archives

Archive for

Kecoa yang Pintar!

Kecoa yang Pintar!Ada seekor kecoa bermain-main di kamar mandiku. Setelah kodok kecil yang meloncat-loncat kemarin dulu, kini giliran kecoa yang membuat aku sedikit panik di dalam kamar mandi. Aku memang geli melihat wujud kecoa cuman sayangnya, aku juga nggak tega untuk menggencetnya dengan sandal jepit yang biasa kupakai di kamar mandi. Yang ada, aku malah ‘menari-nari’ di atas lantai kamar mandi karena menghindar tubrukan kecoa yang nubrak-nubruk, srudak-sruduk kayak banteng kalap.

Berhubung geli tapi nggak tega menggencet kecoa, akhirnya aku memilih untuk menyiramnya dengan air dalam gayung. Maksudnya, sih, supaya kecoa itu segera menjauh dari kedua telapak kakiku yang bisa sewaktu-waktu menggencetnya. Berkali-kali kusiram kecoa itu dengan air, sampai akhirnya, kecoa itupun tak lagi membuatku ‘menari-nari’ lagi. Mengapa? Karena tubuhnya sudah dalam posisi terbalik, dengan kaki-kaki yang bergerak-gerak di atas. Tentu saja dia tak bisa bebas merangkak kemana-mana seperti sebelumnya.

Aku pun mulai mandi dengan tenang, sambil sesekali mataku melirik ke kecoa yang kaki-kakinya tak berhenti bergerak itu. Ya, sekalipun aku tahu kalau kecoa itu sudah tak berdaya lagi, tapi tetap saja aku takut kalau sewaktu-waktu kecoa itu bisa dengan suksesnya membalikkan tubuhnya lalu mulai bergerilya lagi. Serem!

Tapi alih-alih merasa takut, aku malah menikmati ‘perjuangan’ kecoa itu. Bukannya aku suka melihat penderitaannya, lho, hanya saja dari kecoa yang tubuhnya terbalik itu aku mendapat permenungan yang luarbiasa.

Permenungan macam apa? Continue reading

Saling Melengkapi

OppositeAjang kontes America’s Got Talent sudah mencapai babak penyisihan untuk sampai ke perempat final — 40 peserta terbaik. Dari ribuan peserta, hanya tersisih beberapa ratus peserta. Dan dari ratusan itu, hanya 40 peserta saja yang bisa lolos sampai ke Hollywood.

Bisa terbayang betapa banyak air mata yang tumpah saat itu, kan? Berapa banyak jantung yang berdebar kencang sampai mungkin tak perlu stetoskop untuk mendengarnya secara jelas. Berapa banyak orang yang berkeringat dingin, berharap-harap cemas: apakah aku lolos? Apakah aku akan pulang ke kampung halamanku? Apakah setelah ini aku menelepon orang-orang tersayangku dan mengabari mereka bahwa aku belum akan pulang karena masih harus mengikuti proses selanjutnya? Atau mereka harus bersiap-siap menemaniku dugem akibat stress dengan hasil keputusan juri? Continue reading

Catatan Harian

February 2010
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Celotehan Lala Purwono