you're reading...
daily's blings, Thoughts to Share

Boneka dari Keponakan

Boneka dari Keponakan

Keponakan-keponakanku menyambut ketukan pintu pagarku, kemarin malam saat aku bermain ke rumah Mbak Piet, kakak sulungku. Dengan gembira mereka mengulurkan tangan lalu mencium punggung tanganku seperti biasa, secara bergantian. Buru-buru mereka menyeretku ke kamar mereka lalu mengangsurkan sebuah boneka perempuan yang lucu.

“Ini buat Aunty,” kata Q, keponakan sulungku.

Adiknya mengangsurkan satu lagi  boneka untukku. Sebuah boneka beruang yang memeluk bantal hati bertuliskan ‘I love you‘. “Ini juga buat Aunty, lho.”

Aku tersenyum. Senang, pasti. Pertama, karena senyum manis mereka yang selalu berhasil merontokkan kesedihan dan gundah gulanaku, dan kedua, tentunya karena boneka-boneka itu memang lucu.

“Ini dapet dari sabun So K**n, Aunty,” kata si Sulung. “Ini, aku sama Adik sudah punya satu-satu.” Q pun menunjukkan boneka mereka masing-masing. “Makanya, yang ini buat Aunty aja… Aunty pasti senang, kan?”

“Senang, Kak? Nggak cuman senang, Kakak sayang… Aunty tuh senaaaannnggg sekali!”

“Buat ditaruh di tempat tidur, ya, Aunt…” kata Q dengan senyumnya yang sangat manis. Aku pun mengusap belakang kepala keponakanku, lalu mengecup keningnya perlahan dengan sayang. Bergantian pada keduanya.

“Terimakasih, ya, Sayang… Aunty taruh di sebelah bantal Aunty, biar inget terus sama Adik dan Kakak,” kataku.

Lalu mereka tersenyum.

*

Pukul delapan malam, aku menyusuri jalan pulang di atas mobil sedan hijau Bro yang menggelinding menggilas aspal. Sepanjang jalan, aku teringat kembali dengan boneka pemberian keponakanku yang kuletakkan di dalam tas, di bagasi. Aku tidak sabar untuk pulang ke rumah dan menimangnya.

Sampai di rumah, boneka-boneka itu segera kuletakkan di atas bantal, duduk manis menemaniku bermain-main dengan laptopku. Berkali-kali aku menoleh, melihat betapa lucunya b0neka-boneka sederhana itu, lalu mulai membayangkan wajah-wajah manis keponakanku yang paling aku sayang itu.

Boneka sederhana. Bonus saat membeli sabun cuci ukuran tertentu, dalam jumlah tertentu. Biasa saja, tidak yang berbulu halus dan empuk. Biasa saja, banyak mungkin yang menganggapnya terlalu biasa.

Tapi ketika kupandang-pandang lagi, akhirnya aku teringat sesuatu.

Sesederhana apapun pemberian dari orang-orang yang aku sayangi, tetap saja maknanya akan selalu luar biasa. Boneka ini, salah satu contohnya. Biarpun sederhana, tapi sangat istimewa karena ini adalah pemberian dari keponakan-keponakan, yang sekalipun nakalnya seringkali amit-amit, tapi sangat aku sayang.

Bahkan dulu, pernah, keponakanku memberikan sebuah mainan seharga lima ratus Rupiah, berbentuk pigura kecil (ukuran 3 x 2 cm) berisikan gambar Cinderella, yang dibeli khusus untukku sesaat sebelum pulang sekolah. Sampai kini, hadiah itu masih terpajang dengan cantik di sebelah komputer kantorku dan setiap melihatnya, aku teringat wajah keponakanku dan semakin teringat kalau dia memang menyayangiku.

Hal-hal kecil yang mungkin tidak berarti, yang mungkin sederhana, yang jika dirupiahkan, tentunya tak membuat kalkulatorku menyerah, tapi akan selalu bermakna kalau semua itu adalah pemberian dari mereka-mereka yang tak pernah alpa teringat di dalam anganku sekalipun mataku terpejam.

Hm.

Akhirnya aku teringat bahwa seharusnya, aku pun selalu teringat kepada Tuhan yang aku sayangi, atas apapun yang telah Dia berikan padaku sampai detik ini. Tubuh yang montog, hidung yang pesek, karir yang stagnan, hubungan asmara yang kadang hangat kadang dingin (kayak water dispenser aja, deh, ah! Hehe), naskah yang terbit, naskah yang ditolak terbit..

APAPUN yang diberikan Tuhan, sudah seharusnya kuterima dengan senang hati, karena aku tahu kalau semua itu adalah pemberian dari Tuhan yang tak pernah berhenti aku sayangi, InsyaAllah sampai umurku habis. Dan aku yakin, ketika Tuhan memberikan semua itu buat aku, tentu Tuhan memang memberikannya karena Dia menyayangiku, karena Dia mengingatku.

Sama seperti kedua keponakanku yang begitu riang gembira ketika memberikan boneka-boneka itu kepadaku. Mereka melakukannya karena mereka menyayangiku, kan?

Jadi, alangkah tidak patutnya kalau aku tidak menyukai semua pemberian orang-orang yang aku sayangi. Atau pada semua pemberian Tuhan yang sangat aku sayang.

Malam ini, boneka-boneka itu masih menemaniku mengetik tulisan ini. Mereka duduk dengan manisnya dan seolah memberikan energi untuk setiap jari yang beradu dengan tombol keyboard.

Boneka-boneka sederhana yang sangat istimewa.

Boneka dari keponakan, yang kemudian semakin menjadi kesayangan karena telah memberiku pelajaran tentang selalu berterimakasih kepada Tuhan akan semua yang pernah, sedang, dan akan Tuhan berikan kepadaku, sampai kereta maut menjemputku, entah kapan…

***

Kamar, Jumat, 19 Februari 2010, 9.00 Malam

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

15 thoughts on “Boneka dari Keponakan

  1. ponakan sayang aunty pasti juga krn aunty juga sayng banget sama mereka kan

    Posted by monda | February 19, 2010, 9:32 pm
  2. Ah …
    Keponakan-keponakanmu itu lucu sangat La …
    Biarpun sederhana …
    tapi pemberian mereka itu sungguh lucu dan menyentuh …

    Ini menggambarkan betapa mereka mencintai Auntynya …

    Salam saya La

    Posted by nh18 | February 19, 2010, 11:06 pm
  3. Jadi ingat lagu BONEKA…
    salam kenal ya..

    Posted by Zaiful Anwar | February 20, 2010, 1:03 am
  4. so sweeeetttttt… 🙂
    iya bener, hadiah tuh gak perlu mahal. yang penting emang niatnya yang bikin hadiah itu jadi berharga ya… 🙂

    Posted by arman | February 20, 2010, 2:04 am
  5. Iya mbak….. nikmatilah hari2 bersama keponakan (dan anak kita kalau kita punya) mumpung lagi lucu2nya. Karena waktu berjalan sangat cepat, tiba2 tanpa kita sadari nanti mereka sudah besar2….. sudah jauh berkurang kelucuannya walaupun tentu tetap saja mereka kita sayangi… 🙂

    Posted by Yari NK | February 20, 2010, 6:22 am
  6. percaya atau tidak,saya punya boneka2 dari yg besar sampai yg kecil di kamar. sekarang saya taruh di atas lemari aja gak diajak bobo bareng,hehehe…

    itu sebagian pemberian orang (tepatnya mantan) dan ada yg hadiah2 dari mana2:D

    saya gak malu sebagai cowok suka boneka,menunjukkan punya sisi yg lain dari diri saya.

    lagian menurut saya ,itu belum separah teman saya yg kalo tidur harus ditemani oleh ketiga bonekanya dari kecil,yaitu si boncu,boncel dan boncella. bahkan sampai dia ke amerika pun boneka busuknya (boneka ini aslinya gajah tapi karena udah buluk gak jelas lagi bentuknya,bekas ditambal2 pula:D ) ini dikosongkan kapuknya,dan diisi lagi disana.

    FYI aja teman saya ini juga laki2 normal lho,dan kami berteman baik terutama dulu saat kami masih sma,sekarang dia tinggal di amerika,tapi saya tau si trio bon2 itu pasti masih setia menemaninya tidur setiap malam (sebagai penutup matanya juga sih sebenernya selain sebagai tatakan iler,hahaha)

    Posted by didot | February 20, 2010, 6:54 am
  7. wow… walopun sederhana. itu betul-betul rasa sayang yang tulus dari ponakan ke aunty nya..

    jadi kangen nih ma ponakan.. 🙂

    Posted by anna | February 20, 2010, 8:35 am
  8. Wah so sweet ne crtax.XD
    salam kenal ya. .

    Posted by Adi | February 20, 2010, 10:33 am
  9. senang sekali membaca ini La…
    ini menunjukkan betapa banyak kebahagiaan yang dapat direguk.
    berkeluh kesah hanya akan membuat kebahagiaan-kebahagiaan itu semakin berkurang
    salamku buat ponakan-ponakanmu La 🙂

    Posted by vizon | February 20, 2010, 12:42 pm
  10. susuatu yg sederhana akan jd berharga bila kita mensyukuri nya

    Posted by nDa | February 20, 2010, 1:05 pm
  11. Dear mbak Lala,
    Kadang pemberian dari manusia ada yang kita butuhkan ada yang tidak, ada yang kita sukai ada yang tidak, ada yang murah dan ada yang mahal….tapi pemberian dari Allah selalu kita butuhkan, selalu tepat, selalu berharga dan selalu spesial, karena Allah maha tahu apa yang terbaik buat kita….

    mungkin sering dengar kata-kata ini….
    Aku ingin kuat, dan Allah memberiku masalah untuk kuhadapi
    Aku ingin bahagia, dan Allah menciptakan orang-orang kekurangan untuk berbagi
    Aku ingin berani, dan Allah memberiku tantangan untuk kuhadapi
    Ya, mungkin Allah tidak memberi apa yg kita inginkan, tapi Allah selalu memberi apa yang kita butuhkan dengan tepat

    Jika pemberian manusia sangat kita hargai, maka pemberian sang Pencipta wajib kita syukuri. Semoga pemberian Oyen juga memberi arti, walau sekedar koment basa basi…he..he..he 🙂

    AYO !!! SEJAHTERAKAN OYEN !!!

    Posted by Oyen | February 20, 2010, 5:43 pm
  12. Wetz..Senangnya dpat hadiah dri ponakan,pasti ponakannya syg bgt ama auntinya 🙂

    Posted by JhezeR | February 20, 2010, 7:28 pm
  13. dengan bersyukur Tuhan pasti menambah nikmatnya…,

    Posted by tyan's | February 20, 2010, 8:48 pm
  14. kebayang wajah2 cantik dan tulus keponakanmu Jeung,
    yang memberikan boneka dgn senangnya krn sayang dgn aunty nya.
    Pemberian apapun yg kita terima memang jangan dilihat dr harganya , namun dr ketulusan dan perhatian yg memberikan ya Jeung.
    titip salam sayang utk ponakan2mu yg baik hati ya Jeung.
    salam.

    Posted by bundadontworry | February 21, 2010, 12:51 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

February 2010
M T W T F S S
« Jan   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: