archives

Archive for

Tangan dan Kaki yang Berbicara

Sejak Papi meninggal, aku memang menjadi semakin sering membaca surat Yaasin. Akrab sekali dengan kalimat dengan kalimat yang terangkai indah di sana. Dulu, saat Mami berangkat terlebih dulu menuju Surga, aku sudah akrab, sih. Tapi sekarang jauh lebih akrab lagi.

Surat Yaasin memang seperti rangkuman puisi yang meneduhkan hati. Sambil membacanya, aku selalu mengintip artinya. Ketika membaca artinya, selalu saja aku merasa disentil dari berbagai penjuru. Mulai dari sentilan lembut sampai jeweran keras di telinga. Bagaimana tidak aku merasa disentil sedemikian rupa kalau setiap kalimatnya seolah mengingatkanku pada setiap fragmen kehidupan yang pernah aku jalani sampai detik ini? Continue reading

Catatan Harian

February 2010
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Celotehan Lala Purwono