you're reading...
daily's blings

Just Looking for Daniel

Ada sebuah novel yang pernah saya baca, long long timmmeeeeee ago. Novel yang diciptakan entah oleh siapa *maklum, short term memory lost.. hehe*, tapi saya ingat persis dengan judul dan jalan ceritanya.

It was called : “Just Looking for Daniel”, sebuah chiclit karya anak negeri sendiri yang menceritakan tentang impian seorang perempuan untuk menemukan seseorang bernama Daniel, karena dia selalu percaya, jodohnya adalah lelaki bernama Daniel! What a great faith, eh? πŸ™‚

Lelaki impiannya itu sudah ada di dalam angan-angannya, mungkin, sejak ia bisa mulai merasakan jatuh cinta dan lelaki sempurna bernama Daniel dengan fisik yang sangat spesifik itu telah diyakininya sebagai seorang jodoh yang bakal ditemuinya, one special day. Sekali lagi, what a great faith, eh?

Satu hal yang saya sukai dari novel ini adalah it has a happy ending. Sekalipun perjalanan waktu mengantarkan dia pada kenyataan bahwa there’s no such thing as a fairytale anymore in this digital world, tapi di bagian ujungnya, diceritakan bahwa lelaki bernama Daniel itu benar-benar ada. Really exist. Dengan segala ketidaksempurnaan yang justru membuatnya sempurna. Well, ini memang chiclit, di mana happy endings bisa dikreasi sedemikian rupa. Tapi setidaknya, happy endings membuat saya percaya dan optimis! πŸ™‚

Ya.

Asal kamu tahu aja, saya adalah a true Hollywood Drama, orang yang tumbuh kembang dengan film-film klasik Disney dan pecinta romantisme Hollywood sejati, sehingga saya selalu optimis kalau semua hal yang indah-indah itu bukan cuman fairytales, tapi bisa terjadi dalam hidup saya. Bisa saja saya bernasib baik seperti tokoh di novel Just Looking for Daniel yang menemukan Daniel-nya, lelaki yang tadinya hanya berbentuk ilusi dalam kepalanya, kini berwujud nyata, bisa dicubit, bisa dijewer, bisa dibanting, diapa-apain deh! πŸ™‚

In my world, semua bisa terjadi! Semuanya, termasuk hal-hal yang kamu sangka hanya ada di dunia buatan Disney…

ya, because I am a Hollywood Drama Queen! πŸ™‚

Sama seperti tokoh di novel itu, saya pun memiliki ‘Daniel’ saya; lelaki sempurna yang sudah terbentuk dalam imajinasi saya sejak saya mulai bisa plirak-plirik laki-laki *oh well, saya memang memulainya di usia yang sangat dini! hehe*

Seperti apa ‘Daniel’ saya?

Hm.

‘Daniel’ saya adalah lelaki yang….ummm…. chubby! πŸ™‚ Ya, secara fisik, dia bertubuh tinggi besar dengan pipi yang chubby alias cempluk alias endut. Lalu, ummm… laki banget! Dalam artian, rada-rada bad boy gitu deh… πŸ™‚ Yang lainnya… ‘Daniel’ saya adalah lelaki yang bisa bermain musik; piano atau gitar. Keren nggak, sih? πŸ™‚

I was looking all over the place to find my ‘Daniel’..

Sampai suatu kali… I think I found one πŸ™‚

Seorang ‘Daniel’ yang membuat saya ternganga karena merasa, “This is just too good to be true”, lalu berkali-kali bilang, “This is nooootttt happening…”

Ya, karena saya tidak menyangka, saya bakal menemukan seorang ‘Daniel’ seperti di buku favorit saya itu. Karena se-hollywood-hollywood-nya saya, tentu saja, finding my Daniel is something.. umm… unexpected!

Sama seperti di buku Just Looking for Daniel, di mana di bagian akhirnya dia hanya terkesima dengan “Oh my God, ternyata Daniel itu bener-bener eksis!” lalu cerita tetap bergulir tanpa terceritakan lagi, sama seperti itulah saya sekarang. Ternganga, tidak percaya, dan membiarkan cerita terus bergulir.

Tapi yang membedakan adalah..

Kalau di novel, setelah menemukan ‘Daniel’…. and that’s it. Untold. Kawin kek, pacaran kek, ternyata prince charming tidak se-charming yang dibayangin, kek… dll, dsb.

Nah,

Kalau di hidup saya, kelanjutan ceritanya tetap akan saya bagi sama kamu semua. Misalnya saya akhirnya pacaran dengan Daniel saya… atau akhirnya menikah dan punya anak… atau malah dia jauh lebih charming seperti yang saya kira.. dan, umm… ternyata bajingan kampret berbulu domba, kek… Semua kemungkinan akhir cerita itu bakal saya bagi ke kamu semuanya… Uncensored.

Jadi?

Yang penasaran, yang penasaran…
Yang pengen tahu, pengen tahu…
Sabar saja menanti cerita saya, ya?

Siapa tahu, kalau cerita saya berujung bahagia, kamu bisa selalu punya mimpi untuk menemukan ‘Daniel’mu juga, sama seperti saya…. juga tokoh di novel itu; Just Looking for Daniel.

**

Kantor, Kamis, 22 Oktober 2009, 10:31 Pagi
For my ‘Daniel’

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

7 thoughts on “Just Looking for Daniel

  1. ya udah saya sabar aja deh nunggu kelanjutannya…..tapi eh bentar..namanya emang bener daniel…heee

    Posted by boyin | October 23, 2009, 9:42 am
  2. *membayangkan kampret berbulu domba…!

    Posted by Pilosopi Bodoh | October 23, 2009, 12:42 pm
  3. Daniel…? oh no, jangan katakan itu adalah si mas sang satu itu… πŸ˜‰

    aku doakan, semoga “daniel” yang telah lama dirimu impikan itu berhasil benar-benar menjadi milikmu La…

    Posted by vizon | October 26, 2009, 10:03 am
  4. Ehem!! Gue gak enak nih ngasih taunya. Sebenernya, novel yang pernah loe baca long time ago itu. Yang judulnya ‘Just Looking for Daniel’ itu.

    Sebenernya, pengarang novel itu?!?! Ehem!! Gue jadi gak enak nih, tar takut dikira sombong. Soalnya, yang ngarang novel itu, sebenernya BUKAN GUE!!!

    Eiitttsss…, jangan nyela dulu! Meskipun yang ngarang novel itu bukan gue, tapi karakter Daniel yang dituliskan di novel itu, sebenarnya JUGA BUKAN KARAKTER GUE!

    Posted by hilman | October 26, 2009, 11:46 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

October 2009
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: