you're reading...
precious persons, Thoughts to Share

The Perfect Decision

Every decision is a life changer.

Kuanggap demikian karena menurutku setiap keputusan yang diambil akan melahirkan sebuah kejadian yang akan memengaruhi kehidupanku selanjutnya. Sekecil apapun keputusan yang lahir, tidak menutup kemungkinan kalau kejadian yang besar akan menanti dan mengubah segalanya.

And every decision is a perfect one.

Kuanggap sempurna, karena menurutku, tidak ada keputusan yang salah atau keputusan yang benar. Definisi benar atau salah akan tergantung dari pasang mata mana yang memandang, isi kepala mana yang menganggap. Benar menurutku, tidak berarti benar untukmu. Salah untukmu, mungkin kuanggap sebagai pelajaran berharga buatku.

Jadi, kukatakan sekali lagi, bahwa semua keputusan adalah sempurna. Untuk hidupku, untuk penguatan tapakan kakiku di masa-masa selanjutnya, untuk pembelajaran, untuk pengalaman agar aku lebih berhati-hati.

Every decision is a perfect decision, dan sepertinya, ada sepasang manusia yang akan menganggukkan kepala kalau aku bercerita tentang keputusan terhebat mereka dalam sejarah kehidupan mereka, sampai tiga puluh tahun terakhir ini.

Keputusan kawanku Yoenoes dan istrinya Nia, untuk terus berjuang dan tak pernah mengenal kata menyerah demi menyelamatkan kehidupan yang berdetak. Keputusan mereka untuk tetap ngotot mempertahankan sebuah denyut yang perlahan melemah. Keputusan mereka untuk menyelamatkan dua buah hati mereka, Hans dan Felice,  setahun kemarin, dengan segenap kekuatan yang mereka punya.

Keputusan untuk terus berjuang demi Hans dan Felice, bayi-bayi mungil, yang selalu kusebut sebagai The Miracle Babies.

**

Aku masih teringat saat duduk di selasar rumah sakit usai berkali-kali mengintip ke dalam ruang ICU, tempat Hans dan Felice mendapatkan perawatan terbaiknya dalam sebuah inkubator. Ini adalah pertama kalinya aku datang ke sana setelah kawanku itu bercerita soal kondisi bayi-bayinya.

Saat itu, Nia duduk di sampingku, bercerita panjang lebar tentang kondisi kedua buah hatinya. Mereka yang sudah mulai bisa menyusu banyak, Felice yang banyak tingkah, Hans yang sudah semakin gemuk, dan banyak cerita lain tentang mereka yang membuat wajah Nia cerah ceria.

Aku ingat, saat itu Nia juga bercerita soal hari ketika ia harus melahirkan Hans dan Felice sebelum waktunya. Tujuh bulan lebih sedikit, bobot tubuh yang ringan, tapi ketuban Felice sudah pecah. That time, she was asked to let one of her babies go. Dengan mengorbankan bayi perempuannya, Nia memiliki kesempatan untuk mempertahankan bayi lelaki yang masih terselubung dalam kantung yang belum bocor. Masih ada kesempatan untuk melahirkan bayi lelaki yang normal, di usia yang tepat, dengan bobot yang banyak. Asal… dia mengorbankan bayi perempuannya.

It wasn’t an option, she said.

Nalurinya sebagai seorang Ibu tidak akan pernah tega untuk mengorbankan jabang bayinya, yang sudah membuat kantung rahimnya ramai selama berbulan-bulan.

Dengan tegas dia menolak opsi untuk membiarkan bayi perempuannya tak terselamatkan. Dia mengandung dua jabang bayi. Dia harus melahirkan DUA jabang bayi, bukan satu saja.

Hari itu, tanggal 1 Maret 2009, sepasang bayi kembar — lelaki dan perempuan — telah lahir di sebuah rumah sakit, dengan bobot tubuh masing-masing 1000 gram dan 800 gram.

Dan perjuangan itu belum berakhir.

**

Suatu kali, kawanku pernah bercerita tentang jumlah biaya yang musti dia bayar demi membuat kedua bayinya sehat. Ratusan juta biaya yang musti keluar dan dia harus pontang panting ke sana ke mari demi mendapatkan biaya yang dibutuhkan.

Banyak yang mengatakan bahwa mereka telah menghabiskan banyak Rupiah demi anak-anak mereka. Seolah menertawakan keputusan Yoenoes dan Nia. Biaya operasi jantung Felice yang bocor telah menelan lebih dari lima puluh juta Rupiah, kalau dianalogikan, mereka bisa dapat uang muka membeli mobil!

Tapi dengan sabar, Yoenoes mengatakan bahwa ini tidak ada sangkut pautnya dengan uang. Ini adalah untuk anak-anak mereka. Untuk buah hati mereka tercinta. It wasn’t about the money. It was for their babies, and it has nothing to do with it.

Dari putera puteri kecil mereka, Yoenoes dan Nia semakin mendewasa. Pelajaran-pelajaran berharga dipelajarinya dari hari ke hari. Pertengkaran demi pertengkaran yang mereka jalani justru semakin mengukuhkan kasih sayang di antara mereka, mengingatkan bahwa mereka adalah sebuah tim yang sama, bergerak secara dinamis untuk mencapai tujuan yang sama. Mereka bukan lagi Yoenoes atau Nia. Mereka kini adalah sepasang energi untuk membesarkan putera-puteri mereka.

Sepasang orang tua muda yang sangat kukagumi, sekalipun aku mungkin tak pernah mengatakannya di depan Yoenoes, padahal kami bertemu lima kali dalam seminggu, di bawah naungan atap kantor yang sama…

**

Tapi hari ini, Senin, 1 Maret 2010, akan kukatakan kepada Yoenoes, bahwa aku bangga telah menjadi temannya. Aku bangga telah menyaksikan pendewasaannya, aku bangga telah menjadi saksi bahwa apa yang telah dia lakukan bersama Nia adalah sesuatu yang tak biasa.

Aku bangga dengan keputusannya untuk terus mempertahankan Felice, yang kini tumbuh besar menjadi gadis cilik yang gemuk.

Aku bangga dengan keputusannya untuk tak mau menyerah dengan Hans, sekalipun sempat tak bernafas sampai sepuluh menit lamanya di rumah sakit, karena sekarang Hans menjadi bocah cilik yang sehat dan suka tertawa.

Dan asal kamu tahu saja, kini, setiap aku melihat perkembangan kedua anak kawanku itu, aku tak sanggup membayangkan apa jadinya jika saat itu Nia tidak nekat memutuskan untuk mempertahankan bayi perempuannya… Look how gorgeous they are, now… They’re so beautiful, aren’t they?

Seperti yang tadi kubilang, every decision is a life changer.

It surely did change Yoenoes and Nia lives.

Dan aku yakin, mereka akan mengangguk mantap kalau kubilang bahwa mereka telah mengambil keputusan yang tepat untuk terus mempertahankan bayi-bayi mereka, no matter how hopeless life was..

Mereka adalah orang tua yang hebat, dengan keputusan yang sangat tepat. Semoga Tuhan selalu memberkati Yoenoes dan Nia, juga kedua anak mereka yang hari ini mengulang tahun…

Selamat ulang tahun, My Miracle Babies…

Seluruh untaian doa dan pengharapan Aunty Lala panjatkan untuk kalian berdua agar selalu sehat, cepat besar, dan selalu berada dalam perlindungan dari Tuhan yang menyayangi kalian..

Suatu saat kelak, kalian boleh baca blog Aunty dan mengetahui betapa besar cinta kasih Papa dan Mama buat kalian, sehingga kalian selalu menjadi anak-anak yang baik…🙂

Sun sayang,

Aunty Lala.

**
Kupersembahkan khusus untuk anak-anak ajaib, Hans dan Felice, juga kedua orang tua mereka yang hebat: Nyus & Nia.

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

14 thoughts on “The Perfect Decision

  1. Wah lucu2 yah gambarnya, ngegemesin

    Posted by Rafi | March 1, 2010, 4:29 am
  2. bener banget tuh…. kadang kita emang suka nyesel merasa salah ngambil keputusan, padahal semua pasti udah diatur ama Tuhan ya…🙂

    salut buat temen lu itu! gua pernah tuh ngeliat bayi kembar juga yang lahir 7 bulan. dibawah 1 kg juga. tuh sampe sedih ngeliatnya di inkubator….

    Posted by arman | March 1, 2010, 9:19 am
  3. ketika kita berproses mengambil keputusan maka itu masih dalam lingkaran di bawah kuasa kita, tapi hasil akhir keputusan itu adalah ketetapan Allah…maka kita diwajibkan bertawakal ketika berikhtiar, jadi ikhlas menerima apapun ketetapanNya

    Posted by Oyen | March 1, 2010, 9:38 am
  4. Salam super-
    Salam hangat dari pulau Bali-
    dahsyat… really nice article..
    saya sampe baca dua kali..
    semangat ya……

    Posted by andry sianipar | March 1, 2010, 11:32 am
  5. Saya setuju mba. hidup adalah mengenai pegambilan keputusan, karena setiap hari kita dihadapkan pada pilihan2 sulit yang terkadang bisa buat putus asa. namun sekali lagi cara kita memandang dan memahami tujuan hidup itu yang dapat menyelamatkan kita dari pilihan yang salah. ^_^ makasih dah mo bagi2 pengalaman
    salam sejahtera.

    Posted by Daiichi | March 1, 2010, 7:50 pm
  6. asik neh banyak anak kecil

    Posted by websmaster informations | March 2, 2010, 7:11 am
  7. make ur choice and live with it
    *kalo g salah si gt kata org2 bijak*

    God bless them
    they’re so cutee

    Posted by depz | March 2, 2010, 8:26 am
  8. Selamat Ulang Tahun juga untuk Hans dan Felice

    Saya pernah baca tulisan kamu tentang ini …

    tak terasa setahun sudah umur mereka …

    Semoga sehat-sehat selalu
    Tumbuh berkembang menjadi anak-anak yang lucu dan pintar

    Salam saya

    Posted by nh18 | March 2, 2010, 10:37 am
  9. wah… luar biasa…
    keputusan yang tidak mudah..
    ah.. aku mo komen aja jadi bingung La…

    perasaan seorang ibu yang mengandung 2 bayi.. dan ketika harus memilih… jelas gak mudah.. dan memang tidak bisa memilih…

    keberanian yang luar biasa, dengan resiko besar..
    alhamdulillah kedua bayinya bisa diselamatkan.. dan sekarang tumbuh jadi bayi yang sehat…🙂

    senangnya..

    Posted by anna | March 3, 2010, 11:36 am
  10. Ketika salah seorang teman saya hamil, dokter memvonis bayinya mengidap toxo, dan akan lahir cacat. Dokter menyarankan kepada teman saya untuk menggugurkan kehamilannya, karena toh ia masih muda, dan masih banyak kesempatan untuk mengandung anak yang sehat. Tapi teman saya menolak. Ia berkeras tetap membesarkan janin dalam kandungannya, dan melahirkannya. Memang benar, bayi itu lahir dengan kondisi lemah fisik dan mental. Tak kurang-kurang biaya dan tenaga (tentu juga hati) yang dihabiskan teman saya dan suaminya untuk merawat anak itu, yang hingga kini (sekitar 5 tahun) tetap tak mengalami banyak kemajuan. Apakah mereka menyesal? Tidak. Mereka tetap mencintai sepenuhnya putra mereka …

    Keputusan yang benar-benar didasari cinta, dan mereka pertanggungjawabkan sepenuhnya …

    Hallo Lala, bagaimana dengan keputusan penting dalam hidup Lala sendiri? 🙂

    Posted by tutinonka | March 3, 2010, 12:27 pm
  11. lucunya…. wajahnya oriental gitu

    Posted by orange float | March 3, 2010, 1:57 pm
  12. Seorang ibu paling memahami apa yang ada di dalam dirinya serta ikatan dengan anak-anaknya…

    Posted by Cahya | March 4, 2010, 1:36 pm
  13. mudah2an suatu saat nanti the miracle babies singgah disini..
    hehehe…

    heppi birthei to Felice and Hans.🙂

    Posted by hasian_cinduth | March 4, 2010, 4:41 pm
  14. Tuhan melihat Upaya kita…sekuat apa Ikhtiarnya…
    Dan Tawakal adalah bentuk penyerahan diri setelah ikhtiar yang maksimal…bukankah lebih Indah, Ketika PertolonganNYA datang setelah kita berupaya maksimal dibanding dengan diam tanpa upaya…

    Happy b’day buat the miracles babies…🙂

    Posted by atmakusumah | March 4, 2010, 10:44 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

March 2010
M T W T F S S
« Feb   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: