you're reading...
Thoughts to Share

I’ve told you so!

Sering denger kata-kata seperti judul di atas, nggak?

I’ve told you so…

Atau, di dalam bahasa Indonesianya:
Aku sudah bilang apa

Atau, untuk lebih gaulnya:
Gue udah bilang apa ke elo, sih, Ciiiinnn…

Noup!

Saya sedang tidak menjadi guru Bahasa Indonesia atau guru BGGAMJS alias Bahasa Gaul Gaya Anak Muda Jaman Sekarang. Tidak, tidak. Saya sedang ingin cerita sama kamu soal betapa menyebalkannya kalau saya mendengar seseorang yang berkata, “Gue bilang apa…” atau “I’ve told you so” di telinga saya. Jujur, selain kuping saya memerah, hati saya bisa ikutan panas juga. Beugh! Menyebalkan!

Kenapa buat saya kata-kata itu menyebalkan? Bikin kuping saya merah? Hati saya panas?

Hm, coba deh, bayangkan kamu sedang berada dalam situasi-situasi seperti ilustrasi di bawah ini.

– Ilustrasi Pertama –

Ada operasi lalu lintas di mana sepeda motormu diberhentikan untuk ditanyai kelengkapan SIM dan STNK. Awalnya kamu tenang-tenang saja, sampai kamu sadar kalau SIM & STNK kamu ketinggalan! Ya, kedua hal penting itu berada dalam satu dompet khusus yang kini tertinggal di tasmu yang satunya. Ouch! Kamu lupa memindahkan seluruh isi tasmu ke dalam tas yang kini sedang kamu pakai. Yang kamu ingat hanyalah dompet dan ponsel saja. O-oh!

Dan kini, bayangkan kalau kakakmu yang duduk di boncengan motormu berkata seperti ini, “Makanyaaaa… kan aku sudah bilang apa? Tidur jangan kemaleman. Nggak usah sok begadang sampai pagi. Akibatnya apa? Bangun kesiangan…”

Atau, berkata seperti ini, “STNK sama SIM itu dijadiin satu, terus dikumpulin dalam satu dompet, nggak usah pake acara dipisah-pisahin segala… Aku udah bilang berkali-kali, kan, sama kamu?”

– Ilustrasi Kedua –

Kamu sedang traveling, berkendara di atas mobil bersama teman-teman. Ketika melewati SPBU, mobil berhenti untuk mengisi bahan bakar dan lantas berangkat saja setelah kawanmu menawari, “Nggak ada yang pipis, nih?” Dan tidak ada satu pun yang minta turun sebentar. Mobil melaju terus sampai kemudian, tak kurang dari setengah jam, mendadak kamu full tank alias kebelet pipis. Kamu pun gusar dan gelisah setengah mati karena tidak ada tempat yang pantas untuk jongkok dan membuang hajat. Oh ya, di sini, bayangkan kamu adalah seorang perempuan, ya? πŸ™‚

Kemudian kawanmu bilang, “Idih. Gue bilang juga apa. Pipis dulu, Neng, mumpung di pom bensin. Elo malah nggak mau… Ya udah!”

Hm, kalau saya berada di dua ilustrasi di atas, sumprit, saya bakal ngamuk dan bete surete semelekete! Iya. Serius!

I’ve told you so…
SIM sama STNK itu dijadiin satu sama dompet.

Aku sudah bilang apa…
Jangan begadang.

Gue kan udah bilang…
Pipis dulu, mumpung di pom bensin.

Ya. Sebetulnya tidak ada yang salah dari sini. Betul, betul. Mereka mengingatkan pada saya, membuat saya tahu di mana letak kesalahan saya, but helllooooowwww… tidakkah mereka tahu kalau semua itu diucapkan di saat yang tidak tepat dan tidak menyelesaikan masalah apa-apa?

SIM dan STNK saya tetap tertinggal di rumah.
Dan ya. Saya tetap beresiko ngompol di tengah jalan!

Nothing will ever change sekalipun berkali-kali mereka bilang, “I’ve told you so…” atau “Gue bilang juga apa… ” dan “Aku kan sudah bilang…”

Nothing.

Tidak akan mengubah apapun. Tidak menyelesaikan masalah apapun. Dan my friends, itulah kenapa saya bilang kalau itu terdengar sangat menyebalkan!

Buat saya, alangkah lebih menyenangkan kalau dia bilang, “Lain kali SIM sama STNK dijadiin satu aja sama dompet ya, La…” atau “Nanti malem tidurnya jangan kemaleman biar bangunnya nggak kesiangan seperti tadi, akibatnya nanti banyak barang-barang yang ketinggalan karena lupa disiapin…” ketika beberapa menit yang lalu saya terpaksa mendapatkan surat cinta dari Bapak Pulisi.

Dan buat saya, alangkah menghiburnya kalau kawan saya bilang, “Ya udah, nanti kalau ada pom bensin, kita berhenti lagi, ya? Sabar, Neng! Awas kalo elo ngompol di celana!”

Sounds great, eh?

Mungkin terkesan kalau saya ogah diingetin dengan kesalahan saya, tapi bukankah kalau kamu sedang dalam posisi yang nggak banget, hal terakhir yang ingin kamu dengar adalah ceracau-ceracau yang malah bikin sumpek dan bukannya menyelesaikan masalah?

I’ve told you so‘Β jelas tidak memberikan solusi apapun, kan?
‘Gue bilang juga apa’ juga sama saja. Tidak memberikan jalan keluar.

Jadi, buat apa malah bikin sumpek orang lain untuk kesalahan yang sebetulnya kita sudah tau persis?

Makanya, karena saya benciiii banget mendengar kata-kata tadi, sampai saat ini, sebisa mungkin saya tidak menggunakan ‘I’ve told you so‘ dan kawan-kawannya yang sejenis setiap kali seorang teman sedang menghadapi sesuatu.

Ketika seorang kawan lagi-lagi patah hati dengan seorang lelaki yang duluuuu sekali pernah saya bilang, “Aduh, kayaknya dia cuman manfaatin elo, deh, Beib…”
Saya berusaha untuk tidak bilang, “Gue bilang juga apeee! Elo nggak nurut, sih!” melainkan, “Ya udah. Berarti ini pembelajaran buat elo, kan? Ati-ati deh sama laki-laki…”

Atau, semisal, teman saya memilih potongan rambut yang salah padahal saya udah bilang kalau bentuk wajahnya yang bulat tidak akan cocok dengan rambut model Demi Moore di film Ghost, saya berusaha untuk bilang, “Ah, rambut bisa tumbuh, kan, Bu? Keramas tiap hari, gih!”

Saya memang tidak ingin membuat orang lain semakin terpuruk dengan kesedihannya, dengan mengingat-ingatkan seseorang pada kesalahannya. Ini saya lakukan karena saya sadar betul, kalau mereka tidak akan lupa dengan kata-kata saya. In fact, saya tebak, di saat yang sama, kata-kata saya bahkan terngiang-ngiang di telinga mereka. Jadi, buat apa saya kencengin lagi ngomongnya, kan? Mereka cukup mengingatnya, mereka cukup mendengarnya di dalam isi kepala mereka. Saya hanya bisa menghibur mereka.

Yah, mudah-mudahan saja saya bisa konsisten dengan pendapat saya ini. Dan kalau saja suatu saat kelak saya mulai goyah dan tidak konsisten, oh well, I’ve told you so... saya kan udah bilang apa??? Mudah-mudahan, kan? Masih mudah-mudahan bisa konsisten dan nggak janji seratus persen, kan? Kamu denger nggak sih barusan tadi gue bilang apa?

Haha!

***

Kamar, Selasa, 17 November 2009, 11.51 Malam
Sambil maen Cafe World di Fesbuk πŸ™‚

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

30 thoughts on “I’ve told you so!

  1. wahaha… aku juga begitu tuh, Jeung… jadi begini nih:
    1. apa yang Jeung Lala bilang itu bener, bener banget… sebaiknya kata “aku bilang apa…?” itu tidak diucapkan untuk situasi-situasi di atas karena memang membuat tidak nyaman yang denger, TAPPIII…
    2. kita juga ga bisa memaksa/mengatur orang lain untuk bereaksi seperti apa yang kita mau. Jadi ketika mereka mengucapkan kata itu, yang harus dikendalikan adalah reaksi kita sendiri, heheheh… Namun demikian,
    3. tulisan ini bagus, Jeung…! saya suka!

    Posted by mamaray | November 18, 2009, 7:52 am
    • Hai, Mamaray.. πŸ™‚

      Betul banget. Biar menyebalkan, kita juga musti tahu kalau orang lain berhak untuk melakukan itu. Yah, kita emang nggak akan pernah bisa mengendalikan emosi orang lain *lah wong kadang, mengendalikan emosi diri sendiri aja susahnya minta ampun.. hehehe*

      Makasih buat pujiannya ya… Mwah, mwah! πŸ˜€

      Posted by jeunglala | November 18, 2009, 8:24 am
  2. Saya juga sering bicara seperti itu, setelah itu biasanya menyesal karena sebenarnya ada pilihan kata yg lebih baik, lebih “adem” … yah namanya juga lagi belajar (meski sudah tua) … hehehe πŸ™‚

    Posted by Oemar Bakrie | November 18, 2009, 8:03 am
  3. apapun yg ditulis lala
    selalu mememberi arti
    apa pun yg diomongin lala
    selalu menyentuh hati…..
    met pagi lala nan baik hati
    πŸ™‚
    eh…barusan tadi
    saya bilang apa ya ?
    ada apa, apa ada ?

    Posted by mikekono | November 18, 2009, 9:00 am
  4. hmmm sama tuh La… paling sebel juga kalo ada yg bilang gitu… biasanya sih cuma nginyem doang dah kalo ada yg ngomong gitu ke aku…

    ibaratnya udah kita jatoh… tiba2 malah dilemparin tomat sama itu orang… bukannya ditolongin…
    … “kamu sihhh dibilangin… ngeyel…” …

    *tampol* πŸ˜†

    Posted by carra | November 18, 2009, 9:30 am
  5. ada yang pernah bilang kalo sahabat adalah orang yang tidak pernah mengucapkan “GW BILANG JUGA APE TADI??”

    πŸ™‚

    Posted by non uthi | November 18, 2009, 11:03 am
  6. xixixi…setujuuuuu…!!!!
    ki juga paling sebel kalo ada yg bilang gitu…gak menyelesaikan masalah,malah nambah amarah…hehe..
    lam kenal ya mbak lala,suka tulisan2mu…

    Posted by rizki419 | November 18, 2009, 1:08 pm
  7. Saya bilang juga apa, harusnya bla bla bla bla….

    aku kan bla bla bla..
    jadinya gini kan tambah bla bla bla…
    kamu dikasih tahu malah bla bla bla…

    *waduuuh*

    Posted by Triunt | November 18, 2009, 4:42 pm
  8. *mikirr.. gua suka bilang githu ngga yaa? :D*

    Posted by Indah | November 18, 2009, 5:22 pm
  9. Hahaha…emang nyebelin banget kata-kata itu mbak, sumprit. Bukannya menghibur malah buat makin sebel….
    :d

    Posted by Hasian Cinduth | November 18, 2009, 5:24 pm
  10. Terkesan sombong gitu gak sih, padahal klo sendirinya digituin juga ogah. Yah setelah tahu seperti ini, mari kita hapuskan kata “i’ve told you so …” dari perbendaharaan bahasa kita, deal ?

    Posted by adityahadi | November 19, 2009, 4:21 am
  11. bentar La, aku mau omelin diriku sendiri:

    “makanya, link Lala itu diganti dengan yang wordpress, kan aku sudah bilang dari dulu kalau dia balik lagi ke wp… tu kan, kamu jadi ketinggalan banyak tulisannya Lala…”

    udah itu aja La… πŸ˜€

    Posted by vizon | November 19, 2009, 8:08 am
  12. Yang Jelas …
    Ada banyak orang …
    Yang berkecenderungan untuk …
    Tidak mendengarkan …
    Mengapa ???
    Supaya dia bisa merasakan sensasi nikmatnya … mendengarkan perhatian orang yang berkata … I’ve told you … !! Gue Bilang juga apa …!!!
    Ketika peristiwa itu terjadi …

    Salam saya

    Posted by nh18 | November 19, 2009, 10:41 am
  13. bener banget La, aku juga paling males denger yang beginian, mending juga mereka membesarkan hatiku, iya gag?

    Posted by olvy | November 19, 2009, 1:23 pm
  14. he…he…bener Jeung, kalau kita yg mengalaminya pasti kesel banget ya.
    jadi, kita juga jgn bilang kayak gitu ke teman2.
    sebenarnya sih, hanya masalah bagaimana cara kita menyampaikan, pemilihan kata2 yg lebih baik, dari pada hanya sekedar ” kan udah saya bilang……………”
    salam.

    Posted by bundadontworry | November 22, 2009, 9:29 am
  15. kalo aku ya la, kejadian kebelet pipis itu?
    aku akan kasih pampersnya Kai suruh pipis di situ kalo ngga tahan hahaha (berdasarkan pengalaman diri sendiri waktu terjebak macet πŸ˜‰ )

    yang pasti aku sih sering bilang ke Riku dan Kai:
    “Kan mama udah bilang, jangan tidur larut. Kalau terlambat bangun salah siapa coba!” hihihihi

    EM

    Posted by ikkyu_san | November 23, 2009, 3:20 pm
  16. hihihi.. saya juga paling gatel klo dibilangin gitu mbak. gondok! ni orang bantu cari solusi napa, bukannya cuci tangan begini..

    tapi ya.. kadang2 keceplos jg sih kata2 itu dari bibir saya. kekeke..

    Posted by narpen | November 28, 2009, 7:51 am

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: Penting, ya, kalian ngomel gitu? « the blings of my life - February 7, 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

November 2009
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: