you're reading...
Thoughts to Share

How Judgmental Are You?

Beberapa jam yang lalu, aku kencan singkat dengan sahabatku, Ly. Karena rumah kami yang lumayan berdekatan jaraknya, biasanya, in only a phone call away (atau sebiji SMS saja), dalam beberapa saat kemudian, kami sudah berada di suatu tempat, entah itu Mal, warung bakso, toko alat elektronik, atau toko buku yang paling sering memberikan diskon, Uranus.  Jadi, tadi sekitar pukul enam sore lewat sekian menit, aku mengajaknya bertemu di Supermal, Mal terdekat dari rumah.

Saat kami sedang berada di Trimedia, asyik melihat-lihat beberapa judul novel yang sedang hip saat ini, mendadak aku curhat soal beberapa orang yang melihatku dengan kacamata yang salah. Mereka tidak mengenalku dengan baik, tapi menjustifikasi aku sedemikian rupa. Hanya orang-orang terdekat yang tahu seperti apa aku; living and breathing. Mereka menjustifikasi aku dengan kejam dan aku menangis karenanya.

Tadi aku bilang sama Ly, “I hate people who’s being judgmental…”

Ly memang terkejut dengan mereka-mereka yang menilaiku dengan salah. Dia sudah menjadi sahabatku sejak aku masih memakai seragam putih abu-abu. Bahkan, kami saling mengenal sejak masih kelas 3 SD. Dia tahu bagaimana aku dan terkejut dengan penilaian yang keji seperti itu. Tapi ketika aku bilang kalau aku membenci orang-orang yang dengan mudahnya menjustifikasi orang lain, surprisingly, dia malah bilang, “Well, bukankah itu yang dilakukan oleh setiap orang? Everyone is judging other people.

“Aku berusaha untuk nggak,” kataku. Aku tahu, paling tidak enak kalau dijustifikasi oleh orang lain. Kalau apa yang kita lakukan dianggap keliru padahal kita menganggapnya benar. Kalau mereka dengan sertamerta menghina tapi sebetulnya tak pernah ada di posisi yang sama. Aku benci orang –orang yang judgmental. Mendingan mereka ke laut aja! 😀

Sahabatku itu hanya tersenyum lalu bilang, “Semua orang itu judgmental, La. Cuman yang membedakan, ada yang speak out, ada yang disimpan sendiri. Tidak mau sampai orang itu tahu, karena bakal menimbulkan friksi, sakit hati, atau apalah.”

Aku tercenung.

Betulkah aku benar-benar orang yang (berusaha untuk) tidak judgmental? Yang (selalu berusaha) menghargai  apapun pilihan orang lain? Yang mencoba agar mulutku tidak celometan padahal ya, dalam hati aku mulai memberikan penilaian-penilaian?

Contohnya soal kasus Blackberry dan colokan buat charger batere-nya yang barusan aku tulis tadi. Aku sudah melakukan ‘penilaian’ yang lebay soal seorang perempuan yang seperti dying young tanpa BB-nya. Tulisanku begitu satir dan mungkin bakal menyakiti hati perempuan itu jika secara ajaibnya ternyata dia adalah salah satu pembaca blogku.

Siapa tahu dia memang benar-benar membutuhkan teknologi yang hanya bisa ditemui di Blackberry? Dan siapa tahu juga dia sedang menunggu email yang bakal mengubah hidupnya, barangkali? Siapa yang tahu? Aku cuman seorang perempuan yang kebetulan mencuri dengar apa yang dia katakan pada Mas-Mas pegawai Bam’s Café. Aku tidak berhak untuk menjustifikasi bahwa tindakannya itu lebay!

Lalu ingatanku melayang pada peristiwa seminggu yang lalu, ketika Pacarku sibuk mencari colokan di bandara Cairo karena batere laptop-nya sekarat sementara dia masih ingin berkomunikasi denganku sebelum pesawatnya tinggal landas. Dia mencari kesana kemari sampai akhirnya berhasil menemukan colokan untuk charger baterenya di pos security! Iya. Dia pun nekat mencolokkan kabel laptopnya ke sana lalu mulai chatting denganku via Yahoo!Messenger. Dia bilang, “Semoga nggak kena amuk, ya… Soalnya petugasnya lagi nggak ada di tempat…”

Dia nggak pake ijin, Sodara-Sodara! Duh! Hanya karena masih ingin ngobrol, dia rela untuk mencuri-curi lubang colokan listrik… Wonderful… 😀

Mengingat kepingan peristiwa itu membuat aku tersenyum sendiri. Aku akan dengan senang hati melihat Pacar sibuk mencari lobang colokan, sekalipun musti numpang di pos sekuriti. Tapi aku sebal sekali dengan perempuan yang mencari-cari colokan di sebuah warung nasi goreng yang remang-remang dan sumuk.

It got me thinking.

Mungkin benar yang dibilang Ly kalau pada dasarnya semua orang bakal judgmental. Sisi-sisi manusiawi bakal menggiring kita menjadi manusia yang merasa diri sendiri (agak) lebih baik daripada orang lain. Judgmental persons bakal sering kita temui di saat hidup masih bersinggungan dengan manusia-manusia yang lain. Friksi itu bakal tetap ada, gesekan-gesekan perbedaan pendapat itu pasti akan ada. Dan seperti yang dibilang sahabatku, “Bedanya, ada yang speak out, ada yang cuman dikonsumsi untuk diri sendiri sehingga tidak perlu melukai.”

Ya.

Kalau aku, mungkin aku termasuk orang yang kadang berani speak out dan terkadang menelannya utuh-utuh karena tak ingin melukai hati orang lain. Boy oh boy, semua orang tahu bagaimana mulutku bakal berubah menjadi harimau yang jahat kalau sudah sangat jengkel, jadi lebih baik aku tidak banyak bicara jika berhubungan dengan orang-orang yang aku hormati, aku sayangi.

Tapi satu hal, semoga saja suatu saat nanti aku bisa sama sekali tidak menjustifikasi orang lain. Hidupku sendiri sudah berantakan, sudah selayaknya aku mengurusi diriku sendiri daripada bawel mengurusi jalan hidup orang lain… 😀

**

Kamar, Jumat, 25 Desember 10:56 Malam

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

3 thoughts on “How Judgmental Are You?

  1. aku juga pengen
    suatu saat nanti
    bs mengikuti jejak Lala…
    tak menjustifikasi orng lain…
    sebab walau bukan selebriti
    dan pejabat negeri,
    aku ingin sprt lala bs
    menjadi diri sendiri dan
    menemukan hakikat diri……..!
    🙂

    Posted by mikekono | December 27, 2009, 11:54 am
  2. setuju mbak,,
    ngapain juga ngurusin hidup orang laen,,
    cukup ambil hikmah ajah dari cerita hidup orang laen, tanpa menjustifikasi apa yg terjadi padanya..

    Posted by Emy | January 6, 2010, 11:11 pm
  3. Nice posting. Salam kenal ya.

    Posted by dinda27 | January 7, 2010, 1:18 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

December 2009
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: