you're reading...
Thoughts to Share

Gadis Pemimpi

Ada seorang teman mengatakan, “Kamu itu bermimpi!” ketika saya selalu percaya pada kata hati ketika kekasih sedang jauh.

Lalu seorang teman yang lain mengatakan, “Bangun, deh, La. Hidup nggak seindah seperti yang kamu bayangkan!” ketika lagi-lagi saya percaya kalau hidup bakal baik-baik saja sesuai dengan harapan saya.

Dan pernah juga seorang teman mengatakan, “It’s a great expectation!” ketika saya bilang sama dia kalau saya percaya pada happy endings di dunia digital yang mungkin sudah terlalu pilu dari hari ke harinya.

Bermimpi.
Hidup tidak seindah yang saya bayangkan.
Dan I live a life with a great expectation.

Enough said, saya adalah seorang Gadis Pemimpi.

Apakah saya marah dibilang gadis yang suka bermimpi, tidak hidup di dalam sebuah realitas hidup yang kadang pahit kadang manis, yang berekspektasi terlalu tinggi pada sesuatu… A girl who lives in her own fairytale world?

Oh, tidak. Saya tidak marah. Sedikit tersinggung, awalnya. Tapi setelah itu, saya tidak lagi memboroskan energi dan emosi saya untuk membela diri sambil berkata, “It’s none of your business. Mau hidup dimanapun, mau mimpi apapun, itu hak veto gue!”

Tidak.

Kenapa tidak?

Karena saya memang seorang gadis yang suka bermimpi. Karena saya memang seorang gadis yang tinggal di dalam sebuah fairytale world di mana happy endings benar-benar exist. Karena saya memang seorang gadis yang sangat percaya bahwa suatu saat kelak, saya yang akan tersenyum dan mereka yang mencemooh akan tahu kalau saya benar.

Jadi, saya tidak punya alasan untuk marah-marah sama mereka, kan? 🙂

Saya memang percaya pada happy endings ala Disney, karena itu artinya saya berpikiran positif.

Saya memang sangat percaya pada keajaiban-keajaiban, karena sekalipun banyak yang bilang, “Magic doesn’t happen everyday.” Karena kenyataannya, it still DOES happen.

Saya adalah seorang Gadis Pemimpi, yang percaya bahwa hidup akan menggelinding ke arah yang lebih baik, day after day. Kalau kemudian saya dibilang terlalu naif, then so be it. Kalau kemudian saya dibilang bodoh, then it’s my call, my life, my decision.

Kelak, memang bukan siapa-siapa yang akan menikmati terwujudnya mimpi indah ini selain saya sendiri.

If I get married to the person I love, saya yang akan berbahagia karena tidak mematikan impian saya.

If someday I could have my own school for kids, saya yang akan tersenyum bahagia karena tidak pernah berhenti bermimpi.

Lalu banyak sekali kejadian-kejadian yang bisa membuat saya tersenyum bahagia karena bisa membuktikan mimpi-mimpi saya yang dibilang muluk, berlebihan, dan naif.

Dan sekalipun, iya, tentu saja, akan selalu ada kemungkinan kalau saya gagal mewujudkannya… oh well, I’ll learn something from those mistakes, right? Lagipula, um, selalu ada kata-kata bijak ini yang bakal bikin saya get on my grip again, “Blessing in disguise.” Ya, sebuah hikmah yang baru akan saya pelajari setelah semuanya lewat.

Jadi,

Percayalah.

Saya memang seorang Gadis yang sangat suka sekali bermimpi.
Tapi satu hal lagi yang perlu kamu tahu.
I know my ways to make my dreams come true…
Yeah.
At least, I think that I do.. 🙂

***

Kamar, Minggu, 20 Desember 2009, 10.35 Malam
Untuk Linda, Indah Wd, & Indie, my favorite ‘Dreamers’

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

4 thoughts on “Gadis Pemimpi

  1. mbak, komen disini aja ya
    di fb males notifikasinya hehehe

    aku selalu punya mimpi
    tapi kadang sebel dikatain sang pemimpi ya… kesannya pemimpi itu gak tau gimana merealisasikannya

    kalau kata temen mending imajinatif daripada jadi pemimpi

    Posted by hanifah nila | December 21, 2009, 12:46 am
  2. Tetap bermimpi mbak, dan jangan pernah melupakan mimpi

    karena mimpi lah yang membedakan kita dari binatang yang hanya bisa bekerja bekerja dan mencari makan

    Posted by KutuBacaBuku | December 21, 2009, 1:03 am
  3. punya mimpi sangat baik, tapi berada didalam mimpi itu dan berusaha mewujudkan nya jauh lebik baik
    dont live only in your dream, but make that comes true

    Posted by augzarifi | December 21, 2009, 1:28 pm
  4. Andrea Hirata dengan Sang Pemimpi-nya telah berhasil membuat “besar” namanya. So, teruslah bermimpi, tapi tetap ingat bahwa hidup yang sesungguhnya bukan dalam alam mimpi La… 🙂

    Posted by vizon | December 23, 2009, 10:02 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

December 2009
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: