you're reading...
It's About Me, It's me... today, Uncategorized

will I be a perfect mother?

super_momSaya memang orang yang suka berkhayal, mostly tentang hal-hal yang mungkin membuat orang mengernyitkan dahi lalu berkata, “Duh, La. Get real, napah?” Sekalipun saya akhirnya berkata, meski dalam hati saja, “Hey, namanya saja khayalan. Jelas this isn’t real!”

Khayalan itu bisa datang kapan saja. Ketika mendengarkan sebuah lagu, ketika menyesap kopi frappuccino dengan sahabat, ketika mendengarkan cerita seorang kawan, ketika melihat sesuatu di depan mata, dan seperti yang barusan terjadi. I get my daydreaming about having a baby, tepat ketika saya sedang menonton serial favorit, FRIENDS, di ujung season ke-8 ketika Rachel akhirnya melahirkan bayi mungilnya.

It was SOME moment. Melihat seorang perempuan yang berjuang melahirkan bayi kecilnya sampai menunggu 47 jam lamanya. Melihat seorang bayi yang meski ada di posisi terbalik alias sungsang, tapi berhasil terlahir dengan selamat and perfectly healthy. Melihat bayi kecil itu akhirnya ditimang dengan sayang oleh Ibu-nya yang tadinya adalah a spoiled little Princess from a wealthy family. Melihat adegan ketika Rachel membayangkan how hard it would be to raise a kid without a partner slash husband.

Somehow, isi pikiran saya seolah melayang-layang sehingga mulailah saya berkhayal yang nggak penting-penting and I’m being a completely Drama Queen, karena saya akhirnya bertanya-tanya sendiri: Will I be a perfect mother?

Ya.

Apakah kelak, entah kapan, saya akan menjadi seorang ibu yang baik untuk buah hati saya?

Apakah dengan sifat saya yangย moody, cerewet, bawel, sering gondok tanpa alasan yang jelas, tukang ketawa ngakak, the clown, ganjen, narsis, lalu seringkali hypersensitive ini bakal menjadikan saya The Mom of the Universe?

Atau malah sebaliknya?

Hm. Let me tell you something about a perfect mother.

yeah. I’m talking about my own Mother.

Mami pintar memasak; dia bisa memasak apapun yang kami, anak-anaknya, inginkan. Malah, Mami seperti seorang Ahli Sulap yang mampu membuat apa saja yang kami mau dan menghidangkannya di atas meja makan. With a secret hocus pocus then voila! Saya bisa makan ayam masak mentega beberapa jam setelah saya menyebutkannya!

Mami pintar menjahit; beberapa baju saya dan Mbak Pit adalah hasil kreasi-nya. Memang, model-nya sangat sederhana, tapi tetap saja, dibandingkan dengan saya yang tidak tahu semua fungsi di mesin jahit, she was incredibly good!

Mami pintar menabung; dengan uang allowance yang diberikan Papi setiap bulan, she could save a lot dan memberikan hadiah-hadiah kecil buat anak-anaknya. Mami selalu bilang, “Perempuan harus pintar mengatur uang suami, Nduk. Apalagi perempuan yang tidak berpenghasilan seperti Mami.” She knew how she managed her life, sedangkan saya? Ugh! I still don’t know what I should do!

Mami punya sejuta alasan untuk tetap mencintai Kekasihnya, eventhough there were so many times keadaan tidak menguntungkan. Kesetiannya, pengabdiannya, dan kepercayaannya pada Papi, membuat saya minder setengah mati apakah saya bisa menjadi seorang perempuan seperti Mami yang mencintai Suaminya dengan tanpa syarat. No conditions at all!

Dan satu hal lagi. She was completely perfect, karena Mami telah membuat tiga anaknya tumbuh kembang dengan membanggakan setiap cuilan kenangan tentang Mami! Ya. I adore her. My sister does too. Dan kakak lelaki saya? Dia adalah pengagum Mami nomor satu! ๐Ÿ™‚

Then it got me thinking, “Will I be a perfect mother for my kids, sama seperti seorang Hartutik buat Pipit, Mirza, dan Lala?”

It also got me thinking, “Will my kids be proud of me?”

Apakah saya akan menjadi seorang Koki dengan mantra ajaibnya, membuat masakan favorit anak-anak saya, padahal saya sudah lebay setengah mati setelah terkena percikan minyak panas saat menggoreng otak-otak beberapa hari yang lalu?

Apakah saya akan membuatkan beberapa setel baju cantik untuk anak-anak saya bermain, padahal saya hanya bisa menjahit kancing baju?

Apakah saya bisa mencintai suami saya tanpa syarat, padahal saya begitu moody dan seringkali egois?

Apakah saya bisa menjadi seorang Ibu yang sempurna untuk Gabriel dan Talisha *still, those are my favorit names for my future babies.. hehe*?

Sampai akhirnya saya berpikir, the most essential thing from all of those things I’ve mentioned is…. CINTA.

Ya. Cinta.

Mami memasak masakan favorit kami…. tidak cuman dengan ayam, kecap, bawang putih, mentega… but also with love.

Mami menjahit pakaian buat saya dan Mbak Pit… tidak cuman dengan kain, benang, jarum, dan kepiawaiannya dalam membuat pola baju… but also with love.

Mami menabung uang pemberian dari Papi, tidak cuman untuk dirinya.. but also for the love of her life. And that means, US, the children.

Dan kesetiannya yang tak habis, pengabdiannya yang extra ordinary, dan kepercayaannya yang hebat… semuanya… because of LOVE.

She was a great mother… a perfect one… because… she LOVED us. Karena semua hal kecil yang dilakukan Mami berlumuran dengan rasa cinta… Rasa cinta yang tanpa syarat, tanpa menuntut pamrih.

Somehow, in the middle of my daydreaming, saya akhirnya menyadari, kalau saya pun bisa menjadi seorang Ibu yang sempurna untuk semua Bidadari yang kelak saya kandung dan besarkan.

Karena saya tahu, I’m gonna love them… I’m gonna really ย LLOOOOOVVVEEEEE them sampai saya kehabisan nafas! Sampai nafas saya terampas semuanya! ๐Ÿ™‚

I maybe can’t cook. I maybe can’t sew. I’m not good in managing my income. And, sure, I get jealous easily when everything seems ain’t right.

Tapi, saya memiliki seluruh cinta yang diinginkan anak-anak saya, sampai mereka tumbuh kembang dan memilih untuk tinggal dengan istri dan suaminya *damn! hehe*.

So,

“Will I be a perfect mother?”

Hmm…

Why won’t I be? ๐Ÿ™‚

***

Kamar, Senin, 7 September 2009, 1.21 Pagi
Can’t wait to have my own kids and ask them this question.. hihi! ๐Ÿ™‚

Gambar diunduh dari sini

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

14 thoughts on “will I be a perfect mother?

  1. yes, i’m sure you’ll be a perfect mother, with your own way… ๐Ÿ˜€

    Posted by vizon | September 7, 2009, 8:26 am
  2. everybody has a chance to make it happen by just doing it step by step …

    Posted by Oemar Bakrie | September 7, 2009, 8:30 am
  3. hehehehe….

    be a perfect wife first…!

    ๐Ÿ˜€

    Posted by bandit pangaratto | September 7, 2009, 10:27 am
  4. Perfect mother adalah, ibu yang ada di rumah saat anak2nya pulang sekolah, dan saat suaminya pulang kerja. :mrgreen:

    *masih terpana liat theme baru disini*

    Posted by jensen99 | September 7, 2009, 11:22 am
  5. โ€œWill I be a perfect mother?โ€

    Sure You Can La … !

    dengan catatan … ?
    Asal jangan kebanyakan nonton sitkom holiwut ajah …

    Posted by nh18 | September 7, 2009, 12:10 pm
  6. Tiap org ada caranya masing2 la ๐Ÿ˜‰

    We shall do when we have plenty love to share ๐Ÿ˜‰

    Posted by Eka Situmorang - Sir | September 7, 2009, 12:58 pm
  7. Wanita adalah mahluk yang cepat belajar ketika dimasa muda dikatakan tidak bisa dalam urusan rumah tangga tapi seiring waktu ketika mempunyai pendamping hidup maka secara otomatis hidupnya bisa menyesuaikan dengan pendampingnya tersebut

    Posted by omiyan | September 7, 2009, 2:35 pm
  8. tidak ada wanita yang “ready to be a mom” waktu menikah. NOBODY.
    Semua sambil belajar kok. Sejak ada benih di kandungan, seorang wanita pasti akan menjadi seorang ibu yang baik.
    And remember!, Tidak ada standarnya bagaimana/seperti apa ibu yang baik itu.
    So, you can be perfect mother.

    EM

    Posted by Ikkyu_san | September 7, 2009, 5:29 pm
  9. Pasti bisa!!!
    gw percaya kok…;)

    Posted by Ria | September 8, 2009, 12:29 am
  10. Tergantung pengertian elo akan “perfect” itu apa sih, Laa..

    Kalo “perfect” dalam artian ngga pernah melakukan kesalahan then the answer is : no, elo ngga akan jadi a “perfect” mother :p

    Lagian anak ngga butuh ibu yang “sempurna” karena itu akan membebaninya, yang mereka butuhkan adalah ibu yang bisa memberikan kasih sayang, tempat perlindungan dan tempat mereka datang untuk mengadu tanpa merasa dihakimi ๐Ÿ™‚

    Posted by Indah | September 8, 2009, 10:17 am
  11. meng AMIN’i Comment si OM
    ๐Ÿ™‚

    Posted by AFDHAL | September 8, 2009, 10:40 am
  12. harus bisa..
    Insya Allah…tapi,kapan undangannya dong ?

    Posted by dyah suminar | September 8, 2009, 3:51 pm
  13. semua wanita menginginkan hal itu

    Posted by Zulhaq | September 9, 2009, 2:17 pm
  14. meng-amien-i uda vizon

    you’ll be a perfect mother with your own way cause love will find a way ๐Ÿ˜€

    Posted by Bro Neo | September 10, 2009, 1:27 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

September 2009
M T W T F S S
« Aug   Oct »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: