you're reading...
daily's blings

Senangnya Menjadi Bocah!

Memang sangat menyenangkan menjadi seorang bocah!

Pikiran ini terbersit karena seorang sahabat blogger, Uda Vizon, menempelkan video klip lagu Indra Lesmana yang bercerita tentang masa kecilnya yang menyenangkan di halaman Facebook-nya. Indra dewasa kangen dengan Indra kecil yang setiap hari selalu bermain, berlari, berputar, menari… Tsah! Seneng banget nggak, sih?

Sekonyong-konyong, saya teringat kembali dengan masa kecil saya. Seperti deskripsi Indra di lagunya, saat masih kanak-kanak dulu, tiada hari yang terlewatkan tanpa bermain… Ya. Bermain.

Kemudian, hm.. berlari-lari di jalanan, entah untuk bermain gobak sodor atau benteng-bentengan. Kompak dengan anak-anak tetangga yang ramainya menyurut ketika Maghrib tiba.

Lalu berputar-putar sambil menari… Ugh yeah! Dengan tubuh yang montog dan menggemaskan ini, saya dulu adalah seorang penari yang selalu mengisi acara tujuhbelasan sampai Porseni, dari tingkat lokal sampai internasional! Haha, bukan, saya bukan dikirim ke luar negeri, tapi saya selalu mewakili sekolah dengan menari di sekolah internasional Jepang dan menari dengan kawan-kawan saya.

It was fun!

Bermain..
Berlari..
Berputar..
Menari…
Hampir setiap hari!
Betapa menyenangkannya menjadi bocah, kan?

**

Gara-gara asyik membayangkan masa lalu saat masih menjadi kanak-kanak, saya pun mulai iseng membuat list, why is it so damn great for being a kid?

Pertama.

Ya itu tadi. Tiada hari tanpa bermain. Menyenangkan hati tidak menunggu weekend, karena tiap hari adalah agenda untuk bermain benteng-bentengan, gobak sodor, petak umpet, sampai main masak-masakan. Kecuali besok ulangan, Mami tidak pernah dengan jahatnya melarang saya ber-sosialisasi dengan teman-teman sebaya saya *tsah!* Dan, terlebih lagi, saya tergolong anak pintar yang tahu diri, sehingga kalau memang sudah waktunya ulangan, saya cukup menahan diri untuk tidak bermain…. *okay, saya perbolehkan kamu untuk muntah sebentar lalu balik membaca lagi, ya?* πŸ˜€

Hari gini?
Kalau udah hari Jumat, langsung deh teriak-teriak macam orang gila, entah di FB atau di dalam hati. Haha! Segitu girangnya!

Kedua.

Makan sampai enam piring sehari? Hajar bleh!
Berlama-lama di bawah matahari? Cuek!
Baju nggak matching? Nggak ada urusan!
Biar gemuk, yang penting happy. Biar item, yang penting bisa main. Biar baju atasannya oranye dan bawahannyaΒ Β warna ijo pupus mengkilat, yang penting saya berbaju lengkap biar Mami nggak marah-marah karena saya keluar rumah memakai kaus singlet dan celana dalam doang! πŸ™‚

Hari gini?

Makan diatur banget, kalau bisa, “No carb, please.” Lalu sebisa mungkin menghindari sinar matahari yang dipercaya selain bisa menyebabkan kanker kulit, juga bisa membuat pigmen kulit berubah — ah, saya tebak, kamu semua lebih concern dengan warna pigmen yang berubah ketimbang kanker-nya kan? *nuduh.com* hihi! Bagaimana dengan baju yang tidak matching? Buat saya, nggak ada cerita saya keluar rumah dengan baju nggak matching. Kalau kamu sampai menemukan saya memakai baju nggak matching, ajak saya ke dokter segera karena mungkin saya sedang stress berat! πŸ™‚

Umm..

Ada banyak hal-hal yang menyenangkan yang cuman bisa terjadi ketika saya masih kecil dulu. Dan ada banyak hal pula yang membuat saya ingin kembali ke masa kecil karena masa kini saya begitu menyebalkan.

Mikirin jodoh, misalnya. Beugh, siapa coba yang bakal nekat nanyain kapan kawin ke anak umur delapan tahun, kalau nggak pengen digampar sama Mami dan Papi? Haha!

Mikirin tagihan rekening listrik, bayar pulsa, bayar tagihan kartu kredit, dan tetek bengek lainnya, misalnya. Beugh, beugh. Jaman dulu, yang ada saya menikmati listrik di rumah tanpa byar pet, bergosip di telepon tanpa peduli waktu, dan segalanya bisa dibeli dengan cara merengek! Tidak perlu kartu kredit, tapi cukup merengek saja. Mana bisa sekarang begini? Bisa-bisa saya diketawain sama penjaga konter henpon karena membeli Blackberry dengan bermodal rengekan plus kelonjotan di lantai?Β πŸ˜€

Ah,

Memang menyenangkan menjadi seorang bocah yang di dalam pikirannya hanya terisi oleh: “Mami masak apa, ya, nanti malam?”, “Lebaran nanti aku dibeliin baju apa, ya?”, juga, “Hari Minggu nanti Mami Papi mau ngajak jalan-jalan kemana lagi, ya?”

Menyenangkan!
Tidak hanya menyenangkan, tapi SUANGAT MENYUENANGKAN! – lebay khas Suroboyo-an… hihihi-

Tapi, yaaa.. karena saya tahu, sebelum saya bertemu dengan Lang Ling Lung lalu minta padanya untuk membuatkan saya sebuah mesin waktu maka saya tidak akan bisa kembali ke masa-masa kecil saya, mulailah saya mencoba untuk menghibur diri. As usual.

Bermain, berlari, berputar, menari…?
Bisa, bisa, bisa!
Memang siapa yang mau melarang perempuan yang tiga bulan lagi menginjak usia tiga puluh ini untuk bermain gobak sodor, benteng-bentengan, atau masak-masakan? Yang melarang kan saya sendiri! Jadi, bermain, berlari, berputar, menari itu sebetulnya masih bisa…
…asal tahu diri πŸ˜€

Soal makan sampai enam porsi sehari?
Ini jelas bisa. Asal nggak terlalu mikirin bentuk tubuh yang makin melebar dan menebal setiap hari, mau makan sampai sepuluh porsi sehari juga silahkan-silahkan saja.

Soal kulit yang menghitam karena terbakar matahari?
Ah, bukankah kulit asli Asia adalah sawo matang? Dan kalau terlalu matang, semua orang menyebutnya eksotis!

Soal baju yang nggak matching dan nekat keluar memakai kaos singlet dan celana dalam saja?
Saya sih lebih pede dengan memakai baju yang matching. Tapi kalau soal memakai kaos singlet dan celana dalam saja? What, are you nuts??? Saya bisa disomasi karena telah membuat pencemaran lingkungan! πŸ˜€

Tagihan kartu kredit, tagihan listrik, dan pulsa, juga melancarkan sosialisasi saya, kan?
Bisa nyicil televisi, bisa nonton televisi, dan kalau bosan nonton televisi, saya bisa telepon-teleponan atau SMS-an dengan teman-teman. Enak, kan? Bisa hidup berdikari jelas lebih seru dibandingkan hidup dari pemberian orang lain…

Dan ya,
menjadi dewasa juga tidak kalah menyenangkannya.

Saya bisa menulis opini di media dan orang-orang menghargainya karena yang menulis adalah orang berusia tiga puluhan dan bukan bocah usia empat tahun.

Saya bisa menjajal stiletto tanpa takut dimarahin Mami karena bakal mematahkan haknya, which anyhow, saya beli sendiri! πŸ˜€

Dan yang paling menyenangkan adalah..

Uhuk, uhuk.

Saya bisa pacaran dan mencium bibir lelaki ganteng! Hihi.

SUENENG BUANGET, kan??? πŸ˜€

Jadi, jadi.

Kesimpulan saya begini saja.

Being a kid is fantastic, but being a grown up is fabulous! Sama-sama menariknya,Β  sama-sama menyenangkannya, tapi beda sensasinya. Yah, disesuaikan dengan umur, lah… πŸ™‚

Tapi, yah..

Kecuali kamu masih nekat memakai kaos singlet dan celana dalam saat membeli sayur di pasar, sih…
Saya mah nggak ikutan, ah! πŸ™‚

***
Kantor, Selasa, 24 November 4.36 Sore
Thanks to Uda Vizon untuk inspirasinya..

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

6 thoughts on “Senangnya Menjadi Bocah!

  1. enjoy every minutes of my life

    semua indah pada waktunya

    EM

    Posted by ikkyu_san | November 24, 2009, 5:12 pm
  2. Selalu menyenangkan bisa seperti anak-anak. Itulah kenapa aku suka kegiatan sosial yang berhubungan dengan anak-anak…

    “Celia… Bintang-bintang berpijar, harapanku…”

    Posted by Kika | November 24, 2009, 5:24 pm
  3. hahaha… untungnya aku masih 16 nih… jadi masih bisa main-main, ujan-ujanan, main kelereng… ya… kalau bisa nahan malu aja diketawain teman-teman….

    Posted by aurora | November 24, 2009, 7:13 pm
  4. Being a kid is fantastic, but being a grown up is fabulous …
    Hmmm …

    Kalau saya …
    Being a kids … mmm … OK
    Being a grown up man … mmm … OK
    Datar …
    Hawong sama sama indah …

    πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚

    Posted by nh18 | November 25, 2009, 3:25 pm
  5. Berharap agar selalu menjadi kanak-kanak tentulah mustahil sekali. Hanya Peterpan yang bisa begitu… πŸ˜‰

    Karena hidup ini terus maju, maka tidak ada kata untuk kembali. Hanya saja, di saat kita merasa lelah dengan kedewasaan kita, sesekali perlulah untuk menghayalkan masa-masa kecil nan bahagia itu…

    Seperti yang kutanyakan pada tulisanku di blog: “bagaimana bila masa kecil itu tidak bahagia? masihkah ada ruang untuk dikenang?”
    *njawabnya di blogku aja ya La… hehehe….*

    Posted by vizon | November 26, 2009, 8:41 am
  6. Masa kecil memang penuh kenangan dan pengalaman yang lucu dan lugu hehehehe.

    maen rumah-rumahan yukk…

    Posted by tukangobatbersahaja | November 26, 2009, 2:22 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

November 2009
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: