archives

Archive for

I saw… life!

Beberapa menit yang lalu, saya mengantarkan keponakan ke sekolahnya yang berjarak tempuh hanya dua sampai tiga menit saja dengan berkendara sepeda motor. Masih di dalam lingkungan kompleks perumahan juga tapi saya males mau jalan kaki, takut digodain sama tetangga-tetangga kakak saya! *boong banget, sih.. hehe… emang dasarnya males, kok*

Jadi, ceritanya, tadi pagi saya mengantarkan keponakan sampai ke sekolahnya sampai-sampai keponakan saya girang setengah mati. Jarang-jarang Aunty-nya bisa nganterin, kecuali Aunty-nya bolos atau hari Sabtu seperti ini.

Saya sendiri juga seneng banget mengantarkan keponakan ke sekolah. Berasa seperti ibu-ibu muda sedang mengantarkan buah hatinya ke sekolah! Hehe, maklum, sebetulnya udah ngebet pingin punya anak tapi nggak ada lawan mainnya yang mau bertanggung jawab, sih. Selain senang karena merasa seperti seorang ibu, saya juga senang karena melihat senyum keponakan yang cerah seperti langit di pukul enam pagi. Cerah, tapi adem. Mereka selalu excited setiap saya mengambil alih tugas Asisten Rumah Tangga atau supir antar jemput sekolahnya. Betapa menyenangkan kalau kita berarti buat orang lain, kan?

Tapi selain merasa senang karena seperti seorang ibu dan melihat senyum secerah langit pukul enam pagi itu, tadi pagi kesenangan saya bertambah karena saya melihat sesuatu di sepanjang perjalanan saya pulang dari mengantarkan keponakan.

Kamu tahu apa yang saya lihat sehingga saya merasa senang?

Apa? Cowok ganteng? Ah, masih gantengan pacar saya! *najis, deh, La! wekekeke*

Apa? Ada George Clooney? Haha, biar pacar saya ganteng, tapi tetep, kalo George Clooney saya bakal tetep girang sampai mampus! Tapi, tapi, sayangnya bukan.. πŸ™‚

Lantas apa yang saya lihat?

Umm..

I saw… life.

** Continue reading

Kamu Menganggap Dirimu Cantik?

Setiap pagi, saya meluangkan waktu tidak lebih dari sepuluh menit untuk sibuk sendiri di depan cermin, bermain-main dengan peralatan tempur saya berupa bedak, blush on, lipstick, pelembab wajah, dan kawan-kawannya yang lain. Melakukan ritual yang sama dari waktu ke waktu; mengoleskan pelembab wajah, menyapu wajah dengan bedak, merapikan alis dengan pensil berwarna coklat, memulas kedua pipi dengan blush on, lalu melentikkan bulu-bulu mata dengan mascara yang tahan air, dan diakhiri dengan olesan lipstick warna nude. Begitu terus setiap pagi, setelah mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke kantor.

Usai berdandan, saya mencari pakaian yang bisa bikin saya cantik, juga sedikit melangsingkan. Warna gelap, motif yang tidak terlalu ramai, sampai model yang tidak terlalu ribet akan membuat si pemakai terlihat lebih langsung juga elegan. Setelah ketemu baju yang seperti itu… srreettt! Ambil dari lemari, mulai dipakai!

Setelah itu, tentu saja berdiri di depan cermin. Mematut-matutkan tubuh. Melihat ke samping kiri dan kanan, memeriksa dandanan yang mungkin keliwat menor, merapikan rambut, merapikan baju. Check sana, check sini, sampai akhirnya, “Yak! Siap berangkat dan menantang dunia!” πŸ™‚

The minute I walk out from my house, saya merasa sebagai perempuan yang sangat cantik. Narsis? Ah, bukankah kamu tahu kalau narsis adalah nama tengah saya? So, saya memang narsis!

Jadi, kalau ingin lebih sotoy lagi, saya akan bilang sama kamu kalau sepanjang saya berjalan keluar, saya merasa seperti Julia Roberts di film Pretty Woman dengan iringan lagu-nya yang fenomenal, “Pretty woman walking down the street… Pretty woman, the kind I’d like to meet…

Masih kurang sotoy? Tambahkan saja! Be creative, be my guest! πŸ™‚ Continue reading

On the Front Seat

Kamu tahu apa yang paling menyenangkan dengan duduk di kursi depan sebuah mobil yang sedang melaju? Okay, sebelum kamu nuduh saya bisa nyetir mobil, saya mau kasih tau kalau yang dimaksud dengan on the front seat adalah duduk di kursi sebelah kiri, di sebelah kakak saya tercinta.

Ya, back to the question.

Kamu tahu apa yang paling menyenangkan dengan duduk di kursi depan sebuah mobil yang sedang melaju? Continue reading

Abisnya…

Sudahkah kamu tahu kalau saya sedang diet merumput yang artinya hanya makan sayur-sayuran aja? No carbs, hanya sayur mayur dan sedikit lauk saja? Diet macam ini sudah berhasil membuat saya turun sampai delapan kilo pada masa awal-awal saya diet merumput.

Ya. Saya memang berhasil.

Tapi tahukah kamu, kalau saya akhirnya bandel dan mulai kembali menjadi karnivora, yaitu pemakan segala? Selain saya mulai aktif lagi mengunyah nasi, kentang, dan jenis karbohidrat lain, saya bilang “Pemakan Segala” adalah “Pemakan Segala.. yang ada di meja makan”! Alias.. um, rakus! πŸ˜€

Lebih-lebih setelah semingguan ini saya menginap di rumah Mbak Piet, kakak perempuan saya. Di mana isi meja makan selalu penuh dengan makanan, kulkas selalu penuh dengan cemilan, dan ada toko kelontong yang jaraknya cuman sepelemparan tombak saja. Bisa terbayang betapa gendutnya saya sekarang, kan? Mungkin saya udah nambah beberapa kilo lagi! U’oh! Continue reading

Mister H; Angel & Demon

Pernahkah kamu duduk di atas sebuah kursi, di sebuah ruangan yang hening, dan di depanmu tidak ada siapapun kecuali seorang lelaki tua, dengan rambut yang hampir memutih di seluruh bagiannya, dengan wajah yang mulai keriput termakan usia, dengan tubuh yang tinggi besar juga gagah, dan senyum yang begitu kamu kenal?

Oh, maaf. Saya bicara soal Boss saya. Kecuali kamu adalah teman kerja di kantor saya atau orang-orang yang pernah mengenal Mister H – saya samarkan namanya – tentunya kamu tidak akan pernah merasakan betapa hebatnya sensasi setiap kamu duduk di atas sebuah kursi, di sebuah ruangan yang hening, dan di depanmu tidak ada siapapun kecuali lelaki tua tadi.

Lima tahun bekerja di sebuah perusahaan pelayaran ini membuat saya berkali-kali duduk di depannya, berbincang tentang banyak hal; pekerjaan, hidup, literatur-literatur menarik, atau berbincang santai soal keluarganya. Tapi di antara lima tahun saya bekerja menjadi salah satu karyawannya, baru setahun belakangan ini saya melihat Mister H sebagai seorang Bapak, seseorang yang menyayangi saya dan kawan-kawan sebagai anak-anaknya, bukan karyawan-karyawan yang pasti tunduk atas titahnya. Awal tahun 2009 ini, saya mengenal Mister H sebagai seorang lelaki yang hebat, seorang ‘Ayah’ yang luar biasa, seorang mentor yang telah mengajari saya untuk terus melangkah mesti hidup mulai terasa getir. Continue reading

One Day in Your Life

Ketika rasa sepi sedang mengurungmu, ketika segalanya berada di luar batas kemampuan yang bisa kamu hadapi, ketika kamu merasa banyak kawan-kawanmu berlari menjauhimu… when you’re feeling lonely and blue…pernahkah kamu bertanya seberapa besar arti eksistensimu buat orang lain? Seberapa berpengaruh jika suatu saat kelak ‘masa kontrak’mu di ranah yang fana ini sudah habis dan kamu melayang pergi ke suatu tempat yang sama sekali asing buatmu?

Apakah orang-orang akan menangisimu?

Apakah orang-orang akan meraung-raung histeris dan mencakari gundukan tanah kuburanmu?

Apakah orang-orang akan merasa kehilangan akan sosokmu?

Atau malah ini.

Orang-orang akan merasa lega dan tersenyum puas karena akhirnya seorang kamu berpulang juga dan tak perlu mereka temui lagi sebebas apapun pandangan mereka terbentang.

Orang-orang malah bahagia.

Atau mungkin, orang-orang bahkan tidak sadar kalau kamu pernah hadir dan berebut oksigen bersamamu?

Pernahkah kamu? Continue reading

Ketika Keponakan Berpuisi

Saya memang sudah menulis sejak usia sebelas tahun, sehingga dengan GR-nya, sampai hari ini, saya selalu menganggap kalau “writing is always the passion of my life” atau “writing is running in my blood“. Ya, tiada hari yang terlewati tanpa menulis. Dari sekedar catatan kecil-kecilan, coretan-coretan di kertas, atau menulis serius di laptop. Mulai essay sampai puisi. Mulai quote sampai curahan hati. Kecuali menulis skripsi dan tesis, saya menulis apa saja! πŸ™‚ Continue reading

Beku

Sudah berhari-hari aku dingin. Tanpa pelukan. Tanpa rangkulan. Yang ada hanya putaran-putaran kenangan masa silam yang makin lama makin tipis dan tajam mengiris relung-relung hatiku, terbitkan sembilu pahit. Aku kangen pacarku, kangen kamu. Seperti tak tersentuh, rasanya ingin menangis saja. Air mata seolah berebut turun mengalir mencari muaranya. Aku sakit, aku membeku. Kamu, membuatku, perasaanku, jiwa dan batinku, dingin dan membeku. Continue reading

Menjadi Paranormal

Saya adalah pecinta ramalan bintang, sekalipun kadarnya hanya untuk buat iseng-isengan aja. Kalau forecastnya bagus, saya bakal mesam mesem girang. Tapi kalau ramalannya jelek, saya bakal ngedumel sambil bilang, “Ah, sok tau lu!”

Ya. Ambil yang baik-baik, buang yang jelek-jelek. Kan udah dibilang, ini cuman sekadar iseng-isengan belaka?

Nah, omong-omong soal Astrologi, baru saja saya menerima email dari Astrocenter yang memang sengaja saya subscribe harian. Fungsinya? Nothing! Atas nama iseng saja, kok. Continue reading

Just Looking for Daniel

Ada sebuah novel yang pernah saya baca, long long timmmeeeeee ago. Novel yang diciptakan entah oleh siapa *maklum, short term memory lost.. hehe*, tapi saya ingat persis dengan judul dan jalan ceritanya.

It was called : “Just Looking for Daniel”, sebuah chiclit karya anak negeri sendiri yang menceritakan tentang impian seorang perempuan untuk menemukan seseorang bernama Daniel, karena dia selalu percaya, jodohnya adalah lelaki bernama Daniel! What a great faith, eh? πŸ™‚ Continue reading

Catatan Harian

October 2009
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Celotehan Lala Purwono