you're reading...
daily's blings

One Day in Your Life

Ketika rasa sepi sedang mengurungmu, ketika segalanya berada di luar batas kemampuan yang bisa kamu hadapi, ketika kamu merasa banyak kawan-kawanmu berlari menjauhimu… when you’re feeling lonely and blue…pernahkah kamu bertanya seberapa besar arti eksistensimu buat orang lain? Seberapa berpengaruh jika suatu saat kelak ‘masa kontrak’mu di ranah yang fana ini sudah habis dan kamu melayang pergi ke suatu tempat yang sama sekali asing buatmu?

Apakah orang-orang akan menangisimu?

Apakah orang-orang akan meraung-raung histeris dan mencakari gundukan tanah kuburanmu?

Apakah orang-orang akan merasa kehilangan akan sosokmu?

Atau malah ini.

Orang-orang akan merasa lega dan tersenyum puas karena akhirnya seorang kamu berpulang juga dan tak perlu mereka temui lagi sebebas apapun pandangan mereka terbentang.

Orang-orang malah bahagia.

Atau mungkin, orang-orang bahkan tidak sadar kalau kamu pernah hadir dan berebut oksigen bersamamu?

Pernahkah kamu?

**

Saya ingat persis, ketika Michael Jackson berpulang di akhir bulan Juni kemarin, berjuta-juta umat manusia menundukkan kepala, menangis, lalu berdoa. Jutaan manusia itu berlomba-lomba mengenang Jacko dengan cara mereka masing-masing; bagaimana sosok King of Pop itu telah menyentuh hidup mereka dengan lagu-lagu yang fenomenal, aksi sosial yang dahsyat, juga gosip-gosip spektakuler yang membuatnya terkucilkan justru di akhir hidupnya.

Lagu berjudul “One Day in Your Life” pun seolah menjadi sound track untuk setiap ulasan cerita tentangnya. Betapa saya dan semua orang seolah diingatkan tentang sosok Michael Jackson yang digosipkan melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak, dibilang kelainan karena tingkah lakunya yang seperti bocah, juga rangkaian operasi plastik yang digosipkan ia lakukan atas nama dia benci dengan dirinya sendiri.

Ketika dia berpulang ke rumah Tuhan yang menciptakannya, juga saya dan semua makhluk di alam semesta raya, semua orang lantas terhenyak dan merasa sangat kehilangan… juga merasa bersalah.

Jacko pernah berkata di dalam lagunya, “Though you don’t need me now, I will stay in your heart… And when things fall apart, you’ll remember one day…”

Hampir semua kepala tertunduk. Hampir semua pasang mata mengalirkan air matanya. Hampir semua jantung seolah berdenti berdenyut.

Dan saya pun menjadi salah satu dari pemilik jantung yang seperti ogah-ogahan berfungsi sebagaimana mestinya.

**

Ketika seminggu yang lalu saya mendengar lagu ini di sebuah mal, saat berjalan-jalan dengan keluarga, tiba-tiba hati saya berdebar.

“Apa yang bakal diingat orang tentang saya, kelak jika saya menutup mata, ya?”

Apakah mereka mengenang saya dalam kenangan yang baik-baik saja? Ataukah mereka mengenang saya sebagai sosok seorang kawan yang menyebalkan? Sebagai perempuan yang hobi bikin patah hati *boong banget sih! hehe*? Sebagai seorang karyawan yang sibuk Facebook-an mulu tiap hari?

Kenangan seperti apakah yang akan terbentuk di dalam isi kepala orang-orang yang pernah dekat dengan saya, pernah mengenal saya, pernah bersentuhan dengan saya secara fisik atau lewat tulisan-tulisan saya?

Perasaan ini selalu muncul ketika suasana hati saya sedang tidak menentu. Sedang tidak memiliki self confidence yang cukup kuat untuk menopang langkah-langkah saya.

It’s always nice to know that someone out there needs me. It’s nice to know that my existence means something to someone.

Karena ketika awan-awan hitam menggayut di atas kepala saya, yang ingin saya ketahui adalah… saya tidak boleh mati atau menyerah begitu saja, karena ada seseorang, entah siapa, di luar sana, yang membutuhkan kehadiran saya. Yang merindukan sapaan pagi hari saya. Yang akan kehilangan celotehan-celotehan saya. Yang akan merasa sangat sedih jika saya berhenti berusaha sekuat tenaga untuk tetap hidup, tetap bernafas, tetap menjadi seorang saya.

Beberapa hari ini saya memang semakin mempertanyakan arti kehadiran saya buat semua orang, meragukan bahwa saya benar-benar hadir ke dunia ini dengan membawa misi khusus untuk membuat orang lain bahagia. Hal ini dipicu dengan seorang kawan, yang karena ulah saya sendiri, dia meninggalkan saya. Menghapus saya dari hidupnya. Dan saya tahu, itu bukan salahnya, tapi salah saya sendiri.

Saya limbung, jujur saja. Saya tahu, saya bukanlah seorang kawan yang baik akhir-akhir ini karena masalah yang memenuhi isi kepala saya sudah terlaluover loaded sehingga saya tidak punya waktu untuk orang lain, kecuali saya, saya, dan saya saja. Saya menjadi perempuan yang self centered and I hate her for replacing me, myself.

Saat dia ‘menghapus’ saya, di detik itulah saya sadar… that I was meaningless… Setidaknya buat dia. Dan jujur, hal ini memicu saya untuk terus menerus bertanya… Seberapa besar arti saya?

Bukan untuk memanjakan ego saya. Tapi justru untuk menumbuhkan semangat saya yang terpuruk semakin dalam, justru untuk menerbitkan kembali senyum di wajah saya…

Jadi,

Kalau saya pernah bertanya pada kamu, apakah arti saya buat kamu dan apa yang bakal kamu kenang dari seorang Jeung Lala.. Semata-mata karena saya ingin merasa berarti buat kamu semua… Dan kalau yang akan terkenang di benak kalian tentang Lala yang menyebalkan misalnya… let me know that, sehingga saya bisa mengubahnya.

Saya cinta kamu semua.. Dan suatu saat, saya ingin dikenang sebagai seorang perempuan yang pernah memberi warna pink dalam kehidupan semua orang yang pernah menyentuh hari-hari saya…


**

Kantor, Selasa, 27 Oktober 2009, 3.45 Sore
Sedang mencari serpihan kekuatan yang terserak

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

7 thoughts on “One Day in Your Life

  1. recently i feel the same, La…
    dunno why…

    umm..emang gw baru aja kenal elo, bahkan belum pernah ketemu..
    tapi tulisan-tulisan lo cukup berarti buat gw…😉
    and may i said that you inspired me to be a better one!

    Aih, Yessi…
    Jadi terharu nih..🙂
    Tenkyu yaaaaaaaa….
    Everyone inspires someone else. Ya, memang seperti itu kali yaa… Tapi dengan cara yang tidak terduga…

    thanks anyway🙂

    Posted by Yessi Greena | October 27, 2009, 4:31 pm
  2. Gara-gara pemberitaan meninggalnya MJ anak-anak saya jadi suka lagu-lagu MJ …

    BTW, saya dan banyak yg lain pasti akan “mengenang” Lala yg piawai memainkan jemari di keyboard yg bisa mengaduk-aduk emosi pembaca novel dan blog-nya, yg bisa membuat kita semua belajar dari keseharian kita masing-masing, yg memberi inspirasi tanpa kesan menasehati atau menggurui dst. dst.

    So, don’t worry … keep moving on with what you are doing now … keep inspiring and keep improving yourself and others …

    Posted by Oemar Bakrie | October 27, 2009, 5:23 pm
  3. Berhentilah membuang waktumu untuk bertanya, orang-orang akan mengenangku sebagai apa.
    Pakailah waktumu untuk belajar dan berkembang, dan mengasah diri (termasuk merubah sifat negatif menjadi postitif) agar orang-orang bisa mengenangmu secara positif jika memang sudah waktunya meninggalkan dunia.
    Selain mengasah diri, memperkuat silaturahmi ke atas dan samping… karena tanpa Tuhan dan Teman-teman, kamu tidaklah berarti.

    Jika pernah ada yang mendelete kamu, berarti ada masalah. Masalahnya bisa di dia atau di kamu, dan itu hanya bisa diketahui dengan komunikasi. Kalau memang dia tidak menjawab pertanyaan kamu meskipun berkali-kali ditanyakan, ya sudah …berarti dia memang tidak mau berteman lagi, atau dia memang butuh waktu untuk memikirkannya. Dan itu adalah haknya.

    Saya juga pernah mendelete kamu untuk suatu alasan pribadi kan? BUKAN karena aku pikir kamu meaningless. Malah kebalikan…bahwa I AM MEANINGLESS for you, aku tidak kamu perlukan lagi saat itu kok (dan mungkin teman kamu itu juga berpikir yang sama). Tapi kita juga bisa berbaik kembali karena masing-masing punya keinginan memperbaiki diri.

    Intinya : komunikasi aja kok. (dan satu lagi pesanku waktu itu ….. Kawan lama jangan dilupakan karena sudah ada kawan baru🙂 )

    Maaf, mungkin komentar seperti ini tidak mau kamu dengar, tapi demi kebaikan kamu dan teman-temanmu juga, saya rasa perlu saya tuliskan di sini supaya tidak lupa. Karena sesungguhnya isi yang sama sudah pernah saya sampaikan secara lisan langsung dan berkali-kali, jika kamu mau menyimak.

    EM

    NB : dan seperti yang sudah aku tulis di status FB mu tentang “kamu dikenang sebagai apa”, aku jawab: “Lala adalah jetcoaster, up-and-down”

    Posted by ikkyu_san | October 27, 2009, 10:05 pm
  4. Karena ketika awan-awan hitam menggayut di atas kepala saya, yang ingin saya ketahui adalah… saya tidak boleh mati atau menyerah begitu saja, karena ada seseorang, entah siapa, di luar sana, yang membutuhkan kehadiran saya.

    It helps.. a lot, Laa.. ketika mendung itu ngga segera berlalu and malah makin menghitam.. memikirkan orang yang pasti akan sedih kalo kita ngga ada lagi di sisinyaa.. bisa menerbitkan secercah sinar mentari di tengah kegelapan and perlahan2 akan mulai menghapus awan mendung itu.

    So when you know you have that someone yang mana elo berarti buat dia.. always always keep that someone in your mind, especially pada saat2 elo ngerasa down bangets!

    What I think about you, Laa.. elo adalah orang yang sibuk memberikan comfort buat orang lain sehingga membuat orang lain “terlena” and seringkali jadi ngga nyadar kalo there are times when you’re the one who need that comfort.. but they always seem to miss your silent cry for help..

    Posted by Indah | October 27, 2009, 11:08 pm
  5. Hmmm…. i can;t believe i read all this post and comments….

    *sebenarnya, saya tak pernah berpikir saya berarti buat mereka apa tidak… itu terserah mereka, saya hanya menjalani kehidupan yg dikaruniakan buat saya, sebaik mungkin… dan jika Sang Pemberi Hidup memutuskan tugas saya sudah selesai di dunia ini, aku akan pergi KESANA, meninggalkan dunia, dan manusia-manusianya… saya malah takut terlalu berarti buat beberapa orang… seirus… Saya pernah takut dicintai orang lain, ….

    *ku rasa tak perlu kulajutkan…
    *sorry

    Posted by Pilosopi Bodoh | October 28, 2009, 10:15 am
  6. Hi La..
    every friendship works in two ways. If u r looking to be meaningful to others without making others feelin meaningful to u then I have no answer for this.
    That kind of bond requires an unconditional love which is (to me) only found in a blood relationship like nuclear/extended families.

    Anyway, daripada nanya2 seberapa arti diri, kenapa gak mulai melakukan sesuatu yang berarti? ^_^ that way perhaps they will feel that u consider them important & meaningful?

    cHeerz la,
    EKA

    Posted by Eka Situmorang-Sir | October 29, 2009, 10:08 am
  7. Kata EM : “Berhentilah membuang waktumu untuk bertanya, orang-orang akan mengenangku sebagai apa”.

    Saya setuju ini …

    Posted by nh18 | October 29, 2009, 1:04 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

October 2009
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: