you're reading...
Just a Thinking

You Have No Idea…

mbah-suripBerita meninggalnya Mbah Surip segera menjadi topik obrolan yang hangat saat makan siang, beberapa jam yang lalu. Tahu Mbah Surip, kan? Saya yakin saya nggak perlu menjelaskan ke kamu soal siapa tokoh yang telah sukses mempopulerkan istilah Tak Gendong Kemana-Mana, diikuti dengan kalimat fenomenal: Manteb, tho.. Enak tho.. Dan ketawanya yang khas seperti orang yang sangat riang dan tanpa masalah. Kenapa begitu? Oh well, tentu saja karena belakangan ini, siapa yang tidak mengenal seniman nyentrik dengan penampilan hippies, berambut gimbal ala Bob Marley itu?

Okay. Sebelum kamu menuduh kalau saya adalah penggemar berat Mbah Surip, perlu diketahui bahwa saya tidak mengenal dekat Mbah Surip, bukan pula pengagum setia seorang seniman nyentrik yang meraup pundi-pundi kekayaan dalam waktu yang relatif singkat. Saya juga tidak pernah iseng mencari tahu bagaimana latar belakang seniman yang kabarnya memiliki gelar MBA, kabarnya pernah bekerja di luar negeri, dan kabarnya memiliki kehidupan keluarga yang tidak harmonis itu. http://jeunglala.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif

Tidak. Saya tidak pernah menjadi seorang big fans yang mencintai lagu Tak Gendong Kemana-Mana, yang berteriak histeris setiap melihat penampilannya, atau menjadikan lagunya menjadi ring back tone ponsel saya. Bahkan, ketika lagu itu menjadi sangat happening dimana-mana, saya bahkan tidak mau ketika seorang teman kantor menawari saya file mp3 lagu tersebut yang bisa dengan mudahnya ditransfer via Bluetooth ponsel.

Saya memang menganggap lagu itu sangat fenomenal, tapi saya bukan seorang penggemar yang begitu tergila-gila dengan lagu dengan lirik sederhana itu. Tidak. Saya hanya seseorang yang salut dengan kegigihan, takjub denganachievement-nya, dan merasa empati karena dikabarkan dia hidup sendiri tanpa sanak saudara.

Ya. Hanya sebatas itu saya mengenal seorang Mbah Surip, seniman yang berpulang pada hari Selasa, tanggal 4 Agustus 2009, tepat pukul 10.30 dengan penyebab kematian yang belum diketahui sampai detik tulisan ini selesai diketik.

Saya hanya mengenal selapis tipis saja dari si Fenomenal Mbah Surip, tapi bukan berarti, kepergiannya tidak membuat hati saya mendadak terasa sakit dan saya berjuang untuk menghalau datangnya air mata agar tak tertumpah dari kedua mata saya.

I wasn’t his number one big fans.
Tapi, somehow, saya merasa sangat sedih dan kehilangan…

*

Bagaimana mungkin seseorang yang tidak saya kenal betul, yang karyanya tidak pernah begitu menyentuh kehidupan saya, kini berhasil membuat langit hati saya mendung seketika?

Beda dengan kepergian Michael Jackson yang segera merebut semua ketegaran saya dan meluruhkan air mata saya, karena memang saya mengidolakan lagu-lagunya, sekalipun bukan penggemarnya nomor 1. Ada beberapa lagu Michael Jackson yang telah memiliki andil dalam hidup saya, yang begitu fenomenal menyentuh hidup saya, jadi saya merasa adalah sangat wajar kalau air mata saya tumpah ketika mengetahui kalau Michael Jackson telah berpulang memenuhi undangan Tuhan terlebih dahulu.

Tapi kalau Mbah Surip? Apa yang saya ketahui tentang dia? Only little, tiny information, yang saya ketahui dari perbincangan teman-teman saja, dan bukannya sengaja saya search di internet melalui google.com. Lantas kenapa saya harus merasa sedih, merasa sangat kehilangan, merasa telah menjadi bagian dari kedukaan yang sangat mendalam seperti ini?

Saya mencoba untuk menganalisa perasaan saya, mencari tahu mengapa saya merasa sedih seperti ini. Sedih yang terlalu berlebihan, barangkali, karena kemudian ketika saya melihat siaran berita di televisi, hati saya meremang.

Sampai kini, saya belum menemukan jawabannya. Mengapa saya terlalu sedih? Apakah saya memang keliwat lebay? Atau alasan-alasan lain misalnya karena ini adalah wajar mengingat setiap manusia pasti memiliki empati buat manusia yang lain.

Ya.
Saya tidak tahu apakah alasan yang sangat spesifik mengapa saya merasa langit saya sangat mendung karena kepergian Mbah Surip.

Tapi satu hal yang pasti, dengan kepergian Seniman Fenomenal yang digandrungi banyak manusia di bumi Indonesia ini, saya menemukan satu hal yang membuat saya semakin ingin menjadi manusia yang lebih baik setiap harinya.

Karena peristiwa ini telah mengajari saya bahwa: “We have no idea how many hearts we have touched every day, simply by being ourselves.”

Mbah Surip pasti tidak akan menyangka kalau dia akan ditangisi begitu banyak orang sepeninggalnya, bahkan oleh orang-orang yang tidak pernah mengungkapkan kekagumannya secara terang-terangan.

Sama halnya seperti saya, kamu, dan kita semua, yang mungkin juga tidak akan pernah menyangka, bahwa hal-hal kecil yang telah kita lakukan setiap hari, dengan penuh kasih, dengan segenap hati yang tulus, telah menyentuh hati seseorang…

Begitupula sebaliknya. Setiap kelakuan kecil yang menyebalkan, bisa menyentuh hati orang lain dan membuat mereka bersedih…

That’s why, it’s important to be nice every single day. We have no idea, how many hearts we have touched…. And how many hearts we have broken…

Jadi?

Just being nice to everyone, because you have no idea how meaningful you are to others…

**

Kantor, Selasa, 4 Agustus 2009, 2.31 sore
Mengenang Mbah Surip, semoga perjalanan Beliau selalu tenang menujuNya

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

20 thoughts on “You Have No Idea…

  1. Ikut berduka cita atas meninggalnya Mbah Surip. Mbah iki idolanya anakku yang umurnya bahkan belum 2 tahun… 😀

    Aku belum menemukan cara bagaimana ngasih tau ke anakku kalau idolanya dah berpulang.. 😦
    .-= anderson´s last blog ..The Man Behind the Gun =-.

    Banyak yang mengidolakan Mbah Surip, dari segala macam rentang usia… Ini nggak mengherankan, karena lagunya lovable banget… Salah satu anak temenku juga mengidolakan dan tadi saat ditelepon mamanya, si kecil itu langsung ngerasa sedih… 😦

    Posted by anderson | August 4, 2009, 3:06 pm
  2. Pertamax toh? Asyik toh? Enak toh? …. *mbah Surip style*
    .-= anderson´s last blog ..The Man Behind the Gun =-.

    Hehe… manteb tho?? 😀

    Posted by anderson | August 4, 2009, 3:13 pm
  3. mengapa langitmu mendadak mendung? karena kamu wanita yg dikaruniai hati yg lembut dan pikiran yang cerdas untuk meramunya dalam tulisan yang menyentuh.

    yuph kita ga tau sampe kapan kita hidup, maka biarlah kita membiasakan diri untuk berbuat baik dengan perbuatan yg menyentuh sesama kita….Nice posting Jeung
    .-= Riris E´s last blog ..Wanita – Wanita Perkasa =-.

    Wow… Tersanjung banget baca komentarnya.. 🙂
    Makasih…

    Posted by Riris E | August 4, 2009, 3:19 pm
  4. Memang sangat mengejutkan. Baru tadi malam saya ngobrol dengan suami tentang fenomena Mbah Surip. Betapa di dunia entertainmen nasib seseorang bisa melambung seketika bak roket, yang itu mustahil bisa terjadi di bidang yang lain.

    Saya sangat sedikit mengenal Mbah Surip (hanya dari artikel yang pernah dimuat di Kompas). Saya belum pernah menonton clipnya di teve, karena teve di rumah standby di teve berita. Saya baru satu kali mendengarkan lagu Tak Gendong, ketika dikirimi via e-mail oleh seorang teman.

    Ketika tadi siang mendengar berita Mbah Surip passed away, saya langsung merasa diingatkan oleh Allah. Betapa berkuasanya Dia, betapa hidup mati kita semata ada di tanganNya …
    .-= Tuti Nonka´s last blog ..Shopping …. Waaw ! =-.

    Sama, Bun. Aku bukan orang yang segitunya dengan fenomena Mbah Surip… Tapi ketika Beliau berpulang, yang ada aku jadi speechless dan ngerasa sedih. Mungkin karena banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil dari peristiwa ini, ya, Bun….

    Posted by Tuti Nonka | August 4, 2009, 3:25 pm
  5. aku dengar suaranya pertama kali waktu jjl di Ragunan (belum sampai 2 minggu yang lalu), dan sempat berdialog dengan ipar. Justru karena sederhana dan lucu maka dia bisa terkenal. Dan ini menunjukkan juga masyarakat Indonesia sudah capek dengan yang rumit-rumit.

    well, siapapun dia, kita diingatkan bahwa hidup itu tak terduga, penuh kejutan dan sewaktu-waktu kita juga harus berpisah dengan dunia ini.

    EM
    .-= Ikkyu_san´s last blog ..Pertemuan-pertemuan =-.

    Posted by Ikkyu_san | August 4, 2009, 3:45 pm
  6. Aku gak kenal Mbah Surip. Juga gak tau kenapa orang2 suka lagunya. Tapi aku menghormatinya sebagai seorang seniman yang memberi warna dan berani menunjukkan warnanya sendiri pada dunia. Selamat jalan Mbah Surip..

    But the most important thing in this comment is that I like and fully agree with the closing message of this posting, La. Nice.. 🙂
    .-= Nug´s last blog ..Dalang dan Wayang =-.

    Posted by Nug | August 4, 2009, 4:42 pm
  7. Heeem…
    paling tidak La,

    Mbah Surip pergi setelah ia sempat menikmati hasil jerih payahnya 🙂

    anw, hoensty is the best policy 😉
    including being honest of who we are 🙂
    .-= Eka Situmorang – Sir´s last blog ..Vanya Bertanya (2) =-.

    Posted by Eka Situmorang - Sir | August 4, 2009, 6:45 pm
  8. kepergian mbah surip yang seketika ini, emang ngebikin banyak orang sedih. termasuk gue..

    meski gue juga ga begitu demen sama lagu2nya, tapi yah.. dengan kejadian ini Indonesia kekurangan lagi salah satu seniman yang diterima segenap masyarakat.
    .-= Billy Koesoemadinata´s last blog ..The Journey, vol.11: The Occurence =-.

    Posted by Billy Koesoemadinata | August 4, 2009, 7:06 pm
  9. Entah kenapa belakangan ini saya dan anak-anak suka bercanda dengan lagu-lagu mBah Surip … Mungkin itu menggambarkan bahwa kebanyakan kita sudah serba “established”, serba terukur, serba teratur … Sementara itu dengan mBah Surip ada sesuatu yg baru … tak terduga, mengalir, non-formal …
    .-= Oemar Bakrie´s last blog ..Mau kemana Spongebob ? =-.

    Posted by Oemar Bakrie | August 4, 2009, 7:21 pm
  10. turut berduka…
    minimal iia bisa membuktikan sesuatu pada dunia, musik indonesia khususnya, klu di usia seperti beliau itu gag menutup kemungkinan utk tetap bsa berkreasi dan eksis dengan ideologinya…
    RIP mbah…

    Posted by genial | August 5, 2009, 1:20 am
  11. Mbah surip…mbah surip…
    baru tenar tiba2 menghilang…tapi dia akan dikenang sepanjang masa karena tiada di puncak kejayaan 😀
    .-= Ria´s last blog ..What I’ve Got after 3 Years =-.

    Posted by Ria | August 5, 2009, 1:50 pm
  12. saya juga kaget dengan berita perginya si mbah.. kebetulan temen deket saya sering bercanda ttg si mbah yang bener2 unik satu ini.. tentang komentar2 dia yang ga pernah konsisten (dan bikin dia jadi makhluk penuh misteri).
    ah, benar2 mengingatkan saya bahwa kejutan dari-Nya bisa hadir setiap saat..
    .-= narpen´s last blog ..Dokter gigi gaul =-.

    Posted by narpen | August 5, 2009, 8:57 pm
  13. saya baru ngobrol dengan anak anak…seorang mbah surip terkenal dengan lugunya…spontan dan apa adanya.
    Moga moga dapat memberi banyak manfaat untuk keluarganya….Hmm…ternyata Allah menghendaki lain.
    Lala …bunda kangen suaranya nih….baik baik aja to ? kok di beberapa foto terakhir tampak lebih kurusan….tambah cantik…
    .-= dyah suminar´s last blog ..Travelling =-.

    Posted by dyah suminar | August 6, 2009, 7:16 am
  14. gue suka banget quote ini

    “We have no idea how many hearts we have touched every day, simply by being ourselves.

    gw setuju banget
    jadi inget juga kalimat yg biasa diucapin kang ebet

    it s nice2b important, but more important 2b nice

    rip mbah..
    .-= depz´s last blog ..Istana kecilku, Rumahku Impianku =-.

    Posted by depz | August 6, 2009, 9:34 am
  15. mbah surip sosok yg tetap sederhana dan tampil apa adanya meski mengalami perubahan hidup yg cukup drastis dari sisi materi..
    salut buat mbah surip, selamat jalan mbah… 😦

    kunjungan pertama saya kesini, slam kenal.

    salam, ^_^
    .-= dCamz®´s last blog ..NxBerry Vs iPhome =-.

    Posted by dCamz® | August 6, 2009, 11:30 am
  16. melakukan hal kecil dengan komen disini… Berhasil menyentuh langit2 ga ya? kayanya butuh tangga yang super duper tingginya 🙂
    .-= ayamcinta´s last blog ..Dance! Menarilah! Tarik mang….. =-.

    Posted by ayamcinta | August 6, 2009, 8:30 pm
  17. se-indonesia sepertinya memang cukup terkejut.
    kalau kompas bilang, kita baru saja melihat meteor … eh meteornya dah ngilang …
    jadi wajar saja bila kemudian banyak yang berasa sedih …
    Selamat jalan Mbah Surip …
    .-= mascayo´s last blog ..Belajar ikhlas agar hidup lebih bergairah =-.

    Posted by mascayo | August 6, 2009, 10:04 pm
  18. pagi…………
    blue tahu lagu itu saat anak buahku nyanyi nyanyi gityu dech …………agak gimana awalnya namun kesininya malah justru jadi bahan nyanyian pagi pagi banget . .selamat jalam Mbah
    salam hangat dalam dua musimnya blue………………
    .-= kezedot´s last blog ..Gimana kalau aku menciumumu sekali saja! =-.

    Posted by kezedot | August 7, 2009, 9:39 am
  19. selamat pagi jeung lala
    lama tak mampir nich hehehe…………(dijawab sama jeung lala emang gw kangennin hahahahha………..blue kena tendangan dech darimu.)
    salam hangat selalu
    .-= dobleh yang malang´s last blog ..Sekali lagi tentang cinta =-.

    Posted by dobleh yang malang | August 7, 2009, 9:41 am
  20. nice posting La.. makasih udah diingatkan..
    .-= Ade´s last blog ..Saya kembali 😉 =-.

    Posted by Ade | August 14, 2009, 10:01 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

August 2009
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: