagi dengan hair dryer.

Usai Isya’, aku baru mencobanya, sesaat sebelum keluar dengan keluarga tercinta. Agak geli juga saat pertama kali memakainya. Kayak pemeran si Buta dari Gua Hantu saja!😀 Aku sisiri perlahan-lahan, aku pas-kan letaknya biar enak, lalu… jepret-jepret dong. Diabadikaaaaann…🙂 Namanya juga narsis…

Dan inilah hasilnya!

Dan aku pun ngakak buanget melihat wajahku sendiri! ^_^

**

Asli. Saat tadi melihat pantulan wajahku sendiri di cermin, aku merasa seperti bukan melihat diriku sendiri. Bukan wajah perempuan yang kukenal. Hebat sekali sebuah wig alias rambut palsu bisa mengubah karakter seseorang. Di situ aku terlihat feminin banget, padahal aslinya aku tomboi dan cuek.

Aku nampak… um, artificial. Palsu. Aneh. Wasn’t even myself. Aku tidak mengenali diriku sendiri. Sama sekali.

Hmm.

Kebayang betapa anehnya kalau aku benar-benar iseng (dan kebanyakan duit) untuk operasi hidungku yang sebesar jambu air ini. Pasti aku bakal bengong di depan cermin dan merindukan hidungku yang lama!🙂

Ah, sudahlah.

Aku sudah bangga dengan apa yang kumiliki sekarang ini. Dengan rambut yang pendek, yang menyamankan setiap aktivitasku, dan kupikir yang paling mewakili karakterku yang sesungguhnya.

Boyish dan tomboy.

Ya, ya.

Aku lebih suka aku yang seperti ini saja, deh.

It’s me.

A hundred percent me.

Not an artificial me.

And I’m proud of myself…

***

Kamar, 21 Maret 2010, 11.22 Malam

*ya, ya, aslinya memang mau pamer photo, kok.. hihihi*

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

17 thoughts on “Artificial Me

  1. Haha, apik tomboi ah. Biar para tukang2 becak dan taksi yang genit itu ngeper semua.

    Sentimentil over silly things, yes, aku juga sedih kalo disuruh ngebuang kaos yang sudah kumelnya ajubilah tapi selalu kupake buat tidur… udah 9 tahun? D: ….

    Sepatu yang sobek.. kayaknya sudah bersamaku sekian lama, akhirnya harus dibuang juga.
    Tapi tetap harus dibersihin lah, daripada jadi sarang berkembang biak rayap, kecoak, dan berbagai macam serangga @_@

    Posted by Dewa Bantal | March 22, 2010, 12:24 am
  2. Haha…cantik jg pake wig..
    Tp pasti lbh cantik jd diri sendiri. Ahay..

    Posted by yustha tt | March 22, 2010, 6:43 am
  3. ini judulnya postingan sekalian narsis ya mbul eh la ,hehehehehehehe😀

    btw kita ada kesamaan dikit soal sentimentil,kadang memang pengen aja nyimpen barang2 kek tiket,buat kenangan. aku pernah nyimpen tiket nonton kalo gak salah satu baris kita temen2 semua ber 15 deh,jadi tiketnya panjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang banget (lebay mode on) ,lucu aja punya tiket yg panjang begitu dan kalo ketawa jadi rame2 sekalian hihihi

    Posted by didot | March 22, 2010, 8:44 am
  4. hahahaha… Lala Lala… ada2 aja sih:mrgreen:
    wah, pake wig.. untung udah dicuci tuh wig-nya.. coba belom? bisa pingsan dirimu…

    yaa..emang kayaknya Lala cocok dengan rambut pendek kok..selain terlihat lebih muda, juga fresh aja gitu.. seger deh…

    soal yang sentimentil itu.. kayaknya hampir2 sama ya.. aku juga sering nyimpen2 barang lama itu.. tapi setelah nikah jelas aku buang. takut ntar malah jadi masalah.. hehehe

    Posted by anna | March 22, 2010, 9:06 am
  5. wah, beda banget kalau pake wig yaaa.. tapi aslinya lebih cantik, mbak!🙂

    Posted by life choice | March 22, 2010, 12:39 pm
  6. waow..beneran harian ne keknya😀

    say,udah ku publish yaa silahkan di cek
    http://jelita.blogdetik.com/2010/03/22/vip-very-iseng-person/

    Posted by idana | March 22, 2010, 12:54 pm
  7. kenangan emang kadang bikin sedih ya..tapi nggak jarang juga bikin kita senyum-senyum sendiri..,.gw juga suka tuh nyimpen nota ini itu, tiket ini itu, mau dibuang rasanya sayang banget..

    hihihihi…rambut panjang okew juga tuh, La…kenapa nggak coba manjangin rambut aja?😛 xixixixixi…

    Posted by Yessi | March 22, 2010, 3:22 pm
  8. well mo pake wig ato enggak
    yg penting mana yg nyaman aja La🙂

    Posted by Ceritaeka | March 22, 2010, 3:50 pm
  9. Waahhh.. Lalaa dengan rambut panjang manglingin yaa, Neng😀

    Tapi enakan githu, Laa.. rambut asli pendek soalnya belakangan khan cuaca puanaaass, ahahaha.. so kapan aja pengen tampilan feminin tinggal pasang wig, hihihi :p

    *bayangkan kalo kebalikannyaa.. rambut asli panjang, terus pake wig pendek, aiihh.. apa ngga ribets tuh?*

    Posted by Indah | March 22, 2010, 6:40 pm
  10. narsis is good😀
    salam kenal jeung

    Posted by kalaxman | March 22, 2010, 7:00 pm
  11. salam kenal juga😀

    Posted by ihsan | March 22, 2010, 7:03 pm
  12. cantikkan yang sekarang mbak lebih fresh, kayaknya kurang pas sama rambut panjang. agak gimana gitu🙂

    Posted by orange float | March 22, 2010, 7:32 pm
  13. aku masih punya tiket bioskop pas nonton di djakarta theater bareng anak2 kost ku di jakarta malem sebelum besoknya aku ke Riau…setiap aku liat tiket itu aku jadi ketawa sendiri la karena mereka masing2 nulis sesuatu di tiap tiket…kapan2 ku publish deh😀

    Posted by Ria | March 22, 2010, 9:56 pm
  14. rasanya seperti nemuin harta karun pas bongkar2 gitu dapat duit yang nyelip di mana2 he..he..

    Posted by monda | March 22, 2010, 10:50 pm
  15. hahaha tapi cocok juga kok la rambutnya panjang gitu…😀

    Posted by arman | March 22, 2010, 11:23 pm
  16. pamer foto pun gak apa apa kok Jeung.🙂
    foto yg manapun, utk bunda Jeung Lala tetap cantik .
    Bunda jadi makin kagum dgn kepribadianmu yg benar2 apa adanya.
    *love you sweetheart*
    salam

    Posted by bundadontworry | March 23, 2010, 11:06 am
  17. Narsis abis deh, haha, Kalo aku hari minggu hari ngapain yak, yah hari hari nya sama dia lah, kalo dipake buat bersi bersi rumah, kayaknya ngga kecuali long weekend

    Posted by Raffaell | March 23, 2010, 2:05 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

March 2010
M T W T F S S
« Feb   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: