you're reading...
daily's blings, Thoughts to Share

Actions do a lot better than Words?

Pernahkah kamu mendengar kalau “Actions do a lot better than Words”? Atau menyetujui kalau tindakan adalah jauh lebih penting daripada sekadar berkata-kata? Karena menurutmu, kata-kata akan mudah terhambur keluar dari mulut, bisa tanpa makna, sedangkan sekecil apapun gesture tubuh dan perhatian telah menunjukkan segalanya? Rasa cinta lewat usapan di punggung tangan, kecupan sayang di kening, elusan sayang di punggung yang menenangkan, atau genggaman tangan erat-erat ketika seseorang sedang sangat ketakutan atau bersedih, telah menunjukkan sejuta kata-kata yang tak sempat terucapkan?

All those little gestures speak louder than words.

Dan hatimu lebih menghargai semua itu ketimbang jutaan kata-kata cinta, sayang, rindu, yang berhamburan keluar dari mulut orang-orang yang kamu sayangi..

Apakah pernah kamu merasa seperti itu?

Kamu selalu menganggap bahwa actions do a lot better than words?

**

Aku sering sekali mendengar orang-orang yang berkata, “Mending berbuat sesuatu daripada sekadar ngomong, La.”

Karena ya seperti yang aku tulis tadi, segala hal kecil, gestures sederhana, telah menerjemahkan kata-kata cinta yang tak bisa keluar dari tenggorokan. Karena buat mereka, kecupan di kening pada setiap pagi menjelang dari suami/istri mereka, kopi susu yang panas yang selalu tersedia di meja makan berikut dengan roti bersemir selai favorit, pijitan-pijitan ringan sambil berbincang-bincang tentang hari yang sudah dilalui di kantor, dan kecupan sayang sebelum mata terpejam, telah menunjukkan betapa cintanya mereka kepada pasangan dan demikian pula sebaliknya.

Juga pada hubungan orang tua dan anak; ketika mereka menganggap bahwa rasa cinta itu bisa ditunjukkan lewat being always there, dengan selalu tidak keberatan untuk merogoh kocek dalam-dalam untuk membiayai operasi, dengan membelikan apapun yang diinginkan orang tua untuk membalas jasa mereka, dengan menyediakan pembantu atau perawat yang akan selalu siap 24 jam penuh untuk melayani mereka, telah menunjukkan bahwa mereka perhatian dan penuh cinta pada orang tua.

Pada anak; dengan memberikan pendidikan yang bagus, pakaian yang layak, kecupan sayang sebelum berangkat sekolah, menyiapkan bekal yang enak…

All those gestures.

Semua hal yang tak perlu hamburan kata-kata cinta, tapi tentu saja telah menunjukkan betapa mereka mencintai orang-orang tercinta mereka.

Ya, aku tahu.

Those actions speak louder than words.

Tapi entah kenapa, buatku, sometimes, menunjukkannya dengan kata-kata akan melengkapi kesempurnaannya…

**

“Ah, kalau terlalu sering mengucapkan cinta, bukannya maknanya akan kabur, La?”

Seseorang pernah mengatakannya padaku lalu, seperti biasa, I just smiled and said, “Hm, dengan kombinasi yang tepat, di waktu yang tepat, makna dari kata-kata itu akan sampai juga kok.”

Hanya mengucapkan kata, “I love you” setiap pagi, siang, sore, dan malam. Di telepon, di SMS, di email, di hadapan.. um, sepertinya kata I love you akan setara dengan Selamat Pagi, Siang, Sore, dan Malam. Terlalu common, terlalu biasa, tak bermakna.

Tapi jangan kemudian menyalahkan bahwa kata-kata telah kehilangan efek magicalnya, hanya karena kita terlalu kerap mengucapkannya. Words still have the special effect ketika kita mengucapkannya di saat yang tepat, di saat seseorang benar-benar membutuhkannya. Kata I love you masih akan bisa menggetarkan hati seseorang jika meluncur keluar dari orang yang tepat, pada orang yang tepat, di waktu yang tepat.

Words still have the power to melt our feelings down.

Itulah kenapa, buat aku, kata-kata masih memiliki keajaiban untuk mengubah hari seseorang menjadi lebih cerah ceria.

Terserah orang lain berkata bahwa tindakan lebih penting, tapi buat aku, with the right portion, kata-kata tetap memiliki magical side effect.

**

Seorang kawan bilang, “Aku menulis posting itu terinspirasi dari statusmu di FB kapan hari, La…” Ya, dia menulis tentang rasa terimakasihnya buat Ibu tercinta, sebuah tulisan yang sukses membuatku termehek-mehek di Senin siang kemarin.

Memang, usai membacanya, aku segera mengirim SMS dan bilang kalau tulisannya bikin nangis aja, dan dari SMS balasannya, aku baru tahu kalau aku yang menginspirasinya. WOW.

“Aku tersentuh saat baca status FB-mu yang bilang untuk ucapkan cinta atau terimakasih ke orang-orang yang kita sayangi selagi sempat. Jadi, walaupun dengan banyak tindakan aku sudah sering melakukannya, tapi rasanya nggak afdol kalau nggak aku tuangkan dan sampaikan secara eksplisit…” kata Mas Nug, kawanku tadi.

Aku pun tersenyum. Ternyata, ada orang-orang yang sama sepertiku, yang menganggap bahwa kata-kata cinta, ucapan terimakasih, akan semakin melengkapi, menyempurnai setiap gestures yang telah kita lakukan. Dengan kombinasi yang tepat, efeknya malah sangat dahsyat!

**

Pagi ini, saat menulis tulisan ini, aku teringat dengan apa yang kulakukan di pagi ketika menjelang Papi meninggal dunia.

Aku merangkulnya dari belakang, menyangga tubuhnya yang melemah, mengusap-usap lengannya, sambil berbisik perlahan, “Dad, Lala sayang sama Papi. Lala bangga jadi anakmu. Lala bangga punya Ayah seperti Papi… I love you, Dad… Makasih, ya….”

Dan ketika beberapa jam berikutnya Papi meninggal dunia, aku merasa sangat lega karena setidaknya sempat melakukannya…

Mengelus punggungnya.
Mengucapkan kata-kata cinta.
Selagi sempat.
Selagi cukup waktu…

***

Kamar, Selasa, 2 Februari 2010, 8.29 Pagi

Untuk Papi

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

6 thoughts on “Actions do a lot better than Words?

  1. Sorry gak bermaksud membuatmu termehek-mehek La. Senang melihat dalam suasana duka atas kehilangan papimu, kamu masih sempat berbagi nilai positif yang bisa bermanfaat bagi orang lain. Status di FBmu itu benar2 mengingatkanku, untuk kadang kala, pada waktu yang tepat, dengan cara yang tepat, mengekspresikan rasa cinta kita pada orang tua.

    Benar, kata2 yang terlalu sering terdengar akan berkurang maknanya. Namun tindakan yang kemudian menjadi rutin dan sering dilakukan pun, kemudian akan terkesan biasa aja dan dapat kehilangan makna. Jadi kamu benar banget, kadang kita perlu mengkombinasikan keduanya (tindakan nyata dan kata2). Pada saat yang tepat, keduanya akan sangat bermakna dan memenuhi kebutuhan jiwa kedua belah pihak..

    Keep on rolling La. Keep on smiling.. 🙂

    Posted by Nug | February 2, 2010, 8:46 am
  2. Aku barangkali termasuk salah satu pria yang tak bisa memproduksi kata-kata romantis. Entah kenapa, ucapan seperti itu kok sulit sekali keluar dari mulutku. Bagiku, mengekspresikan perasaan dengan perbuatan adalah jauh lebih jujur ketimbang kata-kata… 🙂

    .-= vizon´s last blog ..jamur & zupa =-.

    Posted by vizon | February 2, 2010, 9:18 am
  3. Hmm.. gua lebih setuju soal kombinasi, Laa 😉

    Karena biar gimana kita itu bukan mind-reader and at times kita masih butuh mendengarkan kata2 itu untuk sekedar mengkonfirmasi bahwa apa yang kita rasakan dalam hati itu memang benar adanya 🙂

    Posted by Indah | February 2, 2010, 12:18 pm
  4. selalu ada energi positip di balik semua hal..:),,,*kisskiss*

    Posted by shinta soebijandono | February 2, 2010, 1:17 pm
  5. Seperti ying dan yang, agar seimbang dan mendapat dampak sesuai yg diinginkan…kombinasi kata dan tindakan terasa lebih baik say… 🙂 walau kadang kita hanya perlu melakukan salah satunya saja….

    Posted by 1nd1r4 | February 2, 2010, 6:20 pm
  6. betul juga ternyata tindakan dan ucapan harus selalu berjalan beriringan apalagi disampaikan pada orang dan moment yang tepat akan menjadi semakin bermakna

    Posted by orange float | February 4, 2010, 12:45 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

February 2010
M T W T F S S
« Jan   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: