you're reading...
Thoughts to Share

Kamu Menganggap Dirimu Cantik?

Setiap pagi, saya meluangkan waktu tidak lebih dari sepuluh menit untuk sibuk sendiri di depan cermin, bermain-main dengan peralatan tempur saya berupa bedak, blush on, lipstick, pelembab wajah, dan kawan-kawannya yang lain. Melakukan ritual yang sama dari waktu ke waktu; mengoleskan pelembab wajah, menyapu wajah dengan bedak, merapikan alis dengan pensil berwarna coklat, memulas kedua pipi dengan blush on, lalu melentikkan bulu-bulu mata dengan mascara yang tahan air, dan diakhiri dengan olesan lipstick warna nude. Begitu terus setiap pagi, setelah mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke kantor.

Usai berdandan, saya mencari pakaian yang bisa bikin saya cantik, juga sedikit melangsingkan. Warna gelap, motif yang tidak terlalu ramai, sampai model yang tidak terlalu ribet akan membuat si pemakai terlihat lebih langsung juga elegan. Setelah ketemu baju yang seperti itu… srreettt! Ambil dari lemari, mulai dipakai!

Setelah itu, tentu saja berdiri di depan cermin. Mematut-matutkan tubuh. Melihat ke samping kiri dan kanan, memeriksa dandanan yang mungkin keliwat menor, merapikan rambut, merapikan baju. Check sana, check sini, sampai akhirnya, “Yak! Siap berangkat dan menantang dunia!”🙂

The minute I walk out from my house, saya merasa sebagai perempuan yang sangat cantik. Narsis? Ah, bukankah kamu tahu kalau narsis adalah nama tengah saya? So, saya memang narsis!

Jadi, kalau ingin lebih sotoy lagi, saya akan bilang sama kamu kalau sepanjang saya berjalan keluar, saya merasa seperti Julia Roberts di film Pretty Woman dengan iringan lagu-nya yang fenomenal, “Pretty woman walking down the street… Pretty woman, the kind I’d like to meet…

Masih kurang sotoy? Tambahkan saja! Be creative, be my guest!🙂

**

Narsis alias mencintai diri sendiri memang sering dibilang orang bukan sifat yang baik. Sering kali kata ‘narsis’ diucapkan dengan nada yang cenderung menghina atau mengolok-olok sekalipun hanya sekedar becanda.

“Ah, narsis luh…”
“Idih, kecakepan amat sih lo… Narsis banget, deh!”
Atau,
“Dasar narsis!”

Mungkin orang merasa eneg dengan saya yang berkali-kali memajang photo di akun Facebook saya. Dari segala pose; mulai dari gaya sok kemayu sampai melet-melet. Dengan tambahan kalimat-kalimat caption di setiap foto, orang semakin sering berkomentar kalau saya narsis. Tapi, tidakkah mereka tahu, bahwa narsis itu sangat penting? Tahukah mereka kalau menganggap diri sendiri adalah cantik dan menarik adalah bekal yang cukup untuk menambah rasa percaya diri dan bebas dari rasa terintimidasi?

Saya teringat dengan beberapa episod di acara talk show favorit saya, Oprah Winfrey. Dua diantara sekian ratus *atau sudah ribuan kali, ya?* itu benar-benar membuat saya sadar akan pentingnya bersifat narsis.

Kenapa begitu?

Coba simak kisah perempuan bernama Rudine Howard ini.

Dia adalah pengidap anoreksia sejak usianya tiga belas tahun. Karena merasa tubuhnya terlalu gemuk *jauh lebih gemuk daripada kawan-kawan sebayanya*, karena olok-olok orang-orang di sekitarnya, Rudine memutuskan untuk mengurangi berat badannya. Dalam waktu tiga bulan, dia turun sampai puluhan kilo. Caranya? Jangan makan. Minum air putih saja! Jelas saja ini membuatnya cepat kurus.

rudine howardPengidap penyakit anoreksia selalu menganggap dirinya gemuk, gemuk, dan gemuk. Sekalipun bobot tubuhnya sudah ideal, dia tetap saja merasa sangat gemuk. Dia tidak mengkonsumsi sama sekali kecuali air putih. Bahkan saat dia sudah dijuluki sebagai living skeleton alias tulang-belulang yang hidup, dia masih merasa sangat gemuk! She didn’t see it with her eyes, she saw everything with her brain…

Seandainya Rudine lebih narsis dan percaya diri dengan kecantikannya *she was a cute chubby girl back then when she first started her diet*, tentu saja dia tidak perlu menjadi seorang pengidap anoreksia yang membuat ajalnya menjemput di usia belum lagi tiga puluh lima tahun…

JacquiSetelah Rudine, mari kita melongok kisah yang lain, sebuah kisah seorang bernama Jacqui, perempuan cantik yang terbakar hidup-hidup karena kecelakaan mobil. Saat berkendara, seorang pengendara mobil yang sedang  mabuk itu menabrak mobilnya sehingga meledak. Jacqui memang selamat, tapi wajahnya cacat permanen seumur hidup. Tidak hanya cacat di wajah, tapi juga sekujur tubuhnya. Bahkan sepuluh jemari tangannya hanya menyisakan sampai ruas pertama saja dengan kulit seperti telapak kaki bebek.

Apakah dia frustrasi? Apakah dia merasa jelek? Apakah dia merasa rendah diri?

Tidak. Dia tidak merasa bahwa dia ‘berbeda’.

Ketika Oprah bertanya padanya apakah dia merasa berbeda, Jacqui menjawab, “Saya merasa tidak berubah. Saya tetap merasa cantik.”

Dengan rasa percaya diri yang tinggi itu membuatnya tidak rendah diri dalam menghadapi tatapan ngeri atau iba dari orang-orang yang ada di sekitarnya. Jacqui tetap beraktivitas sebagaimana mestinya, tanpa merasa berbeda. Kalau sudah begini, don’t you all agree kalau narsis itu penting?

Dia masih sanggup bersosialisasi, dia masih mau berinteraksi dengan banyak lingkungannya sekalipun orang menganggapnya berbeda. Tapi, hei. Dia sangat percaya diri. And that’s my friend, yang membuat saya semakin yakin, kalau in some level, kita memang harus narsis!

**

When society talks, di situlah rasa percaya diri kita diuji. Apakah kita tahan mental disebut sebagai orang yang begini, orang yang begitu, orang yang kurang ini, orang yang kebanyakan itu… When society talks, kita perlu tahu bagaimana caranya untuk tetap mencengkeram tanah agar tidak terlalu goyah... When society talks, terkadang kita perlu untuk pura-pura tuli.

Kalau saya merasa bahwa narsis membuat saya lebih memercayai kualitas diri saya sendiri, so what? Toh narsis tidak membuat saya harus merasa menjadi orang paling cantik sedunia-akhirat. Saya tahu saya tidak akan lebih cantik dari Puteri Sejagat dari Puerto Rico, tapi saya tahu, saya adalah perempuan yang menarik, tidak bodoh, dan orang yang menyenangkan. Kalau narsis ini membuat saya bisa percaya diri menghadapi masyarakat, would it really matter to anyone else? Saya tidak pernah mengatakan si itu jelek, si anu lebih jelek lagi. Saya cuman merasa bahwa saya menarik. Orang lain juga tak kalah menariknya… and I don’t deny that.

Jadi?

Kalau ada yang bertanya: “Apakah kamu menganggap dirimu cantik/tampan?”

Jawablah, “Ya. Saya cantik/tampan.”

Because…

…we are beautiful no matter what they say
Yes, words won’t bring us down, oh no
We are beautiful in every single way
Yes, words can’t bring us down
Don’t you bring me down today
(Beautiful, Christina Aguilera)

Dan ya.

Berbanggalah menjadi orang yang narsis dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi. You’re gonna survive the living hell on earth.

Tidak percaya?

Buktikan sendiri, yuk?🙂

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

16 thoughts on “Kamu Menganggap Dirimu Cantik?

  1. See?

    Kalo penyakit “pengen kawin” lo itu gak lagi kambuh. Tulisan lo itu keren.

    Minum obatnya yang rajin ya…biar tuh penyakit gak penting gak kambuh lagih!

    Jadi Narsis itu nama depan lo? Oh….sebenarnya itu nama DEPAN gue la…

    Narsis Yessy Muchtar

    Posted by yessymuchtar | October 30, 2009, 2:58 pm
  2. kamu special, aku special, semua orang diciptakan dengan keistimewaannya masing-masing. thanks for sharing

    Posted by Riris Ernaeni | October 30, 2009, 3:38 pm
  3. Hikss.. kalo inget ama si Rudine masih suka ngeri ngebayanginnyaa😦

    Ngga kebayang aja image diri macam apa yang ada di benaknya diaa, huhuhu..

    Posted by Indah | October 30, 2009, 3:40 pm
  4. MMMmmmm …
    Saya pikir … Narcis dan Percaya diri itu … dua hal yang beda deh … (hehehe)

    Which one are you …??? or both maybe ?

    I leave it to you …

    Salam saya

    Posted by nh18 | October 30, 2009, 5:05 pm
  5. Setuju sama om Trainer, narsis and PD menurut gue beda la.
    Suka banget sama orang2 yang PD, coz it means they love themselves no matter what. Mereka sudah berdamai dengan diri sendiri walau kulitnya item ato malah pucat bener. Orang PD udah berdamai sama diri sendiri dan merasa nyaman walau org lain bilang “woii lu tuh kegemukan” dan gak misuh-misuh cari simpati atau mengasihani diri sendiri krn org lain bilang gt. Ya intinya, org PD mencintai setiap aspek kehidupannya.

    Tapi soal narsis.. well gue sih liat kadarnya.
    Kadar low, normal kayak Yessy itu menurut gue masih OK (walopun lu keukeh jumekeh bahwa lu bilang nama depan lu narsis yes, tapi menurut gue kadar lu msh normal :p udh liat yg lbh parah soalnya hahaha), tapi kalo kadarnya udh over… hmmm kenapa gue ngerasanya orang2 over narcis itu justru bukanlah orang yang PD? Karena mereka seolah butuh pengakuan orang lain bahwa mereka ganteng atau cantik. Makanya selalu foto dimana-mana dan di share dengan harapan selalu dipuja-puji. Getting the acknowledgment that they are beautiful and getting the sureness from others juz to prove that they are beautiful? Well, for me itu namanya belum berdamai dengan diri sendiri…

    Have a great wiken La!

    Posted by Eka Situmorang-Sir | October 31, 2009, 6:47 am
  6. Oh My God…. sedih banget melihat kenyataan ini bahwa di dunia ini banyak sekali ternyata yg hrs Qta syukuri… terima kasih mbak udah berbagi banyak hal ttg perempuan🙂

    Posted by sarahtidaksendiri | November 2, 2009, 3:38 pm
  7. Narsis is not a crime, mbak!!
    hahahaha…..

    tapi turut bersimpatik buat kedua tokoh yang diceritain diatas. semoga ada pelajaran berharga yang bisa diambil.

    Posted by Hasian Cinduth | November 3, 2009, 2:45 pm
  8. A very nice posting mbak🙂

    Saya angkat 10 jempol (minjem orang2 di sebelah) buat mbak lala. Sebelum saya pergi dari rumah/asrama, saya harus memastikan bahwa setidaknya tampang saya ga malu2in. Cantik, alhamdulillah. Tapi ga usa berlebihan. Secukupnya aja. Bukan kenapa2, biasanya perasaan positif ini ngefek ke rasa PD saya sepanjang hari.

    Contoh pertama agak basi (haha, karena saya juga nonton Oprah). Contoh kedua, wew…
    Membuat saya terkesiap..
    Ngeri campur kagum. Ngeri betapa nasib bisa mengubah kehidupan seseorang (ga harus karena mabuk, ga mabuk pun jg bisa2 aja kena musibah). Kagum karena ia tetap tegar menghadapinya.

    Posted by narpen | November 7, 2009, 11:35 am
  9. tau gak..?kadang2 aku juga sering narsis lho…tu wajar…
    wong cewek emg cantik kok…masak ganteng…heeee
    oya, lam kenal ya..?
    seneng ngunjungin blok km…

    Posted by koming jegeg | November 7, 2009, 12:32 pm
  10. setiap hari,,, klu mo kmn2x aq gk lupa persiapkan waktu15 menit tuch ketemu ma cermin,,,, aq merasa plng cantik klu di sklah,,,,,, aq sering di gangguin laki2x,,,, seperti nyubit2x pipi aq lah,,,, pgang2x tangan aq,, pasti tuch tanda nya mereka suka ma aq,,,,, krn aq tuch punya ciri2x: cantik, manizz, tinggi, putih, pinter, baek, rajin, sopan, gk prnh cakap kotor.,gk terlalu pilih2x tmn,,,,, itu kata mereka,,,, aq jg mmng meresa kyk gitu,, jd mereka main mata gitu lah,,,,, klu aq bicara ma 1 cow,,, yg laen nya kyk marah gitu,,, hahahah tuch tand nya aq plng cantik donk,,,, dimana2x za pasti gk da lki2x yg gk minta no hp a,,,,, main mata,,,, huhuhu jd orng cantk mmng gitu y,,,, aq plng plng cantk dari smua,,,,,,,

    Posted by winda veronika | August 21, 2010, 1:12 pm
  11. kasian dia

    Posted by lala | January 22, 2011, 1:53 pm
  12. sesungguhnya kecantikan itu hanya sedalam kulit..

    Posted by Risa | February 27, 2012, 5:03 pm
  13. keren bgt dah

    Posted by Hinata_yuan | July 18, 2012, 10:48 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

October 2009
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: