you're reading...
It's me... today

What’s your reason to smile today?

Pagi ini saya berangkat ke kantor dengan mata sembab dan sukses ditanyain sama beberapa teman kantor, “Kamu habis nangis, ya, La?”

Well, saya sedang malas ngeles dengan bilang, “Astagah.. ini trend make-up terbaru, kali… Model-model sembab gituh…” Nope, I wasn’t in the mood to do such a thing 🙂

Saya memang sedang sedih. Semalam, saya menangis sampai hidung saya mampet-pet-pet. Entah ada berapa lembar tissue yang sudah saya pakai demi menampung ingus yang sukses saya srot-srotin supaya saya bisa bernafas dengan lebih lega, tapi yang pasti, tangisan saya semalam bener-bener dahsyat 😦

Ya. Saya sedang sangat bersedih. My heart’s broken. Bukan, bukan patah hati karena lelaki-lelaki gebleg yang datang dan pergi dalam kehidupan saya. Patah hati karena lelaki sepertinya sudah nggak terlalu bombastis lagi, deh, karena sudah terlalu sering 🙂 Tapi patah hati yang bikin saya menangis bombai kemarin malam adalah karena saya telah kehilangan.. um… my so called sister.

Ya.

Saya telah ‘kehilangan’ perempuan yang pernah dekat dengan saya itu. Seorang perempuan yang di sosoknya-lah saya pernah bersandar dalam setiap senang dan susah. Seorang perempuan yang sudah saya anggap sebagai kakak perempuan sendiri, yang telah menenangkan badai yang telah bergemuruh di dalam hati saya, yang telah mengembalikan senyum di dalam hari-hari letih saya.

Baru kemarin saya tahu, kalau dia telah ‘pergi’, ‘mengangkat kaki’ dalam kehidupan saya, dan menghapus saya dalam kehidupannya… in one click of a mouse and poof… I’m gone…

I had no idea why… I had no idea at all. Maybe I did something wrong, mistakes that I haven’t realized until today. Jadi saya pun melewati semalam tadi dengan tangisan tanpa henti, membayangkan wajah perempuan cantik itu dan menyakiti hati saya sendiri dengan pertanyaan, “Why oh why….

Dan tangisan hebat semalam tadi membuat saya datang ke kantor dengan wajah yang nggak banget. Iya, iya. Saya masih secantik biasanya *hehehe*, tapi semua orang tahu kalau mata sembab dengan titik-titik air mata yang masih tersisa di pelupuk mata saya *karena setiap saya mengingat wajah perempuan itu, saya tak kuasa untuk menahan tangis*,  adalah bukan gaya seorang Lala.

They know me as a fun Lala. The one who always smiles and makes everyone laugh…

Mereka tidak menemukan itu pagi ini.

Mereka menemukan seorang Lala yang seolah lupa bagaimana caranya untuk tersenyum…

Tapi kemudian, saya menemukan sebuah kata-kata yang sangat cantik di halaman Facebook seorang teman baik, Indah Wd,  yang membuat saya tidak bisa tidak, tersenyum kecil dan merasa hati saya menghangat seketika.

Indah menulis ini :

don’t cry because it’s over, smile because it happened

Tulisan sederhana itu yang membuat saya segera tahu bahwa saya mempunyai banyak alasan untuk tersenyum hari ini… Because, yeah, I have more than enough reasons to smile today, eventhough my heart is aching like hell…

What are the reasons?

Mengingat wajah-wajah keponakan tersayang yang kemudian saya tuangkan dalam goresan pena dan pensil warna-warni..

kikikekeMengingat rencana reuni dengan teman-teman lama SMP 3 yang sudah belasan tahun tidak bertemu, hari Sabtu nanti di Surabaya Town Square…

Mengingat hari ini adalah hari Kamis yang artinya… one day to go to weekend… 🙂

Dan beberapa alasan lain yang membuat saya ingin meletakkan segaris senyum di wajah saya yang seharian ini terasa masam dan berbeda, termasuk mengingat kalau ada seorang teman, somewhere out there, somewhere far away from here, yang mengirim SMS pagi tadi, hanya sekedar untuk meyakinkan bahwa saya sudah tertidur dengan nyenyak seperti yang dia sarankan saat saya mengirimkan beberapa SMS curhat padanya…

*smile*

Ya.

Saya punya banyak alasan untuk tersenyum. Hari ini. Besok. Dan hari-hari setelah hari ini. Karena seperti yang teman saya itu bilang, “Don’t cry because it’s over. Smile because it happened.

Mau mewek, mau senyum, tetap saja tidak ada yang berubah. Dan kalau memang tidak bakal berubah juga, then why even bother to cry? Boros energi dan boros emosi… oh, ya, boros tissue dan make up buat nge-dempul wajah! 🙂

Jadi, sudahlah.

Saya ingin tersenyum saja. Saya ingin tersenyum saja dan kembali menjadi perempuan yang ceria dan menyenangkan seperti Lala yang biasanya. Lala yang ingin membagi senyum dan mengajak semua orang tersenyum bersamanya…

Smile, though your heart is aching
Smile, even though it’s breaking
When there are clouds in the sky
You’ll get by…

If you smile
With your fear and sorrow
Smile and maybe tomorrow
You’ll see the sun come shining through
For you…

Light up your face with gladness
Hide every trace of sadness
Although a tear may be ever so near
That’s the time you must keep on trying
Smile, what’s the use of crying
You’ll find that life is still worthwhile
If you just smile…

(Smile, dibawakan ulang oleh Michael Bolton)

***

Kantor, Kamis, 30 Juli 2009, 11.24 AM
Dedicated to : Indah Wd

Advertisements

About Lala Purwono

Dreamer. Writer. Lover. Follow her twits @lalapurwono.

Discussion

5 thoughts on “What’s your reason to smile today?

  1. beberapa hari ini, gue lupa caranya senyum la..

    kebanyakan trouble dan juga pressure yang terjadi..

    jadinya, setiap kali berangkat ke kantor, selalu pasang muka buruk kaya’ mau perang a la mahasiswa mau demonstrasi dan berantem sama polisi

    doh…doh..
    .-= Billy Koesoemadinata´s last blog ..The Journey, vol.11: The Occurence =-.

    Posted by Billy Koesoemadinata | July 30, 2009, 12:58 pm
  2. kalo saya sih senyum terus apapun yang terjadi hihihi….

    tanya gih sono ke orangnya !! sapa tau (sapa tau lho)
    kamu telah melakukan kesalahan yang tidak kamu ketahui padanya, so kenapa tidak langsung tanya aja ama orangnya….tul gak..tul gak…

    namanya sodara aja masih sering berantem apalagi sahabat…

    *kok aku bisa bikin comment spt ini yah*
    🙂
    .-= AFDHAL´s last blog ..Hikmah Meng’Input =-.

    Posted by AFDHAL | July 30, 2009, 1:39 pm
  3. A smile is a curve that can Straighten out a lot of things….

    Posted by Nazar | July 30, 2009, 1:45 pm
  4. tapi emang yang namanya senyum itu…..sumpah, kadang susah banget. padahal nggak pake keluar duit….
    yayaya….saya pernah merasakan susahnya narik ujung bibir sedikit ke atas itu…

    hari ini apa ya? dapat proyek baru mungkin…
    .-= geRrilyawan´s last blog ..OBAMA’S FRIED CHICKEN VOL.2 =-.

    Posted by geRrilyawan | July 30, 2009, 3:10 pm
  5. beuh…bukan hanya karena senyuman,,tapi TERNYATA jeung lala punya talent GAMBAR…wedewwww….:)

    Posted by shinta soebijandono | July 30, 2009, 3:43 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Catatan Harian

July 2009
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Celotehan Lala Purwono

%d bloggers like this: