you're reading...
It's About Me, Penting Ga Penting...

The Questions

I hate being single in this time around... er, yang saya maksud ‘around‘ adalah ketika sedang berkunjung ke rumah saudara-saudara saat lebaran kemarin. Yeah, yeah. Typical, same old questions.

“Kapan, nih?”

Kapan apanya? Ulang tahun? Oh, masih lama, lima bulan lagi.
Kapan apa? Masuk kantor? Oh, nanti, tanggal 24 September, hari Kamis.
Kapan apaaaa? Lebaran? Lho, kan hari ini!

“Kapan kawinnya?”

Oh, kawin.
Ngomong dong. Kawin apa nikah? More specific, please! Nanti saya takut ngasih jawaban yang kurang tepat! 🙂

“Sudah umur berapa, La?”

Masih muda. Belum lima puluh lima. Masih punya banyak waktu, insyaAllah, sebelum menopause. Yang penting saya cakep dan menggemaskan di umur akhir dua puluhan ini. Kenapa memangnya? Saya keliatan lebih muda? Apaaa??? Kayak masih baru lulus SMA, ya?

“Mau dicariin calon suami, nggak?”

Aduh! Cariin aja sebuah penerbit yang nekat ngebukuin tulisan saya. Cariin aja editor sinting yang mau work their asses to help me creating a masterpiece. Cariin aja kesempatan buat bikin saya girang karena berhasil bikin buku lagi. Karena kalo calon suami, saya bisa nyari sendiri. I can cover it all by myself. Thank you, but I think I’ll pass on that, Doll!

“Jangan kebanyakan milih, dong.. Nggak baik kalo terlalu selektif…”

Well, hellloooww. Siapa yang terlalu picky, selektif, kebanyakan milih, or whatever the name is. Kalo ini soal masa depan saya, I deserve and have all the right to be selective, kan? Itu bukan picky, itu adalah mencari the right person untuk jadi calon suami dan calon bapaknya anak-anak saya. Siapa yang mau punya suami tukang mabok? Siapa yang mau punya Bapak tanpa pekerjaan? It’s not being picky, Sodaraku tercinta. Saya cuman ingin yang terbaik.

“Pokoknya jangan lupa undang-undang, lho…”

Don’t worry, All. It’ll be in the infotainment. Karena, ternyata, oh ternyata, berita soal pernikahan saya adalah berita yang paling ditunggu-tunggu oleh banyak orang! Oh, my! I am that famous! 🙂

How annoying!

Itulah kenapa saya benci banget jadi perempuan lajang ketika kumpul-kumpul dengan saudara-saudara yang sudah sekian lama nggak ketemu, khususnya sih sodara jauh yang baru ketemu kalau ada special occassion seperti nikahan, naik haji, atau.. um, lebaran kayak kemarin. I know, memang sangat terkesan klise dan sudah sangat tipikal. Saya sudah menjadi lajang (yang apparently, sudah masuk musim kawin) sejak 5 tahun yang lalu. Seharusnya saya sudah well-prepared atau tahu gimana caranya menangkis pertanyaan-pertanyaan itu.

Singkatnya begini : Lala, seharusnya kamu sudah tahu gimana caranya membuat senyum palsu dan jawaban-jawaban yang bisa membungkam mulut-mulut ‘perhatian’ sodara-sodara kamu!

Tapi yang ada, saya cuman cengengesan.
Tapi yang ada, saya masih merasa kalau pertanyaan-pertanyaan itu adalah soooooo very ANNOYING! Nyebelin!

Kenapa sih musti ada pertanyaan seperti itu? Kenapa sih, budaya yang kita miliki ini membuat saya, perempuan lajang usia akhir dua puluhan, seolah menjadi sosok kriminal karena belum kawin-kawin juga? Dan kenapa musti ada aturan kalau working single women at thirty berarti ada yang salah dengan perempuan itu?

Terlalu sibuk bekerja?
Terlalu sibuk dengan diri sendiri?
Terlalu pemilih?
Terlalu ini itu, anu inu?

Being married is a choice.
And so is being single.

Seharusnya bukan masalah kan?

Tapi, ya, ya, ya. Mau ngomel ke Bude-Pakde karena ditanya-tanyain pertanyaan yang nyebelin seperti itu juga bakal percuma. Saya nggak mau bikin Bude-Pakde sakit jantung karena mendadak saya ngebanting gelas dan nyeracau, mengemukakan pendapat-pendapat saya, kan? Jadi, ngomel dan memberikan argumentasi alias ‘ngeles’ juga bukan pilihan bijak.

Then, what was left?

Saya cuman bisa berjuang untuk tersenyum.
Pura-pura budeg.
Dan satu lagi, being a clown.

Yep, being a clown aja. Being stupid and dull saat menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.

Sodara (S) : “Kapan, nih?”
Lala (L) : “Kapan apanya?”
S : “Kapan nikah?”
L : “Oh, taun depan, kalo semuanya lancar.”
S : “Oh ya? Jangan lupa ngasih tau, lho, ya..”
L : “Hehe, tenang ajaaa… Ntar ada di Insert sama Cek dan Ricek, kok. Pasti nggak bakal ada yang kelewat…”
S : “Haha, pokoknya jangan lupa undangannya, ya?”
L : “Ya, ya. Pasti!”

Dan saya ngeloyor pergi setelah bersalaman dan said goodbye.
Tentunya sambil ngebayangin, what if kalau lebaran tahun depan saya masih single dan nggak ada cincin tunangan di jari manis saya.

Saya bakal bilang apa kalau ada Sodara yang nanya: “Kok nggak jadi kawin? Memangnya ada masalah, ya? Calon suami-mu orang mana sih? Apa nggak jadi tunangan? Apa….”

Yeah!
The questions.
I guess, saya musti segera belajar ilmu hipnotis supaya di lebaran taun depan, sodara-sodara nggak bakal reseh seperti taun ini karena saya hipnotis ala Rommy Rafael aja…. ^_^

***
Kamar, Selasa, 22 September 2009
Tulisan iseng nggak penting! 🙂

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

17 thoughts on “The Questions

  1. (Jiiaaahhhh … itu lagi …)

    Eniwei

    Selamat Idul Fitri La …

    Mohon maaf lahir Bathin …

    Salam saya

    Posted by nh18 | September 23, 2009, 9:27 am
  2. kalau tahun depan belum juga, beli aja cincin sendiri, trus bilang: “ini cincin tunangan saya sama Romy Rafael”, huahahaha… 😀

    met lebaran La…
    cerita di malang kayaknya seru juga tuh… 😀

    Posted by vizon | September 23, 2009, 9:52 pm
  3. pertanyaan itu pula yang buat lebih milih buat lebaran sendirian di jakarta, dibanding pulang sama2 keluarga ke tasikmalaya 😀
    .-= Billy Koesoemadinata´s last blog ..The Journey, vol.11: The Occurence =-.

    Posted by Billy Koesoemadinata | September 23, 2009, 10:13 pm
  4. pertanyaannya mengganggu yach? tapi berarti Lala masih diperhatikan mereka bukan? he..he.. thanks for it!!

    btw agak lama neh baca postingan ini, abisnya ada beberapa kata yg warnanya susah banget dibaca 😦
    .-= Bro Neo´s last blog ..Ibu =-.

    Posted by Bro Neo | September 24, 2009, 8:30 am
  5. huahahahahahaha….

    aku baru memasuki tahun² pertanyaan itu dilontarkan mbak.
    Apalagi para adek sepupu dengan teganya melangkahiku *halah*

    Posted by little_star | September 24, 2009, 8:30 am
  6. Hahahahah….
    Saya klo ditanya ibu saya
    “Udah punya cewek belum sih…?!”
    “Belum Mak..!”
    “Akhh, pembohong kau…”
    “Nggak Mak…!”
    “Lha itu, si Anu itu…?”
    “Kan belum saya kawinin(nikahin) Mak…!”

    Posted by bandit sp™ | September 24, 2009, 8:52 am
  7. Kalo tahun depan belom bisa menghipnotis, belajar jadi diplomat atau lawyer aja La. Belajar ilmu ngeles. Mungkin lebih mudah, ringan dan bisa senyum beneran gak pake dibuat2.. Hehehe

    Selamat Idul Fitri 1430H La, mohon maaf lahir batin atas segala khilaf dan kesalahan yaa.. 🙂
    .-= Nug´s last blog ..Beberapa Sudut Tokyo =-.

    Posted by Nug | September 24, 2009, 9:09 am
  8. Jeung Laaa.. Met Lebaran Yaaa… Mohon Maaf Lahir Batin.. 🙂

    wahh ngadepin pertanyaan2 ituh lagi.. ya ya.. kucinya memang harus kreatip nyari jawaban hehe..

    Posted by Yu2n | September 24, 2009, 12:31 pm
  9. kwakkwakkwakak……………
    Met lebaran eung Lala………..
    blue yakin tahun depan u punya jawaban yg mengejutkan buat semua yg bertanya di tahun ini jeehehehhe……….
    salam
    .-= kezedot´s last blog ..Buka celanamu dulu dong…………….. =-.

    Posted by kezedot | September 24, 2009, 9:01 pm
  10. malam…….
    heheh agak ribet yah jika selalu di pertanyakan dengan soal soal seperti sedemikiannya
    salam hangat
    .-= dobleh yang malang´s last blog ..Oprete Lebaran keluarga bloger……………. =-.

    Posted by dobleh yang malang | September 24, 2009, 9:02 pm
  11. Samaaaa 😛
    kadang bosen ajah, cuma ya udah deh. secara cuma setahun sekali, mungkin tahun depan gak bakal dapat pertanyaan serupa 🙂

    Sist, mohon maaf lahir bathin yah.

    Posted by Rere | September 25, 2009, 10:39 am
  12. jawaban saya gampang mbak, nenek : kpn kawin nunggu apa sih?
    ed : nunggu jodoh lah
    nnk : cari yg gimana sih?
    ed : cari yg
    cocok doonk he he

    Posted by edy | September 26, 2009, 12:35 am
  13. Selamat Idul Fitri 1430 H.
    Minal aidin wal faizin
    Mohon maaf lahir dan batin
    Salam hangat dari Surabaya

    Posted by Pakde Cholik | September 26, 2009, 6:12 am
  14. the same question goes to me too, mba…

    rasanya udah cape, masa iya harus buat press conference hehehe…
    kadang ngerasa orang-orang kaya ga ngerti aja ya kalau jodoh itu gak semudah membalikan telapak tangan T_T
    .-= Tea´s last blog ..Galau, Mengakhiri, dan Langit yang Kosong =-.

    Posted by Tea | September 26, 2009, 6:36 am
  15. sekarang kan gk single lagih,,,
    jadi tenank ajah mbak,,
    moga aja segera dilamar sama c abang,,,
    .-= Emy´s last blog ..katanya,, =-.

    Posted by Emy | September 27, 2009, 1:03 am
  16. itu makanya ada yang disebut “needed white lies” 🙂
    .-= Nat´s last blog ..sinyal yang salah? =-.

    Posted by Nat | September 29, 2009, 5:17 am
  17. Untuk membuka mata pikiran, coba baca artikel ini Mengapa Wanita Lebih Picky?

    Semoga membantu.

    Posted by Lex dePraxis | October 13, 2009, 11:38 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

September 2009
M T W T F S S
« Aug   Oct »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: