you're reading...
daily's blings

could I hold their hands?

Kulihat mendung menghalangi pancaran wajahmu
Tak terbiasa kudapati terdiam mendura
Apa gerangan bergemuruh di ruang benakmu?
Sekilas galau mata ingin berbagi cerit
a…

Seorang perempuan terduduk lesu di sudut kamar. Badannya kurus; hanya tulang dengan selimut kulit yang mengerut. Wajahnya pucat dengan lingkar-lingkar hitam di sekitar matanya. Rambutnya kusut masai. Kaos oblongnya yang nampak terlalu besar untuk melindungi tubuh cekingnya jelas membuatnya semakin tidak ‘indah’. Belum lagi ia diam, tanpa suara, dan memandang garis-garis samar di lantai sambil melukis dengan ujung jarinya. Melukis, yang entah apa.

Sekali sempat kau mengeluh, kuatkah bertahan?
Satu persatu jalinan kawan beranjak menjauh..

Lelaki itu memandangnya. Menghela nafas berkali-kali dari balik pintu. Ia meragu; ingin melangkah, tapi ia tahu sahabatnya itu akan mengusirnya pergi sekali lagi. Tapi, bisakah ia diam saja? Menanti waktu itu datang, merenggut nyawa, dan membiarkan sahabatnya sendiri sampai kereta-nya datang menjemput?

Kudatang sahabat, bagi jiwa
saat batin merintih
usah kau lara sendiri
masih ada asa tersisa

Ia terlalu menyayangi sahabatnya. Melihat binar-binar di kedua mata sahabatnya menghilang begitu saja jelas membuatnya ingin berbuat sesuatu. Lelaki itu bukan Ilmuwan yang bisa meracik obat-obat ajaib untuk mengusir pergi laranya, tapi.. ia memiliki sesuatu. Satu hal kecil yang harusnya diketahui oleh sahabatnya.

Lelaki itu..
..memiliki bahu.

Letakkanlah tanganmu di atas bahuku
Biar terbagi beban itu dan tegar dirimu
Di depan sana cah’ya kecil tuk memandu
Tak hilang arah kita berjalan menghadapinya…

**

Hari ini, tanggal 1 Desember 2009, diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia. Sebuah hari yang didedikasikan khusus untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabahAIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV.

Entah, ketika saya mendengar kata AIDS dan peringatan hari AIDS sedunia, mendadak saya teringat dengan sebuah lagu lama, yang dibawakan oleh Katon dan Uthe, Usah Kau Lara Sendiri, yang video klip-nya sangat dahsyat dan um, memorable buat saya. Bianca, si model, jelas telah dengan apik melakoni perannya di sana, sebagai seorang pengidap HIV AIDS yang murung dan menghitung hari.

Ah, sayang sekali saya nggak berhasil menemukan videoklip (orisinil)nya di belantara youtube.com, tapi buat kamu-kamu yang setidaknya sepantaran dengan saya (atau lebih tua), pasti pernah mengetahui video klip lagu itu, yang saat saya menulis cerita ini, angan-angan saya berkelana; mengembara, lalu bertanya, “Apakah saya bisa melakukan hal yang sama? Dengan tegar merangkul seorang sahabat yang menanti ajalnya? Dengan tabah menemani dia menghitung harinya? Memberikan cahaya di kegelapan harinya? Atau saya malah tak bisa berpura-pura sedih dan menambah beban dalam hatinya dengan ikut menangis bersama?”

Could I hold their hands?

Or  would I only cry for them…?

Ah, semoga saya tak perlu menjawab pertanyaan ini seumur hidup saya. Not ever…

***

Kamar, Selasa, 1 Desember 2009, 10.23 Malam

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

8 thoughts on “could I hold their hands?

  1. Hehehe….. semangat donk

    Posted by noto | December 4, 2009, 1:21 pm
  2. Nice Post….
    Salam dari Port Said – Egypt ( Mesir)

    Posted by Panglatu | December 5, 2009, 1:00 am
  3. cara penyajianmu jeung sangat blue suka dan blue benar benar membacanya………….trims tuk sellau berbagi hal menjadi sebuah post yg baik
    salam hangat selalu

    pa cabarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr

    Posted by bluethunderheart | December 5, 2009, 8:12 pm
  4. walau saya tak “setua” mbak lala, hee, (maaf, terlalu jujur) tapi saya tahu koq video klipnya, coba nanti search di lapak2 download deh … khusus buat mbak lala ^^

    sehubungan dengan AIDS, oww … butuh kelapangan dada yang besar untuk melakukan itu, dan kutu akan belajar untuk bisa melakukannya … bismillah

    Posted by adityahadi | December 6, 2009, 3:18 pm
  5. pagi jeng, ikutan baca-baca disini

    Posted by sunarnosahlan | December 11, 2009, 9:15 am
  6. i want to hold u’r hand n heart,
    even i know that’s only a dream…
    but u can hold my hand n heart if u want….
    😆

    Posted by mikekono | December 11, 2009, 12:36 pm
  7. jeung lala lg kmana? kangen neh nunggu postingan berikutnya …

    Posted by adityahadi | December 11, 2009, 6:44 pm
  8. apa kabar Jeung Lala ?
    maaf sudah lama nggak mampir disini.
    sekarang ikutan baca dulu ya.
    semoga Jeung Lala selalu sehat dan sukses, amin.
    salam.

    Posted by bundadontworry | December 17, 2009, 1:45 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

December 2009
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: