you're reading...
Thoughts to Share, Uncategorized

www.fairy-tales.com

Kamu kenal Cinderella?

cinderellaPerempuan cantik, tinggal bersama Ibu dan Adik-Adik tirinya yang super duper kejam dan lebih diperlakukan seperti pembantu daripada seorang anak perempuan cantik yang butuh kasih sayang dan perhatian karena Ayah kandungnya meninggal dunia?

Ingat bagaimana kisahnya bertemu dengan Ibu Peri yang kemudian mengubah hidupnya menjadi Puteri Semalam dengan sepatu kaca yang tertinggal sebelah di tangga sebuah kastil kerajaan, persis ketika pukul dua belas malam? Ingat bagaimana kemudian Pangeran Tampan mencari pemilik pasangan sepatu kaca itu dengan menyelenggarakan sebuah sayembara yang membuatnya berkeliling desa? Ingat bagaimana girangnya Cinderella ketika tahu bahwa Pangeran mencarinya? Ingat bagaimana senyumnya ketika akhirnya mereka menikah dan… mmm… lived happily ever after?

Haha.

Dosa banget kalau kamu sampai bilang, “Cinderella? Anaknya siapa, tuh? Kuliah di mana? Punya Facebook, nggak? Eh, blogger bukan, sih?”

Sumpah. Saya akan menimpuk kamu dengan durian satu truk kalau kamu nggak kenal siapa Cinderella, karena menurut saya, popularitas Cinderella melebihi popularitas manusia-manusia yang living and breathing dalam kehidupan nyata. Popularitas Cinderella, yang meski hidupnya ada dalam gulungan rol pita film atau tercetak dalam printed media, mengalahkan banyak tokoh-tokoh yang mungkin kisah hidupnya lebih masuk akal.

Ya.

Masuk akal.

Happily ever after… adakah?

That kind of excitement ketika hendak menikahi orang yang baru dikenalnya semalam… adakah?

***

Oh well, saya tumbuh dan kembang bersama-sama kisah-kisah Disney yang menjanjikan happy life ever after, a princess with her knight in shining armour, a prince that will kiss the princess’ sadness away…

Ya, kisah-kisah Disney yang menjanjikan cinta itu ada dalam pandangan pertama…. remember Cinderella, every one?

Sebuah ciuman dari seorang asing yang sama sekali tidak dikenal… umm, remember… Princess Aurora, the Sleeping Beauty?

Masih banyak cerita-cerita lain hasil karya Mr. Disney yang kemudian melegenda di dunia, dan saya tumbuh dan kembang bersamanya. Bersama kisah-kisah yang menawarkan kebahagiaan yang tidak akan berujung, kisah-kisah yang membuat saya percaya bahwa true happiness does exist, dan membuat saya ingin sekali memercayai, bahwa di dunia yang sudah serba digital seperti ini, saya masih mengharapkan happily ever after life juga a happy ending life.

snow-whiteTapi apa yang terjadi ketika saya bertanya, “Kalau saja saya membuka klub Fairy-Tales.com, kira-kira bakal ada yang mau join nggak, ya?”

Banyak yang kemudian menertawakan saya. Iya. Tertawa, tergelak-gelak! Ada yang mengatakan, “Mungkin aja kalau kamu gerilya di taman kanak-kanak atau playgroup…

Ada juga yang mengatakan, “Ada, La… Anak perempuan gue… Dia pengagum berat Snow White!”

Yang dengan kata lain we are grown ups, only kids who believe that kind of thing.

Dzigh! Jadi se’nista’ itukah jika seseorang memercayai fairy tales? Jadi se’nista’ itukah jika seseorang merindukan adanya happy ending dan percaya kalau bisa saja hal itu terjadi dalam kehidupannya?

Jika Cinderella bisa menemukan kekasih pujaan hatinya, over night... apakah salah kalau seseorang juga memiliki mimpi yang sama?

Jika ciuman seorang Pangeran bisa mengusir semua lara seorang Snow White, apakah salah kalau seseorang juga menganggap bahwa sebuah ciuman dari kekasih telah mengusir pergi segala gundahnya?

Jika fairy tales menjanjikan perfect happy endings, apakah salah kalau seseorang mengharapkan hal yang sama?

Sekali lagi saya tanya.

Jika kemudian saya memercayai bahwa I believe in happy endings, apakah kamu akan menjadi orang pertama yang tertawa terbahak-bahak dan segera menyuruh saya untuk bercermin supaya saya tahu kalau saya adalah perempuan usia dua sembilan tahun dan bukan lagi seorang kanak-kanak?

Apakah kamu akan bilang sama saya, “Hey, La. Ini adalah hidup. Dan percayalah, happy ending cuman ada di sinetron, telenovela, novel, dan cerita-cerita Disney!”

Will you?

***

Life isn’t a fairytale, I know. Di dunia, tidak ada peri-peri cantik yang berterbangan di sekeliling kita sambil memain-mainkan tongkat ajaibnya, menyihir ini menjadi itu. Tidak ada satu ciuman yang mengusir pergi segala resah lalu hidup bahagia selama-lamanya. Dan satu hal lagi, perkawinan bukanlah akhir dari segalanya karena bisa jadi perkawinan malah sebuah awal dari segalanya.

A beautiful wedding ceremony isn’t the end of everything.
In fact, it’s the beginning of an important thing.

Hm… jadi, keputusan saya untuk memercayai fairy tales adalah satu kesalahan fatal mengingat saya adalah perempuan yang sudah dewasa?

Ah, tapi biar sajalah saya menjadi bahan tertawaan karena memercayai ini, karena setidaknya, dengan memercayai happy ending, memercayai fairy tales, memercayai bahwa bisa jadi saya menemukan lelaki idaman dengan cara-cara yang spektakuler seperti kisah-kisah Disney… saya tahu, itu artinya I am very optimist about life. Saya percaya kalau hidup tidak selamanya berwarna biru, tapi bisa jadi, dia akan berubah menjadi kuning cerah!

Fairy tales keep me on believing that there’s a chance for me to be happy, somehow. Bahwa di dalam kehidupan yang sudah serba ‘menyebalkan’ seperti ini, there’s a small hope that everything will be OK in the end… Ya. Saya memercayai itu.

Seperti halnya Dr Meredith Grey di serial Grey’s Anatomy:

“You know how when you were a little kid and you believed in fairy tales, that fantasy of what your life would be, white dress, prince charming who would carry you away to a castle on a hill. You would lie in bed at night and close your eyes and you had complete and utter faith.

Santa Claus, the Tooth Fairy, Prince Charming, they were so close you could taste them, but eventually you grow up, one day you open your eyes and the fairy tale disappears.

Most people turn to the things and people they can trust. But the thing is it’s hard to let go of that fairy tale entirely cause almost everyone has that smallest bit of hope, of faith, that one day they will open their eyes and it will come true.”

Saya pun tidak bisa meninggalkan sepenuhnya rasa percaya saya terhadap that kind of fairy tale. Tidak akan pernah.

Karena buat saya…

Tuhan tidak pernah berencana mencelakakan makhluk ciptaanNya yang paling sempurna.

Dan kewajiban saya hanyalah…

Memercayainya.

Ya.

Percaya saja.

Jadi, kamu masih beranggapan bahwa hidup dengan happy end cuman terjadi di novel, dongeng Disney, dan film-film drama romantis Hollywood saja, atau… umm… ingin mendaftar menjadi anggota di Fairy-Tales.com?

Whatever it is… that’s your call, guys… ^_^

fairytale

***

Kantor, Rabu, 19 Agustus 2009, 4.04 Sore
Terinspirasi dari:
– Tulisan Indah Wd tentang Happy Endings, dan
– Quote cantik dari serial Grey’s Anatomy
Thanks yaaa…


Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

18 thoughts on “www.fairy-tales.com

  1. I do… I do…

    I do believe that I have my own fairy tales. errrr not likely fairy tales, but happily ever after is just a mind set, no?
    😀
    .-= Chic´s last blog ..Cin(T)a =-.

    Posted by Chic | August 19, 2009, 5:28 pm
  2. Setuju sama Chic.. it is a mind set
    and each of us has oue own story La 🙂

    Posted by Eka Situmorang - Sir | August 19, 2009, 6:02 pm
  3. aku ngga mau komentar soal fairytalesnya

    tapi

    yang pasti domain dengan unsur nama fairytales, dan dot com…sudah pasti unavailable, kecuali bayar mahal hihihi. karena nama fairytales sudah mendunia, you know….

    EM
    .-= Ikkyu_san´s last blog ..Laba-laba =-.

    Posted by Ikkyu_san | August 19, 2009, 7:13 pm
  4. gua juga grow up with all disney stories. sampe sekarang pun gua suka sekali ama disney movies. malah kadang suka mikir kalo ada kuis tentang disney (misalnya tebak judul lagu, atau judul film, atau nama2 karakter), gua mau ikutan ah.. kayaknya bisa menang! hahaha…

    fairy tales itu bagus menurut gua. emang keliatannya kok muluk ya. tapi sebenernya itu kemasannya aja toh biar menarik. tapi di semua fairy tales tuh juga selalu ada cerita realitanya lho. that reality bites. semua kan selalu dimulai dari kesengsaraan, penderitaan, dihina, dicemooh, tapi dengan perjuangan dan keyakinan maka akan dapetin hasil yang baik.

    filosofinya kan bagus sekali tuh. menyarankan untuk selalu hidup dalam kepositifan. mirip2 ama ajarannya the secret lah. 🙂
    kalo kita hidup nya selalu baik, gak jahat ama orang, rajin, mau berjuang, selalu berpikiran positif, pasti nantinya akan berhasil… ya gak…

    one a very quote from ‘a dream is a wish your heart makes’ (ost. Cinderella):

    “no matter how your heart is grieving, if you keep on believing, the dream that you wish will come true…”

    jadi kalo lu bikin klub nya, kasih tau ya, ntar gua daftar jadi membernya… 😀
    .-= arman´s last blog ..Nasionalisme =-.

    Posted by arman | August 19, 2009, 11:39 pm
  5. ralat: a very good quote maksudnya… kurang nulis ‘good’ nya.. 🙂
    .-= arman´s last blog ..Nasionalisme =-.

    Posted by arman | August 19, 2009, 11:40 pm
  6. life IS a fairy tale…
    kita nggak mengalaminya karena jauh di dalam lubuk hati, kita sebenarnya nggak mau meyakininya atau mempercayainya.

    kita terlalu dibutakan sama yang namanya “kedewasaan”, yang bilang kalau dongeng itu cuma buat anak-anak. di situlah kita mulai hilang kepercayaan…coba jadi anak kecil lagi aja mungkin.
    .-= geRrilyawan´s last blog ..INDONESIA…SELAMAT YA! =-.

    Posted by geRrilyawan | August 20, 2009, 1:31 am
  7. ingat jaman dulu, gara-gara cinderella jadi pengen punya sepatu kaca 😀
    Apa kabar La ?
    uh dah lama ngak mampir kesini, banyak cerita bagus.
    Maaf lahir bathin yah menjelang bulan ramadhan ini.
    .-= Indahjuli´s last blog ..Online…online 🙂 =-.

    Posted by Indahjuli | August 20, 2009, 3:04 am
  8. Mind set, state of mind, state of play .. eh kalo yang terakhir mah judul film.

    Tapi bener kata teman2 di sini, aku sepakat bahwa mau happy atau sad ending, itu tergantung kita memaknainya.

    Aku pernah dengar satu kalimat penghibur bahwa sebenarnya manusia itu tidak pernah kalah meski ia tergeletak, karena pada dasarnya ia selalu menang hingga… ya hingga maut menjemput.

    Lha kalau maut dianggap sad ending ya tak ada kehidupan yang tak sad ending dunk 🙂

    Selamat menyambut bulan Ramadhan, La.
    Semoga engkau memaknainya dengan baik dan bertawakal…
    .-= DV´s last blog ..Menyembunyikan Tuhan dan Keluarga =-.

    Posted by DV | August 20, 2009, 8:39 am
  9. one a very quote from ‘a dream is a wish your heart makes’ (ost. Cinderella):

    “no matter how your heart is grieving, if you keep on believing, the dream that you wish will come true…”

    Oalaaahhh.. ternyata ini dari Cinderella tohh.. selama ini gua pikir dari “Annie”, wakakakakakak 😀

    Berarti it’s official, gua emang Cinderella lover bangets dhe, ahahaha, soalnya gua sukaa ama lagu di atas ituu ^o^
    .-= Indah´s last blog ..Sama vs Beda =-.

    Posted by Indah | August 20, 2009, 11:04 am
  10. hahahaha…gak bisa comment untuk ini la, karena semua hal kan harusnya sudah di atur 😀

    btw…happily ever after banyak kok yg ngalamin walaupun di dalam happily ever after itu ada intrik2 itu kan biasa ya 😉
    .-= Ria´s last blog ..What I’ve Got after 3 Years =-.

    Posted by Ria | August 20, 2009, 11:11 am
  11. salam kenal mbak ya… makasyi telah berkunjung.
    .-= dHianofie´s last blog ..KEMERDEKAAN BAGI SEORANG JELATA =-.

    Posted by dHianofie | August 20, 2009, 1:56 pm
  12. Happy ending memang bukan monopoli Disney semata kok, kita juga bisa begitu. Setidaknya merasa seperti itu. Saya Jadi teringat ucapan terakhir Wittgenstein yang sepanjang hidupnya selalu bermuram durja dan terkenal sebagai orang yang sangat tertutup dan pesimis, katanya: “tell them I have a wonderful life”.

    BTW, Nimpukin orang dengan satu ton durian itu termasuk dalam fairy tale gak ya? 🙂
    .-= HP´s last blog ..Berenang di Jaunty Jackalope =-.

    Posted by HP | August 20, 2009, 3:07 pm
  13. Sebelum ber-label Disney, waktu kecil saya juga sempat menikmati kisah-kisah itu lewat komik Hans Christiaan Andersen dll. Meski cuma komik sewaan, mana sudah agak lusuh lagi, tapi jaman-jaman itu sudah merupakan hiburan yg cukup bermakna (belum lagi ngebayangin kalau kejadian … hehehe)
    .-= Oemar Bakrie´s last blog ..Semester baru (lagi), mudah-mudahan (tetep) semangat … =-.

    Posted by Oemar Bakrie | August 20, 2009, 4:51 pm
  14. It’s going to be out of topic nih La …

    Dengan segala kerendahan hati …
    Om Trainer ingin memohon maaf lahir bathin …

    Mari kita sambut bulan penuh berkah ini dengan Gembira …

    Salam saya

    Posted by nh18 | August 20, 2009, 10:12 pm
  15. Wah, kalau cerita gini dulu waktu gue masih belum menikah la..
    Jadi hari gini kayak nya udah gak ‘ngena’ lagi..
    *udah laku* peace! Muaaachhh!!
    .-= p u a k´s last blog ..P I C A =-.

    Posted by p u a k | August 21, 2009, 11:58 am
  16. hehe..gwsihberbedakomennya sama puak. meski udh laku tp teteup hobi. kalo udh nonton lupa deh sama skliling,….hehea
    .-= kucingkeren´s last blog ..Ramadhan Itu… =-.

    Posted by kucingkeren | August 21, 2009, 2:33 pm
  17. kehidupan nyata itu adalah tumpukan segala pertannyaan.*nyambung gak siy* he he he

    Posted by Zulhaq | August 22, 2009, 9:19 am
  18. hello 🙂 we’re the same. I’m really obsessed with fairytale. jadi kalau kamu buka ww.fairy-tales.com itu, aku pasti join kok 😉

    Posted by ghea setiana | June 1, 2010, 8:17 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

August 2009
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: