you're reading...
daily's blings, precious persons

40 Hari

Edi Purwono. Lelaki yang serupa cahaya, yang memberi terang dalam kehidupanku, bahkan ketika hangat nafasnya tak lagi bisa meremangkan rambut-rambut kulitku. Lelaki yang tak pernah menyerah terhadap ancaman kebutaan, terhadap penyakit gula yang perlahan merenggut fungsi-fungsi organ tubuhnya, lelaki yang tidak pernah menyerah pada nasib buruk yang melanda di sepanjang usianya, lelaki yang selalu bertahan, menancapkan kuku-kukunya dengan semangat, lalu berkata, “Ayo. Siapa yang duluan, ketidakberdayaan secara permanen atau hasil karyaku.”

Lelaki itu memang tidak pernah mau menyerah. Dengan semangat yang terus berkobar, di ujung usianya, malah menulis dan terus menulis. Membagi resep masakan, membagi kebijaksanaan, merangkai nasehat untuk hidup sehat, membuka hati semua orang dengan berkata, “Aku aja dengan segala keterbatasan ini masih tetap mau berkarya. Kenapa kamu lembek?”

Ya. Setiap pendaran matanya seperti menyiratkan semangat yang tak putus. Ringkih tubuhnya bahkan tidak menghalangi setiap semangat yang meletup-letup keluar dari bibirnya. Harinya habis untuk merangkai kata di depan layar komputernya. Dia memang tak meremas biji tasbih, tapi dia tak pernah luput berdoa dalam setiap hela nafasnya.

Edi Purwono, lelaki terhebat di mataku. Dia mengajariku tentang tidak pernah mudah berputus asa, mengajariku untuk terus melangkah sekalipun berat, dan percaya bahwa waktu akan terus menggilas kalau aku segan berlari bersamanya. Dia yang memegang jari-jemariku saat aku menangis. Dia pula yang mengelus belakang kepalaku ketika aku merajuk manja. Dia yang menegarkanku dalam setiap kebimbangan dan kesedihan. Dia selalu ada untukku, di masa-masa suramku.

Tapi di sebuah hari Kamis yang kelabu, 28 Januari 2010, di hari yang paling suram itu, lelaki itu tak ada untukku. Tak ada jemari yang erat menggenggam, tak ada jemari yang lembut mengelus. Lelaki itu diam saja, memejamkan mata, tak berusaha untuk menyurutkan derai air mataku.

Hari itu, langit muram, semuram hati seorang anak perempuan yang kehilangan Ayah tercintanya untuk selama-lamanya, lelaki panutannya, cahaya paling terang yang pernah membimbing setiap langkahnya. Anak perempuan itu tersedu sedan memohon pertolongan, tetapi lelaki itu diam dalam tenang yang abadi.

Aku adalah Lala, anak perempuan itu.
Kehilangan Ayah tercintanya, lentera jiwanya, lelaki bernama Edi Purwono, di sebuah hari yang tak akan pernah bisa terlupakan, di sepanjang umurnya.

Ketika letih jiwa mendera, tangis menyembabkan mata, tapi sekilas kenangan lelaki itu menguatkan hatiku. Lelaki yang selalu menyuruhku untuk terus tegar, tenang, dan menjalani hidup. Lelaki yang selalu percaya, bahwa aku, puteri kecilnya, akan bisa menghadapi apapun karena aku adalah anak perempuannya, yang dibekali dengan cinta dan mewarisi ketangguhannya.

Hari ini, hari keempatpuluh sejak kepergiannya. Cahaya yang meredup di kedua biji matanya ternyata tak meredup di dalam hatiku. Masih bersinar dalam setiap gelap. Masih terang-benderang bagai mentari yang tak pernah pensiun.

Edi Purwono, Papi-ku, mungkin tak lagi bisa tersentuh oleh jemari, terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga.

Tapi semangat, cita-cita, dan cintanya buat kami yang ditinggalkannya, tak akan pernah padam.

Selamat jalan, Edi Purwono.
Selamat jalan, Papi-ku tercinta.
Aku beruntung dan bangga sekali telah menjadi anak perempuanmu!

Penuh cinta,
Aulia Fita Retnani Prabandari

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

19 thoughts on “40 Hari

  1. duh speechless….
    ikutan sedih la…..

    tapi pasti papinya berbahagia di Surga sana ya…

    Posted by arman | March 8, 2010, 10:56 am
  2. usia boleh selesai,tapi kenangan adalah selamanya…

    semoga kamu ridho kepada ketentuanNYA atas papi kamu tercinta la.

    gak usah sedih ya la , apakah kamu akan bersedih bila tau dia bahagia di alam sana? mungkin malah jauh lebih bahagia daripada saat hidup di dunia?

    mari kita doakan saja sama2.semoga amal ibadahnya diterima disisinya.

    buat yang masih hidup ,ini jadi sentilan untuk mengingat kematian,bahwa suatu hari semua ini akan berakhir,dan yg akan terus kita bawa adalah amal ibadah kita di dunia,serta doa dari anak yg sholeh,serta ilmu yg bermanfaat tentunya.

    seperti perintah rasul,untuk banyak mengingat mati dan membaca quran sebagai obat bagi hati kita:)

    Posted by didot | March 8, 2010, 11:21 am
  3. sekarang yang dibutuhkan papa mbak Lala adalah keikhlasan dari seluruh keluarga dan doa dari anak-anak yang sholeh dan sholeha, karena hanya itu amalan yang tidak terputus walaupun sudah di alam yang berbeda

    saya juga post tentang ayah di”kenangan tentang ayah”, baca ya kalo sempet🙂

    Posted by Oyen | March 8, 2010, 11:32 am
  4. Ouuwww…. so sorry Lala, aku baru tahu kalau si papi sudah berpulang. Aku dulu sempat main ke blog beliau…. hmm…. semoga beliau diberi kemudahan dan kelapangan di sana ya…. Amin.

    Posted by zee | March 9, 2010, 7:29 am
  5. Ketika letih jiwa mendera, tangis menyembabkan mata, tapi sekilas kenangan lelaki itu menguatkan hatiku. Lelaki yang selalu menyuruhku untuk terus tegar, tenang, dan menjalani hidup. Lelaki yang selalu percaya, bahwa aku, puteri kecilnya, akan bisa menghadapi apapun karena aku adalah anak perempuannya, yang dibekali dengan cinta dan mewarisi ketangguhannya.

    Jaga warisannya yaa, Laa.. and suatu saat nanti kalian akan kembali berkumpul bersama lagi.

    Menangislah bila ingin menangis tapi jangan lupa juga untuk tersenyum yaa cause, Laa.. smile looks good on you😉

    Posted by Indah | March 9, 2010, 6:50 pm
  6. yang penting do’a-nya jangan ampe putus…😀

    Posted by anton ashardi | March 9, 2010, 11:37 pm
  7. be tough

    Posted by depz | March 10, 2010, 1:58 pm
  8. Semoga diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan, Amiiin.

    Posted by Triunt | March 10, 2010, 9:12 pm
  9. Selamat Jalan. Semoga di kemudahan disisiNya.

    Posted by Kika | March 10, 2010, 9:47 pm
  10. ‘Sesungguhnya hak Allah adalah mengambil sesuatu
    dan memberikan sesuatu. Segala sesuatu yang
    disisiNya dibatasi dengan ajal yang ditentukan. Oleh
    karena itu, bersabarlah dan carilah ridha Allah.’
    (HR. Bukhari2/80 dan Muslim 2/636)….

    Aamiin…….

    Posted by haiyan at-tauhidi | March 11, 2010, 7:19 pm
  11. semoga diterima di sisiNYA, amin…

    Posted by abughalib | March 11, 2010, 7:19 pm
  12. Semoga seluruh amalannya di dunia diterima di sisi-Nya.🙂

    Posted by Asop | March 11, 2010, 8:07 pm
  13. Tuhan telah memberikan yang terbaik buat beliau. Ikut dukacita.

    Posted by alrisblog | March 11, 2010, 11:28 pm
  14. bunda jadi ikut terhanyut bersama kesedihan dan kehilanganmu Jeung. *dekap erat2*
    Yang dibutuhkan Papimu saat ini adalah doa dan keikhlasan dr Jeung Lala.
    Semoga Papimu berada dalam kasih sayangNYA dalam kedamaian yang indah di tempat yg nyaman,amin.
    Salam

    Posted by bundadontworry | March 12, 2010, 6:46 am
  15. hanya doa yang bisa aku berikan La..
    semoga beliau tenang di sana, dimudahkan jalannya, diterima amal ibadahnya..

    dan untuk Lala sekeluarga, semoga doa-doa untuk beliau dikabulkan oleh Allah.

    Doa anak yang sholeh, menjadi pahala yang tidak terputus..🙂

    amin allahumma amin🙂

    Posted by anna | March 12, 2010, 10:22 am
  16. aku begitu meleleh membaca ini
    serupa benar seperti ketika aku kehilangan alm ayahku
    mereka seperti matahari, tongkat, putaran bumi, nafas dan entah apa lagi yang tak bisa dituliskan untuk mengungkapkan ketakberdayaanku ketika kehilangan dia
    semoga semakin kuat
    dia akan selalu bangga padamu la!

    Posted by julie | March 12, 2010, 12:37 pm
  17. Lala …
    Jangan Sedih ya …

    Papi pasti lagi bulan madu sama Mami disana …
    Dia sudah bahagia La …

    So …
    Doakanlah …
    Ikhlaskanlah …

    Salam saya La …

    Posted by nh18 | March 12, 2010, 1:56 pm
  18. speechless bacanya.. serasa mau menitikan air mata…
    mungkin kita sebagai anak hanya bisa mendoakannya yach…

    Posted by agoenk70 | March 12, 2010, 11:50 pm
  19. mb Lala…..tt percaya deh, mb Lala pasti udah ikhlas papa pergi, apalagi perginya ke tempat terbaik…🙂

    Posted by yustha tt | March 15, 2010, 3:16 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

March 2010
M T W T F S S
« Feb   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: