you're reading...
daily's blings, Thoughts to Share

Tangan dan Kaki yang Berbicara

Sejak Papi meninggal, aku memang menjadi semakin sering membaca surat Yaasin. Akrab sekali dengan kalimat dengan kalimat yang terangkai indah di sana. Dulu, saat Mami berangkat terlebih dulu menuju Surga, aku sudah akrab, sih. Tapi sekarang jauh lebih akrab lagi.

Surat Yaasin memang seperti rangkuman puisi yang meneduhkan hati. Sambil membacanya, aku selalu mengintip artinya. Ketika membaca artinya, selalu saja aku merasa disentil dari berbagai penjuru. Mulai dari sentilan lembut sampai jeweran keras di telinga. Bagaimana tidak aku merasa disentil sedemikian rupa kalau setiap kalimatnya seolah mengingatkanku pada setiap fragmen kehidupan yang pernah aku jalani sampai detik ini?

Setiap saat membaca Yaasin, di dalam isi kepalaku selalu terisi penuh dengan potongan-potongan hidup yang sudah aku jalani. Bak sebuah film biografi, kenakalan-kenakalanku, kebandelanku… semuanya tergambar dengan jelas dan membuatku meringis lalu mengelus dada. Ah, sampai kini, aku tak yakin aku berhak mencicipi Surga, sekalipun aku tidak akan pernah berhenti berusaha untuk mencari tiket menujunya.

Di surat Yaasin ayat 65, dikatakan: “Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.”

Lalu aku teringat dengan salah satu lagu Alm. Chrisye yang berjudul Ketika Tangan dan Kaki Berkata — yang ternyata, Taufik Ismail, pencipta liriknya, terinsipirasi dari Surat Yaasin. Tadi pagi, lagu ini ku-download dan kuputar terus menerus sampai air mataku tak sabar untuk tumpah menjadi gerimis di atas kulit pipiku.

Akan datang hari
Mulut dikunci
Kata tak ada lgiAkan tiba masa
Tak ada suara
Dari mulut kita

Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Kemana saja dia melangkahnya
Tidak tahu kita
Bila harinya
Tanggung jawab, tiba…

Aku membayangkan, betapa cerewetnya tangan dan kakiku nanti. Tanganku yang hobi mencolek lelaki yang bukan muhrim (ya, tentunya karena bercanda-canda yang berlebihan)… Kakiku yang pernah melangkah menuju tempat-tempat yang tak semestinya kutuju…

Itu baru tangan dan kaki.

Bagaimana dengan mata? Banyak yang sudah kulihat… Banyak yang sudah kusaksikan sekalipun semestinya tak patut..

Lalu dengan telinga? Aku pernah mendengar gunjingan sekalipun seringkali aku mencoba untuk tidak banyak berkomentar…

Lalu mulutku? Aku pernah melukai hati banyak orang dengan kalimat-kalimat yang meluncur keluar tanpa kendali kendati setelahnya aku merasa sangat bersalah dan berdosa…

Astaghfirullah!

Ramai sekali kelak seluruh organ tubuhku berbicara pada saat hari kiamat tiba..

Ramai sekali kelak seluruh bagian dari tubuhku membicarakan apa saja yang sudah aku lakukan sementara aku sudah kehilangan daya untuk membela diri, memberikan klarifikasi, atau menyewa lawyer untuk naik banding…

Astaghfirullah…

Aku hampir tak bisa berkata-kata, selain berdoa agar kelak, sekalipun seluruh tubuhku berbicara tentang apa saja yang telah mereka lakukan di dunia, mereka tak hanya berbicara soal keburukan-keburukan yang pernah aku lakukan…

Dan semoga, tulisanku ini, hasil dari aduan ujung-ujung jariku dengan keyboard laptopku kali ini, adalah salah satu dari kebaikan yang pernah aku lakukan sepanjang umur yang diberikan Tuhan kepadaku…

Hope it will be counted as a good deed.

Rabbana
Tangan kami
Kaki kami
Mulut kami
Mata hati kami
Luruskanlah
Kukuhkanlah
Di jalan cahaya
Sempurna

Mohon karunia
Kepada kami
HambaMu
Yang hina

Amien.

***

Kantor, Senin, 8 Februari 2010, 1.18 Siang

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

25 thoughts on “Tangan dan Kaki yang Berbicara

  1. Renungan yang Indah jeng…Melanggengkan kebaikan memang sulit, dan melakukan perenungan sebetulnya mampu menjaga kondisi hati kita agar selalu Ingat kepadaNya dan Hari Akhir…

    Posted by atmakusumah | February 8, 2010, 3:16 pm
  2. manusia tempatnya dosa, oleh karena itu banyak amalan yg bisa dikerjakan untuk mengurangi tumpukan2 dosa itu.. yg paling berat adalah tidak mengulang keburukan di masa lalu.. semoga jeng lala, aku, dan semua pembaca di sini bisa memperbaiki diri setiap hari untuk menggapai surga itu..
    nice post jeng..

    Posted by yani | February 8, 2010, 3:31 pm
  3. Sudah seyogjanya kita sedari muda senantiasa melakukan evaluasi terhadap apa yang sudah kita lakukan dan melakukan banyak koreksi jika kita temui banyak kekurangan kita.

    Sungguh, Tuhan itu Maha Pengasih, Penyayang, dan Pengampun. Hidup kita adalah kesempatan bagi kita untuk menerima yang terbaik di alam kekekalan.

    Posted by Riris E | February 8, 2010, 3:54 pm
  4. selalu deh bikin nangis

    Posted by hanifah | February 8, 2010, 4:33 pm
  5. sama kita teh, yatim piatu hehehee…
    doa sm dzikir bikin “mereka adem” …^^

    Posted by cantigiβ„’ | February 8, 2010, 5:23 pm
  6. karena tangan selalu menggeraka tasbih untuk mengiringi khusuknya berdzikir, dan kaki yang selalu membawa jiwa dalam tapakkan menuju jalan-NYA.

    Posted by zulhaq | February 8, 2010, 6:31 pm
  7. ya, tubuh kita, saksi yang tidak akan berdusta…

    Astaghfirullahaladziim, ayo saling mengingatkan

    terimakasih sudah mampir di blog Oyen, wah sudah punya buku yah, selamet deh, semoga cepat menyusul karya-karya berikutnya. Amin

    Posted by Oyen | February 8, 2010, 8:29 pm
    • Dear Oyen,
      Tubuh kita memang saksi-saksi yang tidak akan bisa disuap. Mereka adalah saksi yang sangat jujur.

      Soal buku, alhamdulillah, sudah punya satu.. tapi baru satuuuu.. pinginnya nambah… πŸ™‚
      InsyaAllah akan ada buku2 berikutnya.. amin.

      Posted by jeunglala | February 8, 2010, 10:53 pm
  8. mb…
    manusia memang tempatnya salah dan lupa..
    tapi Tuhan Maha Pengampun.
    Jangan putus asa terhadap rahmat dan ampunan Tuhan…
    (serasa ngomong sama diri sendiri ni mb…)

    Makasih ya mb perenungannya….

    Posted by yustha tt | February 8, 2010, 10:26 pm
  9. jangan kau tunggu surga di akherat itu ,tapi ciptakanlah surga di dunia ini,dengan perbuatan baik dan kasih sayang. insya Allah surga di akherat mengikuti karenanya.

    semoga renungan ini mendekatkan kita semua kepada Allah:)

    Posted by didot | February 9, 2010, 2:02 am
    • Ya, Dot..
      Ciptakan Surga di dunia ini dengan perbuatan baik… Tidak ada salahnya untuk menciptakan hal yang baik-baik di dunia yang sementara kita tinggali ini…

      Mudah-mudahan, dengan merenung, kita semua menjadi semakin dekat dengan yang Menciptakan kita….

      Posted by jeunglala | February 9, 2010, 10:19 am
  10. at least udah teringatkan supaya bisa lebih baik lagi di masa depan.. ya gak.. πŸ™‚

    Posted by arman | February 9, 2010, 2:25 am
  11. Saya selalu bergetar tiap kali mendengarkan lagu itu… Semoga semua anggota tubuh kita dapat menjadi saksi yang “meringankan’ kita kelak di hadapan MA (Mahkamah ALLAH)..amiin yaa Rabb..

    Posted by Duddy | February 9, 2010, 10:49 am
  12. hm… walaupun udah berlalu, saya turut berduka yaa..
    tentunya sulit melalui masa2 itu.. jadi inget bapak-ibu saya yang di rumah. semoga mereka sehat sampai seterusnya.. semoga orangtua jeung lala juga diberi kemudahan di sana.. amin

    postingan ini bagus lho, mengingatkan kita juga… it’s about time aja… tinggal nunggu giliran. πŸ™‚
    salam kenal ya.. kayaknya saya baru sekali ini ke sini..

    Posted by anna | February 9, 2010, 11:16 am
    • Hai, Anna…
      Makasih udah mampir, yah…

      Selagi orang tua masih lengkap, sebaiknya dijaga dan disayang2… πŸ™‚
      Semua memang sedang menunggu giliran.. Tua dan muda, bukan jaminan… πŸ™‚
      Salam kenal juga, ya…

      Posted by jeunglala | February 9, 2010, 12:04 pm
  13. hihihihi…
    semua pasti mengalami itu la…dan postinganmu ini menyentuh
    mengingatkan bahwa semua organ tubuh kita suatu saat disana pasti akan bersaksi πŸ˜€

    Posted by Ria | February 9, 2010, 1:02 pm
  14. manusia gudangnya dosa, krn itulah Allah swt selalu menyediakan perangkat tobat utk kita krn kasih sayangNYA.
    Terimakasih Jeung utk renungan yg indah dan saling mengingatkan ya Jeung.
    Semoga Allah swt menerima tobat kita,amin.
    salam.

    Posted by bundadontworry | February 10, 2010, 8:42 am
  15. Bener2 bikin bulu kuduk merinding klo denger lagu ini!
    Jadi malu sama perbuatan kita sendiri!

    Posted by ImUmPh | February 10, 2010, 3:58 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

February 2010
M T W T F S S
« Jan   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: