you're reading...
Thoughts to Share

Foto yang Berbicara

Monalisa, by Leonardo Da Vinci

Pernah dengar ungkapan “A picture can paint a thousand words”? Sebuah gambar yang akan bermakna ribuan kata-kata? Selembar kanvas berisi wajah, tubuh yang meliuk, pematang sawah, langit yang kotor oleh serakan bintang, pantai yang sunyi dengan kapal kecil yang terlihat layarnya saja, atau sepasang mata seperti Monalisa yang seolah bergerak mengikuti kemanapun seseorang melangkah kaki.

Gambar yang bercerita banyak tanpa membutuhkan kata-kata yang terlontar keluar dari mulut. Kegelisahan yang terurai dari gerak penari Bali, misalnya. Atau kesepian yang tertangkap dari sebuah perahu yang berlayar sendiri dalam lautan yang gelap.

Karena seperti ungkapan tadi, “A picture can paint a thousand words”, dan memang begitulah kekuatan sebuah gambar. Bertutur banyak tanpa kata, menyisipkan pesan tanpa disadari.

Seperti sebuah gambar yang kutemukan di laptop­-ku, beberapa hari yang lalu, ketika aku asyik mengaduk-aduk koleksi foto-foto lama di beberapa folder tempat biasa aku menyimpan foto. Sambil berbaring di atas ranjang, aku melihat-lihat kembali koleksi foto-fotoku. Mulai dari foto-foto narsis dengan ponsel, sampai foto-foto yang berasal dari bidikan kamera profesional milik sahabatku, Titi.

di sebuah pujasera (10 April 2009)

Sebuah foto membuatku tercenung. Bukan, bukan karena aku melihat diriku sendiri sedang tersenyum dan bergaya ala foto model profesional di sana lalu kemudian diam-diam mengaguminya – haha, narsis banget, ya? Tapi karena foto itu seolah mengajakku berbicara. Mengajakku berdialog. Seolah mengeluarkan sulur-sulur tak terlihatnya dan menjeratku untuk menangkap maknanya.

Foto ini sederhana. Kalau aku tak memerhatikannya lebih seksama atau meluangkan waktu lebih panjang untuk mencoba menangkap maksudnya, foto ini mungkin terlihat biasa saja. Sekadar foto narsis seorang perempuan, dengan gaya sok kerennya. Apa yang istimewa – selain wajahnya yang cantik? Haha!

Tidak ada, tidak ada yang istimewa kecuali kemudian aku mulai menangkap maksudnya.

Di dalam foto itu, sosokku terlihat jelas, sementara background foto itu terlihat blur. Dengan setelan lensa kamera Canon itu, foto yang dihasilkan adalah sosok yang nampak jelas, sementara bagian belakangnya pasti akan selalu nampak kabur. Dengan lensa yang khusus, maka hasilnya tidak akan berubah. Obyek yang lebih dekat ke lensa maka akan terlihat nyata, sementara yang lainnya tidak.

Kemudian aku teringat pada sesuatu yang berkaitan dengan fokus sebuah lensa kamera tadi.

FokusPernahkah kamu merasa terlalu fokus melihat sesuatu maka kemudian obyek-obyek di sekitarnya terlihat kabur? Untuk mempermudah, coba sekarang, acungkan sebuah pena di depan sepasang matamu. Pandang dengan fokus, terus menerus. Dalam beberapa detik, kamu akan menemukan hanya pena itu yang terlihat oleh sepasang matamu, sementara obyek-obyek di sekitarnya akan mengabur.

Kurasa, seperti itulah hidup. Okay, hidupku.

Terkadang, aku terlalu fokus menginginkan sesuatu. Sangat menginginkannya sampai-sampai hatiku terasa kebas terhadap semua rasa yang lain. Aku menginginkan sesuatu, seseorang, sampai-sampai aku melupakan bahwa bisa jadi ada sesuatu atau seseorang yang jauh lebih baik daripada yang benar-benar aku inginkan.

Mataku hanya berfokus pada sebuah benda, padahal di sekitarku, ada banyak benda lain yang jauh lebih baik. Tapi aku tak mengetahuinya. Tapi aku tak pernah menyadarinya. Mengapa? Karena aku terlalu fokus pada benda tersebut, sampai-sampai segala yang ada di sekitarnya, baik atau buruk, tak terlihat di mata. Benda-benda itu hanya serupa bayang-bayang kabur yang tak akan pernah terlihat begitu jelas di mataku, yang kemudian kupilih untuk kuabaikan…

Ya.

Aku, manusia, seringkali merasa terlalu mencurahkan segala perhatian terhadap satu hal saja, sehingga mengabaikan yang lain. Ada manusia yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya, sampai lupa kalau sebetulnya dia telah kehilangan waktu-waktu berharganya dengan orang yang dia cintai. Ada manusia yang terlalu mencintai seseorang, sampai lupa kalau sebetulnya lelaki itu pun memiliki kekurangan. Ada manusia yang mencari kebahagiaan sampai menyeberang lautan, padahal di daratan yang kini dipijaknya, kebahagiaan-kebahagiaan lain telah mengitari hidupnya.

Begitulah manusia…

Atau hanya aku saja?

Apapun, yang terpenting adalah, aku belajar sesuatu dari sebuah foto narsis diriku sendiri itu.

Dan aku beruntung, sulur-sulur tak kentaranya itu berhasil menarikku lebih lekat lagi untuk mengamatinya, lalu mengajakku pikiranku untuk mencerna kata-kata tak terlihatnya.

Kata-kata ini:

“Ketika kamu menghabiskan waktumu untuk terlalu fokus terhadap sesuatu, mengabdikan seluruh perhatianmu  pada sesuatu, bisa jadi, kamu kehilangan sesuatu yang lain… Padahal bisa saja, sesuatu yang lain itu lebih baik untukmu tapi kamu tak pernah mengetahuinya….”

Ya.

Foto itu berbicara seperti itu padaku.

Kira-kira, dia bicara apa, ya, sama kamu? Ah. Semoga dia nggak ngomong yang macam-macam, deh… 🙂

**

Kantor, Selasa, 16 Februari 2010, 4.42 Sore

Semakin terinspirasi dari tulisan komentar Uda Vizon, di tulisan Arif yang ini

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

19 thoughts on “Foto yang Berbicara

  1. weks… kak lala juga sadar toh? sama… aku juga sadar oleh komentar si uda itu… ternyata memang, ketika kita mengistimewakan sesuatu, maka kita seakan mengacuhkan sesuatu yang lain yang mungkin saja lebih spesial, lalu kita akan sadar bahwa sesuatu itu begitu istimewa ketika kita atelah kehilangannya….

    Posted by aurora | February 16, 2010, 6:12 pm
  2. Hmm…
    Kalo kerja harus fokus mb biar cpt selesai & hasilnya baik, hehe..

    Perempuan dikaruniai kemampuan untuk bisa fokus pd beberapa hal dlm waktu bersamaan. Syukur pd Tuhan. 😛
    Terlalu fokus pd satu hal memang tdk baik krn hidup kita mempunyai banyak sisi yang berlainan. Ketika satu sisi tidak membawa kebaikan, kita masih punya sisi lain yg bisa membawa kita pada kebaikan. Jangan terpaku pd satu hal yg tdk membawa kebaikan itu, tp tengoklah sisi2 lain hidupmu, krn byk hal msh ada di luar sana..

    Selain ngopy kata2 mb Lala, sy jg sedang menasehati diri sendiri lewat tulisan ini.

    Terimakasih seribu ya mb..

    Posted by yustha tt | February 16, 2010, 6:58 pm
  3. cerita kamu ttg fokus dan blur ini sama dengan yang aku selalu bilang: “Jangan pakai kacamata kuda, sebelahmu saja kamu tidak bisa lihat” 😀

    Posted by ikkyu_san a.k.a imelda | February 16, 2010, 7:12 pm
  4. kl aku melihat foto hanya sekedar untuk mengenang kejadian-kejadian dimasalalu…..

    Posted by gyant | February 16, 2010, 7:16 pm
  5. artikel yg menarik…
    jd dihayati mebacanya.. 😀

    salam knal ya.. 🙂

    Posted by U-marr | February 16, 2010, 8:17 pm
  6. gak ada yg salah dengan fokus,tapi mungkin yg lebih penting adalah masalah prioritas. saat ini mungkin yg lebih prioritas adalah fokus ke satu hal,dan mungkin di lain waktu fokus di hal lain. nah disinilah dibutuhkan kebijaksanaan dalam menentukan mana yg prioritas kita fokuskan dulu…

    semoga dengan kebijaksanaan, fokus tadi malah menjadi sebuah kekuatan yg jauh lebih besar dalam hidupmu la:)

    Posted by didot | February 16, 2010, 8:27 pm
  7. betul banget itu…
    sayangnya emang kita sebagai manusia suka lupa ya….

    so thanks for reminding! 🙂

    Posted by arman | February 17, 2010, 1:35 am
  8. Hmmm….kalo dipikir2 bener juga yaa…:)

    Posted by Rafi | February 17, 2010, 1:43 am
  9. itulah hebatnya canon
    ehh saya pengguna nikon ahhh
    *lo kok ngomongin kameranya* :p

    but, analogi yg oke la
    nice post (laik olwez)
    🙂

    Posted by depz | February 17, 2010, 7:06 am
  10. Jangan terlalu fokus dg satu benda saja hingga membuat benda di sekitarnya menjadi kabur! Karena jika benda itu tiba-tiba menghilang, kamu akan kebingungan dan merasa kehilangan sekali.. mungkin… 😀

    Posted by adiarta | February 17, 2010, 9:00 am
  11. iya..betul banget tuh, aku juga begitu ko sama aja..
    Ko udh fokus sama sesuatu, seperti masalah “cowo” aja ya..
    pasti jadi suka buta.. hehhe..
    Yah That’s life kali ya..

    Posted by bundyscubicle | February 17, 2010, 11:06 am
  12. sekarang ini daku mencoba berbagi fokus, untuk membuka mata, dan melihat hal-hal lain yang mungkin membuat hidup lebih berwarna 😀

    Posted by dilla | February 17, 2010, 11:43 am
  13. kalau ke saya, foto itu sedang tersenyum kepada saya 😛

    Posted by mandor tempe | February 17, 2010, 11:47 am
  14. ah, lala
    sy mrasa tersentil krn sy pun klewat fokus dg sosok “itu” *hehe

    Posted by mizstync | February 17, 2010, 5:48 pm
  15. wah puja sera na maknyusss gak ntu mbak kek na seger banget fotona lho lho lho hee

    berkunjung dan ditunggu kunjungan balikna

    Posted by antok | February 19, 2010, 12:46 pm
  16. La… bisa-bisa si hkamu ‘mengambil’ poin dari fotomu sendiri.. heheh
    tapi bener. kadang terlalu fokus pada sesuatu membuat kita lupa pada hal sekitar. contoh dari diriku sendiri aja.. betapa aku menginginkan punya anak sendiri, tapi.. lupa ternyata di sekitar ku masih ada anak2 lain yg butuh uluran tgn kita… tidak harus mengadopsi, tapi membantu biaya sekolah.. dll.

    makasih udah menyentil diriku…

    Posted by anna fardiana | February 19, 2010, 2:28 pm
  17. alhamdulillah, bersyukurnya bunda bisa bersahabat dgn Jeung Lala, walau hanya lewat blog, tiap kali membaca tulisan disini, hampir semuanya mempunyai makna yg dalam ttg penilaian terhadap kehidupan ini.
    Jeung Lala memang begitu bisa memaknai hidup dgn segala warna warninya melalui tulisan yg apik.
    salam.

    Posted by bundadontworry | February 19, 2010, 8:27 pm
  18. Satu kata …
    Itu lagu … Bread
    And it is a beautyful song indeed …
    Udah gitu aja komenku …

    (bersenandung …!!!)
    and one … by one …

    (eh gitu nggak ya syair refrainnya ???)

    Posted by nh18 | February 19, 2010, 11:07 pm
  19. Nice posting.
    qu sempat terpekur sejenak.
    artikel ini mampu membawa pembaca tuk menyimak diri sendiri.
    Terimakasih sudah berbagi
    Salam hangat.

    Posted by dinda27 | February 21, 2010, 7:25 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

February 2010
M T W T F S S
« Jan   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: